Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 23 "Hewan Kecil Pengerat"


__ADS_3

Gadis yang dikira gila dan patah hati tersebut tak memakai alas kaki, rok yang dia kenakan juga basah kuyup ,rambutnya terurai siapapun yang melihatnya akan mengira kalau gadis ini adalah hantu.


"Hiks....hiks...huhu...huu...hiks..." Suara tangis Kafa yang tersedu-sedu di bawah pohon.


Sang pengendara tertegun melihatnya, dia pun mendengar tangisan Kafa sangat sedih sekali, membuatnya terdiam beberapa saat.


Kilatan petir yang menyambar-nyambar dan suara guntur yang menggelegar itu, membuat suasana malam hari ini semakin mencekam.


"Clap... Jeduar....Clap.... Jeduar..."


Orang itu mulai keluar dari mobilnya dengan perlahan-lahan, sembari melihat apakah yang di lihat benar-benar seorang manusia, setelah benar memastikan bahwa seorang manusia dia mendekati, dan terlihat Kafa sangat sedih.


"Hik...hiks...hiks...huu...huuu...huuu..."

__ADS_1


Keesokan paginya, dan Kafa mulai membuka kelopak matanya yang indah. Terlihat kedua bola matanya yang bewarna biru nan indah .


Namun yang di dapatinya bukan rumah atau ruang kamarnya ,namun dia bangun di atas sofa dengan berbalut selimut yang sangatlah tebal. Dia melupakan apa yang sudah terjadi semalaman kepadanya, dia mulai mencoba mengingat-ingat akan hal yang terjadi pada dirinya sehingga bisa berahir tidur di rumah orang yang tak dia kenal sama sekali .


"Aku dimana ?,apa yang sudah terjadi padaku apakah aku tadi malam pingsan?"Kafa mulai bergumam sendirian , meracau tidak karuan .


Dia memandangi sekeliling rumah itu tampak sangat rapi sekali, tak itu saja rumah bergaya minimalis modern itu sangat indah,walaupun tak luas dan hanya cukup untuk tinggal hanya dua sampai tiga orang saja, terasa sangatlah nyaman, suana hangat dan juga tidak minim penerangan. Berbeda dengan rumah Kafa, dia mulai kagum dengan rumah terlihat minimalis ini, sembari melihat beberapa foto dan juga pernak-pernik lainnya, ternyata seekor hewan kecil pengerat telah menyita perhatian Kafa .



"Cit..cit...cit..."Hewan itu mengeluarkan suara berdecit, mirip seekor tikus namun bukan, dia amat lucu bewarna cream perpaduan warna putih, tubuhnya mungil ,mini dan imut, sangat gemas jika sudah melihatnya saat ini.Terlebih lagi dia memakan permen, padahal biasanya hewan kecil seperti ini makan biji-bijian, buah, atau sayuran.


"Wah, baru tahu ada hewan kecil sepertimu, mau makan permen warna-warni, apakah itu enak?"Tanya Kafa sambil duduk di meja, dia memperhatikan hewan pengerat itu, melihat dan menatap lekat, sangat lucu sekali seekor hewan kecil sedang makan permen warna- warni dengan bebas . Hewan itu juga mulai menatap Kafa karena merasa tak terganggu sama sekali akan kehadiran gadis bermata biru ini.

__ADS_1


Dia tidak takut sama sekali dengan Kafa, saat Kafa menyentuh buluh halusnya seharusnya ia takut,karena melihat orang yang tak pernah bertemu dengannya,namun dia berbeda sama sekali tak takut, dan mau saja di elus bulunya oleh Kafa.Kafa pun gemas mengambil lalu ia menaruhnya di telapak tangannya.


"Wah siapa namamu?, kau kecil sekali aku sangat suka apakah kau menyukaiku?" Tanya Kafa kepada hewan kecil pengerat itu, namun karena hewan itu tidak dapat bicara seperti layakanya manusia hanya memandangi Kafa dengan tatapan lucu, bola matanya yang kecil terlihat antusias, sambil menikmati permen di tangannya yang sangat mungil itu.


Dari samping ruangan pun terdengar suara pria, yang khas serak, besar dan menggema.


"Apakah kau menyukainya, gadis gila?" Ujar dari pria itu sembari berjalan mendekati Kafa.


"Tap...tap...tap..." Suara derap langkah dari kakinya pun terdengar sangatlah nyaring di telinga, Kafa menoleh ke arah suara tersebut.


"Siapakah pria ini kenapa menyapaku dengan tiba-tiba, dan kenapa memanggilku gadis gila aish...???!!" Batin dari Kafa sambil melihat dia mendekati dan duduk di ruang ,menyeringai, dan menggelengkan kepalanya beberapa kali setelah melihat wajah Kafa yang masih belum mandi, dengan rambut acak-acakkan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2