
Reno langsung berlutut di depan Rania sambil memberikan bunga yang dia pegang kepada Rania dan mencium tangan gadis pujaannya itu.
Rania tersenyum wajahnya langsung bersemu merah saat Reno memberinya bunga dan mencium tangannya, dia melihat di bawah kakinya yang baru sadar jika tepat dibawah tempat dia dan Reno berada ada sekumpulan bunga mawar berbentuk hati.
"Rania apa kamu suka?" Tanya Reno sambil mendongak menatap gadis pujaannya.
"Iya Mas aku suka" Ucap Rania sambil mengangguk dengan semangat.
Dia bahagia sangat bahagia karena mendapat kejutan romantis dari Reno, Rania menatap sekeliling kamarnya yang telah dihias dengan sedemikian rupa.
Diatas ranjangnya dan Reno terdapat figura yang berukuran cukup besar, itu adalah photo pernikahannya dengan Reno yang diletakan tepat ditengah, disana terpampang wajah Reno dan Rania yang tengah mengenakan baju pengantin.
"Kamu yang nyiapin ini semua Mas?" Tanya Rania takjub.
"Iya sayang aku menyiapkannya sendiri dari tadi, makannya aku menyuruh Al untuk mengajakmu pergi agar aku punya waktu untuk menyiapkan ini semua" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Ran aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Ucap Reno sambil beranjak berdiri memandang mata Rania dengan lembut.
"Mau ngomong apa Mas, katakan saja aku akan mendengarkannya" Ucap Rania.
"Aku mencintaimu Ran, maaf seharusnya dari dulu aku mengatakan ini padamu tapi baru sekarang aku mengatakannya" Ucap Reno meminta maaf.
"Tidak apa Mas, aku mengerti kok dulu hubungan kita juga tidak sedekat sekarang" Ucap Rania tersenyum mengerti.
"Apa kamu mau menjadi istriku selamanya sampai aku tua dan mati, tetap setia bersamaku meski aku sedang susah sekali pun?" Tanya Reno.
"Iya Mas aku mau, dan aku janji aku tidak akan pernah meninggalkanmu bahkan jika kamu memintanya sekali pun" Ucap Rania menjawab dengan yakin.
"Mana mungkin aku memintamu meninggalkanku Ran, kamu itu segalanya bagiku, nyawaku juga warna hidupku, apa menurutmu akan melepaskan nyawaku begitu saja?" Ucap Reno memeluk Rania sambil terkekeh pelan.
"Terima kasih Ran, terima kasih karena kamu sudah bersedia untuk menemaniku sampai aku tua dan mati nanti" Ucap Reno sambil memeluk Rania dengan erat.
Rania membalas pelukan Reno tak kalah erat, dia berharap kebahagiaan ini akan tetap abadi tidak ada yang menggangu apalagi merusaknya.
Reno mengecup kening Rania dengan lembut, Rania merasakan sesuatu jatuh menyentuh pipinya dia menyentuh sesuatu tersebut sambil menoleh kearah Reno yang terlihat mengeluarkan air matanya dalam diam.
"Kamu kenapa nangis Mas?" Ucap Rania sambil mengelap air mata Reno.
"Tidak Ran aku hanya sedang bahagia sekarang, kamu tahu aku merasa beruntung karena memiliki istri seperti dirimu Ran, jangan tinggalkan aku ya!" Ucap Reno kembali memeluk Rania.
"Iya Mas aku juga beruntung karena bisa nikah sama Mas, aku tidak akan meninggalkanmu Mas percayalah" Ucap Rania sambil memegang wajah Reno menatapanya penuh kesungguhan.
Reno tersenyum dia mengambil sesuatu berbentuk kotak di dalam saku jasnya, saat dibuka ternyata isi kotak tersebut adalah kalung berlian yang sangat, kalung yang sama yang dia lihat saat dia dan Rania sedang jalan-jalan di mall.
__ADS_1
"Pakailah, ini hadiah untukmu sayang aku sudah menyiapakannya dari jauh-jauh hari!" Ucap Reno sambil memakaikan kalung tersebut kepada Rania.
Rania menyentuh kalung tersenyum sambil tersenyum, kalung itu benar-benar indah dan berkilau Rania yakin harganya pasti tidak murah.
"Kenapa kamu beliin aku kalung ini Mas, harganya pasti mahal sekali ini seperti kalung yang di pakai artis-artis ternama loh" Ucap Rania sambil menatap kalung yang terpasang di lehernya.
"Asal kamu tahu Ran, kamu itu lebih mahal dan berharga bagiku, jika kamu meminta aku bisa memberikan segala yanh kupunya hanya untukmu" Ucap Reno membuat pipi Rania kembali bersemu merah.
"Mau dansa denganku?" Tanya Reno sambil menjulurkan tangannya.
"Mau tapi gak ada musiknya Mas" Ucap Rania.
Reno mengeluarkan hp miliknya dan menyetel lagu romantis untuk mengiri dansa mereka, Rania menyambut uluran tangan Reno dan langsung berdansa bersamanya.
Mereka berdansa sambil saling bertatapan, sesekali Reno meringis karena kakinya terinjak Rania sedangkan Rania gadis itu terlihat kesusahan mengimbangi tarian dansa Reno.
Rania memang tidak bisa berdansa sedikitpun yang dia bisa hanya joged heboh ala anak remaja jika mendengarkan musik dangdut atau korea.
Jauh Berbeda dengan Reno yang terliahat sudah terbiasa terbukti dari tariannya yang lincah dan juga langkah kakinya yang teratur.
Saat adegan berputar Rania tidak bisa menjaga keseimbangannya alhasil dia langsung terjatuh dengan posisi duduk.
"Awww" Pekik Rania pelan meringis sakit saat pantatnya menyentuh lantai dengan keras.
"Harusnya aku yang minta maaf karena tidak bisa berdansa Mas" Ucap Rania.
"Tidak apa sayang nanti kamu bisa belajar pelan-pelan" Ucap Reno sambim tersenyum.
"Badanku udah keringetan gini mana masih pakai baju sekolah gak ada cantik-cantiknya aku beda sama Mas yang udah ganteng" Ucap Rania mengutuk penampilannya sendiri.
"Kamu cantik Ran, mau kamu pakai baju sekolah atau tanpa pakaian sekalipun aku menyukainya" Ucap Reno sambil memeluk Rania.
"Ish Mas ganjen deh mesum mulu pikirannya!" Ucap Rania sambil memukul dada bidang Reno dengan gemas.
"Ganjen juga sama istri sendiri sayang, habisnya aku gak bisa jauh-jauh dari kamu, lagian kamu biasanya suka ngomong mesum kok sekarang nggak sih Ran kenapa?" Tanya Reno menatap Rania penuh selidik.
"Malu aku Mas, lagian kan sekarang aku udah jebol Mas gak punya pertahanan lagi" Ucap Rania sambil menunduk malu.
"Udah jebol juga masih sempit kok sayang, kan aku juga yang jebolin mau tiap hari juga masih enak tambah enak malah" Goda Reno.
Mereka saling berpandangan lama hingga akhirnya Reno mencium bibir Rania dengan agresif, Rania membalasnya sambil meremas rambut Reno kuat.
"Kita olah raga yuk sayang, aku sudah tidak kuat" Ucap Reno setelah melepas ciuman mereka.
__ADS_1
"Bentar Mas aku mandi dulu, badanku bau keringat!" Ucap Rania sambil melangkah mundur.
Rania berjalan mengambil sesuatu di lemari miliknya, dia berbalik memandang Reno sambil tersenyum simpul.
"Mas mau aku pakai baju ini gak?" Tanya Rania sambil menunjukan baju nafsu miliknya yang dulu dia beli bersama Reno.
Reno menatap baju itu penuh minat dia langsung mengangguk cepat sambil membayangkan Rania yang memakai baju tersebut.
"Yasudah tunggu aku ya Mas, jangan nyerang dulu tunggu aku siap sayang loh Mas udah dibeli mahal-mahal gak dipake bajunya" Ucap Rania.
Dia sudah cukup lama membeli baju tersebut namun belum sempat untuk memakainya karena Reno selalu tidak sabaran dan buru-buru jika sedang meminta jatah.
"Baik sayang aku tunggu, cepat mandinya jangan lama-lama!" Ucap Reno patuh sambil duduk di tepi ranjang.
"Ok Mas, siapin diri kamu ya kita tempur sampai pagi malam ini!" Ucap Rania genit sambil memasuki kamar mandi dan menutup pintunya langsung.
Reno mondar-mandir dengan tudak sabaran sambil menatap knop pintu kamar mandi yang seolah meminta dibuka, samar-samar Reno mendengar suara gemericik air yang menandakan Rania sedang membasuh badannya.
"Sabar Ren sabar tunggu jatahmu sebentar lagi!" Gumam Reno mengingatkan dirinya sendiri agar tidak menerobos masuk ke kamar mandi dan menyerang Rania disana.
----------
Holla
Bonus chapter buat kalian readersku tercintah๐๐๐
Btw besok aku belum tentu bisa up di karenakan sibuk๐๐
Jadi mohon sabar dan tunggu aja doain saja aku bangun pagi dan bisa up๐๐
Maaf banget aku gak bisa balesin komen kalian satu2, aku lagi sakit jadi aku cmn bisa up itupun di paksain.
Ketahuilah aku senang bgt saat baca komen kalian kadang aku tertawa sendiri saking senangnya kalian komen di novelku, kenapa karena aku merasa sangat dihargai oleh kalian guys, makanya aku cba balas kalian dengn uo tiap hari meski keadaanku lgi gini๐๐๐
Kalau gak suka novelku padahalmah gak usah ngehina aku juga ya jleb banget aku baca 1 komen dr readers yang aku tahu dia keknya br baca ceritaku, maaf ya aku bisa menerima kritik dan saran tapi kalau disuruh berhenti nulis aku sedihloh๐ง๐ง๐ข๐ข
Maaf kepanjangan curhatnya๐๐
Aku Sayang Kalian
ย
Authir Galau
__ADS_1
ย