Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Tamu Yang HQQ


__ADS_3

Suara bell yang berbunyi dari tadi terus bergema bahkan kini suara itu ditambah dengan suara gedoran pintu yang tak henti meminta sang pemilik apartemen untuk membukakan pintu.


Rania dan Reno yang sedang asyik mengobrol jadi terganggu mereka saling pandang, seolah mengerti arti tatapan Rania, Reno beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kamar.


"Siapa sih ganggu aja pagi-pagi gini, mudah-mudahan bukan Mama yang bawa pasukan untuk menculik Rania dariku" Gumam Reno sambil berjalan kearah pintu.


Ceklek


Reno membuka pintu tersebut dengan pelan, ditatapnya 3 makhluk kecil bernyawa eh salah maksudnya 3 orang gadis yang sedang menatapnya polos, dilihatnya salah 1 gadis yang seperti dikenalnya.


"kamu teman Rania kan?" Tanya Reno kepada salah 1 gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Nungky.


"Hai Om apa kabar nih, makin ganteng aja si Om, misi Om kita mau masuk!" Ucap Nungky sambil nyelonong masuk diikuti oleh Veyya dan Gisuwa.


Reno mengikuti ketiga gadis tersebut yang kini sedang melihat-lihat apartemen miliknya seolah mengagumi kemewahan apartemennya itu, Reno menggaruk tengkuknya yang tak gatal dia bingung harus apa.


"Ini apartemen siapa Ky, kita gak salah masuk apartemen kan?" Tanya Veyya berbisik kepada sahabatnya.


"Iya Ky kita kesini mau nyari Ran bukan nyari om-om ganteng" Ucap Gisuwa ikut-ikutan berbisik.


"Benar kok ini apartemen yang dikasih sama kak Nat, masa aku bohong coba!" Ucap Nungky.


Sebelumnya mereka memang kerumah orang tua Rania untuk mengajak sahabat mereka itu pergi berjalan-jalan, namun sayang sesampainya disana mereka malah menemukan jika Rania sudah lama tidak tinggal dirumah itu.


Natalya yang kebetulan ada dirumah memberi mereka alamat sebuah apartemen dan bilang mereka akan menemukan Rania disana tanpa memberi mereka penjelasan apapun.


Alhasil mereka pun pergi ke alamat yang di berikan Natalya kakak Rania, dan yang mereka lihat pertama kali adalah seorang pria dewasa yang tampan dan juga gagah.


"Tapi Rania-nya mana Ky, yang ada malah si om ganteng itu?" Ucap Gisuwa sambil melirik Reno yang hanya diam menatap mereka.


"Iya Ky udah jauh-jauh kesini masa gak ketemu sama Ran" Ucap Veyya.


"Coba tanya sama si Om ganteng, emangnya kalian gak ingat dia pernah nganterin Ran kesekolah waktu itu?" Tanya Nungky mengingatkan mereka.


Veyya dan Gisuwa melirik kearah Reno, ditatapnya wajah yang terlihat tidak terlalu asing itu, beberapa saat kemudian mereka mengangguk karena sudah mengingat kalau Reno memang orang yang pernah mengantarkan Rania.


"Gimana udah ingatkan kalian?" Tanya Nungky lagi memastikan.


"Iya ingat tapi masa sih Ran ada disini, emang dia siapanya Ran?" Tanya Veyya penasaran.


"Kalau tebakanku sih Ran itu beneran simpanan si Om ganteng, waktu itu aku pernah lihat Ran dianterin lagi!" Ucap Nungky.


"Yang bener kamu Ky bukan Hoax kan?" Tanya Veyya.


"Iya Ky terus Ran dimana sekarang kok gak ada?" Tanya Gisuwa melirik kearah sekitar mencari keberadaan Rania.


"Aku yakin Ran sudah meninggal guys dan mayatnya disembunyiin sama si Om ganteng" Ucap Nungky sedih.


"Astagfirullah kalau ngomong yang bener Ky, jangan asal nuduh masa kita datang ke tempat pembunuh sih" Ucap Veyya ngeri sendiri.


"Benar Veyy, mana si Om ganteng banget lagi kalau dia mau ngapa-ngapain gimana kan aku gak bisa nolak" Ucap Gisuwa sedih.


"Bisa jadi kan kalau Ran beneran simpanan si Om ganteng terus Ran hamil dan pas minta tanggung jawab ke si Om dia malah bunuh Rania dan bayinya kayak di film-film" Ucap Nungky memulai cerita khayalannya yang anehnya Veyya dan Gisuwa mempercaya cerita Nungky dan langsung bergidik ngeri.

__ADS_1


"Sudah kalian tenang saja aku sudah bilang ke Mama ku kalau aku gak pulang dalam waktu 2 x 24 jam, berarti aku sudah meninggal dan nyuruh Mama buat lapor polisi, aku juga sudah kasih alamat apartemen ini ke Mama" Ucap Nungky menenangkan mereka.


"Syukurlah seenggaknya kalau kita mati, masih bisa ditemuin mayatnya" Ucap Gisuwa.


"Dasar bodoh kalian, siapa juga yang mau mati disini nikah juga belum aku" Ucap Veyya membuat kedua sahabatnya itu langsung tersenyum.


"Iya juga ya kasihan bang Awan dong kalau aku mati dia mau nikah sama siapa coba" Ucap Nungky sambil tersenyum.


"Sama calon suamiku juga kasihan, masa udah dijodohin langsung ditinggal mati kan gak seru malam pertama dulu kek" Ucap Gisuwa.


"Sudah jangan bahas hal gak penting dulu, terus tadi Mama kamu bilang apa Ky?" Tanya Veyya sambil menatap sahabatnya yang gesrek itu.


"Kata Mama sih yaudah berarti Mama harus nelepon saudara-saudara Mama sama Papa yang rumahnya jauh supaya pada datang pas aku di kuburin" Ucap Nungky polos.


Veyya dan Gisuwa menghembuskan nafasnya kasar mereka lupa jika ibu temannya itu juga kadang suka eror dan mungkin mereka tidak punya harapan apapun untuk bisa selamat jika Reno benar-benar seorang pembunuh.


"Sudahlah kita introgasi saja dulu tuh Om-om baru kita pikirin langkah kita selanjutnya!" Ucap Veyya yang langsung diangguki oleh Gisuwa dan Nungky.


"Ok Veyy setidaknya kalau pun kita mati, kita matinya barengan langsung berempat" Ucap Gisuwa pasrah.


Di dalam kamar Rania terlihat asyik menonton tv sambil memakan keripik kesukaannya, sepertinya dia lupa jika tadi ada tamu yang datang.


"Wkwkkwk lucu banget si squidward kena sial mulu" Ucap Rania sambil tertawa melihat adegan lucu di kartun kesukaanya itu.


Reno menatap punggung ketiga gadis tersebut dengan bingung, mereka terlihat membicarakan sesuatu yang serius kadang salah 1 dari mereka berbalik dan menatapnya sekilas kemudian kembali asyik berbisik dengan yang lain.


"Pada ngomongin apa sih bisik-bisiknya lama banget" Gumam Reno sambil menatap ketiga gadis tersebut.


"Kasih tahu kita, Om kemanain sahabat kita Rania, ngaku Om, Om nyembunyiin mayat dia dari mana?" Tanya Gisuwa menatap Reno tajam sambil melipat tangannya di depan dada.


"Ayo jawab Om jangan bengong gitu kita sudah tahu semua kebusukan Om" Ucap Veyya penuh intimidasi.


Mendengar itu Reno langsung melongo dia tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka pikirkan.Mayat? bagaimana mungkin Reno membunuh Rania dan menyembunyikan mayatnya.


"Maksud kalian apa, saya tidak menyembunyikan mayat siapa pun!" Ucap Reno menyangkal tuduhan mereka.


"Sudah Om jangan banyak omong, mana ada maling ngaku" Ucap Veyya.


"Iya lebih baik Om menyerah sekarang sebelum kita panggil polisi dan menangkap Om" Ancam Gisuwa.


"Ayo lanjut guys pepet terus!" Bisik Nungky kepada Veyya dan Gisuwa.


"Saya tidak bohong saya memang tidak membunuh Rania, memangnya kalian di kasih tahu siapa sampai berpikir saya ini pembunuh?" Tanya Reno bingung.


"Tuh Nungky dia pernah lihat Om 2 kali nganterin Ran, dia bilang om bunuh teman kita karena dia hamilkan!" Tunjuk Veyya kepada Nungky dan kembali menatap Reno.


"Betul itu kita juga pernah lihat kok, sudah om ngaku saja!" Ucap Gisuwa.


"Kamu kenapa bilang seperti itu sih, saya bukan pem--" Sebelum Reno menyelesaikan kata-katanya Nungky sudah memukul kakinya menggunakan tongkat golf milik Reno yang membuat Reno langsung terjatuh.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Reno sambil menatap Nungky.


"Sudah guys dari pada ribet mending kita gebugin dulu sampai dia ngaku!" Ucap Nungky mengompori kedua sahabatnya tanpa memperdulikan Reno.

__ADS_1


Veyya dan Gisuwa mengangguk dan ikut memukuli Reno layaknya maling ayam, Reno meringis mendapat pukulan bertubi-tubi dari sahabat Rania istrinya itu.


"Ya Allah apa di masa lalu hamba ini maling sampai harus digebugin seperti ini" Ucap dalam hati.


"Ran!"


"Rania tolong aku!"


Reno berteriak meminta bantuan pada istrinya yang sedari tadi tidak keluar kamar.


Rania yang mendengar teriakan Reno langsung beranjak keluar kamar dengan terburu-buru, untuk mencari tahu apa penyebab suaminya itu berteriak minta tolong.


"Apa yang kalian lakukan?" Teriak Rania kepada kertiga sahabatnya itu.


Seketika pukulan kepada Reno berhenti saat Rania datang, mereka menatap Rania yang menatap mereka tajam, kemudian Rania bersimpuh membantu Reno berdiri.


"Mas kamu gak apa-apa kan sayang?" Tanya Rania sambil menatap wajah Reno yang sudah lebam.


Reno mengangguk mengiyakan dengan wajah sendu sambil memeluk Rania, Rania berbalik memandang ketiga sahabatnya itu yang bengong melihat dia dan Reno.


"Dia siapa Ran?" Tanya Veyya menyeruakan pertanyaan mereka.


"Kenalkan ini suamiku Reno, Mas ini sahabat-sahabatku yang pernah kuceritakan padamu!" Ucap Rania sambil tersenyum menatap mereka.


"Apaaa?"


Gubrak


Veyya dan Gisuwa langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri sedangkam Nungky hanya melongo menatap kedua sahabatnya yang pingsan.


"Kamu ga pingsan juga Ky?" Tanya Rania sambil menatap sahabatnya itu.


"Emang harus ya? tunggu sebentar" Nungky berjalan kearah tembok dan langsung membenturkan kepalanya dengan keras membuat gadis itu langsung keleyengan dan akhirnya ikut pingsan.


"Hadeh dasar bocah aneh, siapa juga yang nyuruh pingsan, Mas angkat mereka semua!" Ucap Rania.


"Kok aku sih, kan aku habis di gebugin sama mereka sayang" Ucap Reno merajuk.


"Angkat Mas!" Ucap Rania menekankan kata-kata tersebut sambil melotot kepada suaminya.


"Baik Ma!" Ucap Reno lesu sepertinya istrinya itu sudah mulai menjadi istri yang kejam seperti Kikan.


---------------


Hollaa.


jangan lupa like nya ya, vote n tips bgi yang mau😏😚😚


Aku nyempet-nyempetin up meski sibuk cuma untuk kalian readersku tercintah tapi maaf aku cmn bisa baca komenan kalian tanpa sempat balas.


Salam Sayang


Author Galau

__ADS_1


__ADS_2