
"Rania!"
Saat Reno dan Rania tengah asyik duduk sambil memandangi orang-orang berlalu lalang sambil berolah raga, tiba-tiba seseorang memanggil Rania membuat dia dan Reno langsung menoleh kearah sumber suara.
"Haris, kamu ngapain disini?" Tanya Rania sambil beranjak dari duduknya.
"Hai Ran, aku kan tinggal di daerah sini dan aku juga biasa olah raga disini Ran, kamu sendiri ngapain ada disini?" Tanya Haris sambil memandang Rania dan Reno.
"A-aku kebetulan aku juga sudah pindah ke daerah sini, sekarang aku tinggal di apartemen W" Ucap Rania menyebutkan nama apartemen yang dia tinggali bersama Reno, Rania menoleh kearah Reno yang menatapnya penuh tanya.
"Matilah aku" Gumam Rania pelan.
"Oh gitu ya Ran sama siapa, dia siapa Ran?" Tanya Haris sambil menoleh kearah Reno.
"Saya siapa bukan urusan kamu!" Ucap Reno dingin sambil menyilangkan kedua tangannya diatas dada.
"Dia Reno Ris, Mas kenalin ini Haris teman sekolahku Mas" Ucap Rania gugup sambil melirik mereka berdua.
"Hai Om saya Haris teman sekolah Rania sekaligus mantannya juga!" Ucap Haris tersenyum sambil menjulurkan tangannya.
Apa? Reno langsung melirik Rania menuntut penjelasan, mantan katanya? Reno tidak percaya anak muda yang gayanya sok gaul ini adalah mantan Rania.
Rambut Haris sengaja dibentuk seperti gaya rambut Zayn Malik yang membuat Reno tersenyum geli melihat Haris yang tampangnya tidak seganteng Reno apalagi badan lelaki tersebut kerempeng tidak berotot seperti dirinya.
"Huh dasar bocah, ternyata selera Rania sangat buruk dulu!" Ucap Reno dalam hati sambil tersenyum sinis kepada Haris dia tidak perlu merasa kalah saing oleh bocah seperti Haris.
Rania langsung menunduk takut mendapat tatapan tajam dari Reno, habis sudah Reno pasti marah padanya sekarang.
Rania menatap tajam pada Haris yang seolah tidak merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan barusan, pria itu hanya menatap mereka bingung karena tangannya tak mendapat sambutan dari Reno.
"Dasar Haris kampret datang tiba-tiba kayak jelangkung aja, gak tahu apa disini aku lagi sama mas Reno suamiku" Ucap Rania kesal dalam hati.
"Maaf saya tidak terbiasa bersalaman dengan orang asing!" Ucap Reno membuat Haris langsung menurunkan tanggannya.
"Ran Om kamu galak banget, belum dikasih makan ya?" Bisik Haris ditelinga Rania yag tentu saja membuat Reno makin meradang.
"Jangan dekat-dekat bukan muhrim!" Ketus Reno.
Dia sangat kesal melihat tingkah Haris yang sok baik di depan Rania, dan ya bocah itu memanggil dirinya dengan sebutan Om, kurang ngajar sekali padahal dia adalah suami sah Rania.
"Iya Om maaf!" Ucap Haris.
"Kamu mau ngapain sih Ris, ada apa nyamperin aku udah pergi sana, katanya kamu lagi olah raga!" Usir Rania.
Dia tidak mau terjadi pernang dunia ketiga apalagi melihat tampang Reno yang sudah seperti mengeluarkan tanduknya, jika Haris tetap disini bisa saja Reno menghajar pria kerempeng tersebut tanpa belas kasihan.
__ADS_1
"Kamu ngusir aku Ran, gimana kalau kita olah raga bareng?" Ajak Haris sambil tersenyum yang menurut Reno terlihat sangat menjijikan.
"Tidak bisa Rania tidak boleh olah raga dengan orang lain selain saya!" Tegas Reno.
"Sudah Ris, kamu pergi saja gih!" Usir Rania lagi sambil melirik Reno.
"Males ah gak semangat aku mending nemenin kamu disini Ran!" Ucap Haris membuat Rania jadi bingung sendiri.
"Oh iya Ran kamu mau es krim gak, es krim kesukaan kamu vanilla kan ya, dulu aku suka beliin kamu kalau kita lagi jalan kamu ingat gak?" Tanya Haris.
"Gak Ris aku sudah gak makan es krim dari sekarang!" Ucap Rania.
"Suka gitu kamu Ran, tenang aku beliin kok, buat cewek cantik kayak kamu apasih yang nggak Ran, tunggu ya aku beliin dulu!" Ucap Haris sambil beranjak membeli es krim tanpa menunggu persetujuan Rania.
"Bang es krim vanilanya 2 ya Bang, cepetan!" Ucap Haris kepada si penjual es krim.
"Maaf Mas es krimny sudah habis diborong sama Mas yang itu" Ucap si penjual sambil menunjuk kearah Reno.
Haris berbalik memandang kearah Reno yang langsung membuang muka saat Haris menoleh padanya.
"Kenapa sih nih Om-om rese gak suka banget aku deketin Ran kayaknya?" Sungut Haris kesal dalam hati karena upayanya untuk mendekati Rania selalu digagalkan oleh Reno.
"Yasudah Ris aku pergi duluan ya, ayo Mas kita pergi dari sini!" Ucap Rania sambil menarik tangan Reno dan membawanya pergi.
"Mas jadi gak es krimnya?" Tanya si penjual es krim kepada Haris.
"Gak jadi Mas, orangnya belum bayar tadi barusan dia malah diajak pergi" Ucap si penjual.
"Ogah ah Bang ceweknya juga udah pergi sama Masnya barusan, ngapain saya beli es krim lagi" Tolak Haris sambil beranjak pergi.
"Yah rugi bandar saya mau untung malah buntung!" Ucap si penjual es krim.
"Mas kamu marah sama aku?" Tanya Rania sambil menatap Reno.
Saat ini mereka suda kembali dari apartemen dan sedang duduk dikursi ruang tamu, Rania menatap Reno yang sejak tadi diam padanya.
"Tidak untuk apa aku marah, kamu hanya sedang ketemuan dengan mantanmu saat kita sedang jalan, untuk apa aku marah?" Ucap Reno dengan nada menyindir sambil menoleh pada Rania.
"Aku gak ketemuan sama dia Mas, dia sendiri yang datengin aku loh" Ucap Rania membela diri karena dia memang tidak janjian dengan Haris untuk bertemu tadi.
"Tuhkan benar gara-gara si Haris kampret aku yang kena sama Mas Reno" Sungut Rania kesal dalam hati.
"Aku tidak perduli yang jelas aku tidak suka kamu berbicara dengannya!" Tegas Reno.
"Iya Masku sayang, aku janji gak bakal ketemu apalagi bicara sama dia!" Janji Rania sambim mengacungkan 2 jarinya membentuk tanda *V*.
__ADS_1
"Bagus aku tidak mau mendengar atau melihatmu berbicara dengan lelaki lain, kamu itu milikku Ran dan hanya untukku!" Ucap Reno sambil menatap Rania.
"Cie Mas cemburu ya kalau aku dekat-dekat sama cowok lain?" Goda Rania.
"Cemburu katamu, untuk apa aku cemburu apalagi dia tidak ada ganteng-gantengnya, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku, aku lebih tampan, kaya dan juga aku ini sudah sah menjadi suamimu" Ucap Reno dengan bangga.
"Iya aku tahu Mas, sudah jangan ngambek lagi ya" Ucap Rania sambil mengecup pipi Reno.
"Ran berjanjilah kalau kamu akan berbicara jujur padaku tanpa ada yang disembunyikan!" Ucap Reno.
"Maksud kamu apa Mas, aku gak ngerti?" Ucap Rania pura-pura tidak tahu maksud ucapan Reno.
"Maksudku adalah katakan padaku jika ada sesuatu yang tidak aku tahu Ran, apa kamu masih punya mantan lain selain bocah menyebalkan tadi?" Tanya Reno.
"Ada Mas dan itu Alvian adikmu sendiri"
Ingin rasanya Rania mengatakan itu pada Reno agar semuanya selesai tapi apa mau dikata dia hanya mampu mengatakan itu di dalam hati tanpa menyeruakan suaranya dengan lantang kepada Reno.
"Gak ada Mas, aku dulu kan jarang pacaran masih polos akumah Mas" Ucap Rania.
"Apa kamu yakin Ran, jangan sampai aku mengetahuinya dari yang lain kalau tidak" Reno menggantungkan kata-katanya.
"Kalau tidak apa Mas, kamu mau nyerain aku?" Tanya Rania takut.
"Tidak sayang kalau tidak aku akan membuat kamu hamil, agar siapapun mantan atau laki-laki lain tidak bisa mendekatimu lagi" Ucap Reno sambil menggendong Rania membawanya kedalam kamar.
"Mas turunin aku Mas ihh, ngapain kita kekamar jam segini?" Ucap Rania sambil menggeliatkan badannya digendongan Reno.
"Mau apa lagi tentu saja bikin anak!" Ucap Reno sambil membaringkan Rania diatas kasur.
"Kan semalam sudah Mas, emang kamu gak capek tempur mulu?" Tanya Rania.
"Tidak aku tidak pernah capek jika itu menyangkut kamu sayang, lagian anggap saja ini sebagai hukuman karena kamu sudah bertemu mantan hari ini!" Ucap Reno sambil mendekati Rania.
Akhirnya disiang itu mereka kembali melakukan adegan mesum yang hanya diketahui oleh orang-orang yang sudah menikah seperti Rania dan Reno.
-------
Holla
Minal Aidzin walfaidzin ya, mohon maaf jika ada kata atau ucapanku yang menyinggung kalian🙇
Terima kasih untuk dukungannya😚😚
Salam Sayang
__ADS_1
Author Lebaran