
Sampai di kamar hotel, Rifky menurunkan istrinya di tempat tidur dengan perlahan. Malam ini Rifky memperlakukan sang istri seperti sebuah kaca tipis yang akan pecah jika ia letakkan sedikit kasar saja.
" Kenapa tidak bilang kalau ada pesta?" Medina masih sedikit kesal dengan suaminya.
Dari sekian banyaknya orang, hanya Medina yang tidak tahu apa - apa seperti orang bodoh. Bahkan kedua anaknya saja sudah tahu sejak lama dan menyembunyikan dengan rapat rahasia sebesar itu.
" Itukan pesta kejutan buat Bunda, anak - anak yang punya ide untuk mengadakan acara di pantai." ucap Rifky lembut.
" Kalau begini kan Bunda nggak bawa hadiah apa - apa buat Ayah."
" Bunda adalah hadiah terbaik untuk Ayah. Hadirnya anak - anak adalah kebahagiaan yang tak ternilai untukku. Terima kasih sudah selalu sabar dan setia mendampingiku, gadis brutalku." Rifky mengecup lembut bibir Medina.
" Ish... Siapa yang brutal? Aku hanya membela orang - orang yang lemah." elak Medina.
" Iya - iya, Bunda adalah wanita terhebat di dunia."
" Nggak usah ngeledek!"
Melihat bibir istrinya yang mengerucut, Rifky langsung mengecupnya dengan cepat lalu menindih tubuh kecilnya.
" Buat adik untuk Syilla, ya?" lirih Rifky.
.
.
Pagi hari, semua berkumpul di resto tepi pantai untuk sarapan bersama. Sahabat Rifky maupun Medina juga masih disana untuk menikmati hari libur.
" Bunda, Shaka main sama Siena dulu ya?" ucap Shaka.
" Boleh, tapi jangan terlalu dekat ke air. Jagain Siena juga, dia belum tahu tempat ini takut hilang." ujar Medina.
" Iya, Ma. Cuma jalan - jalan aja kok."
Arshaka langsung menarik tangan Siena menuju pantai sekedar jalan - jalan. Keduanya yang sudah beranjak remaja memang sudah bebas menggunakan media sosial sehingga komunikasi mereka tidak pernah putus walaupun tinggal di tempat yang saling berjauhan.
" Shaka, kapan kau akan berkunjung ke Korea? Rumah kamu disana tidak pernah ditempati." tanya Siena.
" Tahun lalu juga kesana, Siena. Sekarang lagi fokus sekolah dulu disini, mungkin kalau kuliah bisa pindah kesana seperti ayah dulu."
" Agen rahasia yang dibangun ayah kamu itu sekarang semakin terkenal di Seoul, kira - kira Siena bisa ikut gabung nggak, ya?"
" Ijin dulu sama Uncle Hans dan Aunty Sandra. Mereka orangtuamu harus tahu apa yang kau lakukan. Memangnya kamu aktif di latihan bela diri?"
" Kalau itu udah wajib, Daddy bahkan mendatangkan guru privat ke rumah."
" Bagus kalau gitu, ilmu bela diri memang sangat penting untuk kita. Untuk jaga diri dari orang - orang jahat di sekitar kita."
Sementara itu, Jonathan dan Ayumi duduk diatas karang menikmati sinar mentari pagi yang menghangatkan tubuh mereka.
" Sayang, Alicia sudah tumbuh menjadi gadis remaja sekarang. Aku khawatir dengan masa pertumbuhan psikisnya. Apa kau sadar selama ini ia menutup diri dari teman - temannya terutama laki - laki?" ucap Ayumi.
" Mungkin Cia hanya ingin fokus dengan pendidikannya, sayang. Apa yang kau khawatirkan?" ujar Jonathan seraya membelai rambut istrinya.
" Cia pengen melanjutkan pendidikannya di negara ini, sayang. Kurasa Cia hanya ingin tetap bersama Adam."
" Wajarlah, sayang. Cia itu dari kecil memang sangat dekat dengan Adam. Cia juga menganggap Adam seperti orangtuanya sendiri."
" Kuharap seperti itu," lirih Ayumi.
Jonathan menggenggam erat jemari istrinya. Dia tahu maksud istrinya, namun Jonathan juga percaya dengan Adam. Adam tidak akan mungkin menghianati kepercayaannya selama ini.
.
.
" Sayang, baju Ayah ditaruh dimana?" tanya Rifky yang duduk di tepi ranjang sehabis mandi.
" Masih di lemari, Yah. Bunda baru dari kamar anak - anak bantu beresin barang - barang mereka." sahut Medina.
" Ambilin, Yang. Habis ini kita keluar, ya?"
" Kemana lagi? Memangnya Ayah nggak capek?"
__ADS_1
" Ayah masih belum puas berduaan sama Bunda."
" Manja banget sih, sudah tua juga!"
" Kok tua sih, Yang? Ayah masih kuat lima ronde semalam." protes Rifky.
Medina hanya tersenyum lalu mengambil pakaian ganti suaminya di lemari. Dia juga harus membereskan semua barang - barangnya ke dalam koper.
" Kamu mandi dulu aja, Yang. Biar Ayah yang packing semua."
" Ok... Jangan sampai ada yang tertinggal satupun!"
" Iya, Bunda sayang."
Empat belas tahun bersama, Rifky cukup memahami sifat istrinya. Suka duka mereka jalani bersama dengan cinta dan kasih sayang. Kehadiran dua buah hati mereka semakin mempererat cinta kasih yang semakin mendalam.
Selesai dengan mandi, Medina bersiap dengan pakaian yang sudah rapi. Selepas sholat zuhur mereka berdua ingin menikmati waktu sebelum pulang.
" Anak - anak nggak diajak, Yah?"
" Mereka sudah pulang sana Papa dan yang lainnya."
" Kita berduaan saja?"
" Iya, kita pulang besok pagi ya? Anggap saja honeymoon singkat."
" Semua udah di packing, sekarang masih mau menginap lagi?"
" Ayah masih kangen berduaan sama Bunda."
Rifky membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya. Aroma tubuh sang istri memang selalu menjadi candu baginya.
" Ayah tiba - tiba malas pergi, rebahan aja yuk?" bisik Rifky.
" Pergi atau kita pulang sekarang!"
" Iya, sayangku... Kita pergi sekarang."
Rifky menegakkan tubuhnya lalu merangkul pinggang istrinya menuju pintu. Sesekali ia masih menggoda istrinya sambil mencium pipinya gemas.
.
.
" Kamu suka tempat ini, sayang?" Rifky menyandarkan punggungnya pada pohon besar dengan posisi duduk.
" Tempat yang indah, aku menyukainya." Medina ikut duduk dan bersandar di bahu suaminya.
" Terima kasih sudah mendampingiku selama 14 tahun ini, sayang. Aku sangat bahagia hidup bersamamu." lirih Rifky.
" Aku juga bahagia bersama kak Rifky. Terima kasih sudah mencintai Dina sebesar ini."
Rifky memeluk erat tubuh istrinya lalu mengusap lembut punggungnya. Semakin lama mereka hidup bersama, cinta mereka semakin dalam dan kuat. Berbagai halangan dan rintangan mereka lewati dengan sabar.
" Sayang, apa rencanamu untuk masa depan?" tanya Rifky.
" Tidak ada, ikuti saja alur kehidupan yang datang." sahut Medina.
" Apa tak ingin menambah anak lagi?"
" Kau sudah tua, jangan macam - macam!"
" Hei... Siapa yang kau bilang tua? Umurku belum ada 40 tahun."
Medina mengendikkan bahunya lalu berdiri dan sedikit memberi jarak pada sang suami. Wanita dua anak itu menatap langit yang masih terik oleh sang surya yang hari ini tampak cerah.
Rifky ikut beranjak dan memeluk istrinya dari belakang. Rasanya ia tak ingin jauh dari sang istri yang setiap hari membuatnya tergila - gila.
" Yah, aku punya kejutan untukmu." ucap Medina lirih.
" Kejutan apa, sayang?" tanya Rifky penasaran.
" Lepas dulu pelukannya terus tutup mata sebentar."
__ADS_1
" Apa sih, Yang? Tidak biasanya kamu kasih kejutan buat Ayah?"
" Diam dan turuti ucapanku."
Rifky menuruti semua ucapan sang istri dengan memejamkan mata dan melepas pelukannya. Entah apa yang akan istrinya berikan, namun Rifky merasakan jantungnya berdebar kencang.
" Sekarang buka mata!" seru Medina.
Rifky membuka matanya dan menatap sang istri yang mengepalkan tangan di depan wajahnya sambil tersenyum.
" Sayang, apa kau hanya menggodaku saja?"
" Mana telapak tangan Ayah!"
Walaupun masih bingung, Rifky tetap menuruti sang istri. Ia menengadahkan tangannya di depan Medina dengan ragu.
" Ini hadiahnya...!" Medina meletakkan benda pipih kecil di telapak tangan suaminya.
" Hah...! Alat tes kehamilan?" Rifky mengamati dengan seksama tespack takut salah lihat.
" Sayang... Kau_..." Rifky tak mampu melanjutkan kata - katanya saat melihat garis dua dalam benda itu.
" Iya, Ayah... Sudah delapan minggu." ucap Medina sambil tersenyum.
Rifky tak dapat mengungkapkan rasa bahagianya dengan kata - kata. Cukup lama ia menantikan saat - saat seperti ini setelah Arsyilla mulai bisa berjalan. Rifky memeluk erat tubuh istrinya lalu menghujani seluruh wajahnya dengan ciuman.
" Terima kasih, sayang. Ayah sangat bahagia." lirih Rifky.
" Bahagia bersama, Ayah... Selamanya." ucap Medina.
Saat sedang menikmati moment kebahagiaan dengan saling berpelukan, tiba - tiba Adam datang dengan wajah kusutnya.
" Mey...! Aku butuh pelampiasan...!" teriak Adam.
" Hah...?!"
.
.
END
.
.
Terimakasih untuk para readers yang sudah membaca novel " Mengejar Cinta Gadis Brutal ". Semoga novel ini bisa menjadi hiburan untuk kalian semua.
VISUAL TOKOH
RIFKY MAHENDRA
MEDINA AMELIA
JONATHAN KIM
HANS
NICKO
Note :
Untuk kisah cinta Adam, Author akan menceritakannya di novel baru. Jangan lupa terus ikuti novel yang lain, terimakasih🙏.
__ADS_1
.
.