Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Bima anak Baik


__ADS_3

"Arrgggghh!"


Teriakan dari seorang wanita cantik yang kini berhijab itu membuat Reno langsung berlari ke arah dapur, terlihat istrinya itu sedang mengemut jempolnya dengan wajah belepotan karena keringat dan juga disampingnya Bima sedang duduk manis diatas meja dapur sambil memainkan tepung.


"Ran kamu kenapa sayang?" Tanya Reno panik sambil menarik tangan Rania untuk melihat luka goresan kecil yang habis terkena pisau dapur."Kamu kepotong ya Ran, ayo sayang kita ke rumah sakit!" Ucapnya lagi sambil menarik tangan Rania membawanya pergi.


"Gak usah Mas ini cuma luka kecil kok" Ucap Rania sambil melepaskan tangan Reno membuat suaminya itu berbalik memandangnya."Aku tidak kenapa-kenapa Mas Reno-ku sayang, jangan khawatir gitu" Ucapnya lagi dengan senyum yang menenangkan.


"Aku tidak suka ada luka sekecil apapun pada tubuhmu Ran, jika itu terjadi maka sama saja aku tidak bisa menjagamu dan itu artinya aku sudah mengecewakan orang tuamu yang mempercayakan aku untuk menjagamu Ran" Ucap Reno sambil menarik pinggang Rania membuat istrinya itu jadi berpelukan dengannya."Jangan belajar masak lagi ya Sayang" Ucapnya lagi sambil mencium wangi rambut Rania yang terurai namun sedetik kemudian dia mengernyit saat mencium bau bawang di rambut istrinya itu. 


Sejak tadi pagi Rania dan Bima sedang belajar memasak yang Reno sendiri tidak tahu mereka memasak apa, sejak memutuskan untuk berhijab Rania mulai merubah kebiasaannya menjadi lebih rajin, meski di dalam rumah dia tidak memakai kerudung namun jika keluar rumah gadis itu akan menjelma sebagai seorang istri Sholehah.


Kini Rania juga mulai sering mengikuti pengajian bersama ketiga sahabatnya dan juga Kikan yang suka diadakan di hari Minggu, sebenarnya Reno sangat Bangga dan juga senang dengan perubahan Rania yang kini jadi lebih baik, selain Rania terlihat lebih anggun dan cantik.Rania juga lebih perhatian padanya membuat Reno makin tergila-gila ada istrinya itu.


"Tapi kalau aku gak bisa masak nanti aku gak bisa jadi istri Sholehah yang sebenarnya Mas" Cicit Rania dengan wajah menunduk sedih menatap dapur yang berantakan karena ulahnya dan Bima.


Mendengar itu Reno terkekeh pelan tangannya terulur untuk menyelipkan rambut Rania yang mengganggu ke balik telinganya."Memangnya menjadi istri Sholehah itu harus jago masak ya Ran, aku sudah cukup bahagia dengan kamu yang sekarang, jadi jangan terlalu berlebihan mengejar sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan!" Ucapnya dengan lembut sambil mengusap bekas tepung di pipi Rania."Lagipula layanan kamu tiap malam selalu membuatku ketagihan Ran bukankah itu pahalanya lebih besar hmm?" Ucapnya lagi membuat wajah istrinya itu langsung merona merah, Bima yang melihat itu hanya diam dan terus mengoleskan tepung ke wajahnya dengan senang.


"Kamu nakal jangan ngomong gitu di depan Bima Mas nanti dia kalau sudah besar pikirannya jadi kotor loh!" Ucap Rania sambil memukul dada bidang suaminya itu pelan.


"Jangan khawatir Ran, Bima masih kecil dia tidak akan mengerti hal seperti itu Sayang, bagaimana kalau sekarang kamu melakukan sesuatu yang pahalanya besar Ran?" Ucap Reno sambil menciumi tengkuk Rania membuat istrinya itu mendesah pelan, tangan Reno tidak tinggal diam dia membelai punggung Rania dengan lembut membiarkan sensasi yang mendebarkan antara keduanya.


"Mama" 


Suara imut Bima yang memanggil dirinya membuat Rania langsung melepaskan diri dari Reno yang menatapnya dengan sendu seolah tidak rela dengan pelepasan diantara keduanya, namun Rania tidak peduli dia langsung memangku Bima yang sudah berdiri di atas meja dengan tangan terulur meminta digendong dengan tawanya yang ceria membuat Rania terkekeh pelan.


"Maafin Mama sama Papa ya Sayang, tadi Mama keasyikan jadi lupain kamu deh" Ucap Rania meminta maaf dan Bima menanggapinya dengan senyuman ceria sambil mengusap wajah Rania dengan tepung."Aduh Bima muka Mama jadi belepotan lagi kan, ayo nak kita mandi yuk biar wangi" Ucapnya lagi sambil mencium pipi Bima gemas dan membawa anaknya itu meninggalkan dapur.


"Ran aku ikut mandi bareng ya Sayang!" Ucap Reno sambil berjalan bersama Rania dengan senyumannya yang menawan.


Rania menghentikan langkah kakinya dan menoleh menatap Reno dengan kening berkerut."Kamu kan gak kotor Mas ngapain mandi lagi?" Ucapnya tak mengerti."Sudah kamu mending bantuin Al ngurus tanaman sama Mama di taman tuh kasihan Al kayaknya dari tadi dia belum kelar juga!" Ucapnya lagi dan kembali berjalan.

__ADS_1


Tidak habis akal Reno kembali ke dapur dan langsung mengolesi wajah dan badannya dengan tepung, setelah puas Reno mengejar Rania yang sedang berjalan menaiki tangga dengan Bima."Ran aku juga kotor nih kita mandi bareng ya Sayang!" Ucapnya sambil tersenyum, dia yakin istrinya itu pasti akan mengijinkannya untuk mandi bersama.


Rania memutar bola matanya malas, suaminya itu jika ingin sesuatu memang suka melakukan berbagai cara, Bima juga menatap Reno dengan pandangan sebal seolah tidak menyukai kelakuan ayahnya."Gak bisa Mas, aku mandinya sama Bima mending kamu bantuin Al sana!" Tolak Rania mentah-mentah membuat Reno menunduk sedih, Bima langsung tertawa cekikikan melihat wajah ayahnya yang merana."Ayo Bim kita mandi, heran deh Mama sama kelakuan Papa kamu udah tua aja masih kayak bocah" Ucapnya lagi sambil meninggalkan Reno.


Di taman belakang rumah orang tuanya, terlihat Alvian sedang memasukan tanah ke dalam pot dengan wajah terlihat tidak ikhlas, di dekatnya Kikan tengah duduk diatas kursi memperhatikannya dengan tangan memegang cemilan, ibu paruh baya itu mengunyah kacang dengan santai.


"Ayo Al masukin pupuknya jangan melamun terus, ingat Al surga itu dibawah telapak kaki ibu!" Ucap Kikan memberi instruksi.


Alvian mendengus sebal mendengarnya, dia melirik ibunya yang tengah memakai gamis dan hijab dengan warna senada,  kini ibunya itu ikut berhijab seperti Rania dan juga suka mengikuti pengajian dengan menantu kesayangannya itu, namun bukannya senang Alvian malah makin sengsara bagaimana tidak kini Kikan suka menyuruh-nyuruhnya dengan mengatasnamakan agama, dan itu membuat Alvian tidak bisa berkutik.


Kikan melirik Reno yang datang menghampiri mereka dengan wajah ditekuk, kemudian Reno ikut membantu Alvian memasukan tanah dan pupuk dengan kasar, kemudian dia memasukkan bibit bunga mawar kedalamnya.


"Kamu kok disini Ren, Rania sama Bima mana?" Tanya Kikan sambil melihat sekeliling mencari keberadaan menantu dan cucu kesayangannya itu.


"Lagi mandi bareng dan aku disuruh Ran buat bantuin Al" Jawab Reno ketus.


Mendengar itu Alviandan Kikan langsung cekikikan, sedangkan Reno hanya melirik mereka sambil menghembuskan napasnya kasar, tangannya terus bergerak memasukan tanah dan pupuk.


"Sudah lah Ren jangan minta jatah Mulu, memangnya malam gak cukup apa sampai minta jatah pagi-pagi" Ucap Kikan sambil meminum jus jeruk miliknya."Sudah kerjakan nanem bunganya Mama capek" Ucapnya lagi.


"Capek apa Ma, dari tadi Mama cuma liatin doang juga" Ucap Alvian tidak mengerti.


Mendengar itu Kikan langsung menatap anaknya dengan kesal."Mama kan lihatin juga sambil ngomong Al, emangnya kamu pikir ngomong itu gak capek hah?" Ucapnya tidak terima membuat Alvian mati kutu dibuatnya."Lagipula kalau gak ada Mama kamu gak akan bisa nanam bunga yang bener jadi mending diam jangan ngebantah terus!" Ucapnya lagi dengan tegas.


"Siapa juga yang mau jadi tukang kebun" Sungut Alvian dalam hati sambil mengerjakannya bersama Reno.


"Kalau kerja itu yang ikhlas, ingat loh doa orang tua yang tersakiti suka diijabah oleh Allah" Ucap Kikan menyindir Alvian dan Reno yang hanya diam tidak berani menjawab.


"Wah sudah banyak ya yang ditanam, itu mau ditaruh dimana Ma, banyak banget bunganya?" Ucap Rania yang baru datang bersama Bima, dia menurunkan Bima dari gendongannya dan duduk disamping Kikan.


Kikan menatap Rania sambil tersenyum."Di taman depan sama disini sayang kan bagus kalau banyak bunganya, biar kelihatan kayak taman bunga gitu" Ucapnya menjelaskan.

__ADS_1


Rania mengangguk mengerti sambil beranjak dari duduknya dan mengambil pot yang kosong dan mengisinya dengan tanah, melihat itu Kikan langsung menarik tangan Rania agar menjauh dan kembali duduk bersamanya.


"Jangan ikut-ikutan sayang nanti tangan ku kotor loh" Ucapnya.


"Tapi Ma a-" 


"Sudah Ran gak apa-apa biar Reno Sam Al aja yang ngerjain, kita ngemil saja!" Potong Kikan dan Rania hanya mengangguk mengiyakan tanpa berani membantah.


Reno dan Alvian berdiri sambil merenggangkan otot-otot mereka yang terasa pegal, mereka berdua tersenyum senang karena sudah menanam semua bibit bunga yang diberikan Kikan, mereka pun duduk bersama Kikan dan Rania yang terlihat asyik mengobrol.


"Ma udah selesai tuh, habis ini aku mau mandi dulu ya!" Ucap Alvian sambil meminum jus jeruk miliknya.


"Aku juga mau mandi ya Ran, aku capek sayang nanti pijitin ya" Ucap Reno manja sambil mencium pipi istrinya.


Rania tersenyum sambil mengangguk mengiyakan."Iya Mas yaudah kamu mandi dulu gih!" Ucapnya.


Reno mengangguk kemudian dia dan Alvian pun berjalan memasuki rumah mereka, namun sedetik kemudian mereka berhenti dan berbalik saat Kikan memanggil mereka.


"Ada apa lagi sih Ma, kan udah selesai kerjaannya?" Ucap Alvian sambil berjalan mendekati Kikan dan Rania bersama Reno.


"Selesai dari mana, lihat tuh semuanya ditumpahin sama Bima" Ucap Kikan sambil menunjuk Bima.


Reno dan Alvian menatap Bima yang sudah kotor dengan tanah tengah digendong oleh Rania, Bima tertawa senang digendongan ibunya itu, kemudian mereka pun menoleh menatap pot-pot tanaman yang sudah tergeletak mengenaskan dengan isi yang sudah tumpah ruah.


"Bima!" Teriak mereka bersamaan,sedangkan Bima sudah kabur bersama Rania memasuki rumah, sudah Bima sayang kita mandi lagi ya nak" Ucap Rania menenangkan.


_______


akutuh lagi galau guys aku kalah mulu main ML jd gak semangat buat Nulis😭😭😭 udah 2 hari begadang to aku trs kalau sama ML tuh.


Sedikit cerita kan tadi pagi nyokap itu kakiknya luka gitu ya guys, terus gak lama kemudian bokap juga ikut luka kakinya dan kalian tahu mereka ngomong apa,."Namanya juga takdir ya menderita satu kena dua2nya" dan nyebelin nya lagi mereka makan cilok semangkok berdua, emang ya orang tua gak ada akhlak😭😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2