
Dari samping ruangan pun terdengar suara pria, yang khas serak, besar dan menggema.
"Apakah kau menyukainya, gadis gila?" Ujar dari pria itu sembari berjalan mendekati Kafa.
"Tap...tap...tap..." Suara derap langkah dari kakinya pun terdengar sangatlah nyaring di telinga, Kafa menoleh ke arah suara tersebut.
"Siapakah pria ini kenapa menyapaku dengan tiba-tiba, dan kenapa memanggilku gadis gila
aish...???!!" Batin dari Kafa sambil melihat dia mendekati dan duduk di ruang ,menyeringai, dan menggelengkan kepalanya beberapa kali setelah melihat wajah Kafa yang masih belum mandi, dengan rambut acak-acakkan.
"Dengar gadis gila kenapa kau bermain hujan di tengah malam, menangis sesenggukan,lalu pingsan sembarangan?" Ujar pria itu dengan tatapan yang sangat tajam,dan melirik wajah Kafa, dia menatap lekat lalu memperhatikan kalau Kafa semalam tidak berganti pakaian.
Dia basah kuyuk karena kehujanan, tidak itu saja Kafa menangis seperti orang gila berada di bawah pohon ketika petir dan guntur yang sedang bersahut-sahutan.
"Gantilah bajumu ,tadi malam basah aku tak berani menggantikannya, hanya aku selimuti saja."Ujar dari pria itu sambil memberi tanda kalau ada kemeja dan baju ganti di dekatnya.
"Baiklah, apakah tadi malam itu anda yang membawa saya kemari?"Tanya Kafa sambil menatap lekat wajah pria yang menolongnya tadi malam.
"Tentu saja aku yang menggendongmu, lalu siapa yang akan membantumu ha?"Sambil membaca berita di pad milikknya , kemudian dia hanya melirik Kafa dengan pandangan tak suka.
__ADS_1
"Terimakasih ,karena anda sudah berbaik hati aku harap aku tidak merepotkan anda." Kafa merasa sangat sungkan pada pria yang tidak dikenalnya sama sekali, bahkan dia mau juga menolongnya dalam keadaan pingsan.
"Jangan sungkan, tapi lain kali jangan keluar hujan-hujan, apa orang tuamu tak khawatir?" Tanya dari pria itu penasaran memandangi wajah Kafa dengan lekat, dan penuh curiga.
"Ehm, sebenarnya saya tak punya keluarga." Ujar Kafa dengan lirih dan amat sedih sekali.
"Ehm, jadi kau hidup sebatang kara."Ujar dari pria itu sambil memandangi Kafa, dia agak merasa bersalah karena mengungkit kedua orang tua nya dengan tiba-tiba.
"Benar, mereka sudah meninggal, kalau boleh tahu kenapa hewan ini bisa makan permen?" Tanya Kafa dengan sangat penasaran karena baru kali ini, melihat ada hewan sangat imut pengerat yang bisa memakan permen manis.
"Tentu saja dia suka makan semua camilan, dia seperti anak-anak." Ujar dari pria itu lalu dia pun agak tersenyum melihat Kafa ternyata seorang gadis yang menyukai binatang.
Namun karena Dokter Armand agak miring maka Kafa tak melihat Dokter itu tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum padaku?" Tanya pria itu lalu membuang mukanya karena dia mulai salah tingkah,akan senyuman Kafa yang amat manis bagai gula, dan seguci madu.
"Aku hanya tersenyum saja, lalu kenapa anda agak marah?"Jawab Kafa dengan polosnya.
"Aku tidak marah hanya saja, jangan senyum biasa saja." Gerutu dari pria itu sedikit sebal karena kenapa tak menanyakan namanya, dia malah menanyakan hewan kecil itu, padahal dia sudah bersusah payah menggendong,dan juga menyelamatkan nyawanya malam hari.
__ADS_1
"Kau tak penasaran dengan namaku?, malah menanyakan hewan kecil itu."Sambil melirik hewan yang sedang asyik sekali mengunyah permen. Dia pun mencibirkan bibirnya yang sebelah dan sangat sebal.
"Oh, iya maaf tuan siapakah nama anda?,dan aku mempunyai hutang budi pada anda." Kafa bersuara lembut dan sangat sopan lalu dia tersenyum sangat manis ,membuat pria itu sangat canggung dan salah tingkah.
"Oh, sudah ku bilang jangan tersenyum, nama ku adalah Armand, aku adalah Dokter hewan." Ujarnya sambil menatap kedua bola mata dari Kafa, yang sedari tadi menyita perhatiannya.
Mereka pun saling beradu pandang dan Kafa hanya terdiam memandangi Dokter Armand.
Sebaliknya Dokter Armand pun memandang Kafa, sedikit tersihir akan keadaan tersebut.
Beberapa detik kemudian Kafa mulai tersadar mau menjawab pertanyaan Dokter Armand.
"Oh, namaku Kafa aku masih sekolah dan kebetulan hari ini minggu jadi libur."Jawab Kafa tertunduk malu melihat wajah Dokter Armand dengan nada amat lirih.
"Berarti masih sekolah, besok-besok jangan seperti tadi malam, sangat berbahaya dasar gadis gila."Gerutu dari Dokter Armand sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iya mohon maaf."Permohonan maaf dari Kafa yang terdengar sangat tulus di telinga Dokter Armand membuatnya agak melunak.
"Mandilah!, dan gantilah bajumu aku segera menyiapkan sarapan."Ujar dari Dokter Armand pada Kafa , dia mulai pergi ke dapurnya dan melihat bahan apa saja yang bisa di masak pagi ini, untuk Kafa pun pergi ke kamar mandi membersihkan badanya,mengganti baju lalu dia pergi kedapur mengikuti Dokter Armand.
__ADS_1
Karena dia sungkan kalau hanya Dokter itu saja yang menyiapkan sarapannya.
Bersambung...