
Malam pun segera tiba dan Dirga menemani Kafa menjaga Dokter Armand di Rumah Sakit.
Malam ini sangat dingin menggigit susana Rumah Sakit amat tenang ,ganjil, dan tidak seperti biasanya. Malam ini untungnya Dirga mau menemani Kafa agar dia tidak sendirian.
Di setiap sudut Rumah Sakit tidak ada sama sekali orang yang berlalu-lalang, benar-benar tenang seperti tidak ada kehidupan .
Dirga melihat Kafa itu tidur di atas sofa, untuk Dokter Armand dia juga sudah terlelap di buai mimpinya, Dirga masih saja terjaga tidak bisa mengatupkan kedua kelopak matanya saat ini
"Aduh ,kenapa aku masih saja tak bisa tidur?" batin Dirga sembari menatap langit-langit di ruangan ini. Dirga sudah berusaha keras agar dia bisa tidur namun yang ia dapati ternyata nihil ,tetap terjaga dan semakin tak bisa tidur.
Dia memutuskan untuk mendengarkan musik di ponselnya, memakaikan headset di kedua telinganya itu, agar bisa tertidur dengan pulas
beberapa menit kemudian ternyata tetap saja tak bisa tidur sama sekali.Malah dia pun ingin buang air kecil.Dia pun lalu memasuki kamar mandi di dalam ruangan, namun ternyata air nya kebetulan mati tidak menyala.
"Sialan... kenapa airnya tak bisa menyala??" mengumpat dan heran kenapa begitu pas, dengan keadaan yang seperti ini.
Dirga lalu memutuskan pergi ke luar ruangan itu,dia pun mencari kamar mandi lainnya yang ada airnya . Karena dia sudah tak tahan ingin buang air kecil.Mencari kamar mandi terdekat adalah solusi tercepatnya.
Sangat kebingungan, celingukkan ke kanan dan kekiri, mencari apakah ada kamar mandi.
Setelah beberapa kali melihat banyak ruang dan akhirnya ada tulisan toilet pria.Dirga pun merasa sangatlah lega .
Tepatnya di dekat Ruangan yang bertuliskan Kamar Mayat ada sebuah toilet dan Dirga pun tanpa berfikir panjang lebar langsung masuk segera, dan membuang air kecilnya ,memang air disini menyala, namun tidak terasa Dirga mengundang perhatian dari sesosok makhluk halus, dia menyeringai dan melihat Dirga dari dekat.Namun karena Dirga tidak bisa melihat maka tengkuknya hanya merasa kedinginan.
__ADS_1
"Aish,Kenapa bulu romaku ini tiba-tiba berdiri semua?" bergumam sendiri dan menggosok tengkuknya, dan dia pun celingukkan melihat ruangan toilet itu , tidak ada yang aneh sama sekali . Namun sesosok makhluk halus tepat didekat Dirga menatapnya dengan tajam.
Setelah beberapa saat Dirga pun selesai dan keluar dari toilet itu. Dia merasa sangat lega karena dia sudah membuang air kecil tepat waktu, tak sampai mengompol karena sangat malu jika pria dewasa harus mengompol .
Saat berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit tak ada satu orang pun yang berjalan, kecuali Dirga yang kembali dari toilet pria itu, dia pun berjalan tanpa rasa takut, namun tidak terasa dia di buntuti sesosok makhluk wanita sedari tadi mulai dari toilet pria. Dia membuntutinya.
Seketika lampu di Rumah Sakit lalu tiba-tiba padam tak ada cahaya sama sekali dan Dirga pun kebingungan, seperti kebakaran jenggot.
"Aduh sialan... kenapa mati lampu segala?" menggerutu namun tetap berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit itu. Langkahnya seakan terasa pelan sekali karena saat lampu padam.
Lorong pun berubah seperti dunia lain tanpa cahaya, gelap gulita dan hanya Dirga berjalan melewatinya saat ini.Sungguh kesialan untuk pria tampan karena makhluk halus wanita itu sangat menyukai Dirga dia mengikuti tepat di belakangnya saat ini.
"Argh...argh..."suara makhluk halus wanita itu lirih terdengar ganjil, namun Dirga tak dapat mendengarnya.
"Aduh kenapa Rumah Sakit ini aneh sekali?" batin dari Dirga dalam hatinya saat ini,sambil tetap jalan meraba-raba dinding karena tidak ada cahaya sama sekali.
"Argh...argh..." Sesosok makhluk halus masih tetap mengikuti Dirga di belakangnya.
Dengan wajah pucat rambut panjang terurai, darah mengering di wajahnya,pakaian yang ia kenakan kotor dan kumal, tetap mengikutinya.
"Kenapa tengkukku sangatlah dingin?" gerutu dari Dirga saat ini dan meraba-raba dinding samping lorong rumah sakit.
__ADS_1
"Sialaaan.." mengumpat dan tetap saja lampu masih tetap padam tidak menyala,serasa jam sangatlah lama,padahal dia berjalan memang sangatlah pelan dan meraba dinding pula, jika dia berlari kencang takutnya dia itu menabrak seseorang yang lewat di lorong.
Namun anehnya tak ada orang lewat ataupun orang yang mengetahui lampu di Rumah Sakit ini padam, seharusnya ada suster atau Dokter yang bekerja shift malam.Nihil dan tidak ada satupun orang yang berjalan, hanya ada Dirga dan sesosok makhluk halus berada tidak jauh darinya saat ini.
🍃🍃🍃🍃🍃
Kafa terbangun dari tidurnya dan melihat tak ada Dirga di sofa,dia melihat di kamar mandi ternyata tak ada, lampu di ruang itu pun juga padam akhirnya Kafa mengambil senter dan ponselnya dia membuka pintu ruangan keluar untuk mencari Dirga.
"Kenapa dia itu keluar malam-malam begini?" gumam dari Kafa sambil berjalan menyusuri lorong, sembari menyenteri jalanan di lorong yang dia lewati saat ini.
"Kenapa lampu disini juga padam?"
Kafa berjalan menyusuri setiap sudut lorong ini ,karena lampunya padam dan keadaan ini menjadi gelap gulita, Kafa hanya bisa berjalan dengan pelan-pelan saja.
"Tadi kulihat ponsel Dirga tak di bawa, aduh gimana ini?" gumam Kafa sembari berjalan menyusuri lorong rumah sakit ini.
Keadaan malam semakin dingin mencekam, di tambah lampu yang padam di rumah sakit maka kegelapan membutakan siapapun,dan tak ada cahaya membuat Kafa kesulitan akan mencari Dirga saat ini.
"Dirga kenapa kau membuat orang khawatir?" Kafa bergumam sendirian sembari menyusuri lorong ,hanya ada satu cahaya senter Kafa yang agak redup.
Saat di tengah-tengah lorong rumah sakit dia bertemu dengan gadis cilik yang membawa boneka di taman, tersenyum namun dia tidak bicara sepatah kata pun pada Kafa,dan hanya menunjuk ke arah depan dengan jari telunjuk.
Kafa mengira kalau gadis itu akan meberitahu keberadaan Dirga saat ini, maka Kafa berjalan mengikuti tepat di belakangnya dan berharap kalau dia benar-benar membantunya mencari Dirga, karena keadaan yang gelap membuat sulit menemukan Dirga.Gadis kecil membawa bonekanya dengan melangkahkan kaki kecil miliknya dengan perlahan-lahan saja di depan Kafa. Dia menyeringai dan tersenyum miring tidak di ketahui oleh Kafa saat ini.
__ADS_1
Bersambung...