Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 59 "Wanita Berkacamata"


__ADS_3

"Dia memang begitu jangan heran kalau dia seperti anak-anak, dia suka camilan, cereal dan susu segar." ujar Kafa sambil mengepel lantai dan berjalan mundur sampai semua ruangan benar-benar bersih .


Setelah itu mereka berdua duduk di samping Gotchi yang asyik makan permen, dan Kafa sangat takjub dengannya untung dia masih sehat dan aktif karena beberapa hari Kafa tak menyapa Gotchi. Sangat sibuk dengan semua aktivitas mulai sekolah dan membantu Dokter di klinik.


"Hai... Gotchi kau tak rindu padaku?" sapa Kafa kepada hamster kecil itu.


Pintu pun terbuka ada seorang wanita masuk kedalam klinik itu, wanita cantik dia memakai kacamata hitam, dengan tingginya 170 cm, dia berjalan mendekati Dirga dan Kafa .


Wanita dengan rambut terurai panjang lebih dari sebahu, dengan lipstik warna merah,dan wajah tirus cantik sekali, hidungnya nampak mancung, dagunya lancip, badanya langsing dan kakinya yang jenjang dan putih itu mulai menapakkan high heel nya, seraya membuka kaca mata hitamnya itu, dia pun berdiri tepat di samping Kafa dan Dirga saat ini.


Gotchi pun langsung berlari ke arah ruangan Dokter Armand, dengan membawa beberapa butir permen warna-warni di tangannya .


Kafa memandanginya heran ,tumben sekali hewan kecil itu lari secepat itu dia langsung tak menampakkan dirinya.


Wanita itu menaruh kacamata hitamnya, pada tas jinjingnya yang terlihat mewah dan elegan


Sembari dia melihat sekeliling klinik Dokter Armand saat ini, dan mengamati dari ujung sampai ujung lainnya juga, Kafa dan Dirga menatapnya penuh curiga siapakah wanita yang sedang masuk dengan seenaknya ini.


Tanpa permisi sama sekali tanpa menyapa orang yang berada dalam klinik, seharusnya dia memberi ucapan salam atau mengetuk pintu dahulu agar orang yang berada dalam klinik tak menatapnya curiga .

__ADS_1


Namun walaupun sudah beberapa menit dia tak merasa risih sama sekali di tatap penuh curiga oleh dua orang yang sedang berada di dekatnya.Dia pun duduk di sofa serta mulai menyilangkan kakinya, lalu merogoh tas mini elegannya dan mengambil ponsel miliknya.


"Hallo Armand, ini aku ,ya Hellena kau belum datang ya?, aku sedang ada di klinik milikmu, jadi cepatlah kemari ok." lalu menutup ponsel miliknya dengan secepat kilat, memasukkan kembali ke dalam tasnya .


"Hei, kenapa kalian bengong ?,berikan aku minuman dingin cepat!" perintah dari wanita itu dengan seenaknya saja ,dia melotot dan menyeringai ke arah Kafa karena sedari tadi menatapnya curiga.


"Kenapa kau itu seenaknya saja?!, kami bukan pembantu!!" protes Dirga dan maju mendekati wanita itu,Kafa pun memegangi lengan Dirga.


"Sudahlah jangan membuat masalah, ikut aku ke dapur saja." bisik Kafa sambil menyeretnya ke arah dapur.Suaranya lirih sekali agar tidak terdengar wanita yang sedang duduk di dekat nya saat ini.


Karena Dirga merasa Kafa di perlakukan tidak baik, dia pun mengernyitkan kedua alisnya dia juga menyeringai menatap Kafa .Kenapa dia mau di perlakukan seperti itu saat ini.


"Kenapa kau mau saja di perlakukan seperti seorang pembantu?" tanya Dirga pada Kafa .


Namun Dirga menghentikkannya karena dia sangat penasaran apakah setiap hari ,Kafa di perlakukan seperti seorang pembantu seperti ini, dia pun memegangi lengannya manaruh nampan di atas meja kembali.Agar Kafa tidak beranjak dari dapur .


"Ada apa?"


"Apakah kau setiap hari seperti ini?"

__ADS_1


"Tidak, baru kali ini ,dan siapa tahu dia adalah tamu penting?,biarkan aku mengantar itu dulu ok." bujuk Kafa pada Dirga yang masih sebal sambil matanya memandang ke arah nampan yang di kembalikan Dirga.


Melepaskan tangannya Dirga lalu mengambil nampan berisi minuman dan camilan berjalan menuju ruang tunggu.


Dia pun membawa tepat di hadapan wanita itu, dan menaruhnya dia meja tamu.Nampak wanita itu sedang asyik mengobrol dengan temannya di ponsel miliknya, dia berbicara bahasa asing dengan sesekali menyeringai.


Namun tak melihat Kafa sudah menyajikan minuman dan camilan untuknya, Kafa pamit dengan menundukkan badannya kembali ke ruangan dapur, dia pun menemui Dirga saat ini.Dirga nampak masih sebal dia pun minum sisa jus jeruk dingin dengan duduk di bangku.


"Glegek..glegek..glegek..ahhh" menenggak jus jeruk dengan sekali teguk saja.


"Kenapa kau itu mengernyitkan kedua alismu? jika ingin membantuku kau harus bisa sabar." saran Kafa pada Dirga agar tidak emosi saat menghadapi wanita yang saat ini ,dia sedang duduk di depan ruang tunggu .


"Apa kau sering mengalami hal seperti ini?, dan aku rasa kau sudah terbiasa." Dirga agak mendingin kepalanya setelah menenggak jus jeruk dingin, dia pun mulai normal tak merasa emosi dan mulai penasaran.


"Sebenarnya, aku hanya beberapa hari saja disini,namun Dokter Armand adalah pria yang penyabar, aku ini belajar banyak darinya."ucap Kafa dengan lirih dan sopan dia pun duduk di samping Dirga sambil tersenyum manis.


"Oew... kau menyukai Dokter tua itu?" tanya Dirga emosi karena Kafa lebih mengaggumi sifat Dokter Armand yang bijaksana, serta ia penyabar membuat Kafa belajar banyak dan menjadi gadis yang tidak gegabah.


"Bukan itu maksudku, Dokter Armand sangat sabar menghadapi semua pengunjung, kalau hanya satu orang saja mudah." ucap Kafa dan ringan ke Dirga agar dia bisa meredam emosi

__ADS_1


"Ha...benar sekali mana ada Dokter galak,dan pasti semua pasiennya kabur...!!!" balas Dirga dan dia menatap Kafa agak sebal membuang muka.


Bersambung...


__ADS_2