
"Hueeek...huekkk..." dengan kompak dengan suara yang keras.
mereka semua pun menatap lekat-lekat ke arah sumber suara.Siapakah penyusup yang berani masuk di dalam kawasan mereka .
Dan segera berlari keluar untuk mencari orang yang berani menyusup dalam ritual itu. Kafa, Dokter dan Dirga,bersembunyi di balik dinding yang agak roboh, namun mereka semua saat ini menahan nafas, dan sambil berpegangan tangan agar tidak menimbulkan suara.
Kedua mata Kafa dan Dirga saling melirik dan tangan yang satunya membekap erat mulut masing-masing. Agar mereka tidak ketahuan.
Bahkan suara nafas mereka tidak terdengar, tetap bersembunyi di celah dinding hampir roboh itu. Mereka bertiga berharap tidak di temukan oleh para siswa.
Semua para siswa mencari keberadaannya, dan menyisir semua tempat. Dan mereka ada yang menemukan mobil Dirga yang terparkir di sebuah tempat yang amat sepi, dan agak tersembunyi. Supaya tidak terlihat orang, tapi mereka segera meletuskan dua ban mobilnya agar, tidak bisa keluar dan melarikan diri dari area ini. Sembari menyisir semua sudut, dan beberapa menyusuri hutan berharap segera menemukan semua penyusup yang berani masuk dalam kawasan terlarang mereka .
Saat menyusuri arah lainnya mereka semua celingukan, Kafa, Dirga dan Dokter Armand. Diam tak bersuara agar tak di temukan orang yang aneh itu. Mereka semua berpencar ke segala penjuru agar bisa segera menangkap.
Kafa memberi tanda ke arah Dirga dengan tangannya di depan bibirnya agar tak berisik. Sedang Dokter Arman sedang sibuk melihat banyak nyamuk berterbangan, dan mereka menggigit Dokter Armand.Maka bisa di pasti kan kalau mareka semua segera bisa di temu kan oleh para siswa.
Saat tak ada orang sama sekali di situ, Dokter Armand menepok beberapa kali jidat dan pipi kiri dan kanannya, lalu dia keluar dari tempat persembunyian agar segera bisa melarikan diri.Mereka bertiga mencari arah jalan lainnya agar tak terlihat para siswa yang mengejarnya
Karena tahu mobil Dirga ban nya kempes,ber putar haluan mencari mobil Dokter Armand .
Saat mereka akan naik mobil Dokter Armand, ada seorang siswa yang berhasil menemukan mereka bertiga. Berteriak mengajak semua para anggotanya agar mengejar mereka.
"Disini... Merekaaaa ada di sini ayo semua kemariiii !!!" teriak salah satu dari siswa itu.
Seketika dengan cepat Dokter pun langsung menyalakan mobilnya,dan pergi dari situ,akan tetapi saat mau di nyalakan mobilnya tidak berhasil di starter, Mereka bertiga bertambah panik. Dan para geromobolan siswa itu makin dekat dengan mobil Dokter Armand.
"Ayo, Dokter cepaaatlah!!!" teriak Dirga dan melihat ke arah belakang, ternyata mereka itu semakin dekat.
__ADS_1
Setelah beberapa kali di starter oleh Dokter akhirnya mobil itu pun bisa menyala, akhirnya mereka bertiga bisa pergi dari tempat itu dan melajukan mobilnya dengan kencang.
Beberapa menit pun sudah berlalu maka tidak mungkin para siswa mengejar mereka bertiga
Namun ternyata ada dua orang siswa saat ini menaikki motornya mengejar, dengan kecepat an penuh. Dirga tahu itu langsung membuka pintu mobil depan dan sepeda motor mereka pun jatuh, karena kurang keseimbangan.
Alhasil mereka bisa lolos dan tak ada yang mengejarnya lagi. Beberapa saat waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 wib dini hari,karena lelah mereka bertiga menepikan mobilnya di tepi danau.Mereka bertiga merebahkan tubuh nya di atas hamparan rumput,dan karena saat ini waktu yang cocok untuk beristirahat.
"Haaa..Sialan mereka benar-benar gila!" pekik Dirga, dan menyeringai setelah itu dia minum air yang ia bawa, meneguknya dengan cepat.
"Untuk apa kalian berdua mencari tahu?, dan tidak ada untungnya malam-malam mencari masalah saja." gerutu Dokter Armand.
"Kami, harus libur sekolah karena masalah ini Dokter kan pria tua, mana berfikir karena kau hampir menjadi fosil." ledek Dirga tersenyum kecil kearah Dokter Armand.
"Kau ini dasar anak kurang ajar, mau ku hajar kau !!!" pekik Dokter Armand, menarik sudut bibirnya, sebal pada Dirga karena ucapannya itu membuatnya tersinggung .
"Sudah jangan bertengkar, ayo kita pulang aku lelah, besok kita selidiki lagi ya..." ajak Kafa, ia melerai kedua pria yang sangat suka beradu mulut itu.
"Ha...ha..." Kafa pun tertawa terbahak-bahak karena, melihat mereka berdua kompak.
Beberapa menit pun mereka bertiga sekarang berada di rumah Dirga, karena paling terdekat adalah rumah pria muda.Mereka bertiga pun memutuskan untuk menginap sehari saja.
Seperti biasa Susan yang terkejut karena ia melihat Dokter Armand, mengusap pelupuk matanya karena baru terbangun dari tidurnya.
"Darimana kalian itu?, kenapa terlihat seperti habis di kejar hantu saja !!" ujar Susan, minum segelas air putih, karena tenggorokan nya itu merasa kahausan.
"Diamlah kau, sangat berisik.!" ujar Dirga dan menghempaskan tubuhnya di sofa empuknya
__ADS_1
"Kami bertiga, baru saja pulang dari melihat kembang api." ujar dari Kafa agar Susan tak curiga padanya.
"Benarkah?,kenapa tak mengajak aku??"dia memanyunkan bibirnya ke arah Kafa.
"Maaf, karena tadi tak sempat mengajakmu." ucap Kafa lembut dan mengelus punggung Susan.
"Sudah aku mau tidur aku ngantuk banget," Dirga berjalan ke arah kamarnya, dan Kafa menganggukan kepalanya.
Sedang Dokter Armand juga pergi ke kamar yang biasa ia tidur, dan menutup pintunya itu rapat-rapat. Kafa menggelengkan kepalanya karena melihat dua pria dengan watak seperti anak-anak. Kafa duduk menemani Susan saat ini, dan Susan mengamati wajah Kafa lekat- lekat.
"Kafa bolehkah aku bertanya??" tanya Susan.
"Boleh, memangnya apa?" tanya Kafa balik.
"Apa kedua bola matamu itu asli dari lahir?, aku sangat penasaran sekali..." tanya Susan.
"Ehm, saat aku bayi aku mempunyai kedua bola mata hitam, namun entah kenapa aku sekarang kedua bola mataku bewarna biru?" jawab Kafa pada Susan, dan ia pun seketika berfikir ada benarnya Susan kenapa kedua bola matanya saat ini bisa bewarna biru.
"Apa kau pernah operasi mata sebelumnya?" telisik Susan kepo pada Kafa dan menyimak dengan antusias.
"Aku tak tahu Susan, saat aku mau bertanya kedua orang tuaku sudah meninggal dunia.." jawab Kafa jujur pada Susan dan seketika kepala Kafa sakit, seperti mau pecah.
Dengan memegangi kepala Kafa mengerang kesakitan. " Arrgggghhh...."
"Ada apa Kafa??, apa yang sakit mana??" tanya Susan, dan berdiri di samping Kafa yang sedang kesakitan.
Perkataan Susan membuatnya Kafa tiba-tiba kesakitan hebat, Kepalanya ada sesuatu yang seperti muncul dan tenggelam. Ingatan masa lalunya sebelum dia mempunyai mata biru itu
__ADS_1
Ternyata Kafa mendapat ingatan yang masih samar tentang masa lalunya itu.
Bersambung...