Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 30 "Hantu Bunuh Diri 2"


__ADS_3

"Kenapa kau bisa melihatku,dan kau juga bisa mendengar suaraku?" Tanya arwah gadis itu pada Kafa dengan mengusap air matanya .


"Entahlah aku juga ingin sekali menjadi gadis normal,namun karena mataku ini bisa melihat maka aku tersiksa setiap malam." Ujar Kafa dengan nada sedih sekali memandangi arwah gadis itu juga.Bahwa hidupnya juga tak jauh lebih baik sama sekali bisa di katakan sangat sial dan buruk sudah punya mata yang bisa melihat semua makhluk halus,membuat hidup Kafa kesulitan setiap harinya.


"Kau masih hidup bisa berusaha, dan aku ini sudah mati jadi hanya bisa melihat bayangan saja." Ujar dari arwah itu memandang Kafa saat ini dengan tatapan sendu dan sedih .


"Semua orang mendapatkan kehidupan yang tak mereka sukai, beberapa orang merasakan beruntung, dan aku tak sama sekali." Gerutu Kafa yang tak menyukai sama sekali ,dengan kelebihan yang dia milikki saat ini.


Namun saat bercerita dengan arwah tersebut Dirga mencari Kafa di semua sudut taman ini.


Sambil membawa dua es krim dan sekantong camilan, dia berlarian mencari Kafa sangatlah khawatir tersesat di suatu tempat .


Suara gemericik air sungai yang mengalir ini, dia menjadi saksi bisu media, portal jembatan menuju alam lain selain makhluk yang kasat mata yaitu sang manusia di dalam hidup kita itu ada beberapa makhluk halus yang biasa di sebut roh atau arwah hanya bisa di lihat oleh manusia pilihan, seperti Kafa yang kebetulan kedua matanya bisa melihat semua makhluk halus,Kafa masih merasa kalau kedua bola matanya yang indah bewarna biru menjadi hal yang buruk baginya, karena hampir di setiap malam tak bisa tidur dengan nyenyak seperti gadis lainnya.

__ADS_1


"Aku setiap malam harus mendengar bisikan, dan semua hal yang berbau mistis, belum lagi aku sangat rindu orang tuaku." Gumam Kafa pada hantu di sebelahnya,dia pun menatap air sungai yang mengalir itu, pantulan cahayanya terlihat menyilaukan.Suaranya sangat dingin di telinga, dia agak menoleh sedikit agar tidak terkena pantulan cahaya matahari pada air sungai yang mengalir itu.


"Aku rasa kau gadis spesial, kenapa kau bisa mempunyai warna mata yang sangat indah?, kau itu pasti bisa membantu banyak orang." Ucap dari Hantu itu pada Kafa dan mengusap beberap kali air matanya, dengan wajah agak hancur dan penampilan yang seram sekali .


"Benarkah? ,kalau aku boleh memilih aku itu pasti ingin menjadi gadis normal saja." Ujar Kafa kepada hantu itu sambil beberapa kali menghela nafasnya dengan sangat panjang.


Mereka berdua pun akhirnya menghentikan percakapannya,duduk diam memandangi air sungai yang mengalir ,tiba-tiba Dirga sudah duduk di samping Kafa sambil membawa es krim dan camilannya. Duduk di atas rumput sembari memberikan es krim dan menaruh sekantong makanan di samping Kafa,hantu itu memandang lekat pada Dirga lalu melihat Kafa, dia pun menghilang setelahnya karena merasa terusik melihat ada seorang manusia yang tak bisa melihatnya, Kafa duduk dengan tenang memakan es krimnya lalu dia terlihat murung.


"Kenapa kau bersedih?,kita keluar agar tidak bosan ,kenapa malah murung?" Tanya Dirga pada Kafa yang tak bersemangat dan wajah nya nampak sangat sedih .


"Bolehkah aku bertanya?" Tanya Dirga pada Kafa sambil melihatnya dari samping dengan tatapan agak curiga juga penasaran.


"Silahkan." Jawab Kafa asal dan tetap murung

__ADS_1


"Aku tadi melihatmu bicara sendirian, apakah ini sering terjadi?" Tanya Dirga pada Kafa dia curiga kalau Kafa adalah gadis mempunyai kepribadian bipolar, atau mungkin dia agak stress karena merasa kesepian tidak punya teman, maka dari itu Kafa tampak menyukai bicara sendiri.


"Oh, kau melihatnya ,apakah kau penasaran?" Tanya Kafa kepada Dirga yang sudah melihat dirinya bercakap-cakap dengan arwah tadi .


"Apakah tak sebaiknya kita pergi ke Dokter?" Tanya Dirga pada Kafa dengan serius, dia amat khawatir memang benar Kafa terkena sindrom bipolar, dan dia amat sedih sekali .


"Untuk apa ke Dokter?, kau tak akan percaya dengan apa yang akan aku ucapkan padamu." Ujar Kafa lagi pada Dirga, dia pun mengernyit kan kedua alisnya, sambil menatap wajahnya Dirga, yang terlihat serius karena penasaran .


"Ceritakan baru aku akan memutuskan apa yang harus kita lakukan." Kata Dirga dengan tegas dan memandangi lekat wajahnya Kafa.


"Baiklah, aku bisa melihat makhluk halus, dan aku juga bisa bicara dengannya." Ujar Kafa pada Dirga dengan lirih, berusaha meyakinkan Dirga agar percaya padanya berharap Dirga tak terkejut dengan ucapannya.


Namun Dirga hanya diam tak menjawab satu patah kata pun, dia hanya mengunci mulutnya dengan rapat,mematung duduk hanya melihat kedua bola mata Kafa yang kebiruan.Mereka berdua saling memandang dengan padangan penuh kecurigaan ,dan tidak yakin pada satu sama lainnya.Kafa mulai menggenggam erat tangannya, mengepalkan salah satu tangan.

__ADS_1


Di iringi suara gemericik air sungai di tepian dan tetap saja, mungkin Dirga tidak percaya dengan apa yang Kafa barusan katakan,tapi itulah faktanya bahwa Kafa adalah gadis yang bisa melihat makhluk halus. Dirga masih tidak percaya akan apa yang barusan di dengarkan olehnya, dia sangat berharap kalau Kafa saat ini hanyalah bercanda saja untuk mencairkan suasana saat ini agar tidak terlalu canggung.


Bersambung...


__ADS_2