
Malam ini Dokter Armand akan pulang ke arah rumahnya namun karena ,dia tak terlalu paham akan hutan ini maka dia menyalakan GPS nya, agar bisa mudah melewati cepat pulang dengan waktu yang singkat.
Dokter Armand yang sedari siang tadi sudah mampir mengunjungi rumah temannya, yang berada tepatnya di dekat pemakaman kedua orang tuanya. Karena setiap ia mengunjungi pusara kedua orang tuanya, maka dia pastilah akan mengunjungi temannya sewaktu kecil dan masa sekolahnya dahulu .
Dalam perjalan pulang Dokter Armand agak lupa arah jalur yang benar, maka dia tersesat di dalam hutan tersebut dia tak terlalu suka kegelapan,Dokter Armand kebingungan sekali hutan yang nampak gelap dan juga sinyal di dalam hutan tak terlalu bisa, maka Dokter pun melihat ke sekeliling jalan tak nampak satu pun kendaraan yang datang.
"Aduh... gimana ini?" Dokter Armand sangat kebingungan malam semakin mencekam di hutan, tak ada lampu ataupun cahaya yang menerangai jalan,yang ada hanya kegelapan pepohohanan nampak sangat rimbun,terlihat menjulang tinggi-tinggi dan bayangannya itu membuat jalanan semakin gelap.
Dokter Armand tak bisa mencari bantuan dan mengendarai mobilnya dengan pelan-pelan saja, dia berharap ada sebuah mobil ataupun motor yang berjalan agar dia bisa melewati bersama, tak tersesat seperti ini.
"Bagaimana ini?,kalau begini terus aku tidak akan pulang lama melewati jalan ini." gerutu dari Dokter Armand yang mulai celingukkan ke arah kanan dan kiri, mencari kendaraan agar punya teman.
"Kapan aku bisa pulang kalau begini terus?" gumam dari Dokter Armand dia terus maju ke depan dengan pelan-pelan namun suara dari hewan yang buas mulai terdengar, mulai dari serigala, harimau, singa ,dan burung-burung.
Hewan liar dan buas yang hidup di sekitaran hutan itu sangatlah menakutkan, Dokter terus merasa was-was akan keadaannya saat ini,ia ingin segera sampai ke jalan raya, namun dari tadi dia tetap di sekitar area hutan membuat dia bergidik ngeri.
"Apa aku tersesat ya?"gumam Dokter Armand sambil sesekali melihat kesisi kanan dan kiri .
"Auuw..... auw...." lolongan serigala sesekali terdengar keras di telinga Dokter Armand .
"kruk... kruk...kruk..." suara burung hantu yang bertengger di ranting pohon berderet rapi di sekitar jalanan hutan itu.
Suasana semakin dingin dan mencekam,lalu Dokter Armand melihat jam di tangannya itu ternyata menunjukkan pukul 21.00 wib.
"Aduh udah jam segini, semoga ada orang lewat agar aku ini bisa cepat pulang." Dokter Armand berharap agar ada orang lewat di sini
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃
Di sisi lain Kafa tidak melihat Dokter Armand pulang padahal biasanya dia sudah muncul jika jam 21.00 wib , dan dia sudah membaca berita atau melihat televisi. Kafa pun sangat menghawatirkannya ,namun apa yang bisa ia lakukan.Dia pun mencoba menghubunginya lewat ponsel.Berharap kalau Dokter Armand tak apa-apa.
"Drrrt....drrrt...drrrt..."
Namun masih tak ada sambungan, beberapa kali Kafa mencoba agar dia bisa tersambung dengan Dokter Armand.
Setelah ia mencoba menghubungi sampai beberapa kali, sekitar sepuluh kali akhirnya bisa tersambung juga.
"Drrtt...drrrt...drrt..."
"Hallo Kafa aku tersesat di dalam hutan, maaf jika tak bisa meneleponmu, ini untung masih bisa." Dokter Armand pun bisa berbicara di ponsel ,namun dengan sinyal agak terputus- putus.
"Iya Dokter, memang Dokter ada dimana?" Tanya Kafa kepada Dokter Armand dengan perasaan yang khawatir, karena sudah amat larut tetapi tak pulang-pulang.
"Iya Dokter aku akan menyusul Dokter." Lalu menutup ponselnya Kafa pun segera berganti baju, memakai jaket dan naik taksi ke alamat yang di kirim Dokter Armand saat ini.
🍃🍃🍃🍃🍃
Dokter Armand agak lega karena Kafa akan segera datang menemuinya ke dalam hutan.
Membawa bantuan setidaknnya ada harapan untuk Dokter Armand saat ini, namun Dokter tetap mengendarai mobilnya namun dengan amat pelan-pelan saja. Di sekitar jalan makin banyak kabut dan suara hewan yang liar juga beberapa kali terdengar.
"Ya Tuhan tahu gini aku tidak pulang malam, jadi aku tersesat." Sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
Beberapa menit pun Dokter Armand mobilnya mogok tepat di tengah jalan dan melihat ada seorang gadis yang berpakaian putih lusuh,di depan mobilnya namun karena malam tidak ada cahaya hanya sinar lampu mobil, Dokter Armand melihatnya dia tidak bicara ataupun bergerak hanya berdiri saja di depan mobilnya
🍃🍃🍃🍃🍃
Dalam perjalanan Kafa di dalam taxi yang ia tumpangi tidak bisa mengebut, dan sangatlah lama, Kafa sangat khawatir kenapa serasa ia ingin cepat sampai.Namun supir itu malahan mendengarkan musik sambil bernyanyi,dan membuat agak geram Kafa akan tingkahnya.
"Pak bisakah anda mempercepat laju taxi nya, dan aku akan menambah ongkosnya." bujuk Kafa pada supir taxi agar mau mempercepat laju taxi nya saat ini.
"Aduh neng, kalau cepat-cepat bahaya." supir menolak tawaran Kafa untuk mempercepat laju taxi nya walau sudah akan menambah uang tarifnya saat ini.
"Tiga kali dech Pak ya, tapi aku mohon agak cepat ya." Kafa memohon kepada supir taxi itu dengan memelas agar mau mempercepat laju taxi nya, takut terjadi sesuatu pada Dokter Armand.
"Baik dech tapi ada satu syarat neng." supir itu memberikan satu syarat lagi kepada Kafa.
"Apa pak?" tanya Kafa sambil menagamati ekspresi wajah supir itu dengan seksama .
"Nanti kalau aku sudah cepat melajunya neng jangan takut ya." ujar dari supir taxi itu sambil menyeringai dengan tersenyum miring akan menarik pedal porsneling, dan melajukan gas.
🍃🍃🍃🍃🍃
"Siapakah gadis itu kenapa malam-malam tak memakai sandal?"gumam Dokter Armand dan mengamatinya dengan seksama ,dia itu juga mengingat Kafa saat malam menyendiri dan menangis di bawah pohon yang tinggi,saat itu turun hujan lebat dan ada petir menyambar- nyambar juga.
"Kenapa aku mengingat Kafa?,apa dia Kafa?" gumam Dokter Armand dan akan keluar dari mobilnya, memastikan si gadis kecil itu apa Kafa yang sudah tiba.
__ADS_1
Bersambung...