Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 54 "Urgent"


__ADS_3

"Terimakasih ya." berterimakasih pada Kafa saat ini.


"Sama-sama ."jawab dari Kafa dengan lirih lembut dan dengan sopan santun.


Semua pengunjung yang sabar menatap lekat ke arah Kafa,mereka semua tersenyum manis dan akan terus bersabar sampai tiba giliran dari mereka masing-masing.


"Meong...meong..." suara kucing jantan milik wanita itu di depan pintu.


Wanita itu sesekali mengelus bulunya yang lembut, karena nampak kucing jantan sudah tak sabar lagi menunggu pasangannya untuk melahirkan para bayinya.


Karena kucing biasanya melahirkan bayi lebih dari satu anak kucing dalam sekali persalinan biasanya sekitar lima sampai tujuh ekor anak.


Mungkin karena itu kucing milik dari wanita ini sedikit kesulitan melahirkan, dalam perut kucing itu banyak bayi yang harus di lahirkan saat ini.Dan beberapa jam sudah berlalu tapi pintu ruangan Dokter Armand ini masih saja belum terbuka . Namun setelah beberapa jam telah berlalu ternyata pintu ruangan Dokter mulai terbuka.


"Gimana Dok?,apa sudah selesai?" tanya dari pemilik kucing tersebut dengan ekpresi wajah nampak sangat cemas.


"Ehm, lihatlah mungkin salah satu bayi nya meninggal membuat dia kesusahan." jawab Dokter Armand lalu dia pun keluar ruangan.


Kafa masuk ke dalam ruangan melihat para bayi kucing, benar tujuh ekor dan meninggal satu ekor maka sisa enam ekor saja.


Nampaknya ekspresi pemilik kucing tersebut sangat senang sekali melihat hewan miliknya berhasil menjadi ibu, namun karena satu ekor kucing telah meninggal maka dia tak sepenuh nya bahagia,sang kucing pejantan senang, dia mengeong dan menjilati semua anaknya.


Kafa keluar ruangan mencari Dokter Armand, ternyata dia masih melanjutkan memeriksa hewan lainnya, setelah antrian sudah kosong.

__ADS_1


Kafa lalu mendekat dan bertanya pada Dokter Armand, karena hari ini sangat panjang sekali antrian tanpa beristirahat sama sekali .


Dokter Armand namun tidak terlihat kelelahan sama sekali,dia tetap bersabar dengan semua pengunjungnya memeriksa semua hewan,dan satu per satu telah dia selesaikan.


"Dokter, apakah setiap hari keadaan klinik seperti ini?" tanya Kafa dan menatap wajah Dokter Armand merasa penasaran baru kali ini dia bekerja dengan Dokter Armand.


"Tentu saja, apakah kau kelelahan?" tanya dari Dokter Armand pada Kafa, sembari mencuci tangannya.Setelahnya dia duduk dan minum air mineral di dalam botol miliknya.


"Ehmm, sedikit dan apakah Dokter tak lelah?" tanya Kafa dengan rasa penasaran yang amat besar dalam benaknya.


"Sebenarnya semua pekerjaan akan berat,tapi jika kau menganggapnya itu adalah hidupmu semua terasa ringan." jawab Dokter Armand sambil tersenyum karena lega sudah selesai pekerjaannya hari ini, dia pun melihat jam di tangan kanannya.


Seketika kedua bola mata Kafa hampir keluar amat terkejut, dan ekspresi wajahnya berubah dari penasaran menjadi kekaguman. Dokter di depan matanya menyulap suasana malam ini


Kafa pun merasa tidak biasa karena selama hidup, hanya baru pertama kali ini ia bertemu dengan orang sebijaksana Dokter Armand.


Padahal dia selalu mengeluh tentang hidup tak itu saja, semua yang berhubungan dengan kedua bola matanya atau tentang penglihatan akan membuatnya tertekan merutukki hidup.


Hanya kesialan saja yang dia alami tak ada hal yang menyenangkan sama sekali dalam hidupnya, terlebih jika dia melihat makhluk halus maka itu bukanlah anugrah melainkan kutukan baginya.


"Sebenarnya ada dua asistenku, yang satu sudah menikah dia lalu resign." ujar Dokter Armand sembari merapikan alat-alat nya .


"Yang satunya, dia cuti nanti biar bergantian denganmu jika kau lelah boleh istriahat." ujar Dokter Armand melanjutkan merapikan alat- alatnya , setelahnya dia pun mendekati Kafa.

__ADS_1


"Kalau kau sudah lelah dan lapar habis ini kita pulang." ajakan dari Dokter Armand seketika membuyarkan lamunan Kafa saat ini.


"Iya Dok, lagipula sudah larut aku lihat anda kelelahan ." jawab Kafa dan tertunduk karena merasa malu dengan dirinya saat ini masih belum bisa menghargai hidupnya, karena hal yang terjadi pada semua makhluk hidup itu adalah anugrah yang terbesar di muka bumi.


Pemilik kucing yang di bantu Dokter Armand mulai berpamitan ,membawa semua kucing miliknya yang dari dua ekor menjadi delapan ekor,merasa kalau sangat beruntung masuk ke dalam klinik Dokter Armand.


Dia pulang merasakan hal yang luar biasa,dan memasukkan semua kucing miliknya tersebut kedalam mobilnya saat ini.


Dokter Armand memandangi dari belakang terlihat puas, karena usaha menyelamatkan nyawa baru dan hewan tentunya berhasil .


Membuat usahanya menjadi seorang Dokter kali ini seperti seorang malaikat penolong, dia mewakili pekerjaan malaikat untuk membantu semua makhluk hidup melalui hewan .


"Hebat sekali Dokter, ada banyak orang yang tak menyukai tindakan anda tadi." protes Kafa kepada Dokter Armand dan melihat wajahnya yang sedang bahagia melihat pemilik kucing.


"Eehm, biarkan saja." jawab Dokter dengan ringan.


"Kalau boleh tahu, kenapa anda membiarkan banyak orang protes ??, anda lebih memilih menyelamatkan kucing itu." tanya Kafa dia terlihat belum paham atas tindakkan Dokter Armand yang lebih mendahulukan kucing itu daripada hewan lainnya,dan sudah antri lebih dahulu.


"Karena lebih urgent, dan lagipula jika mereka semua mau sedikit bersabar tidak ada yang berubah." jawab Dokter Armand dengan rasa lega di wajahnya terlihat sangat senang saat ia melihat, mobil pemilik kucing itu pergi dari kliniknya dengan perasaan senang.


"Sudahlah ayo kita pulang, suatu hari kau itu akan paham." ucap Dokter Armand membuat Kafa kebingungan, belum memahami ucapan Dokter Armand.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2