Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 87 "Pertandingan Maut"


__ADS_3

Siang hari pukul 14.00 wib semua siswa yang hadir saat itu sangat antusias, karena semua perwakilan para coker muncul di lapangan .


Semua para siswa yang sangat mahir dalam bermain bola baik basket, voly, ataupun sepak bola, mewakili tiap kelasnya masing-masing.


Hari ini mereka masih berlatih karena besok, mereka akan benar-benar bertanding.


Semua para siswa berganti pakaian olahraga. Kafa duduk di sebuah bangku nampak tidak begitu menyukai acara ini,dia hanya melamun menghawatirkan Dokter Armand yang sedang sakit di rumah Dirga.


Dirga setelah berganti pakaian olahraga pun duduk di sampingnya, membenarkan talinya.


Tali sepatunya mulai di kencangkan agar saat dia bermain di lapangan tidak kebingungan .


"Kenapa kau melamun?, bersenang-senanglah kau tak membeli camilan?,aku rasa kau lapar aku mendengar bunyinya."ujarnya yang mulai cerewet seperti seorang ibu-ibu yang membeli baju di pasar.


"Aku tak lapar, tapi aku bohong." ucap Kafa.


"Hem,aku hanya agak bosan saja." jawab Kafa sambil menggaruk tengkuknya.


"Eh, ada Dirga ." ujar Siwi dengan tersenyum.


"Boleh gak aku minta nomer kamu Dir?" tanya Siwi dengan menyodorkan ponsel miliknya.


"Maaf ya gadis manis, lain kali boleh ya aku masih mau latihan." ujar pria itu lalu dia pun pergi meninggalkan Kafa dan Siwi.


"Duh, sebel dech... kenapa mintak nomer aja pake lain kali??" ujar Siwi sewot tidak terima akan penolakkan pria yang bertubuh jangkung dan tampan itu.


"Sialaan,apa dia berpacaran denganmu Kafa?" tanya Siwi dengan mengernyitkan kedua alis.

__ADS_1


"Ehm, tidak kami hanya berteman," ucap Kafa dan mengeluarkan ponselnya dia pun mulai mengirim pesan ke Dokter Armand.


Kalau Kafa akan pulang agak terlambat , dia saat ini sedang menonton latihan olahraga para wakil kelas untuk besok pertandingan .


"Eh, Kafa boleh yah,aku minta nomer Dirga." rengek Siwi dengan memelas dia mendekat sambil menangkupkan telapak tangannya ke Kafa agar dia memberi nomernya Dirga.


"Maaf ya aku tak bisa, jika Dirga menyetujui maka aku akan memberi nomernya padamu." ujar Kafa sambil memasukkan ponselnya ke dalam sakunya.


"Ahhh, kamu Kafa pelit banget sich.." ucapnya sambil meninggalkan Kafa, dia pun berdiri di dekat lapangan basket, karena banyak para pria yang sedang pemanasan.


Mereka para siswa semua nampak antusias sekali karena besok,benar-benar sehari penuh akan ada berbagai macam olahraga.


Di bibir lapangan basket,sepak bola, dan juga lapangan voly, banyak para gadis berkerumun


Kecuali hanya gadis yang bermata biru itu, dia adalah Kafa memilih duduk menyendiri tidak mau berdiri di dekat bibir lapangan memberi suport untuk para cowok. Dia hanya melihat dari kejauhan.Hawa di luar agak panas karena cuaca sangat cerah namun banyai debu yang bertebaran di luaran. Membuatnya tidak mau ikut-ikutan melihat para siswa yang sedang berlatih.Kafa melihat ada sekelebat bayangan hitam mulai mendekat di sekitar para cowok.


Dia pun terkejut dengan hal itu mendekatkan dirinya di dekat lapangan.Dirga melihat wajah Kafa mulai semangat lagi berlatih,dia mengira kalau Kafa akan memberi suport kepadanya.


"Kenapa kau memanggilku?, apa ada sesuatu yang penting?" tanya Dirga sambil membawa bola di tangannya.


"Ada makhluk halus disini kau harus berhati- hati, dan aku kira dia sangat berbahaya." bisik Kafa di telinga Dirga dengan pelan sekali.Pria itu pun mendengar peringatan dari Kafa agak takut. Dan juga memandangi sekelilingnya .


Karena Dirga tak dapat melihat makhluk halus maka ia hanya menerka-nerka saja, dia sambil menganggukkan kepalanya pergi meneruskan berlatihnya lagi. Kafa pun mengernyitkan alis karena setelah ia melihat sekelebat bayangan hitam itu,para hantu pergi tak ada yang berani menampakan diri hanya ada bayangan mulai bersembunyi di antara para pria yang berlatih.


"Apa yang akan terjadi?, kenapa aku merasa resah, dan makhluk apa bayangan hitam itu?" batin dari Kafa sambil mengamati keadaan sekeliling,walau tidak ada yang nampak ganjil namun bayangan itu tidak menghilang .


Kafa berpura-pura ikut memberikan semangat pada semua para cowok yang sedang berlatih olahraga di tengah-tengah lapangan, semua para gadis bersorak-sorak berteriak histeris.

__ADS_1


"Ayo.. ayo...ayooo..ayoooo..!!!" semua kompak


Kafa juga ikut bertepuk tangan dan bersorak.


Semua tetap berlatih dengan semangat dan berpeluh, karena pertandingan ini mewakili kelas masing-masing, banyak siswa wanita memberikan dukungannya dengan memberi makanan, dan minuman yang di sediakan di dekat lapangan itu untuk memberi semangat.


Kafa berkeliling lapangan untuk memastikan bayangan hitam itu tidak membuat ulah, dia takut adanya peristiwa berbahaya yang akan terjadi. Walaupun bayangan hitam tidak mau menampakan wujud aslinya. Kafa nampaknya gelisah karena dengan banyaknya siswa yang berkumpul saat ini berarti bayangan itu amat mengincar siswa pria yang saat ini berlatih .


Setelah pemanasan berlangsung mereka pun mencoba untuk berlatih bertanding, dan para murid pria mulai berdiri membentuk formasi di tengah-tengah lapangan,untuk menentukan bola siapa yang lebih dulu menyerang lawan.


Mereka bermain dan pertandingan di mulai. Dirga dengan teamnya lebih unggul ,karena memang Dirga masuk kedalam club basket.


Tak di ragukan dia paling mahir di bidangnya, dia amat suka karena banyak yang tidak bisa menyerang team nya,Kafa tetap waspada dan bayangan itu mendekati seorang murid pria.


Dia bernama Ardi berada di dalam team Dirga team mereka lebih unggul, dan tidak dapat di kalahkan dengan mudah,apalagi Dirga yang dengan tubuh tingginya sangat mudah dalam memasukkan bola ke dalam ring basket.


"Horee..prok...prokk..prook.." sorak sorai para penonton, mereka memberi semangat kepada Dirga , karena sedari tadi mengalahkan lawan dengan mudahnya.


Namun saat Ardi akan mengoper bola ke arah Dirga , dia pun tiba-tiba jatuh di tengah-tengah lapangan basket dengan tubuh yang membiru


"Bruugghhh..."tubuhnya jatuh di atas lapangan


Sontak mereka semua diam tak bersuara,dan mereka mengira Ardi hanya pingsan saja tak sadarkan diri. Beberapa saat ada seseorang yang memeriksa tubuh Ardi,meminta bantuan untuk membawa tubuh pria yang terbujur itu ke UKS. Beberapa menit kemudian dengan bantuan beberapa pria Ardi di bopong ke arah UKS, dia pun di rebahkan di atas kasur kecil.


"Bagaimana Dokter?, apa yang terjadi dengan anggota team saya ini?" tanya Dirga dengan wajah serta ekpresinya yang kebingungan .


Karena tadi tidak ada apa-apa,masih baik-baik saja ,namun secara mendadak harus terkejut akan musibah yang terjadi tanpa di duga ini.

__ADS_1


Dokter hanya diam tidak menjawab karena ia masih tak percaya, dengan apa yang telah ia lihat hari ini,tubuh seorang pria dengan dingin sudah tak bernyawa. Tubuhnya seperti orang yang kehabisan darah.Membiru dan juga kaku begitu saja.Namun Kafa tak bergeming hanya menatap Dirga dengan pandangan sedih dan juga terkejut.


Bersambung...


__ADS_2