
Beberapa bulan kemudian, empat orang gadis cantik tengah berjalan melewati koridor sekolah, Rania baru saja keluar dari kelasnya bersama ketiga sahabat yang masih setia menemaninya.
Gadis itu terlihat sangat cantik meski hanya mengenakan jaket jeans dipadukan dengan kaos hitam dan rambut bergelombang yang terurai panjang, setiap orang yang melihatnya tak kuasa menahan kekaguman Rania yang begitu cantik, bahkan ada juga yang terang-terangan mengedipkan mata mereka kepada gadis yang sudah memiliki suami dan anak itu.
Beberapa bulan berlalu setelah kematian ayahnya Bram, kini Rania mulai menatap hidupnya kembali dan mencoba mengurangi kesedihannya karena harus kehilangan orang tua yang dia sayangi, kini dia sudah melanjutkan kuliahnya sedangkan Bima dijaga oleh Reno dan keluarganya yang lain, jadi gadis itu bisa tenang selama berada di kampus apalagi ada Kikan yang bisa dia andalkan mengurus bayi kecilnya yang kini mulai bisa merangkak.
“Rania cantik banget sih mau dong diajak jalan” Ucap salah seorang pria ketika Rania melewati segerombolan mahasiswa senior yang sedang duduk di tangga.
Gadis itu menghentikan langkah kakinya kemudian matanya menoleh menatap pria yang tengah tersenyum padanya, Rania tersenyum kecut melihat pria itu, namun tanpa berkata apa-apa Rania kembali melanjutkan langkah kakinya tanpa kembali menoleh sedikitpun membuat si pria mendesah kecewa.
“Yang sabar ya Mas, kalau mau deketin cewek lihat-lihat dulu Mas nya bakal dicuekin atau gak, kalau gini kan ngenes jadinya” Ucap Veyya prihatin.
“Iya bener udah tau bakal dicuekin masih aja ngerayu, kasihan amat kamu” Ucap Gisiwa prihatin sambil berjalan bersama Veyya menyusul Rania.
Nungky menoleh menatap para pria itu dengan menyunggingkan senyum terbaiknya.”Godain aku aja bang, dijamin gak bakal dicuekin kok, ayo bang aku siap digodain abang mau langsung jalan juga ayo Bang” Ucapnya sambil cengengesan.
Para pria itu menggeleng dengan cepat meskipun Nungky cukup cantik, tapi mereka juga sadar kalau gadis di depan mereka itu terkenal aneh, dan mereka tidak mau menjadi korban Nungky yang selanjutnya.
“Ky cepat mau makan gak?” Teriak Rania memandang sahabatnya itu kesal yang malah nangkring di depan para pria yang menurutnya mata keranjang.
“Bentar Ran” Jawab Nungky kemudian dia kembali menoleh menatap para pria tersebut.”Maaf ya abang-abang Nungky cantik gak bisa nemenin kalian, kalau kangen telpon aja ya bang, nomorku aktif 24 jam kok dadah” Ucapnya lagi sambil menebarkan pesonanya dengan memberikan ciuman jarak jauh pada para pria tersebut kemudian berlari menyusul Rania dan yang lain, para pria itu langsung merasa mual mendadak setelh mendapat ciuman dari Nungky si gadis licik dan aneh.
“Eh Ran si Bima gimana gak bakal nangis dia kamu tinggalin lama-lama gini?” Tanya Veyya kepada gadis yang sedang menyantap siomay miliknya.
Saat ini mereka tengah berada di kantin kampus, meskipun mereka sudah berkuliah namun selera makan mereka tetap sama kalau sedang di kantin yaitu makan bakso atau siomay ditemani es teh atau es jeruk.
__ADS_1
Rania menoleh sambil menggeleng.”Gak kok dia anaknya jarang nangis, lagian aku juga udah nyiapin asi cadangan yang tinggal di panasin kalau Bima haus” Ucapnya sambil mengunyah siomay miliknya, Veyya mengangguk mengerti mendengarnya.
“Enak ya dapat suami ditambah mertua yang baik banget aku juga mau, tapi kayaknya bang Radit setelah nikah mau ngajak aku pindah deh” Ucap Gisuwa sedih.
Ketiganya menatap Gisuwa penasaran, pasalnya gadis itu beberapa bulan lagi akan melangsungkan pernikahannya dengan Radit, karena selain tunangannya Radit sudah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan tetap, ternyata pihak keluarga pria ingin mereka segera menikah meskipun Gisuwa belum lulus kuliah.
“Maksud kamu gimana Gis, bukannya Radit sama keluarganya juga tinggal disini ya emang kalau udah nikah kalian mau pindah kemana?” Tanya Veyya penasaran.
“Pindah ke rumah kita berdua lah masa pengantin baru tinggal bareng orang tua sih kan gak seru, takut digangguin kalau lagi mau ngelakuin yang enak-enak” Ucap Gisuwa sambil cengengesan.
Ketiganya mendengus sebal sambil menjitak Gisuwa membuat gadis itu meringis kesakitan.”Ku kira apaan Gis ternyata mau pindah rumah aja toh, kalau udah punya rumah baru aku nginap yah Gis, kali aja aku bisa dapat penerangan bagaimana cara malam pertama yang baik dan benar” Ucap Nungky sambil cengengesan.
“Enak aja, pokoknya awas saja kalau kamu sampai nongol di rumah baruku, dan lagian aku gak bakal ngasih tau alamat rumahku nanti sama kamu Ky” Ucap Gisuwa menolak Nungky mentah-mentah.
“Bagus Gis jangan sampai kamu ngasih tau Nungky bisa hancur rumah tanggamu kalau ada dia, tiap hari kerjanya kan bikin rusuh sama makannya banyak lagi” Ucap Veyya menyetujui ucapan Gisuwa membuat Nungky mendengus sebal.
“Gak bisa aku gak mau diganggu juga sama kamu Ky, masa lagi enak-enaknya bikin anak kamu nongol bisa hancur imajinasiku, udah deh jomblo mah diem aja di rumah kayak Veyya tuh” Ucap Rania sambil menyeruput es teh manisnya.
“Jangan bawa-bawa aku juga dong Ran, gini-gini aku jomblo terhormat tau” Ucap Veyya tidak terima dia disamakan dengan Nungky, sedangkan Rania dan Gisuwa hanya terkekeh pelan melihat kedua temannya yang masih setia jomblo.
Rania mengelap mulutnya dengan tisu, kemudian gadis itu beranjak sambil menyampirkan tas ke pundaknya.”Udah ya aku pulang duluan jemputanku udah sampai kayaknya, anak sama laki nunggu di rumah” Ucapnya sambil berlalu pergi dengan menaruh selembar uang 50 ribu di atas meja.
“Aku juga pulang duluan ya guys Bang Radit udah nungguin di depan” Ucap Gisuwa pamit setelah dia memeriksa hp nya yang berbunyi, kemudian gadis itu pun berlalu pergi meninggalkan Veyya dan Nungky.
“Mau kemana Veyy?” Tanya Nungky saat Veyya sedang membereskan tas miliknya.”Udah disini aja temenin aku, ngopi bareng yuk neng abis itu kita jalan nonton layar tancep” Ucap Nungky memulai dramanya sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Veyya.
__ADS_1
“Maaf bang aku doyannya duit bukan kopi, lagian aku nyarinya cowok kaya yang tampan bukan yang kere” Ucap Veyya sambil berlalu pergi meninggalkan Nungky.
“Veyy tunggu!” Ucap Nungky sambil menyusul Veyya dan merangkul sahabatnya itu.
Setelah sampai di rumah Kikan dia melihat anaknya Bima sedang duduk sendirian di atas karpet,sambil memainkan sendok berisi bubur dan menuangkannya ke kepala Reno yang tengah tertidur pulas di atas karpet, Bima tersenyum senang saat melihat Rania datang menghampirinya.
“Hallo Bima sayang, duh anak Mama sendirian aja ya sayang, ayo sayang kita mandi yuk terus bobo siang sama Mama” Ucap Rania sambil menggendong Bima dan membawanya pergi menaiki tangga.
Reno yang mendengar suara istrinya itu langsung terbangun sambil mengerjapkan matanya, dia menoleh melihat Rania yang sedang menaiki tangga bersama Bima, dengan segera dia beranjak bangun dan menyusul mereka berdua.
“Sayang kamu udah pulang yah, cium aku dong Ran aku kangen sama kamu nih!” Ucap Reno sambil menyodorkan pipinya sendiri pada Rania.
Saat Rania ingin mencium Reno dia langsung mengernyit saat mencium bau tidak sedap dari bubur yang menempel dari rambut suaminya itu.”Mandi dulu gih Mas, Bimo dan kamu berantakan banget” Ucapnya sambil membelai wajah Reno dengan lembut.
“Ayo Bimaku sayang yang wangi dan imut duh anak Mama ganteng banget sih” Ucap Rania sambil berjalan dan menciumi wajah Bima membuat bayi itu terkikik geli dengan wajah berbinar senang sambil menggerak-gerakan tangannya menyentuh wajah Rania.
Reno menatap Bima dan Rania dengan sedih, dia mendengus sebal saat melihat tatapan Bima yang terlihat menyebalkan baginya, sepertinya anaknya itu mulai merebut kasih sayang Rania darinya membuat Reno sedikit cemburu.
“Tunggu saja nanti malam, kita akan bersenang-senang Ran” Ucapnya penuh tekad.
---------
Aq gak tau ini bisa jd season 2 atau ekstra part tergantung mood aku aja ya, maafkan bnyk typo😆😆😆
Tadinya aku mau up tentang pemakaman ayahnya Bram tapi gak sanggup guys, soalnya belum lama ini nenekku dua2nya meninggal jadi ya gitu aku gk sanggup nulis part itu😉😉
__ADS_1
Salam Sayang
Author Galau