Mengejar Cinta Gadis Brutal

Mengejar Cinta Gadis Brutal
Perang dengan hacker


__ADS_3

Nicko menggandeng tangan sang kekasih yang baru beberapa menit lalu resmi jadian. Walaupun sedikit malu setelah kepergok mencium kekasihnya, Nicko berusaha untuk terlihat biasa saja di hadapan teman - temannya.


" Ayo sarapan, keburu dingin makanannya." ajak Medina.


" Ayo," sahut Clarissa seraya merangkul Medina masuk ke dalam Villa.


" Dia ada suaminya, sini...!" Devan menarik Clarissa hingga menabrak tubuh pria itu.


" Devan...!" pekik Clarissa.


" Ayo jalan...!" titah Devan.


Medina senang melihat semua sahabatnya tampak bahagia. Ini adalah liburan yang paling menyenangkan baginyan bisa berkumpul dengan semua sahabatnya.


Mereka sarapan dengan tenang dan cepat karena harus segera pergi ke suatu tempat yang akan menjadi tujuan wisata selanjutnya yaitu air terjun yang jaraknya tak terlalu jauh dari Villa, hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit.


" Kak Rifky ikut, kan?" tanya Medina saat mereka di kamar untuk bersiap - siap.


" Tidak, kalian pergi saja. Kalian pergi saja duluan, nanti kalau sempat kakak jemput." jawab Rifky sambil memakaikan baju Shaka.


" Kakak kenapa sih! Di hari libur juga masih mikirin kerjaan terus." kesal Medina.


" Bukan begitu, soalnya berkas ini mau dipakai untuk presentasi besok."


" Terserah...! Shaka ikut denganku!"


" Jangan, tempat itu tidak cocok untuk anak kecil. Kamu juga tidak akan bebas kalau bawa Shaka."


" Dia anakku, jangan melarangku bawa Shaka."


Rifky menghirup udara dengan perlahan agar tidak terpancing emosi dengan sikap istrinya yang tak bisa mengerti dengan pekerjaannya sekarang.


" Baiklah, kakak akan ikut bersamamu." ucap Rifky mengalah.


Rifky segera mengganti pakaian dan semua perlengkapan untuk anaknya. Walaupun lelah karena semalam harus begadang setelah Medina tidur, namun Rifky yang sudah berjanji tidak akan membuat istrinya marah dan sedih rela melakukan apapun demi keluarganya.


Medina tahu Rifky hanya terpaksa untuk ikut liburan. Semangatnya seketika luntur dan sangat enggan untuk pergi.


" Ayo, Yang. Sudah ditunggu yang lain dibawah." ujar Rifky.


" Dina nggak jadi ikut," lirih Medina.


" Hah? Bunda jangan bercanda, tadi yang ngotot pengen pergi."


" Dina tahu Ayah terpaksa ikut. Dalam pikiran Ayah itu hanya ada pekerjaan, walaupun ikut liburan tapi pikirannya tetap aja sama pekerjaan."


" Nggak, sayang. Ayah tidak akan memikirkan pekerjaan lagi. Sekarang kita fokus liburan, oke?" bujuk Rifky.


" Beneran?"


" Iya, ayo jalan."


.


.


Kini mereka sudah sampai di wisata air terjun. Adam, Johan dan Bayu tidak ikut bermain air karena harus menjaga tiga bocah yang mereka asuh.


" Uncle Adam, Alicia pengen main air." rengek putri Jonathan.


" Boleh, tapi jangan jauh - jauh dari Uncle." ujar Adam.


" Arata ikut Kak Alicia,"


" Siena juga,"

__ADS_1


Dua bocah lainnya jadi ikut merengek ingin bermain air setelah melihat Adam dan Alicia sudah masuk ke dalam air bergabung dengan Medina dan yang lainnya.


" No, kalian majn sama Shaka saja." tolak Johan.


" Ayolah, Uncle..." rengek Arata.


" Arata...! Nanti kamu sakit kalau main air. Siena juga, disana batunya licin, bahaya untuk anak - anak."


" Johan, bukan begitu caranya bicara sama anak - anak." tegur Bayu saat melihat dua bocah itu hampir menangis.


" Ikut Uncle Bayu, yuk? Uncle punya permainan yang lebih seru dibanding main air." ucap Bayu lembut.


Bayu meraih tubuh mungil Siena ke dalam gendongannya, sedangkan Arata digandeng untuk bergabung dengan Shaka.


" Shaka, main sama Arata dan Siena, ya?" ajak Bayu.


" Jangan diajak main air, Bay." peringat Rifky.


" Tidak, Kak. Mereka akan main di saung bersama saya." sahut Bayu.


" Titip anak - anak sebentar, saya mau susul Medina."


" Iya, Kak."


Untung saja, anak - anak itu sudah diajarkan bahasa Inggris sejak mereka sudah mulai dapat berbicara sehingga walaupun berbeda negara, mereka bisa berkomunikasi dengan baik.


" Kita mau main atau Uncle ceritakan sebuah dongeng?" tanya Bayu.


" Cerita, Uncle." jawab Siena riang.


Bayu mulai bercerita tentang dongeng anak - anak. Kali ini judulnya Kancil dan Harimau. Berbeda dengan Siena yang sudah sering mendengarkan cerita dari Bayu, Arata dan Shaka begitu antusias dengan kisah binatang yang dibawakan Bayu. Bayu memang terlihat lebih akrab dengan anak - anak karena pembawaannya yang lucu dan mudah berbaur.


Saking fokusnya dengan cerita, Bayu tidak menyadari bahwa teman - temannya duduk bersila diluar saung mendengarkan ceritanya.


" Uncle Bay, hebat!" seru Alicia.


" Thank you, sayang." sahut Bayu.


" Kau lebih cocok jadi guru TK, Bay..." seru Johan.


" Harus pakai rok, gitu?" balas Bayu.


" Makan dulu, yuk? Laper," ajak Clarissa.


" Yaudah, kita ganti baju dulu." sahut Medina.


Usai berganti pakaian, mereka mencari rumah makan terdekat karena hari sudah siang dan anak - anak pasti sudah lapar.


" Alicia mau makan yang mana?" tanya Medina.


" Ini saja, Aunty. Ikan bakar sama ayam goreng." jawab Alicia.


" Kalau Arata dan Siena?"


" Biar aku suapi saja mereka. Bisa sampai sore kalau disuruh makan sendiri." ucap Bayu.


Yang lain juga sudah memesan makanan masing - masing tinggal menunggu diantar. Siena terlihat sanyat nyaman dalam pangkuan Bayu karena sejak Siena lahir, Bayu sering berkunjung ke rumahnya atau Hans sering menitipkan putrinya itu saat sedang bepergian bersama istrinya.


" Bay, ada proyek baru yang kau tangani sekarang?" tanya Rifky.


" Ada, Kak. Tapi belum deal, soalnya saya tidak yakin dengan klien itu."


" Tidak yakin bagaimana?"


" Ada rumor kalau tanah itu adalah tanah sengketa. Saya akan menyelidiki terlebih dahulu."

__ADS_1


" Apa tidak ada orang lain yang bisa disuruh menyelidiki?"


" Saya ingin turun tangan sendiri karena melibatkan warga desa di wilayah itu. Masalah ini mungkin ada hubungannya dengan gangster di daerah itu."


" Jangan cari masalah, Bay! Lepaskan saja proyek itu." ucap Medina.


Bayu menghela nafas perlahan lalu menatap Medina yang juga menatapnya dengan cemas. Medina pasti akan ikut turun tangan jika mereka tinggal di wilayah yang sama.


" Kamu tenang saja, Mey. Kak Hans juga ikut turun tangan masalah ini. Ada warga yang meminta bantuan kami untuk menuntaskan masalah ini."


" Apa mereka sanggup membayarnya?"


" Tidak. Salah satu anggota kita adalah penduduk asli daerah itu, makanya kami akan membantunya."


" Hati - hati,!"


Rifky menatap Adam dan Johan yang asyik bermain dengan ponselnya. Entah apa yang mereka lakukan saat ini tapi sepertinya sangat serius.


" Dam, kau bawa laptop?" tanya Johan.


" Tidak, ada di Villa semuanya." jawab Adam.


" Ada apa...?" tanya Rifky.


" Ada yang mencoba meretas data perusahaan di Jepang, Kak." jawab Johan.


" Kenapa kalian bisa bermasalah secara bersamaan." ucap Nicko.


" Kami pulang duluan, Kak. Saya harus mencegah ini secepatnya." kata Johan.


" Baiklah, biar anak - anak pulang bersama kami." ucap Medina.


Adam dan Johan pulang duluan ke Villa. Mereka harus bisa mencegah hacker yang berusaha membobol data perusahaan. Sampai di Villa, Adam dan Johan bergegas membuka laptopnya untuk mengakses sistem keamanan perusahaan.


" Dam, apa kita perlu bicarakan ini dengan kak Jonathan?" tanya Johan.


" Jangan dulu, kita coba dengan kemampuan kita. Nanti bisa minta bantuan Kak Rifky dan Kak Nicko."


" Baiklah, semoga kita bisa memulihkan data yang hilang."


Seperti sebuah perang, Johan dan hacker itu saling serang. Johan mampu mengambil kembali data miliknya namun tak berselang lama menghilang lagi.


" Sial...! Sepertinya dia mau bermain - main denganku!" geram Johan.


" Gimana? Apa kau tak bisa menutup akses data perusahaan dengan kode baru?"


" Sebentar, Dam. Sepertinya sangat sulit, kecuali aku membuat aplikasi baru untuk menyembunyikan data perusahaan."


" Ya sudah, biar aku yang menghadang hacker ini. Kau cepat buat aplikasi baru untuk memindahkan semua data."


" Tidak bisa secepat itu, Dam. Biasanya juga butuh waktu beberapa hari untuk membuat aplikasi baru."


Tak lama, Rifky dan yang lain datang. Mereka tidak jadi makan di tempat, melainkan dibungkus agar bisa cepat sampai rumah.


Medina, Clarissa dan Ririn akan menjaga anak - anak sementara para pria membantu pekerjaan Adam dan Johan.


.


.


TBC


.


.

__ADS_1


__ADS_2