
Di dalam kamar Rania duduk di tepi ranjang, dia melirik Reno sambil tersenyum malu, sedangkan Reno pria itu hanya tersenyum melihat tampang Rania.
"Ada apa, apa kamu mulai berpikiran yang tidak-tidak lagi?" Ucap Reno sambil tersenyum dan duduk di samping Rania.
"Berpikiran apa sih Mas aku mikirnya yang iya-iya bukan yang tidak-tidak" Ucap Rania.
"Memangnya apa yang sedang kamu pikirkan? aku tahu di otakmu itu hanya ada pikiran kotor dan licik" Ucap Reno.
"Gak lah Mas, anu itu kita jadikan malam pertamaan malam ini, mumpung aku sudah beli baju tadi" Ucap Rania sambil tersenyum mupeng.
"Tuhkan apa kubilang yang kamu pikirkan hanya itu, sudahlah aku mau mandi dulu!" Ucap Reno sambil
beranjak ke arah kamar mandi dan menyambar handuk miliknya yang terletak di depan pintu kamar mandi.
"Ikutan dong Mas!" Ucap Rania semangat.
"Diam gadis nakal!" Ucap Reno sambil melempar Rania dengan handuk milik Rania.
"Kalau kamu ikut itu bukan mandi namanya tapi menyelam dalam lautan nafsu" Ucap Reno sambil berlalu ke arah kamar mandi.
"Ish di lempar mulu akutuh, emang aku salah ya padahal kemarin dia ngebet banget buat bikin anak sama aku sekarang kok gini, apa jangan-jangan--"
Tak mau berpikiran jelek Rania melirik ke arah kamar mandi, setelah yakin Reno masih sibuk mandi, Rania mengambil hp Reno yang terletak di atas nakas dia mencoba menyalakan hp tersebut namun di kunci.
"Aduh ini gimana bukanya, apa pakai tanggal ulang tahun tuh si om-om ya?" Gumam Rania.
Rania mencoba memasukan tanggal lahir Reno yang dia ingat saat mereka menikah dulu, namun salah kata sandinya salah, dia mencoba memasukan sembarang angka namun tetap salah.
"Kata sandinya apa ya, apa jangan-jangan pakai tanggal ulang tahun si Adinda ganjen, benar kali ya mereka masih sering ketemu makanya tuh si om-om gak nafsu lagi sama aku" Gumam Rania kesal sendiri sambil kembali menaruh hp milik Reno ke tempat asalnya.
"Awas saja dasar om-om mesum aku gak bakal mau di sosor kayak tadi lagi!" Ucap Rania kesal.
"Tapi kalo di sosor beneran sih aku gak bakal nolak habis enak sih hehe" Ucapnya kemudian meralat omongannya sendiri.
"Rania mandilah sudah malam jangan menunda waktu mandimu, bau badanmu sudah seperti bau kaos kaki busuk" Ucap Reno yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Rania menatap suaminya Reno itu yang hanya memakai sehelai kain handuk yang hanya menutupi bagian pinggangnya, dia meneguk salivanya saat menatap tubuh indah Reno yang kekar dan berotot.
Tanpa sadar air liur Rania menetes dengan segera dia mengelap air liurnya sendiri tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah yang menggoda iman di depannya itu.
__ADS_1
"Hey bocah mesum apa yang kamu lihat itu?" Ucap Reno sambil menutupi bagian dadanya sendiri.
"Apa sih Mas lihatin kamu lah ini badan keker banget Mas kalau lagi bikin anak kayanya kuat banget ya Mas, jadi gak sabar gimana kalau malam pertamanya hari ini saja?" Goda Rania sambil memegang tangan Reno yang berotot.
"Tidak jangan berani menyentuhku Rania, sadarlah kamu itu masih bocah belum pantas begituan" Ucap Reno sambil beringsut mundur.
"Kenapa kok gitu Mas, bukannya kemarin Mas bilang sudah gak tahan buat tempur sama aku kenapa sekarang jadi gini?" Ucap Rania sambil mendekati Reno.
"Bukan begitu aku hanya tidak ingin mengganggu waktu belajarmu Rania bukannya sebentar lagi kamu akan ujian tengah semester?" Ucap Reno sambil berusaha menghindari Rania.
Reno duduk di tepi ranjang namun Rania masih saja mengikutinya dengan tatapan mesum, gadis itu menatap dada bidang Reno yang masih saja terekspos meski Reno tutupi dengan kedua tangannya.
"Kok ditutup terus sih Mas buka dong aku pengen lihat dan pegang badan berotot kayak di film-film pasti enak kayak bang edward!" Ucap Rania.
"Jangan Rania sebaiknya kamu mandi sana jangan lupa keramas, aku yakin setelah mandi otakmu pasti bersih dari otak dan pikiran mesum!" Ucap Reno sambil mengeser tubuhnya menjauhi Rania.
Jika dilihat sekarang malah Rania yang terlihat bernafsu untuk melakukan sesuatu pada Reno bukan sebaliknya, sedangkan Reno pria itu malah seperti perawan yang takut dinodai.
"Ya Allah sadarkanlah istri hamba sepertinya dia sudah terkena racun mesum dari ibu hamba sendiri Ya Allah" Ucap Reno dalam hati sambil menatap Rania takut.
"Ayolah Mas jangan malu-malu gitu ayo buka sini, apa mau aku buka sekalian sama handuk yang di pinggang Mas?" Goda Rania sambil mendekati Reno dan naik keatas ranjang.
Ceklek
Pintu kamar mereka terbuka, Rania dan Reno segera menoleh ke arah pintu, menatap orang yang baru saja masuk ke kamar dan mengganggu adegan langsung yang sedang terjadi diantara mereka.
"Astagfirullah!" Ucap Kikan sambil membuang muka dari Reno dan Rania.
"Ayo lanjut Mama gak lihat kok, anggap aja Mama tak terlihat!" Ucap Kikan lagi.
"Mama ngapain kesini, ada perlu apa Ma?" Tanya Rania sambil beringsut mundur menjauhi Reno.
Dengan segera Reno langsung menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, dia menatap Kikan yang kini tengah senyam-senyum tidak jelas.
Ibunya pasti berpikiran yang tidak-tidak lagi, dan juga kenapa Kikan selalu masuk ke kamar mereka tanpa permisi ataupun mengetuk pintu.
"Gak kok, tadinya Mama cuman mau pinjem pengering rambut punya kamu sayang eh malah lihat adegan langsung, maaf ya Mama gak maksud buat ganggu kalian dan ngintip loh ya hehe" Ucap Kikan sambil tersenyum ke arah Rania dan Reno.
"Gak kok Ma, Mama gak ganggu cuman ngerusak momen kita aja, nih Ma pengering rambutnya" Ucap Rania sambil memberikan benda tersebut kepada Kikan.
__ADS_1
"Hehe bisa aja kamu nak, yasudah lanjutin saja adegannya nak Mama dukung kamu loh, jaman sekarang cewek nyosor duluan itu emang lagi trend" Ucap Kikan sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Rania.
"Dan kamu juga Ren gaya dikit dong masa kalah sama Rania, badan berotot tapi penakut kayak cewek, gak kayak mantu Mama Rania yang berani, cemen kamu mah Ren" Ucap Kikan.
"Mama!" Teriak Reno kesal.
"Iya Ren Mama pergi!" Ucap Kikan sambil berjalan dengan terburu-buru keluar kamar.
Reno menatap Rania yang hanya cengengesan tidak jelas, gadis itu sepertinya sudah puas mempermalukan dirinya untuk yang kesekian kali.
"Apa senyam senyum cepat mandi sana!" Ucap Reno menatap Rania kesal.
"Iya ish Mas gitu amat kayak cewek lagi dapet aja" Ucap Rania sambil mengambil handuk miliknya.
Dengan perlahan dia berjalan ke arah kamar mandi, namun dia kembali berbalik menatap Reno suaminya yang masih tidak bergerak sedikit pun di atas kasur.
"Mas kita bikin anak dulu aja yuk baru aku mandi" Ucap Rania sambil tersenyum genit.
"Rania cepat pergi sebelum aku lempar kamu dengan bantal!" Ancam Reno sambil memegang bantal yang ada disisinya.
"Iya deh iya Mas aku mandi jangan nyesel ya, kalau Mas berubah pikiran nyusul aja ke kamar mandi aku tunggu di dalam Mas!" Ucap Rania.
"Raniaaa!" Teriak Reno kesal membuat gadis itu buru-buru masuk ke kamar mandi.
Setelah Rania pergi Reno mengacak rambutnya frustasi, tidak istri tidak ibunya selalu saja membuatnya kesal setengah mati, kehidupannya yang tenang kini berubah kacau jika ada mereka berdua.
"Tolong hamba ya Allah, hamba sudah tidak kuat!" Ucap Reno dengan muka memelas.
--------------
Holla aku balik lagiπππ.
JANGAN LUPA LIKE SEBANYAK-BANYAKNYA KALAU GAK AKU GAK UP 2 X LOH!!!
VOTE N TIPS BAGI YANG MAU.
TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MENDUKUNG KARYAKU.
Salam Manis.
__ADS_1
Author Galau Lagi