Mengejar Cinta Gadis Brutal

Mengejar Cinta Gadis Brutal
Perjalanan yang melelahkan


__ADS_3

Sore hari, Rifky berangkat ke Jepang diantar oleh Nicko. Seperti biasa, kantor di Indonesia akan diurus oleh Nicko sebagai orang kepercayaannya.


" Nick, aku pergi dulu. Urusan disini jadi tanggung jawabmu." kata Rifky.


" Tenang saja, keluargamu itu keluargaku juga. Aku pasti menjaga mereka dengan baik." balas Nicko.


" Tapi ingat! Kekasihku bukan kekasihmu juga!" ketus Rifky.


" Hahahaa... kau bisa aja, tapi kalau dia mau apa salahnya."


" Kubunuh kau...!"


" Itu pesawatnya sudah mau terbang. Kalau ketinggalan mau nyusul pakai apa? Kalau bis bisa dikejar," ledek Nicko.


" Awas kau nanti!" geram Rifky.


¤ ¤ ¤


Sudah dua hari Rifky di Jepang. Kali ini dia lebih memilih menginap di kantornya daripada di hotel. Selain di Indonesia, Rifky juga memiliki kantor cabang di Jepang dan Korea Selatan. Kliennya banyak dari negara - negara di Asia. Di setiap perusahaan, Rifky memiliki orang kepercayaan yang sudah ia uji sebelumnya. Sudah dipastikan mereka tidak akan pernah berkhianat.


" Boss, Anda tidak pulang?" tanya asisten pribadinya yang bernama Jonathan Kim.


" Tidak, Jo. Saya lebih suka tinggal disini. Tokyo sangat indah dari sini, apalagi saat malam hari." jawab Rifky.


" Boss, di Korea... Hans sepertinya ada sedikit masalah. Apa kita perlu kesana?"


Hans adalah orang kepercayaan Rifky di Korea. Disana memang lebih banyak mafia yang berusaha menghancurkan perusahaannya.


" Kapan urusanku disini selesai?"


" Mungkin besok meeting terakhir dengan Mr. Katsumi, Boss."


" Baiklah, setelah urusan disini selesai kita langsung terbang ke Korea."


Malam semakin larut, menunjukkan pukul sebelas malam. Jonathan akan menemaninya selama Rifky berada di Jepang walaupun ia harus meninggalkan anak istrinya.


" Jo, kau boleh pulang. Anak istrimu pasti menunggumu."


" Tidak, Boss. Saya sudah memberitahu istri saya kalau boss ada disini."


" Baiklah, kau tidurlah di sofa ruang kerja."


" Baik, Boss."


Setelah Jonathan keluar dari kamar pribadinya, Rifky mengambil ponselnya lalu mencari kontak gadis kesayangannya.


" Assalamu'alaikum, sayang."


( " Wa'alaikumsalam, kak. Belum tidur...?" )


" Belum, Calis. Kakak selalu memikirkanmu, bagaimana keadaan disana hari ini?"


( " Alhamdulillah, disini masih aman. Kak Nicko kemarin juga membawa bodyguard untuk mengawal om Jamal." )

__ADS_1


" Sayang, sepertinya kakak sedikit lebih lama disini. Soalnya ada pekerjaan yang harus segera kakak tangani di Korea. Tidak apa - apa, kan?"


( " Iya, yang penting kakak tidak boleh macam - macam disana!" )


" Ya Allah... kenapa calon istriku posesif sekali? Kamu tidak usah cemas, sayang. Cinta kakak hanya untuk kamu, tidak akan ada yang lain."


( " Kak, sebenarnya Dina kangen pengen ketemu kakak," )


" Iya, kakak tahu sayang. Kakak juga sudah tak sabar ingin bersama lagi denganmu."


( " Kakak katanya di Jepang, kok bisa ke Korea juga sih?" )


" Sayang, pekerjaan ini tidak bisa ditinggalkan. Bukannya ingin mengejar harta dunia, namun ribuan orang bergantung hidup pada pekerjaan ini."


( " Ya udah, kakak hati - hati disana. Jangan lupa tetap jaga puasanya." )


" Iya, sayang. Assalamu'alaikum,"


( " Wa'alaikumsalam." )


Rifky merebahkan tubuhnya untuk segera beristirahat karena nanti harus bangun sahur. Dia juga sudah menyiapkan makanan supaya tidak perlu keluar karena mungkin ditemukan restoran yang buka 24 jam di sekitar kantornya.


¤ ¤ ¤


Rifky dan Jonathan mengadakan meeting di sebuah Restoran Jepang yang sangat terkenal di kota itu. Tadinya dia menolak namun klien sudah terlanjur reservasi tempat.


" Selamat siang, Mr. Mahendra. Silahkan duduk." kata kliennya.


Mereka membahas kontrak kerjasama yang selama ini telah diurus Jonathan. Namun karena Mr. Katsumi meminta tanda tangan langsung dari pemilik perusahaan, Rifky terpaksa harus datang. Setelah kontrak kerja selesai ditanda tangani, pelayan datang membawa beberapa menu makanan.


" Silahkan, Tuan." kata pelayan.


" Terimakasih." balas Mr. Katsumi.


Mr. Katsumi mempersilahkan Rifky dan Jonathan untuk segera makan makanan khas Jepang itu.


" Silahkan, Mr. Rifky... Mr. Kim..." kata Mr. Katsumi.


" Saya mohon maaf sebelumnya, Mr. Katsumi. Saya seorang muslim, saya sedang berpuasa." ucap Rifky menolak dengan sopan.


" Maafkan saya, Mr. Rifky... saya benar - benar tidak tahu Anda seorang Muslim."


" Tidak apa - apa, Mr. Katsumi. Lanjutkan saja makan Anda bersama Jonathan, saya akan berkeliling sebentar di sekitar sini." kata Rifky.


" Jo... temani Mr. Katsumi makan siang."


" Baik, Boss."


Rifky keluar dari Restoran dan berjalan kaki menyusuri jalanan untuk mencari sesuatu yang cocok bagi kekasihnya. Dia tidak tahu apa yang disukai gadis kecilnya.


" Seandainya kamu ada bersamaku disini saat ini, sayang. Ah... aku sangat merindukanmu." gumam Rifky.


Rifky menghentikan langkahnya di depan toko souvenir. Dia berpikir gadis seumuran kekasihnya lebih menyukai barang - barang sederhana dan unik.

__ADS_1


Rifky memilih beberapa gantungan kunci dengan tulisan huruf jepang. Dia juga membeli beberapa kaos dengan gambar khas jepang. Oleh - oleh bukan hanya untuk Medina saja, tapi untuk kelima temannya juga.


" Apalagi ya yang harus aku beli? Lagipula aku masih harus ke Korea, mungkin aku beli saja nanti yang lain disana." batin Rifky.


Baru kali ini Rifky membeli buah tangan saat bepergian. Sebelumnya ia tak pernah yang namanya memikirkan orang lain untuk hal - hal yang tidak penting.


Keluar dari toko souvenir, Rifky masuk ke dalam Mall untuk sekedar jalan - jalan. Di lantai atas, Rifky melihat ada toko perhiasan yang menawarkan design terbaru.


Rifky masuk ke toko perhiasan itu dan memilih design yang cocok untuk Medina. Dia memilih sebuah kalung dengan liontin berlian.


" Semoga saja Medina suka dengan hadiah yang kubelikan ini. Jadi tidak sabar ingin segera kembali ke desa." Rifky tersenyum sendiri sambil memandang kalung itu.


Setelah mendapatkan perhiasan untuk Medina, Rifky keluar dari Mall dan menghubungi Jonathan supaya menjemputnya. Jarak mereka tidak terlalu jauh, jadi Rifky tak terlalu lama menunggu.


" Boss, maaf menunggu lama." ucap Jonathan.


" Tidak, saya baru saja keluar dari Mall ini." sahut Rifky.


" Silahkan masuk, Boss."


Jonathan membukakan pintu mobil di samping kemudi karena Rifky menolak duduk di belakang. Dia lebih nyaman di depan karena tidak ingin dianggap atasan yang sok berkuasa dan menjaga jarak dengan bawahan.


" Jo, pekerjaan disini sudah selesai semua?"


" Sudah, Boss. Nanti saya akan melanjutkan proyek kerja sama ini setelah kita pulang dari Korea."


" Kenapa masalah datang secara bersamaan." keluh Rifky.


" Apa ada masalah lain, Boss?" tanya Jonathan.


" Di Indonesia sedang ada masalah, tapi lebih ke masalah pribadi. Nyawa keluargaku terancam sekarang, saya harus melindungi mereka."


" Apa perlu bantuan dari sini untuk melawan para penjahat itu?"


" Tidak perlu, Nicko bisa handle keadaan disana. Setelah urusan di Korea selesai, saya langsung kembali ke Indonesia."


" Baik, Boss."


" Sekarang kau cari tiket ke Korea sore ini."


" Siap, Boss."


Rifky dan Jonathan kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Rifky sekalian berkemas membawa semua barang - barangnya.


.


.


TBC


.


.

__ADS_1


__ADS_2