Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Hadiah Kecil


__ADS_3

“Mas pelan-pelan perih nih!” Ucap Rania sambil meringis saat Reno mengoleskan obat luka ke bibirnya yang sedikit lecet.


“Iya sayang nanti gantian ya habis aku obatin kamu, kamu juga obati aku!” Ucap Reno.


Saat ini mereka tengah berada duduk di sofa kamar mereka, Reno meringis pelan sambil menyentuh matanya yang terasa sakit.


Rania menatap mata suaminya itu yang terlihat membengkak dan juga lebam, tadi saat dia membantu melerai Rania dan Dewi, dia malah kena tonjok Dewi yang tentu saja membuat matanya menjadi biru.


Dengan perlahan Rania mengambil kompresan es yang sudah disediakan, dia langsung mengompres suaminya itu dengan perlahan membuat Reno memejamkan matanya merasakan kesejukan saat kompresan es itu mengenai matanya dengan tangannya yang tak henti mengobati Rania, kini mereka saling mengobati satu sama lain.


“Maaf ya Mas gara-gara aku kamu jadi ikut babak belur!” Ucap Rania menyesal.


Reno menatap Rania sambil tersenyum lembut dia menarik tangannya dari bibir Rania. “Sudahlah aku mengerti mungkin jiwa anak muda seperti itu, tapi sayang daripada kamu membuang waktu untuk terus berkelahi seperti itu bukankah sebaiknya kamu belajar?” Ucap Reno mencoba memberi nasihat.


“Tapi kan tadi si gadis *Kurai* itu yang duluan Mas aku cuma nanggepin doang biar gak ditindas sama bocah kayak dia!” Ucap Rania membela diri, dia tidak mau disalahkan untuk hal ini, dia menaruh kompresan es yang sedang dia pegang ketempatnya.


“Kurai itu apa sih sayang aku gak ngerti?” Tanya Reno bingung.


“Itu loh Kurai singkatan dari gadis kurang belaian masa Mas gak tahu gak gaul sih” Ucap Rania gemas.


“Aku emang gak gaul tapi kamu suka kan?” Ucap Reno membuat Rania mengangguk dengan pipi merona merah.


“Dengar sayang sebentar lagi kamu lulus, aku ingin kamu mengontrol emosimu Ran jangan bertengkar terus itu tidak baik!” Ucap Reno menasehati Rania.


“Terus kalau aku di jahatin gimana dong?” Tanya Rania.


“Diam kan saja selama masih di batas wajar jangan kamu ladenin yang ada mereka tambah suka jahilin kamu!” Nasihat Reno, dia membelai rambut Rania yang terlihat sedikit berantakan dengan lembut.


Cup


Reno mengecup setiap luka yang ada bibir, mata dan juga pelipisnya, pipi Rania merona merah sambil tersenyum malu, meski sudah hampir 6 bulan menikah dia tetap merasa malu saat Reno menyentuhnya.


“Mas sudah aku malu!” Rengek Rania saat Reno tak berhenti menciumi wajahnya bahkan yang tidak terluka pun ikut dia cium.


“Aku hanya mengobati lukamu sayang, lihat banyak banget lukanya sakit gak?” Tanya Reno.


Rania menggeleng tapi kemudian dia mengangguk.”Sakit sih lumayan Mas tapi ini belum seberapa bahkan dulu hidungku pernah patah gara-gara berantem sama tuh si Kurai dan teman-temanya!” Ucap Rania kesal jika mengingat tentang Dewi.


Sebelum Dewi merebut Haris, Rania dan teman-temannya memang sudah lebih dulu mempunyai ikatan permusuhan dengan geng Dewi yang menurutnya sangat menyebalkan dan suka centil kepada laki-laki tampan di sekolah,  membuat Rania mual melihat tingkah mereka, sejak Dewi masuk mereka memang sudah mengibarkan bendera perang tak kasat mata.

__ADS_1


“Astagfirullah Ran sampai segitunya kamu!” Ucap Reno dengan nada terkejut.


“Mau gimana lagi Mas, ngeladenin mereka itu gak bisa dengan cara halus harus pakai otot dulu baru bisa diam” Ucap Rania.


“Kamu itu  Ran, memangnya kamu dan teman-teman kamu gak bisa tenang sehari saja?” Tanya Reno sambil tersenyum geli.


“Bisa kok Mas, kita kayak gini juga ada alasannya kalau gak dijahatin kita juga baik kok, mungkin sih hehe!” Ucap Rania sambil tersenyum.


“Dasar kamu ini Ran, sudah sebaiknya kamu mandi dulu sayang badan kamu kotor sekali!” Perintah Reno.


“Baiklah aku mandi dulu ya Mas!” Ucap Rania sambil beranjak dan berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa handuk miliknya.


“Oh ya sayang jangan lupa keramas ya!” Ucap Reno sambil menatap Rania membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


“Kenapa harus keramas kan dingin Mas?”  Rengek Rania sambil berbalik memandang Reno.


“Tapi aku suka kamu terlihat seksi saat selesai keramas bikin pengen Ran” Goda Reno sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Ish baiklah demi Mas aku rela, tunggu ya sayang!” Ucap Rania balas mengedipkan matanya dan berlalu memasuki kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Rania sudah rapih sambil mengenakan baju tidur yang tipis membuat siapa saja pasti ngiler melihatnya, dia mengibas-ngibaskan rambutnya yang sudah kering dan wangi di depan kaca sambil tersenyum puas.


“Tapi kemana sih dia ngilang mulu” Gumamnya lagi sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, saat dia keluar kamar suaminya itu sudah tidak terlihat batang hidungnya membuat Rania berdecak kesal.


“Kemana sih tuh om-om udah capek-capek mandi dia malah ngilang” Ucap Rania kesal sambil duduk diatas ranjang dengan tangan terlipat.


“Hai sayang kamu cantik sekali Ran!” Ucap Reno yang baru saja memasuki kamar mereka.


“Dari mana saja abis ketemuan sama tetangga sebelah ya, kan ada penghuni baru janda lagi!” Ucap Rania sambil mendelik ke arah Reno.


Reno terkikik geli melihat Rania yang terlihat sangat menggemaskan jika sedang cemburu padanya, perlahan dia mendekati gadis tersebut di sebelahnya.


“Hey kamu kalau cemburu manis sekali Ran!” Ucap Reno sambil mencolek dagu Rania.


“Jangan sentuh aku!” Ucap Rania sambil mendengus sebal dia menepis tangan suaminya itu dengan kesal.


“Tidak Ran mana mungkin aku mendekati janda beranak 5 padahal aku sudah punya istri yang jauh lebih cantik dan juga menggairahkan!” Ucap Reno dengan nada menggoda.


Rania tersenyum mendengarnya namun dia masih enggan untuk berbalik memandang Reno, dia masih kesal karena suaminya pergi tanpa bilang-bilang padanya.

__ADS_1


“Terus tadi kamu kemana Mas?” Tanya Rania.


“Tadi aku keluar sebentar ada keperluan sedikit, cuma ke depan apartemen kok sayang gak jauh!” Ucap


Reno menjelaskan, dia menatap gadis pujaannya yang masih terlihat kesal tidak puas dengan jawaban yang dia berikan.


Reno turun dari ranjang dan langsung berlutut di bawah Rania, dia membuka kotak yang sudah dia bawa sejak memasuki kamar.


“Ran berbaliklah!”


Rania berbalik sambil menunduk menatap Reno yang tengah tersenyum padanya sambil memegang sebuah kotak yang berisi cincin berlian yang terlihat sangat indah.


Dengan perlahan tanpa menunggu Rania bersuara Reno langsung memasangkan cincin tersebut ke jari tengah Rania.


“Hadiah kecil untuk istri terhebat seperti kamu Rania sayang!” Ucap Reno sambil mencium tangan istrinya.


“Mas ini apa kenapa kamu memberi aku hadiah?” Tanya Rania bingung.


“Kenapa, apa aku harus mempunyai alasan untuk memberi hadiah kepada istriku sendiri, sudah Ran terima saja ini hanya hadiah kecil tidak sebanding dengan kebahagiaan yang sudah kamu berikan untukku sayang!” Ucap Reno sambil beranjak dan kembali duduk disamping Rania.


“Terima kasih Mas, kamu memang yang terbaik!” Ucap Rania sambil memeluk Reno dengan senang.


“Kamu juga yang terbaik sayang, barusan aku mengambil itu dari Iyan di bawah, aku lupa membawanya dari kantor tadi!” Ucap Reno menjelaskan kepergiannya barusan.


“Sekarang giliran kamu memberiku hadiah Ran, puaskan aku malam ini!” Ucap Reno sambil menggendong Rania dan membaringkannya diatas ranjang.


“Kamu gak mandi dulu Mas, biar aku siap-siap dulu!” Ucap Rania sambil tersenyum malu dengan pipi merona merah.


“Tidak perlu aku sudah tidak tahan melihatmu yang sangat seksi memakai baju ini sayang!” Ucap Reno sambil mencium leher jenjang Rania membuat gadis itu melenguh dengan lemas menatap suaminya dengan mata berkabut penuh gairah sama seperti Reno.


“Mas aku su---”  


Reno memotong ucapan Rania dengan mencium bibir gadis itu dengan penuh gairah, Rania membuka kancing kemeja Reno yang menutupi tubuh kekar suaminya itu.


“Buka baju kamu Mas!” Perintah Rania.


Reni tersenyum dengan patuh dia membuka pakaiannya dan kembali menyerang Rania dengan brutal.


------------

__ADS_1


Mereka sering banget gitu ya gak bosen apa, bikin aku galau merana saja😧😧😧😧😭😭😔😔


__ADS_2