
Dokter Armand mulai keluar dari ruangannya, setelah dia memeriksa beberapa hewan milik para pengunjung yang hadir, mungkin karena hari ini agak sepi maka Dokter Armand tidak terlalu sibuk, dia pun ikut mengobrol dengan Kafa dan Dirga.Duduk tepat di samping Kafa sambil memandang wajah Kafa, mengamati apakah gadis ini sudah sembuh dengan total apa belum. Terlihat wajah Kafa tidak pucat ia juga sesekali sudah tersenyum kepada Dirga.
Maka Dokter Armand menyimpulkan kalau ia sudah membaik, dan tergurat wajah cantiknya yang kini menarik perhatian Dokter Armand.
Kafa berbincang dengan Dirga tak menyadari kalau Dokter Armand tengah duduk tepat di sampingnya, beberapa menit kemudian ada seorang pria muda yang tampan melihatnya.
Dia yaitu Dirga mengamati wajah Dokter saat ini, sangat sumringah sekali menatapnya dari samping wajah Kafa yang tirus ,bersih, serta mulus seperti porselen.Dirga mengernyitkan kedua alisnya yang nampak tebal, karena dia merasa tersaingi sekarang.Merasa sangat tak nyaman dengan tatapan Dokter Armand dia mulai membuka suara agar pandangannya itu teralihkan ,tak menatap wajah cantik dan tirus Kafa lagi.Agar Dokter Armand segera berhenti berlama-lama menatap dan memandanginya.
"Dokter bisakah Anda menutup klinik besok?" tanya Dirga dengan tegas dan lugas kepada Dokter Armand.
"Kenapa harus menutupnya?"ucap dari Dokter Armand dan menatap Dirga sekarang, dengan penasaran.
"Gimana kalau kita jalan-jalan sementara, aku kira tak ada salahnya iya kan??" usul Dirga dia tersenyum dan menggerakkan kedua alisnya yang tebal, tanda agar Dokter segera setuju .
"Ehm, baiklah lagi pula aku sudah lama sekali tidak pergi jalan-jalan,lagipula jika kita bertiga keluar aku rasa akan menyenangkan." Dokter Armand menganggukkan kepalanya setelah itu dia tersenyum bahagia.
"Baiklah kalau begitu, kita bertiga besok akan pergi piknik dan bersantai sejenak.." ujar Dirga sambil mengangkat kedua tangannya
Sangat senang sore yang damai tidak banyak pengunjung membuat mereka bertiga itu bisa agak tenang ,bersenda gurau saling berbagi cerita masing-masing.Dokter Armand merasa mempunyai teman sekarang sangat senang akan kehadiran Dirga dan Kafa.Baginya saat ini mereka di anggap sebagai keluarga yang baru hadir dalam kehidupannya.
__ADS_1
"Apa kalian lapar ?, aku bisa memesankan makanan untuk kalian tidak usah repot pergi keluar." ujar Dokter Armand lalu ia mengambil ponsel di saku celananya,memesan beberapa makanan.
Masuklah dua pengunjung membawa hewan peliharaan mereka,satu pengunjung yaitu pria dengan badan tinggi tegap dia memakai baju warna kuning cerah, memakai celana jeans dan berparas cukup tampan, usianya sekitar sama dengan Dokter Armand ada brewok di bawah janggutnya nampak sangat maskulin.
Pengunjung satunya seorang wanita masih muda sekali, dia itu membawa kucing berbulu warna putih, kucing yang di bawanya saat ini sepertinya berjenis kelamin wanita.
Karena mengenakan rok di padu padankan dengan pernak-pernik yang lucu sekali.
"Dokter, tolonglah kau periksa Snowy ku ya..." wanita itu memberikan kucingnya dan tentu dia sudah menyebutnya dengan panggilan Snowy, karena bulu kucingnya selembut salju.
"Tentu saja, oh ya aku hanya memberitahukan jika aku akan berlibur, aku menutup satu hari klinikku ok." ujar dari Dokter Armand sambil menerima Snowy dan mengelus bulunya yang lembut bewarna putih bersih saat ini.
"Benarkah?,untung aku datang hari ini." jawab sang pemilik kucing bernama Snowy itu .
Kafa yang takut menjauhi anjing itu lalu dia berdiri di belakang Dirga .Karena Kafa pernah di kejar seekor anjing itu membuatnya trauma sampai sekarang,jika melihat seekor anjing masih ketakutan.
"Ehm, iya aku mau berlibur hanya sementara, hei bisakah kau membawa anjingmu sedikit menjauh." usul Dokter Armand pada lelaki itu.
"Baiklah Dokter beres... Rahul kemari..." sang pemilik anjing pun menariknya menjauhkan dari Kafa.
__ADS_1
Lalu dengan segera ia mengambil anjingnya yang bernama Rahul, dan menjauhi Kafa lalu pengunjung itu mengikuti ke ruangan Dokter Armand.Kafa beberapa kali menghela nafas panjang karena baginya anjing adalah sebuah mimpi buruk baginya.
"Ini minumlah." ujar Dirga sambil memberikan air putih.
"Terimakasih ya." jawab Kafa sambil minum air putih itu.
"Sama-sama, kenapa kau bisa takut dia tidak berbahaya sama sekali, aku lihat tadi dia itu hanya mau menyapamu." ujar Dirga mengelus punggung Kafa,ternyata Kafa masih berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Beberapa saat Kafa sudah tidak takut lagi, dia melihat beberapa kali ke arah belakangnya .
"Aku masih trauma sekali, karena ada anjing pernah mengejarku sewaktu aku kecil." Kafa menjelaskan kejadiannya dengan detail dan menceritakan tragedi saat ia masih kecil.
Dahulu sewaktu Kafa masih sekolah dasar berjalan menuju sekolahannya sendirian.
Saat itu karena rumahnya dekat dia tidak di antar siapa-siapa, hanya Kafa sendiri yang berjalan di jalanan itu, kebetulan di situ ada seekor anjing mengejarnya dengan tiba-tiba.
Kafa yang ketakutan sontak berlari terbirit- birit, namun untungnya anjing itu tak sampai menggigitnya dia masuk gerbang sekolahan.
Dan gerbang sekolah segera di tutupnya agar anjing tidak dapat mengejarnya lagi, namun ketakutan akan hewan anjing masih melekat di benaknya sampai ia beranjak dewasa.
__ADS_1
Sekarang jika melihat anjing Kafa masih ingat akan kejadian yang menimpa saat dia masih sekolah dasar.
Bersambung...