Mengejar Cinta Gadis Brutal

Mengejar Cinta Gadis Brutal
Membongkar kelicikan Devi


__ADS_3

Rifky duduk bersandar di sofa sambil menangkupkan kedua tangannya menutup seluruh wajahnya. Rasa kecewa terhadap kedua orangtuanya sungguh sangat menyiksa batinnya.


" Boss, are you oke?" lirih Nicko.


" Hmm... apa aku salah hanya mengungkapkan apa yang selama ini terpendam sangat dalam di dalam hati ini, Nick? Aku hanya ingin mereka tidak egois dan mengatur hidupku seperti boneka. Astaghfirullah..." ucap Rifky pelan.


" Sabar, Boss. Jangan terpancing amarah, rencana kita harus berjalan lancar. Jangan sampai rencana kita gagal, tinggal selangkah lagi semua masalah ini selesai."


" Terimakasih, Nick. Kau selalu ada bersamaku dalam keadaan apapun. Kau sangat peduli padaku yang hidup sebatang kara ini."


" Hei... kenapa bicara begitu? Kita ini saudara, apapun yang terjadi kita akan tetap bersama selamanya."


" Kau saudara terbaik di dunia, terimakasih."


Tak lama, orangtua Rifky dan Devi sudah berkumpul di ruang tamu. Nicko selalu berada di samping Rifky agar emosinya tidak terpancing lagi.


" Om dan tante ini sebenarnya ada apa kesini?" tanya Rifky kepada orangtua Devi.


" Bukankah kita akan membicarakan acara pertunangan kamu dan Devi?" kata papanya Devi.


" Apa benar itu, Ma? Sejak kapan Rifky setuju untuk bertunangan dengan dia?" Rifky menatap mamanya dengan tajam.


" Devi wanita yang baik, Rifky. Dia pantas mendampingi hidupmu kelak." ucap mama Kamila.


" Rifky, Devi ini berasal dari keluarga baik - baik. Papa sudah lama mengenal mereka." timpal papa Surya.


Devi yang merasa mendapat dukungan dari kedua orangtuanya Rifky tersenyum penuh kemenangan. Dia yakin pertunangannya dengan Rifky tidak akan gagal.


" Baiklah, tapi sebelumnya ada yang ingin Rifky tanyakan pada Om. Saya ingin Om jawab dengan jujur daripada menyesal nantinya." ucap Rifky sambil tersenyum sinis.


" Silahkan, Nak. Kalau boleh bertanya apapun padaku."


" Bagaimana perkembangan perusahaan Anda saat ini?"


" Apa maksudmu?" tanya papanya Devi sedikit gugup.


" Rifky, kita tidak sedang membahas pekerjaan." ujar papa Surya.


Rifky hanya tersenyum lalu menyuruh Nicko untuk menyalakan laptopnya sambil menunggu jawaban pria paruh baya di depannya.


" Mmm... perusahaan saya baik - baik saja. Semua aman dan lancar, Nak." jawab papanya Devi tanpa berani menatap Rifky.


Kali bukan hanya Rifky, Nicko hampir saja tertawa mendengar jawaban papanya Devi. Kebohongan besar yang hanya bisa dia katakan kepada anak kecil.


" Sebelumnya saya minta maaf, Om. Bukankah saham milik Om hanya tinggal 20% saja di perusahaan itu jika dalam satu bulan ini Om tidak bisa melunasi hutang yang bernilai puluhan milyar itu?"


" Rifky, jangan menuduh tanpa bukti." kata papa Surya.


" Rifky tidak menuduh, Pa. Tapi itulah kenyataannya, hutangnya sangat banyak sehingga dia telah menjual 50% sahamnya beberapa minggu yang lalu. Benarkan, Om?"


" Dari mana kau tahu itu?"


" Anda itu kurang berbakat membodohi orang, Tuan yang terhormat. Apa anda kira dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan papa bisa membangkitkan perusahaan yang sudah hancur itu?"


" Rifky, jaga bicaramu!" hardik mama Kamila.

__ADS_1


" Sudah, Ma. Apa yang mama harapkan dari mereka, makan saja mereka harus jual diri. Apa mama mau punya menantu wanita murahan."


Orangtua Devi tidak terima dengan hinaan Rifky. Dia langsung berdiri ingin menampar Rifky namun dengan cepat dihadang oleh Nicko.


" Jangan berani menyentuh boss saya!" hardik Nicko dengan tatapan mematikan.


" Dia sudah menghina putriku, atas dasar apa dia menuduh putriku jual diri." teriak papanya Rifky.


" Rifky, tidak pantas kau berbicara seperti itu tentang calon istrimu!" seru mamanya Devi.


" Tanyakan pada putri kalian ini kebenarannya." tukas Nicko.


Devi yang merasa tersudut pura - pura menangis sambil memeluk mama Kamila. Wanita itu seakan - akan sangat tersakiti dengan ucapan Rifky.


" Devi, lihat tante! Apakah yang dikatakan Rifky itu benar?" cecar mama Kamila.


" Tidak, tante. Devi mana mungkin seperti itu. Tante sendiri tahu Devi itu jarang sekali keluar rumah." ucap Devi terisak.


" Benar - benar tidak tahu diri...!" geram Rifky.


" Rifky...! Apa buktinya jika Devi itu bukan perempuan baik - baik?" tanya papa Surya.


Rifky memberi kode kepada Nicko memutar video yang sudah tersimpan di laptopnya.


" Lihatlah! Kalian pasti mengenal siapa wanita dalam rekaman video ini." kata Rifky datar.


Semua orang tampak shock melihat rekaman itu. Disana terlihat Devi bersama pria paruh baya masuk ke dalam kamar hotel. Tak hanya sampai disitu, adegan ranjang di dalam kamar itupun tertangkap jelas di dalam video itu. Tidak hanya satu video saja, Nicko memiliki beberapa video yang lain dengan adegan yang sama namun dengan pria yang berbeda. Video itu diambil dari kamera cctv yang dipasang oleh anak buah Nicko yang mengikuti Devi kemanapun gadis itu pergi.


" Sungguh memalukan...! Jadi sebejat itu kelakuanmu di belakang tante!" hardik mama Kamila menatap jijik pada Devi.


" Sekarang mama dan papa tahukan kenapa mereka mendesak agar pertunangan ini dipercepat? Orangtuanya ingin mengambil keuntungan untuk perusahaannya, putrinya bahkan lebih hina dari itu. Rifky tidak bisa menyebutnya seperti apa. Entahlah, Rifky pikir pilihan papa dan mama itu tepat untuk Rifky. Jadi mulai sekarang, jangan pernah mencampuri urusan pribadiku ataupun jodohku karena aku sudah punya pilihan sendiri." kata Rifky penuh penekanan.


" Tidak seperti itu, perusahaan saya pasti bangkit lagi seperti dulu. Percayalah, pembeli saham 50% itu pasti akan menaikkan pendapatan perusahaan dengan cepat."


" Siapa nama pemilik saham itu?"


" Saya tidak tahu, waktu itu hanya sekretarisnya yang datang dan menawarkan harga tinggi jadi langsung saya menyetujuinya."


Rifky seakan tersenyum mengejek. Musuhnya kali ini memang sangat bodoh. Hanya karena uang, ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.


" Saya yang membeli saham itu, bersiaplah untuk hancur." kata Rifky datar.


" Kenapa kau lakukan semua ini? Apa salahku padamu?"


" Kau masih tidak sadar sudah menipu perusahaan papaku? Jika dalam waktu satu bulan kau tidak mengembalikan uang itu, kupastikan kau mendekam di penjara." ancam Rifky.


" Aku tidak menyangka kalian ini adalah komplotan penipu. Pergi dari rumahku dan jangan lagi menampakkan wajah kalian di hadapanku!" teriak mama Kamila.


Rifky memberi kode kepada Nicko untuk mengusir keluarga tak berakhlak itu. Dia sendiri juga sudah muak melihat wajah mereka.


" Rifky, maafkan aku. Aku cinta sama kamu." rengek Devi.


" Tidak pantas mulutmu itu mengucap kata cinta!" teriak Nicko.


Nicko mengusir mereka dengan kasar walaupun Devi terus meronta dan berteriak memanggil nama Rifky.

__ADS_1


" Rifky... aku pasti bisa mendapatkanmu! Aku tidak akan membiarkan wanita manapun dekat denganmu!" teriak Devi lantang.


" Diam kau atau kurobek mulutmu!" geram Nicko.


Setelah keluarga Devi pergi, Nicko langsung duduk di samping Rifky.


" Boss, lapar..." ucap Nicko seperti anak kecil yang belum makan tiga hari.


" Minta sama bik Atik bikinin mie instan, aku juga lapar." sahut Rifky.


" Rif, makanan yang lain masih banyak kenapa makan mie instan?" kata mama Kamila.


" Rifky tidak mau memakan makanan bekas mereka." sinis Rifky.


Sementara itu, Nicko ke dapur dan melihat bik Atik sedang sibuk membereskan dapur. Karena tidak ingin mengganggu, Nicko inisiatif untuk memasak sendiri.


" Tuan ada perlu apa ke dapur?" tanya bik Atik.


" Mau bikin mie instan, bik. Apa bibik punya stoknya?"


" Ada, sebentar bibik buatkan."


" Tidak usah, bik. Saya bisa membuatnya sendiru, bibik kerjain yang lain."


" Baik, Tuan. Mie ada di lemari atas, sayuran di kulkas."


" Iya, bik."


Nicko mengambil dua mie instan lalu membuka kulkas mengambil sosis, bakso, sayuran hijau dan telur. Setelah semua bahan tersedia, Nicko segera merebus air dan menyiapkan bahan makanannya untuk diolah.


Sepuluh menit kemudian, Nicko membawa dua mangkok mie instan untuk dibawa ke ruang tamu tempat Rifky sedang duduk bersama orangtuanya.


" Silahkan, Boss. Ini masakan special chef Nicko."


" Terimakasih, chef Nicko."


Keduanya tertawa seakan tak terjadi apa - apa barusan. Mereka makan dengan lahap karena memang belum makan dari siang.


" Rifky, mama mau minta maaf soal perjodohan ini. Untung saja kamu tahu kebusukan mereka kalau tidak, mama pasti akan menyesal seumur hidup."


" Papa juga minta maaf. Karena mengejar dunia, papa melupakan akhirat. Papa tidak pernah mengajarkan kebaikan padamu selama ini. Harusnya kami tidak pernah meninggalkanmu sendirian di rumah. Sebagai orangtua, kami merasa tidak berguna. Kau tumbuh menjadi pria yang dewasa dan bijaksana, tapi semua itu bukan hasil didikan kami. Maafkan papa dan mama." ucap papa sendu.


Mama Kamila menangis sambil menatap putra semata wayangnya dengan perasaan bersalah. Ternyata kemewahan yang selama ini ia berikan, tidaklah membuat putranya bahagia.


" Sudahlah, semua itu sudah terjadi dan tidak akan bisa terulang kembali. Sekarang ini, Rifky hanya minta satu hal dari papa dan mama. Tolong berubahlah menjadi lebih baik, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan jangan memandang rendah orang lain karena harta dan tahta."


" Baiklah, mulai sekarang kami akan melakukan apapun yang kau minta." ucap mama Kamila.


Mereka bertiga saling berpelukan dan akan membuka lembaran baru di awal bulan suci ramadhan ini dengan kebahagiaan. Nicko merasa terharu dengan pemandangan di hadapannya. Seketika ia teringat dengan kedua orangtuanya yang telah wafat.


.


.


TBC

__ADS_1


.


.


__ADS_2