
Dan tidak lupa dia pun sesekali melihat daftar belanja yang ia buat sendiri,sebelum dia pergi ke supermarket,agar tidak terlupa satu barang pun,karena sering sekali saat sudah pulang ke rumah, ternyata masih ada beberapa barang yang belum di ambil, maka tak jarang Dokter Armand harus rela bolak-balik pergi ke dalam supermarket membeli beberapa barang yang ia lupakan.
Karena dia hanyalah seorang pria tak pernah hidup bersama seorang wanita pun, maka dia kurang paham akan kebutuhan wanita .
Saat ini Kafa pergi mencari alat kosmetik dan beberapa parfum yang biasa ia pakai, dia pun meninggalkan Dokter Armand yang sedang asyik memilih barang belanjaan bulanannya .
Kafa pun melihat dan mengamati parfum dan bedak yang berjejer rapi, sesekali mengambil dan menciumi aromanya.
"Wah, benar harum sekali parfum ini." batin dari Kafa saat ini sambil memegang Parfum sample, dan menyemprotkan pada tangannya
Dia mengambil beberapa produk kosmetik yang sering ia pakai, dan dia juga mengambil lotion, shampoo, dan juga produk lainnya .
Dia masih mengamati beberapa barang yang akan dia beli, namun saat ia akan mengambil satu barang secara tidak sengaja ada seorang gadis itu berada di dekatnya akan mengambil barang yang sama,maka tangan kedua gadis itu pun bertatapan.
Saat Kafa menoleh ke arah gadis itu ternyata dia tak asing lagi, dia adalah nada teman satu sekolah Kafa. Dia sangat terkejut kenapa bisa bertemu di supermarket ini.
Mereka berdua saling pandang dengan raut wajah saling intens, curiga satu sama lainnya.
"Ternyata kau itu ada di sini, ehm kau sedang apa?,hei gadis aneh..." ujar Nada menyeringai ke arah Kafa .
Namun dia tidak menggubris Nada dia tetap mengabaikannya.Dengan melihat barang lain.
"Hei,kenapa kau mengacuhkanku?, beraninya dasar gadis jala*g!"umpat Nada dengan kasar semakin marah karena Kafa tidak mendengar perkataannya,dan berpura-pura mengabaikan.
Tangan Nada pun meraih tangan Kafa dengan sangat kasar,dia memelintir sekuat tenaganya Kafa pun mnegerang kesakitan.
"Argh...sakit apa yang kau lakukan?" meringis kesakitan karena tangannya di pelintir Nada, dan berusah melepasnya.
__ADS_1
"Jika aku bicara dengarkan dulu, jangan sok tidak mengenal !!" protes Nada dan wajahnya semakin memerah karena dia marah .
"Lepaskan dulu." Kafa pun berhasil melepas tangannya saat ini.
"Dengarkan, aku ingin kau mengganti ponsel milikku, jika tak mau kau jadi pembantuku!!!" ancam Nada kepada Kafa dia menatapnya dengan tajam, merasa seperti serigala yang akan menerkam mangsanya.
"Tapi aku tidak mencuri atau menghilangkan ponselmu, kenapa aku harus menggantinya?" jawab Kafa heran dengan Nada yang setiap bertemu minta ganti ponsel.
Namun karena Kafa adalah anak pendiam dia tak berkata kasar sama sekali,dia tetap sopan dan berbicara lirih, walaupun Nada anak yang angkuh, keras dan kasar pada Kafa.
"Aku sudah menjawab biarkan aku pegi."
Kafa pun berjalan ke arah lainnya dan Nada menghadangnya agar dia tak bisa pergi, dan Nada berdiri tegak di hadapan Kafa sekarang.
Saat bersamaan Dokter Armand membawa banyak belanjaan dia menghampiri Kafa, dan melihat ada Nada terkejut, dia mengira Nada anak yang baik dan berteman dengan Kafa .
"Kenalkan aku Nada teman satu sekolahnya , dia itu pernah menjatuhkan ponselku." gerutu Nada dengan menyeringai dan menyilagkan kedua tangannya ,serta memainkan kakinya seperti anak nakal.
"Benarkah Kafa?" tanya Dokter Armand.
"Tidak,dia saja mencari gara-gara." jawab Kafa
"Aku ingin dia mengganti ponselku." jawab Nada sinis dengan meniup beberapa kukunya yang panjang bewarna-warni, pandangannya pun sekarang tertuju kepada Dokter Armand yang nampak sangat menggoda baginya.
Karena wajah Dokter Armand yang tampan serta postur tubuh tinggi tegap, dan membuat Nada menatapnya tak berkedip sama sekali .
"Berapa harganya?" tanya dari Dokter Armand sambil merogoh saku celananya mengambil ponsel miliknya.
__ADS_1
"Tak mahal lima juta saja,"balas Nada dengan pandangan mes*m kepada Dokter Armand.
Merasa ada anak gadis di depannya ini tidak sopan padanya, maka ia pun segera meminta no rekening bank nya, agar bisa terbebas dari pandangan yang menjijikkan itu .
"Mana nomer rekeningmu, nanti aku transfer, dan jangan ganggu Kafa lagi ok." Dokter pun menarik lengan Kafa menjauhi gadis yang tak sopan pada Dokter Armand .
Nada memberi sepucuk kertas bertuliskan nomer rekening kepada Dokter Armand, dia melayangkan pandangan anak mes*m, dan membuat Dokter geli dan juga jijik.
Beberapa saat kemudian Dokter Armand pun sudah selesai belanjanya, dia pun membawa semuanya di meja kasir. Setelahnya pergi ke arah mobilnya sekarang dan ia memasukkan semua barang ke bagasi mobil.
"Ayo kita pulang." ajak Dokter pada Kafa saat ini, dan Kafa hanya mengangguk saja .
Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil, dan Kafa memandang wajah Dokter Armand.
Dalam perjalanan pulang Kafa masih diam namun dia sebenarnya ingin bertanya pada Dokter Armand, akan tetapi dia menahannya.
"Kenapa kau hanya diam saja?" tanya Dokter Armand memecah keheningan.
"Ehm, sebenarnya Dokter tak perlu melakukan itu, aku rasa dia adalah gadis yang tidak baik." ujar Kafa pada Dokter Armand dengan penuh tanda tanya.
"Biarkanlah, lagipula walaupun dia bohong tak mengubah segalanya, setelah ini dia tak akan mengganggumu." jawab Dokter Armand ke Kafa dengan entengnya.
"Ha...ha...ha..." tiba-tiba tertawa geli karena dia masih membayangkan pandangan Nada kepadanya tadi, kenapa anak muda di jaman sekarang berbeda dengannya dahulu.
Kafa memandang Dokter Armand semakin curiga, dan kenapa dia tiba-tiba saja tertawa tebahak-bahak.Walaupun tidak ada hal yang lucu saat ini.
Bersambung...
__ADS_1