
Setelah masa liburan berakhir kini Rania sudah harus kembali ke sekolah memasuki semester baru yang terakhir di SMA, dan seperti biasa hari ini dia diantarkan oleh Reno.
“Mas aku pergi dulu ya, kamu hati-hati nyetirnya aku mencintaimu Mas, Assalamualaikum!” Ucap Rania sambil mencium punggung tangan suaminya Reno.
“Waalaikum salam sayang dan aku juga mencintaimu Ran!” Ucap Reno sambil tersenyum.
Setelah Rania keluar dari mobilnya, Reno pun melajukan mobilnya dengan perlahan membelah jalanan menuju kantor.
Setelah mobil Reno hilang dari pandangan, Rania berbalik dan mulai melangkah memasuki gerbang sekolah yang sudah lama tidak dia lewati itu.
“Hai pagi Ran, hari ini cerah banget ya kayak muka bang Awan kalau habis sholat!” Ucap Nungky sambil merangkulnya, dia baru saja datang bersamaan dengan Veyya dan Gisuwa.
“Awan mulu yang dibahas kalau aku sih yang selalu terbayang dalam ingatan cuma Mas Iyan yang tampan rupawan!” Ucap Veyya sambil membayangkan wajah Iyan.
“Mendingan aku, aku bisa bayangin kekasih halalku yang sudah sah jadi suami, gak kayak kalian belum jelas jodohnya siapa” Ucap Rania sambil tertawa senang sedangkan Veyya dan Nungky hanya mendengus sebal sambil berpura-pura muntah mendengarnya.
“Aku mah malah bayangin tagihan hutang dari ibu kantin yang belum aku bayar semester kemarin hehe!” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.
“Ya Allah Gis hutang kok ditunda-tunda sudah masuk semester terakhir juga masih aja tuh hutang belum lunas, bayar Gis udah hampir 3 tahun loh kamu ngutang!” Ucap Rania menatap sahabatnya itu yang hanya nyengir.
“Betul Gis kayak aku dong gak pernah ngutang tapi suka dihutangi nih sama bocah ngeselin!” Ucap Veyya sambil menunjuk Nungky yang sedang asyik memakan keripik yang entah dia dapat dari mana.
“Bagi dong!” Ucap Rania sambil merebut keripik itu dari tangan Nungky.
“Jangan dihabisin Ran aku masih mau juga!” Ucap Nungky sambil menjilat jari jemarinya.
“Hutangku tinggal dikit kok yang belum dibayar cuman yang semester kemarin doang itu pun sudah aku cicil sebagian, Ky hutangmu berapa di ibu kantin sama Veyya?” Tanya Gisuwa sambil menoleh ke arah Nungky yang sedang merebut keripik miliknya dari tangan Rania.
“Ihh pelit banget sih mana enak lagi keripiknya” Ucap Rania sambil menatap tangannya yang kosong.
“Sudah Ran kita beli yang banyak nanti!” Ucap Veyya menghibur temannya itu.
“Hey bocah licik jawab pertanyaan Gisuwa hutangmu berapa banyak?” Ucap Veyya lagi kepada Nungky.
“Hah apa, oh hutang dikit Gis di ibu kantin terakhir kuingat adalah 12 ribuan, kalau sama Veyya paling juga cuma 10 ribu!” Ucap Nungky cuek.
“Dikit ya hutangmu Ky kukira banyak padahal kamu sering banget minjem duit Veyya kalau lagi makan di kantin!” Ucap Gisuwa sedih karena mengetahui fakta dia yang paling banyak hutangnya.
“Bohong itu Gis hutang dia memang banyak, heh pikun hutangmu yang di kantin kan sudah aku bayar semua, tinggal hutangmu padaku doang yang belum itu bukan 10 ribu tapi 250 ribu Nungky!” Ucap Veyya kesal.
__ADS_1
“Astagfirullah Veyy kamu pinjemin aku duit pakai bunga ya sampe jadi banyak gitu Veyy tak kusangka ternyata kamu turunan lintah Veyy!” Ucap Nungky sedih sambil menutup mulutnya dan menatap Veyya dengan penuh kecewa.
Rania yang kesal melihat drama Nungky pagi-pagi langsung menjitak kepala gadis itu hingga mengaduh kesakitan.
“Aduh jahat benar kamu Ran, beginikah balasanmu padaku setelah aku berkorban mati-matian untuk kalian semua?” Ucap Nungky masih memerankan drama dadakan ciptaannya.
“Diam Ky jangan banyak drama kamu aku yakin itu memang kamu saja yang banyak minjem duit, hutangmu padaku juga banyak adalah 100 ribu” Ucap Rania kemudian.
“Tuh kan ketahuan kamu Ky gaya hidup kamu udah kayak ibu-ibu gaul kurang dana tau gak, gali lobang tutup lobang disana-sini akhirnya pusing sendiri deh!” Ucap Gisuwa membuat yang lain mengangguk setuju.
“Iya nanti aku bayar deh ya nunggu jual ginjal dulu kalau laku baru aku bayar!” Ucap Nungky sedih.
“Sekalian jantung sama mata juga Ky biar nanti kalau butuh uang dadakan kamu sudah punya celengan!” Ucap Gisuwa memberi nasihat.
“Iya uangnya buat nguburin aku kan Gis terus sebagian uangnya kamu korupsi, kalau ngomong suka bener kamu Gis” Ucap Nungky kesal membuat ketiga temannya itu tertawa senang.
“Memangnya uang kamu habis terus buat bikin museum tentang Awan semua Ky?” Tanya Rania penasaran.
Nungky menghembuskan nafasnya kasar sambil mengangguk, dia melirik Awan yang berada jauh di depannya tengah mengobrol bersama seorang wanita yang dia tahu adalah salah 1 anggota Osisnya.
“Sudahlah Ky berhenti aja ngejar Awan kayak gak ada cowok lain saja, kamu cantik kok Ky kenapa harus bertahan di satu cowok yang nganggap kamu saja gak pernah!” Ucap Rania sambil memandang sahabatnya itu serius.
“Betul Ky kamu gak capek apa ngejar mulu tanpa dikejar balik!” Ucap Veyya.
“Mending kamu sama Kak Al saja boleh kan Ran?” Ucap Gisuwa sambil menoleh ke arah Rania.
“Iya boleh kok, Al baik loh Ky kamu juga tahu dia kayak gimana lebih tampan dan juga dia udah punya penghasilan sendiri, aku jamin kamu gak bakal susah kalau sama dia” Ucap Rania memberi nasihat ala ibu-ibu kalau memilih calon mantu yang cocok buat anak mereka.
Nungky tersenyum menatap ketiga sahabatnya itu dia tahu mereka hanya ingin yang terbaik untuknya.
“Iya aku tahu kok kapan aku harus maju dan mundur untuk sekarang aku masih ingin mengejar cintaku untuk bang Awan seorang!” Ucap Nungky penuh semangat.
“Terserah kamu saja Ky, aku juga mau fokus ngejar jodohku yang sudah pasti Mas Iyan!” Ucap Veyya dengan mata berbinar.
Saat berjalan di koridor mereka berempat berpapasan dengan Pak Balung yang sedang berjalan kearah kantin.
“Pagi Pak Balung!” Sapa Rania, Veyya dan Gisuwa sambil tersenyum sopan.
Pak Balung membalas senyuman mereka sambil mengangguk. “Pagi!” Jawabnya sambil melanjutkan langkah kakinya.
__ADS_1
“Pagi Pak Balung yang baik dan ganteng mau kemana pak, bapak apa kabar sudah lama ya kita tidak berjumpa, bapak kelihatan bahagia sekali hari ini pasti karena ketemu sama aku ya Pak?” Uca Nungky yang berjalan bersama Pak Balung.
Pak Balung berdecak kesal melihat murid paling aneh dan ajaib itu, dia yakin harinya tidak akan lancar jika sudah bertemu Nungky.
“Kalau nanya satu-satu jangan beruntun gitu emang saya narapidana apa, tadinya saya memang bahagia tapi setelah bertemu kamu suasana hati saya jadi langsung buruk!” Ketus Pak Balung sambil mempercepat langkah kakinya.
“Mau kemana sih pak buru-buru gitu, bapak kalau lagi kasmaran sama saya ngomong aja pak, iya saya juga kangen kok pak!” Ucap Nungky sambil tersenyum malu.
“Kapan juga saya bilang kangen sama kamu Ky” Ucap Pak Balung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti.
“Saya mau ke kantin lapar belum sarapan!” Ucap Pak Balung kemudian dengan ketus.
“Wah kita sehati pak, saya ngerti kok bapak mau saya temenin kan? yasudah saya rela dan ridho buat nemenin bapak kebetulan saya juga lapar hehe, ayo pak kita cabut!” Ucap Nungky penuh semangat sambil berjalan dengan riang.
Pak Balung menatap gadis di depannya itu sambil menghembuskan nafasnya kasar, benar dugaanya gadis itu pasti akan mengacaukan harinya yang indah, dengan gontai Pak Balung pun mengikuti Nungky ke arah kantin.
Rania, Veya dan Gisuwa sambil mengusap wajah mereka dengan pelan, mereka tidak habis pikir bagaimana gadis itu bisa kembali ceria setelah barusan terlihat sedih saat membahas Awan, dan lagi gadis itu malah menggoda Pak Balung wali kelas mereka sendiri.
“Emang tuh bocah ada-ada saja kelakuannya, mending kita makan bubur aja yuk mumpung masih ada waktu sebelum bell!” Ajak Rania sambil mengajak kedua temannya pergi.
-----’-’--
HOLLAA
Aku mau sedikit curhat nih maksih sebelumnya buat kalian yang setia membaca novel murahanku, maaf dsini mash bnyk typo bertebran bnyk bgt malah😚
Aku tahu banyak yang pro/ kontrapada novelku ini aku ini hanya pemula yg masih harus bnyk beljar dari author lain🙏
Tahukah kalian ide cerita aku ambil dari kehidupanku sendiri dan juga saat membaca komen2 kalian yng bikin aku semangat nulis.
Sebelumnya aku sempet mikir buat berhenti nulis karena semgtku hilang tapi saat baca komen kalian yang masih setia menunggu novelku ini, aku gak tega buat berhenti dan akhirnya kucoba nulis lagi.
JADI JANGAN BOSAN DUKUNG AKU TERUS SAMPAI NOVEL INI SELESAI TANPA KALIAN AKU NGGAK BAKAL DISINI.
Maaf aku gak bisa selalu balas komentar kalian, tapi ketahuilah aku baca setiap komen kalian selama kalian komen baru dan gak komen dikomenan orang lain kadang aku gk sempet bca krna udah tenggelam oleh komen lain.
SALAM SAYANG DARIKU
__ADS_1
AUTHOR RECEH