
Pagi harinya seorang wanita tengah sibuk di dapur, dia mengambil beberapa alat masak dan juga beberapa bahan makanan, dia menyiapkan semuanya di atas meja dan mulai mengikuti intruksi dari artikel yang sedang dia baca yaitu tentang cara membuat bubur.
Rania mulai menuangkan air ke dalam panci yang sebelumnya sudah dia taruh di atas kompor, setelah selesai Rania menyalakan kompor tersebut dengan api sedang.
Rania mencuci beras yang sudah dia siapkan dengan bersih dan langsung menuangkannya ke dalam panci yang airnya sudah mendidih tersebut, dengan perlahan wanita itu mengaduk bubur yang sedang dia masak dengan perlahan.
Sesekali dia menyeka keringat yang mengucur di keningnya dengan punggung tangan, Rania tidak memperdulikan badannya yang sudah lengket dengan keringat itu, di terlihat fokus dia memasak bubur yang dia buat pertama kali.
Bubur itu sengaja dia buat untuk Reno yang sekarang masih terbaring tidur di kamarnya, saat dia chek suhu tubuhnya tadi Rania menghembuskan nafasnya dengan lega karena suhu badan Reno sudah mulai turun.
Pagi-pagi sebelum Reno terbangun Rania akan membuatkannya bubur agar suaminya itu bisa makan, sebenarnya dia bisa saja membeli bubur tersebut di depan apartemen mereka, tapi dia ingin mencoba membuatnya sendiri, bukankah buatan istri lebih baik dari siapapun?.
Rania melihat buburnya itu yang sudah terlihat siap untuk disajikan dan Rania langsung mematikan kompornya itu, dia mengambil mangkok di dalam lemari dan mulai menuangkan bubur tersebut ke dalamnya.
“Mudah-mudahan enak, capek juga ternyata bikin bubur, tapi akhirnya berhasil juga!” Gumam Rania sambil tersenyum puas.
Rania pun membawa bubur tersebut ke dalam kamar beserta air putih dan juga obat diatas nampan yang akan dia berikan kepada Reno, sesampainya di dalam kamar Rania melihat Reno masih terlelap tidur, dengan perlahan dia berjalan ke arah ranjang dan menaruh nampan tersebut di atas nakas, kemudian dia duduk disamping Reno.
“Mas bangun sudah siang!” Ucap Rania pelan sambil membelai rambut suaminya itu.
Tidak ada jawaban Reno hanya bergumam pelan sambil menggeliat dan mengubah posisi tidurnya membelakangi Rania, Reno terlihat masih mengantuk membuat gadis itu tak tega untuk membangunkannya.
“Ya sudah biar aku mandi dulu saja, nanti baru kuberikan buburnya setelah dia bangun nanti!”Gumam Rania sambil beranjak menuju kamar mandi.
Reno membuka matanya saat cahaya matahari mulai memasuki jendela kamarnya dengan terik, dia menggeliat sambil menguap merasakan badannya yang sudah mulai membaik dibandingkan semalam.
Kruyuuuuukkk
Suara perut Reno berbunyi membuat pria itu mengelus perutnya pelan, dia merasa lapar dan haus, Reno pun beranjak bangun dan langsung bersandar di ranjangnya, dia melihat bubur di atas nakas dan mengambilnya.
“Enak!”Gumam Reno saat dia mulai menyendok bubur tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut.
“Sini biar aku yang suapin Mas!” Ucap.Rania sambil duduk di samping Reno.
Dia baru saja kembali dari dapur membuat teh manis untuk Reno minum, Reno tersenyum menatap Rania yang dengan telaten menyuapinya dengan lembut.
Gadis itu terlihat sangat berbeda sekarang, dia terlihat lebih dewasa dan juga sangat telaten mengurus Reno yang sedang sakit, dia sangat bangga terhadap Rania dalam situasi tertentu gadisnya itu bisa diandalkan juga, sikapnya dewasa dan tenang membuat Reno tambah mengagumi Rania.
__ADS_1
“Kamu pasti lapar banget ya Mas, dari kemarin belum makan!” Ucap Rania tersenyum sambil mengelap sudut bibir Reno yang berantakan terkena bubur,setelah itu tanpa diminta Rania memberi suaminya itu minum dan kembali menyuapinya.
“Iya sayang, dan terima kasih untuk buburnya Ran enak sekali aku suka!” Ucap Reno sambil tersenyum.
“Sama-sama Mas, maaf kalau rasanya agak aneh ini pertama kalinya aku membuat bubur!” Ucap Rania malu sambil menaruh mangkuk bubur yang isinya sudah habis ke atas nakas.
“Tidak Ran ini bubur terenak yang pernah aku makan!” Puji Reno membuat Rania tersenyum malu.
“Benarkah kamu bisa saja memujiku Mas, ini minum obatnya dulu!” Ucap.Rania sambil memberikan Reno obat.
Dengan patuh Reno mengambil obat tersebut dan langsung meminum air yang diberikan Rania, setelah itu dia beranjak bangun dari ranjangnya.
“Mau kemana kamu Mas?” Tanya Rania bingung menatap Reno.
“Aku mau mandi dulu sayang, rasanya badanku sudah bau dan lengket Ran aku tidak tahan lagi!” Ucap Reno sambil berjalan ke kamar mandi meninggalkan Rania sendiri di kamar.
Rania tersenyum simpul mendengarnya, kemudian dia menoleh ke arah teh manis yang belum tersentuh oleh Reno.
“Ah teh nya lupa aku berikan pasti sudah keburu dingin nanti, baiklah biar aku buatkan yang baru saja!” Gumam Rania sambil membawa nampan keluar kamar.
Sambil menunggu Reno mandi yang ternyata cukup lama, Rania mengisi waktunya dengan sarapan mie instan setelah selesai mencuci semua piring kotor, dia pun menemui Reno yang sedang duduk di atas sofa di ruang tamu sambil menonton tv.
Reno menoleh mengalihkan perhatiannya dari acara berita yang sedang dia tonton menatap Rania sambil tersenyum, Reno menggeleng sambil menarik Rania kedalam dekapannya.
“Tidak aku sudah sembuh sekarang Ran, ini semua berkat kamu sayang” Ucap Reno sambil mengecup kening Rania dengan lembut.
Rania tersenyum senang mendengarnya kemudian dia membaringkan kepalanya diatas pangkuan Reno dan ikut menonton acara berita yang sedang Reno tonton.
Di berita tersebut tengah menyebutkan bahwa ada seorang anak muda berusia 19 tahun yang telah melakukan kejahatan seksual terhadap seekor kambing betina milik tetangganya, pria itu ketahuan setelah si pemilik kambing yang merasa curiga kambing betinanya itu hamil 5 bulan tanpa tahu siapa pelakunya, akhirnya setelah melakukan penyelidikan terungkap jika si pria muda berinisial S yang telah melakukan perbuatan bejat tersebut.
Karena hukum di indonesia tidak ada hukum atas manusia dan kambing, akhirnya si pelaku hanya dihukum denda 50 ribu dan juga harus bertanggung jawab atas hamilnya si kambing betina dengan mengurus kambing itu sampai dia melahirkan.
Namun setelah si kambing melahirkan akhirnya fakta baru ditemukan kalau ternyata si kambing melahirkan anak kambing dan juga yang menghamilinya adalah kambing jantan milik orang tua si pelaku, namun karena terlanjur viral banyak orang yang memanggil si pria S dengan sebutan Bujang Lapuk.
“Hahaha ada-ada saja ya Mas ternyata ada juga orang yang kayak gitu, tapi kasihan juga ya dia harus tanggung jawab!” Ucap Rania merasa geli sendiri melihat berita tersebut.
“Iya sayang mungkin dia stres karena diputusin pacarnya!” Ucap Reno pelan, di berita tersebut juga disebutkan jika si pria berinisial S tengah mengalami gangguan jiwa selama setahun belakangan, karena ditinggal nikah oleh kekasihnya itu sebelum dia melakukan perbuatan bejatnya tersebut.
__ADS_1
“Jahat ya ceweknya Mas, masa ninggalin cowok yang sudah sayang banget sama dia” Ucap Rania merasa kasihan dengan si pria berinisial S.
“Jangan ngomong gitu sayang bisa jadi si cewek juga terpaksa ninggalin cowoknya, mungkin dia dijodohin orang tuanya Ran kita gak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jangan menyimpulkan segala sesuatu tanpa pengetahuan yang jelas Rania sayang!” Ucap Reno bijak sambil mencolek hidung mancung milik Rania dengan gemas.
“Hehe iya Mas maaf, ternyata gak semua kisah cinta berakhir indah ya Mas, untung kita nggak” Ucap Rania.
“Begitulah Ran jodoh gak ada yang tahu, yang pacaran lama saja bisa putus bahkan ada juga pasangan seperti kita yang awalnya dijodohkan dan akhirnya jatuh cinta!” Ucap Reno sambil tersenyum menatap Rania.
“Aku beruntung punya kamu Mas” Ucap Rania.
“Aku juga sayang!” Ucap Reno sambil mendekatkan wajahnya dan mulai mencium bibir Rania, ciuman yang tadinya hanya kecupan ringan kini berubah menjadi ciuman panas yang sangat candu bagi yang sudah pernah mengalaminya.
Maaf….
Kata itu yang ingin aku katakan untuk kamu yang jauh disana.
Maafkan aku yang pernah melukai dan membuatmu trauma akan cinta.
Ketahuilah
Aku disini sama terpuruknya denganmu, sebelum akhirnya aku menemukan kebahagiaanku lagi.
Aku harap kamu pun akan menemukan kebahagiaanmu nanti.
Dulu aku bertanya-tanya kenapa kita harus berpisah disaat kita masih sangat saling menyukai?
Tapi
Kini aku sadar, mungkin ini memang jalan takdir kita yang tidak berjodoh.
-------
Maaf berita diatas tidak bermaksud untuk menyinggung atau menyudutkan pihak manapun.
kalau tidak suka skip aja jangan bully aku😉
Aku cuma mau bilang buat kamu yang sedang mengalami fase dimana kamu sedang dalam keadaan terpuruk, jangan patah semangat yakinlah jika suatu hari nanti kamu akan menemukan kebahagiaanmu lagi😉😉.
__ADS_1
Bukan sok bijak, aku hanya mengatakn apa yg sudah aku alami😉😉😉