Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Bertengkar Lagi


__ADS_3

Setelah pulang menjenguk Alvian dari rumah sakit, Reno dan Rania mampir ke sebuah tempat makan di pinggir jalan yang merupakan makan tempat favorit Rania.


“Makan yang banyak ya sayang, besok kamu harus belajar yang giat!” Ucap Reno sambil membelai Rambut istrinya itu dengan lembut.


Rania mengangguk dengan mulut penuh dengan makanan, dia sudah menghabiskan 1 mangkuk soto dan juga sepiring nasi goreng tapi sekarang gadis itu masih asyik menyantap pecel lele seolah tidak merasa kenyang sedikitpun.


Reno tersenyum geli gadisnya itu memang ajaib dan juga lucu, dia ikut menyantap soto miliknya yang bahkan baru dia makan beberapa suap, Reno melirik kedua orang yang terlihat mencurigakan seolah sedang menghindari dia dan Rania.


“Alysh!” Gumam Reno pelan merasa familiar dengan gadis yang memakai kaos putih dan celana hitam serta topi yang bertengger di kepalanya itu, disampingnya ada seorang pria yang memakai jaket hitam serta topi, mereka menutupi wajah mereka dengan koran.


“Hah siapa Mas, Alysh mana kak Alysh?” Tanya Rania mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Pandangan-nya pun terhenti pada dua sosok mencurigakan yang sedang dilihat Reno, dengan pelan Rania beranjak bangun dan berjalan menghampiri kedua orang tersebut diam-diam.


“Kak Alysh, Kak Justin kalian lagi ngapain disini?” Ucap Rania terkejut setelah dia membuka topi yang menutupi wajah keduanya.


Alysha dan Justin mendongak menatap Rania yang memergoki mereka sambil tersenyum malu, mereka juga tersenyum kepada Reno yang ikut menghampiri meja mereka.


“Hai Ran, Reno kalian disini juga, aku sama Tina lagi pesenin makanan buat Kimmy sama Dona!” Ucap Alysha, Justin mengangguk mengiyakan kata-kata Alysha mereka berusaha menutupi kegugupan mereka dengan tersenyum, yang sudah jelas tidan membantu sama sekali.


Alysha dan Justin menurunkan koran yang sedang dipegang mereka sambil menunduk malu, Reno dan Rania saling berpandangan dan terkikik geli melihat kedua orang yang seperti maling ketahuan.


“Oh ya kemana mereka, biasanya kak Justin sama Aldo yang beli makanan kok sekarang Kak Alysh yang ngikut, hayo ngaku kalian lagi pacaran ya?” Ucap Rania sambil tersenyum membuat keduanya langsung menggeleng cepat.


“Nggak!” Jawab mereka serempak, padahal Justin diam-diam mengedipkan sebelah matanya ke arah Reno dan Rania sambil tersenyum malu.


“Jangan gitu Alysh, pacaran juga gak apa-apa kok cocok!” Ucap Reno sambil mengacungkan kedua jempolnya dengan senang diikuti oleh istrinya Rania.


“Sudah ah kalian apaan sih, Alysh kita pulang aja yuk, Kimmy sama Aldo pasti sudah menunggu kita!” Ajak Justin sambil beranjak pura-pura tidak menyukai tuduhan Rania dan Reno.


“Iya Tin ayo, kita pulang duluan ya sampai jumpa!” Ucap Alysha sambil beranjak pergi bersama Justin.


“Mereka lucu ya Mas aku yakin mereka pasti bakal nikah nanti!” Ucap Rania sambil menoleh ke arah suaminya dan tersenyum, kini mereka sudah kembali duduk ke tempat mereka semula.


“Mudah-mudahan ya Ran, sudah habiskan makanannya sayang!” Ucap Reno lembut.

__ADS_1


“Kak Ran ada disini lagi ngapain?”


Rania dan Reno mendongak menatap orang yang baru saja bicara padanya itu, Dewi tersenyum ke arahnya sambil menggandeng Haris yang juga tersenyum dengan sangat manis ke arah Rania membuat Reno menatapnya tajam sambil mendengus sebal.


“Ngapain si cungkring itu disini, bikin nafsu makanku hilang saja!” Ucap Reno dalam hati menatap Haris dengan kesal.


“Gak lihat aku lagi makan, kalian juga ngapain kesini mau ngamen?” Ketus Rania, dia berdecak kesal kenapa dia harus bertemu kedua orang yang menurutnya sangat menyebalkan itu.


“Ish gak lah kita mau makan juga dong iyakan sayang?” Ucap Dewi sambil duduk di depan Rania dan Reno dan menoleh ke arah Haris yang hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Rania.


“Ngapain sih jangan suka jelalatan deh!” Bisik Dewi kesal sambil menarik Haris duduk disampingnya.


Saat menoleh ke arah Reno, sejenak Dewi terpesona dengan ketampanan pria di depannya itu, dia langsung menampilkan senyum terbaiknya ke arah Reno yang hanya dibalas Reno dengan senyuman tipis.


“Ngapain duduk disini sih tempat lain kan banyak!” Ucap Rania kesal.


“Penuh kak lihat tuh, aku gak mau desak-desakan duduk sama yang lain, kalau gak penuh aku juga males duduk disini!” Ucap Dewi sambil menunjuk sekitar mereka dengan telunjuknya yang memang kini terlihat ramai dengan orang-orang yang mulai berdatangan.


“Maaf ya Ran kita ganggu, hai Om apa kabar?” Sapa Haris ramah.


“Kak Ran sama siapa ganteng ya” Ucap Dewi sambil memandang Reno genit.


“Iyalah ganteng, ngelihatnya gak usah gitu juga kali biasa aja gak pernah lihat cowok ganteng ya?” Ucap Rania sinis kesal dengan tingkah Dewi yang seolah mencoba menarik perhatian Reno.


“Biasa aja kali kak gak usah ngegas gitu, ganteng juga gak guna kali kalau gak punya duit, mendingan juga Haris gak ganteng banget sih tapi bapaknya juragan beras!” Ucap Dewi bangga sambil menatap Rania dan Reno dengan pandangan merendahkan.


Sepertinya gadis itu tidak mengetahui jika Rania merupakan anak pengusaha kaya raya, wajar saja karena Rania memang bukan tipe orang yang suka pamer, sedangkan Reno dia hanya diam sambil tersenyum memperhatikan keduanya.


“Iya bisa kenyang kamu kalau nikah sama dia tiap hari dapat sembako gratis!” Ucap Rania sambil tersenyum sinis membuat Dewi langsung menatapnya marah.


“Maksud kakak apa hah, baru makan di pinggir jalan saja sudah belagu” Ucap Dewi dengan nada menghina.


Rania menatapnya dengan tajam, ingin sekali dia mencolok wanita menyebalkan itu dengan garpu, melihat Rania yang mulai terpancing emosi Reno mengusap punggungnya dengan lembut berharap agar istrinya itu kembali tenang.


“Sudah Ran jangan diladeni kamu masih lapar gak, kita pesan yang lain mau?” Tawar Reno mencoba mengalihkan perhatian.

__ADS_1


Dewi melihat bekas makanan di meja sambil tersenyum sinis dan kembali menoleh ke arah Rania.


“Cantik-cantik makannya banyak kayak busung lapar, yang nikahin kakak pasti bangkrut tuh makannya sebakul abis sendiri!” Ucap Dewi sambil tertawa senang.


“Gak akan kamu tenang  saja yang nikahin Ran saya yakin orangnya lebih tampan dan mapan dari sekedar juragan beras!” Ucap Reno membela Rania membuat gadisnya senang sambil menatap Dewi dengan tersenyum puas.


“Sudah Dew, kamu ngapain sih ngomong terus malu tahu dilihat orang!” Ucap Haris pelan yang omongannya sama sekali tidak ditanggapi Dewi.


“Ris ayo kita pergi cari makan di tempat lain saja yuk, gerah aku disini panas!” Ucap Dewi sambil beranjak diikuti oleh Haris.


“Kita pulang duluan ya, Ran sampai ketemu besok!” Ucap Haris sambil tersenyum lembut.


“Sana pergi saja, disini bukan tempat buat orang mampu kayak kalian” Ucap Rania menekankan kata-kata tersebut dengan nada mencemooh.


“Dasar cewek simpanan om-om belagu” Ucap Dewi pelan sambil melangkahkan kakinya dengan angkuh.


Rania yang mendengar bisikan Dewi yang menghinanya langsung menaiki meja dan menendang Dewi dengan brutal hingga gadis itu langsung tersungkur ke tanah.


“Dewi!” Teriak Haris sambil membantu kekasihnya untuk bangun.


Kejadiannya begitu cepat hingga Reno hanya bengong di tempat duduknya tanpa melakukan apapun, dia menoleh ke arah para pengunjung yang mulai berkerumun memperhatikan mereka, Reno menatap istrinya yang masih setia berdiri diatas meja sambil menatap Dewi dengan sinis dan menantang.


“Sayang turun ya ayo kita pu-”


Sebelum Reno selesai berbicara Dewi dengan brutal sudah menarik Rania hingga gadis itu terjatuh ketanah bersama Dewi, mereka saling menjambak dan baku hantam tak memperdulikan teriakan orang-orang di sekitar mereka.


Sambil berdiri Reno menatap Haris tajam yang langsung mengkerut takut, dia kesal sekali dengan pria lembek seperti Haris yang tidak mampu menjaga kekasihnya sendiri.


Dia kemudian kembali menatap Rania dan Dewi


yang masih berguling di tanah, penampilan mereka sudah sangat kacau tapi sepertinya mereka tidak perduli dan masih terus saling baku hantam.


Reno menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memijat kepalanya yang terasa sakit.


“Ya Allah sadarkanlah istri hamba!” Gumam Reno.

__ADS_1


__ADS_2