Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 28 "Pergi Jalan-Jalan"


__ADS_3

"Tadi malam aku pingsan dan tidur di rumah Dokter itu, dan aku dapet hewan lucu darinya." Ujar Kafa sambil tersenyum lagi, dan masuk kedalam rumahnya. Diikuti oleh Dirga masuk ke dalam ruang tamu.


"Tak itu saja dia juga memberiku pekerjaan." Ujar dari Kafa bertambah sumringah sekali.


Melihat kata-kata yang keluar dari bibir Kafa membuat perasaan Dirga khawatir, dan juga curiga kenapa ada seorang pria asing begitu baik pada seorang gadis, dia hanya menelan selivanya, lalu ada perasaannya yang mulai berkecamuk di dalam dada Dirga membuat semakin gusar.


"Oh begitukah?" Kata Dirga dengan tersenyum kecut melihat Kafa yang sangat gembira pagi ini, namun Dirga hanya memandanginya dan menaruh rasa curiga kepada pria yang sudah baik kepada Kafa secara tiba-tiba itu.


"Kenapa kau bisa pingsan dan di selamatkan pria asing Kafa?" Tanya Dirga sambil melihat Kafa yang bermain dengan Gotchi saat ini .


"Ehm, tadi malam aku merindukan Ayah dan Ibuku, aku merasa sangat kesepian, saat aku berlari keluar ternyata aku pingsan." Ujar dari Kafa pada Dirga dengan suara lirih ,di tangan kirinya Gotchi bermain dengan senang.


"Oh, lain kali jika kau kesepian beri aku pesan aku akan datang ke rumahmu, lagipula amat bahaya jika gadis keluar sendirian." Ujar Dirga pada Kafa,dia memandangi wajahnya saat ini


"Iya terimakasih sudah sangat baik Dirga, aku rasa aku harus mandiri tak merepotkan orang lain, dan bekerja sampingan." Ujar Kafa pada Dirga agar dia tak menghawatirkan dirinya, ia berharap bisa hidup dengan mandiri tak lagi merepotkan siapapun.

__ADS_1


"Kau itu kan baru mengenalnya, aku rasa ada baiknya jika kau harus berhati-hati padanya ." Dirga memberi peringatan pada Kafa agar dia berhati-hati dengan pria yang baru dia kenal, Dokter Armand memang baru mengenalnya namun Dokter Armand, sangat iba pada Kafa maka dari itu dia mau memperkerjakan Kafa di klinik miliknya.Dirga sangat khawatir dan juga agak merasa cemburu karena dia mulai mempunyai perasaan pada Kafa .


"Iya, aku akan berhati-hati Dirga ,oh ya kenapa kau tak pergi berlibur ?" Tanya Kafa lalu dia menaruh Gotchi kedalam kandangnya.


Lalu duduk di dekat Dirga yang sedang duduk,


memperhatikan raut wajah Dirga agak malu, dan canggung,serta kebingungan karena satu pertanyaan dari Kafa itu membuatnya merasa gugup. Dan menatap lekat kedua bola mata biru milik Kafa yang indah dia pun tersihir .


"Ehm, aku ..tak berlibur hanya akan menemani kamu saja hari ini apakah kau ingin pergi jalan denganku?" Tanya Dirga kepada Kafa sambil menatap wajahnya yang cantik nan rupawan.


"Ya pergi mencari udara segar, lagipula kau akan bosan jika sendirian." Ujar Dirga pada Kafa sambil tersenyum manis lalu menggaruk rambutnya agak canggung.


"Bagaimana aku bisa bosan, jika tak melihat wajahmu, aku sangat kebingungan dasar..." Batin dari Dirga namun Kafa tak mendengar , namun Kafa sangat senang karena Dirga mau mengajaknya keluar lagi, membuat Kafa tidak bosan menjalani hari liburnya kali ini.


"Baiklah aku ganti baju dulu ok, kau tunggu disini." Kata Kafa dan pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Kafa keluar dari kamarnya, dengan baju rapi dan celana jeans.


Mereka berdua pergi keluar untuk mencari udara segar, dan mencari hiburan mencuci mata agar tidak bosan di dalam rumah saja.


Saat di dalam gang ternyata ada Bu Zuabidah yang mengawasi Kafa, dia mencibirkan bibir merah miliknya dengan pandangan meremeh temehkan, karena tadi dia terlihat membawa pria tampan tinggi tegap paruh baya, dia itu adalah Dokter Armand, namun saat ini Kafa sudah keluar dengan pria lain yang berbeda .


Bu Zubaidah berasumsi kalau Kafa ini adalah gadis tidak baik-baik seenaknya saja, keluar masuk rumahnya membawa beberapa pria .


Bergonta-ganti pasangan dan membuatnya geram, memandang Kafa di bonceng Dirga saat ini, dia pun mulai menyeringai mencari akal agar orang komplek ini tahu perbuatan Kafa gadis yang tidak baik-baik.Karena sudah merasa melihat dengan matanya sendiri dia pun hendak membawa berita kepada semua warga untuk menghasut dan menceritakan hal buruk tentang Kafa . Berencana memberi Kafa pelajaran padahal apa yang dia lihat tak sama dengan kebenarannya .


Yang setiap saat bergonta-ganti pasangan pria dan membawa beberapa pria masuk kedalam rumahnya.


Namun Kafa tak mengetahui rencana busuk dari Bu Zubaidah ini,dan pergi keluar dengan perasaan gembira menikmati hari liburnya.


Sekarang naik motor Dirga sambil merasakan angin sepoi-sepoi, menerpa rambutnya juga membuat berkibar-kibar,pemandangan sekitar nampak sangat indah, lagipula Dirga malah lebih senang karena Kafa sudah mau di ajak keluar olehnya, Kafa menikmati angin dengan beberapa kali tersenyum dan memejamkan kelopak matanya yang indah duduk tepat di belakang punggung Dirga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2