Mengejar Cinta Gadis Brutal

Mengejar Cinta Gadis Brutal
Melawan musuh


__ADS_3

Rifky dan Jonathan sudah sampai di perbatasan. Mereka sudah bersiap dengan senjata masing - masing yang tersembunyi di balik jaket yang mereka pakai.


" Jo, buat dirimu setenang mungkin. Jangan terlalu tegang, supaya mereka tidak curiga." kata Rifky.


" Ini pertama kalinya aku lewat perbatasan, Boss. Biasanya juga kita naik pesawat." sahut Jonathan.


" Kita harus waspada, ikuti permainan mereka untuk bisa sampai ke Markasnya. Aku yakin mereka bersembunyi di dalam hutan."


Benar dugaan mereka, setelah melewati perbatasan ternyata sudah ada beberapa orang menghadang mereka. Jonathan segera menghentikan laju kendaraannya. Salah satu orang itu segera mendekat dan menyuruh mereka turun.


" Lepas GPS yang ada di truk ini!" perintah orang itu.


Rifky dan Jonathan saling pandang dan melepas GPS yang terpasang di truk itu. Saat tak ada paksaan dari mereka, Rifky berpikir jika ada orang dalam yang berkhianat di perusahaannya. Dua sopir yang hilang itu pasti juga anak buah mereka.


" Ikuti kami, boss sudah menunggu!"


" Baik, Tuan."


Di seberang jalan, anak buah Hans memantau mereka. Setelah truk mulai memasuki hutan, anak buah Hans segera bertindak mengikuti mereka dengan jarak yang lumayan jauh agar para penjahat tidak curiga.


" Jo, berarti semua ini bukan perampokan? Semua memang sudah diatur, bahkan mereka sudah menyambut kedatangan kita." kata Rifky.


" Kau benar, Rif. Barang - barang kita memang sengaja di kirim ke tempat ini." sahut Jonathan.


" Baiklah, sudah lama juga tidak olah raga. Aku butuh pelampiasan, karena mereka aku jadi menunda kepulanganku."


Setengah jam perjalanan, mereka sampai di sebuah gudang besar. Banyak sekali penjaga disana yang berjajar di pintu gerbang bahkan sampai ke dalam.


Selesai memarkirkan truk, Rifky dan Jo digiring untuk dibawa ke ruangan lain dan tidak diperbolehkan kembali ke kota. Disana terdapat empat orang yang duduk di pojok ruangan. Sepertinya mereka sopir yang membawa truk pengangkut barang sebelumnya.


" Jo, kita harus cari informasi dari mereka. Mungkin saja mereka tahu siapa pimpinan disini." bisik Rifky.


" Baik, kita harus cepat beraksi. Anak buah Hans sebentar lagi datang." sahut Jonathan.


Jonathan duduk di samping empat orang itu lalu bertanya dengan bahasa Korea agar mereka tidak curiga. Meskipun Jonathan asli orang Jepang, namun setidaknya dia harus bisa empat bahasa yaitu bahasa jepang, Inggris, Korea dan Indonesia. Begitupun dengan Rifky, Hans dan Nicko. Mereka berempat memang diwajibkan untuk menguasai empat bahasa itu setidaknya agar mereka bisa akrab dengan keluarganya saat berkunjung ke rumah salah satu dari mereka.


Rifky dan Nicko satu negara yaitu dari Indonesia. Mereka bertemu saat mendaftar kuliah di Korea. Nicko bukan berasal dari keluarga kaya raya, dia bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa.


" Maaf, kenapa kalian ada disini juga?" tanya Jonathan.


" Kami sopir truk pengangkut barang dari perusahaan ' AMELIA FOODS '. Tadinya kami akan mengantar barang ke negara tetangga namun dijalan kami di hadang dan disuruh membawa truk itu ke tengah hutan ini." jawab salah satu dari mereka.


" Berarti nasib kita sama, saya juga baru mengantar barang."


" Apa kalian bekerja untuk para perampok ini?"


" Tidak, kami baru bekerja di perusahaan itu beberapa minggu yang lalu. Kepala gudang memberitahu jika kami nanti akan dijemput setelah melewati perbatasan. Sekarang kami tidak bisa keluar dari sini."


" Kalian ingin keluar dari sini?"


" Iya, tapi rasanya tidak mungkin. Mereka akan membunuh keluarga kami jika kami kabur."

__ADS_1


" Kalian tahu siapa mereka?"


" Tidak, tapi sepertinya dia sering datang kemari."


" Itu dia...!" salah satu dari mereka menunjuk kearah jendela.


Terlihat sebuah mobil mewah memasuki gerbang. Jonathan dan Rifky mendekat ke arah jendela untuk melihat wajah pria yang baru turun dari mobil itu.


" Hah...! Dia_..." Jonathan hampir saja keceplosan.


" Sssttt...! Jangan sampai mereka curiga." bisik Rifky.


" Boss, bukankah itu mafia yang dulu pernah kita kalahkan?"


" Jimmy rupanya belum menyerah untuk menghancurkanku." geram Rifky.


Jimmy adalah mafia besar yang dulu pernah menyerang Rifky hanya karena masalah wanita. Kekasih Jimmy pergi meninggalkan pria itu saat bertemu dengan Rifky. Gadis itu mengejar Rifky setiap hari walaupun Rifky berulang kali mengusirnya. Semenjak itu, Jimmy sangat membenci Rifky dan berusaha untuk menghancurkannya.


" Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Jo.


" Tunggu anak buah Hans menyerang baru kita tangkap Jimmy."


Lima belas menit kemudian, terdengar suara baku tembak diluar gerbang. Rifky segera mengambil senjata dari dalam jaketnya. Jonathan juga sudah siap dengan senjata di tangannya.


" Kalian berempat tetap disini. Jangan ada yang keluar jika tak ingin mati." perintah Rifky.


" Baik, Tuan."


" Wowww... ada tamu tak diundang rupanya?" ucap Jimmy dengan sinis.


Jimmy yang baru keluar dari ruang pribadinya mendapati Rifky dan Jonathan sudah berdiri di hadapan.


"" Hah... rupanya kau belum mengerti dengan peringatanku dulu, Jimmy?" balas Rifky dengan santai.


" Aku tidak akan berhenti sebelum kau kembalikan kekasihku!" teriak Jimmy.


" Hah...! Kekasihmu? Sepertinya kau sudah gila. Aku tidak pernah bersama kekasihmu." tegas Rifky.


" Tidak mungkin! Kau pasti menyembunyikannya!"


" Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi tak pernah sekalipun aku bersama kekasihmu."


Jimmy yang merasa telah dipermainkan langsung menyerang Rifky. Karena dapat serangan mendadak, Rifky tak sempat mengelak sehingga terkena pukulan di dadanya.


" Sial... kau cari mati rupanya!" umpat Rifky.


" Boss... kau tidak apa - apa?" ucap Jonathan.


" Minggir...! Ini urusanku dengannya." kata Rifky.


Pertarungan kini imbang, mereka saling hantam. Diluar masih terdengar suara tembakan yang menggema di seluruh hutan. Rifky terus menyerang hingga Jimmy yang kelelahan mulai terpojok.

__ADS_1


" Kau masih perlu belajar lebih giat lagi, Jimmy. Kemampuanmu masih jauh dibawahku." seringai Rifky.


" Sial... mati kau...!" teriak Jimmy.


Doorrr...! Doorrr...! Doorrr...!


Suara tembakan bertubi - tubi membuat Jonathan kaget. Namun ia heran karena Rifky baik - baik saja. Terlihat Jimmy yang mengerang kesakitan, pistolnya terlempar jauh darinya.


" Sorry, aku datang tepat waktu, kan?" Hans nyengir sambil memasukkan kembali pistolnya ke dalam jaketnya.


Jimmy merintih saat kedua tangannya terkena tembakan dari Hans saat dirinya ingin menembak Rifky. Untung saja Hans datang tepat waktu bersama pihak kepolisian.


" Hans, apa diluar sudah aman?" tanya Rifky.


" Sudah, Boss. Mereka semua sudah diamankan, ayo kita pergi." jawab Hans.


" Oh iya, Jimmy. Jika kau masih mencari kekasihmu, dia sekarang bersama suaminya di Jerman. Dia memiliki seorang putri kecil yang sangat cantik." kata Jimmy lagi.


" Darimana kau tahu?" tanya Jimmy.


" Satu bulan yang lalu, saat perjalanan bisnis kesana aku bertemu dengannya. Kau tahu kenapa dia meninggalkanmu?"


" Apa...? Dia pasti mengejar Rifky!"


" Kau salah. Rifky hanyalah sebuah alasan agar kau melepaskannya."


" Tidak mungkin! Kau pasti bohong."


" Hhh... tanyakan pada orangtuamu. Mereka lebih tahu mengapa kekasihmu pergi."


Polisi segera membawa Jimmy dan anak buahnya ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


" Boss, kau baik - baik saja?"


" Aku hanya ingin segera kembali ke Indonesia."


" Apa perlu kami bantu urusan disana?"


" Tidak perlu, pekerjaan kalian banyak disini. Nicko bisa mengatasi masalah disana."


Mereka bertiga segera meninggalkan tempat itu untuk kembali ke Apartemen Rifky. Mereka sangat lelah menghadapi hari ini, apalagi Rifky yang harus berpindah - pindah negara untuk urusan pekerjaan. Kalau bukan demi Medina, mungkin Rifky sudah menyerah dari dulu.


.


.


TBC


.


.

__ADS_1


__ADS_2