
"Krieeeekkkk....krieeeek...." suara pintu yang rusak dan juga lapuk terkena angin yang agak kencang. Suaranya yang menggesek seperti suara rengekkan seseorang.
"Sialaaan, aku takut Kafa bagaimana kalau kita kembali saja ke dalam? " ajak Dirga yang ketakutan, karena rasa takut yang besar mulai menyergap seorang pria berbadan tegap dan juga tinggi itu seperti pohon.
"Lho, kenapa kita kembali?,kita masih belum menemukan petunjuknya, aku tak mau ." ucap Kafa, dia sambil meneruskan perjalanannya ke arah sudut lainnya.
Mencari petunjuk apa benar-benar kematian seorang siswa dari sekolah ini yang terbilang pendiam dan juga tidak terlalu mencolok itu. Berhubungan erat dengan gedung di belakang sekolah, yang sudah lama terbengkalai. Dan membuat semua siswa tak berani mendekat satu pun.Membuat pertanyaan yang besar di benak Kafa saat ini. Apa benar memang ada makhluk bernama IBLIS bersembunyi disini .
"Buaaghhhh..." sesuatu benda jatuh tiba-tiba
terdengar di telinga mereka berdua.
"Sialaaan bikin kaget aja suara apa itu Kafa?" gerutu Dirga dengan menoleh ke arah sumber suara tersebut, pelan-pelan melihat ke arah itu
Saat melihat ke arah sumber suara, ternyata ada sebuah karung yang jatuh dari atas situ.
Mereka berdua berjalan mengendap-ngendap mendekati sebuah karung jatuh itu, ekspresi wajah Dirga sangatlah ketakutan , dia sambil menelan salivanya dengan kasar.
"Buka isinya, kau tak berani?" ujar Kafa dan mengerucutkan bibirnya ke arah Dirga.
"Kalau isinya mayat?, atau mungkin seekor ular bagaimana?" tanya Dirga agak waspada.
"Duh, ngomong apa kau ini Dirga?" ucap Kafa menyingkirkan tubuh Dirga yang berada tidak jauh darinya, dan mulai membuka isi karung itu, dengan pelan-pelan dia mulai membuka.
Kafa berjongkok karena diihat dari karungnya tidak mungkin seekor ular atau sebuah mayat
Karena terlihat seperti karung yang lama dan sudah lapuk, ada yang sobek di ujungnya dan sedikit lubang di beberapa bagian.
Dirga pun tetap mengamati dengan seksama, Kafa yang berani membuka karung itu, walau dia itu hanya seorang gadis, namun nyali dari Kafa cukup di acungi jempol.
"Kau berani sekali Kafa, bahkan aku saja itu takut untuk membuka isinya." cicit Dirg dan mengernyitkan kedua alisnya yang tebal itu.
__ADS_1
"Kau saja yang pengecut, mana ada seorang pria jago main basket, tetapi penakut seperti kau ini!"ledek Kafa sambil meneruskan untuk membuka karung itu.
"Iya-iya, tapi disini benar-benar membuatku takut, lihatlah gedung ini sangat seram, mana ada orang mau bermain di tempat ini?" gerutu Dirga sambil celingukkan ke arah kanan dan kiri, sesekali mengamati semua sudut gedung
"Kita ini tidak sedang main, tapi kita mencari petunjuk ,kau ini Dirga ckkk." gerutu Kafa dan ternyata selesai membuka isi karung tersebut
Saat membukannya terlihatlah isi semua dari karung yang sudah usang itu, ternyata isinya adalah beberapa tengkorak manusia.
Berkumpul menjadi satu, Dirga melihat itu tidak bisa berteriak ataupun berkata hanya diam karena terkejut melihat apa yang kini di lihat oleh kedua bola matanya itu.
Kafa tak menyentuhnya sama sekali ataupun mengobrak-abrik isi dari karung itu. Setelah ia tahu isi karung tersebut dia hanya menggeser ke tempat yang agak tersembunyi.
"Ke...kenapa kau memindahkan ka..karung itu Kafa???" tanya Dirga terbata-bata dengan apa yang ia lihat banyak tulang manusia,membuat pria jangkung dan kekar itu amat shock.
"Biar tidak terlihat banyak orang." jawabnya hanya dengan singkat.
"Ha... Apaaa?,siapa yang akan berani kemari? ayolah, tak ada orang selain kita yang bodoh mau datang kemari." gerutu Dirga sembari menggosok kedua lengannya itu,dan dengan cara menyilangkan kedua tangannya.
"Aisssh, ayolah kita balik saja, aku sudah tak tahan disini, sangat aneh hawanya !!" rutuk Dirga dan memperhatikan langit-langitnya .
Namun entah kenapa gedung ini masih tetap bisa berdiri, namun dengan keadaannya yang menyeramkan serta hawanya yang berbeda dengan hawa di dalam sekolahan.
Beberapa pohon yang menjulang di sekitar gedung ini berjejer dengan kokoh dan kuat.
Mereka itu tumbuh subur dan tidak ada yang mau menebangnya, ataupun berani mendekat
Banyak yang bilang jika pepohonan di sini ini, ada penunggunya.
"Kafa kapan kita akan kembali ke sekolah??" rengek Dirga pada Kafa, dari tadi tengkuknya sudah dingin seperti ada yang meniup.
"Sebentar lagi Dirga, jika kau ingin kembali, kau boleh kembali sendirian." jawab Kafa, dia pun melanjutkan berjalan ke arah yang lain.
__ADS_1
Dirga mau tidak mau mengekor di belakang gadis bermata biru itu, dengan perasaannya yang was-was akan hal yang bisa saja, akan terjadi tiba-tiba. Angin semilir menampakkan batang hidungnya namun bukan angin segar namun angin yang bisa di bilang angin yang bisa menimbulkan sesuatu kekacauan.
"Swuuuuusssshhhhh..."
Dirga dan Kafa lalu menutupi kedua matanya itu ,akibat gerakkan angin yang menimbulkan beberapa debu beterbangan.
"Sssshhhhhh...."
"Sssshhhhhh..."
"Sssshhhhhh..."
Suara desisan ular muncul, namun tidak ada penampakkan seekor ular di gedung tua itu, hanya ada angin agak kencang membuatnya takut setengah mati.
"Kau mendengar suara itu Dirga??" tanya Kafa
"Iya ,aku mendengarnya apa suara desisan seekor ular??" tanya Dirga kembali dan masih menutupi matanya.
"Benar, namun tidak ada ular disini hanya ada angin saja." gerutu Kafa sedikit memperhati kan ke arah lain, barang kali dia bisa melihat.
Namun masih nihil tak menemukan apa-apa. Karena waktu menunjukkan waktunya untuk bertanding maka, mereka berdua mengurung kan niatnya untuk melanjutkan mencari satu petunjuk tentang kematian Ardi.Maka mereka berdua kembali ke dalam sekolahan.
Namun Dirga masih ketakutan,dalam benak nya itu masih terngiang-ngiang banyak tulang tengkorak di dalam karung tadi.
Belum lagi dengan suara desisan seekor ular yang suaranya saja bisa membuat bulu roma di sekujur tubuh meremang.Lalu ia beberapa kali menenggak air mineral dingin.
Untuk menenangkan detak jantungnya yang masih berdentum tidak karuan, Kafa itu hanya melihatnya sambil menggelengkan kepalanya
merasa kalau pria yang berada di sampingnya ini hanya badannya saja tegap,tinggi dan juga terlihat gagah, namun ternyata Dirga hanyalah pria penakut dengan hanya mendengar suara angin, serta beberapa tulang tengkorak yang berada di dalam karung lapuk.
"Siapakah yang merencanakan ini?, apakah ini memang benar-benar makhluk itu??" batin Kafa dengan menatap fokus sebuah titik,dan terlihat agak melamun.
__ADS_1
Kafa benar-benar buntu tak menemukan satu petunjuk pun, atas kematian Ardi saat ini, dan walau saat ini ia sudah berusaha keras untuk mencari tahu kebenaran tentang kematiannya
Bersambung...