Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Perang Di Mulai


__ADS_3

Saat Rania dan yang lain tengah asyik mengobrol sambil menikmati pesanan mereka, tiba-tiba Adinda datang entah dari mana menghampiri mereka.


"Heh bocah nakal bisa kita bicara sebentar?" Tanya Adinda.


"Apa sih mau ngomong apa?" Tanya Rania sambil menoleh ke arah Adinda.


"Ikut saya kita ngobrol berdua saja disana!" Ucap Adinda sambil menunjuk salah 1 meja yang kosong.


"Siapa dia Ran, kamu gak ngerebut cowoknya dia kan terus sekarang dia mau labrak kamu kayak di tv-tv gitu?" Tanya Nungky setengah berbisik sambil melirik ke arah Adinda.


"Hussh bukan kayaknya Ky, siapa dia Ran, saudara kamu ya?" Tanya Gisuwa penasaran.


"Bisa bener Gis, Ran kalau kamu mau di lemparin duit aku yang ngumpulin ya entar kita bagi dua" Ucap Nungky bersemangat.


"Diam kamu Ky gak lihat apa tuh cewek mukanya udah di tekuk gitu gara-gara kamu ngomong terus" Ucap Veyya sambil melirik Adinda yang menatap mereka kesal.


"Yaudah aku kesana dulu bentar guys kalian lanjutin makan aja!" Ucap Rania tanpa basa-basi dan beranjak meninggalkan mereka bersama Rania.


"Siapa sih tuh cewek datang-datang ganggu orang lagi asyik makan aja, kayak jelangkung" Ucap Veyya sambil menyeruput minumannya.


"Lah kok minumanku habis siapa yang minum, perasaan tadi masih penuh deh" Gumam Veyya bingung.


Dia melirik ke arah Gisuwa dan Nungky yang tengah asyik menyantap makanan, Gisuwa menggeleng dan menunjuk Nungky.


"Dia Veyy bukan aku!" Ucap Gisuwa.


"Maaf Veyy aku khilaf aku pikir itu punyaku hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum malu.


"Kebiasaan kamu Ky, pesenanmu udah seabrek gitu aja masih nyerobot punya orang Ky" Ucap Veyya kesal.


"Ada apa Mba mau ngomong apa sama aku?" Tanya Rania langsung.


Saat ini mereka tengah duduk berdua saling berhadapan, terlihat sekali jika Rania tidak nyaman berada disana, ingin rasanya dia segera pergi menjauh dari Adinda.


"Jauhin Mas Reno!" Ucap Adinda tanpa basa-basi.


"Jauhin katamu, kenapa aku harus jauhin dia?" Tanya Rania sambil tersenyum sinis.


"Karena aku mencintainya, kamu sudah tahu itu kenapa masih bertanya hal tidak penting padaku!" Ucap Adinda sinis.


"Tidak aku tidak mau menjauhinya, lagi pula Mas Reno juga tidak mencintaimu aku tidak punya alasan untuk meninggalkannya!" Ucap Rania tak kalah sinis.


Dia tidak menyangka Adinda akan seberani ini dan memintanya langsung menjauhi Reno, tapi tidak dia tidak akan melakukan itu.


"Berani kamu melawanku bocah nakal, sadarlah Mas Reno itu lebih baik bersama denganku, aku lebih dari segalanya jika di bandingkan bocah nakal sepertimu Rania" Ucap Adinda mencemooh sambil menatap Rania tajam.


"Wih kenapa tuh kayanya mereka lagi diskusi ya pada senang gitu" Ucap Nungky sambil memperhatikan Rania dan Adinda.


"Dasar bodoh kamu tidak lihat mereka lagi berantem susah ya ngomong sama orang kayak kamu Ky bikin aku naik darah aja" Ucap Veyya kesal.


"Sabar Veyy sabar, kita buang aja kelaut kalau gak kuat!" Ucap Gisuwa berbisik sambil mendelik ke arah Nungky yang tengah tersenyum.

__ADS_1


"Kalian ngomong apaan sih, pasti pada muji kecantikanku ya, aku dari dulu emang cantik dan ngegemesin tahu" Ucap Nungky sambil tersenyum.


"Terserah Ky terserah kamu aja, yang waras mah ngalah!" Ucap Veyya.


"Tapi serius loh mereka lagi ngomongin apa sih kayaknya serius banget sampai pada tegang gitu?" Ucap Gisuwa.


"Gak tahu aku juga, kita tunggu aja sampai Rania balik kesini aku juga penasaran tuh cewek siapa" Ucap Veyya.


"Mungkin iya jika aku hanyalah bocah nakal seperti yang Mba katakan, tapi harus Mba tahu aku ini istri sahnya Mas Reno dan aku tidak akan meninggalkannya!" Ucap Rania.


"Dasar bodoh memangnya apa yang bisa kamu berikan padanya, yang ada kamu hanya bisa menyusahkan Reno saja karena harus mengurus bocah nakal sepertimu" Ucap Adinda meremahkan sambil tersenyum sinis.


"Itu urusanku Mba gak perlu ikut campur dengan masalahku dengan Mas Reno, apapun yang terjadi aku pasti bisa bahagiain Mas Reno dengan caraku sendiri" Ucap Rania optimis.


"Jadi kamu berani menantangku Rania, baiklah kita lihat nanti, siapa yang akan mendapatkan Mas Reno aku atau kamu" Ucap Adinda.


"Yang jelas bukan Mba Adinda yang cantiknya gak ketulungan itu, Mas Reno udah jatuh cinta sama aku!" Ucap Rania bangga sambil menekankan nama Adinda dengan tersenyum sinis.


"Sialan kamu bocah nakal, asal kamu tahu Reno tidak akan pernah bisa mencintaimu seperti dia mencintai kekasihnya dulu, kamu itu hanya selingan untuk mengusir rasa bosan saja jangan kepedean dasar bocah nakal" Ucap Adinda tak kalah sinis.


"Kekasihnya siapa maksudmu?" Tanya Rania bingung.


Selama menikah dengan Reno, pria itu tidak pernah menyebutkan satu nama wanita pun dan bilang jika itu kekasihnya, tapi Adinda juga tidak mungkin berbohong terlihat dari kata-katanya yang serius saat mengatakan itu.


"Heh ternyata Mas Reno belum menceritakannya padamu, kasihan sekali kamu Rania dengan begini saja sudah kelihatan kalau Reno tidak mencintaimu!" Ucap Adinda sambil tersenyum sinis.


"Terserah Mba saja, aku tidak perduli masa lalu Mas Reno seperti apa, lagian dia sekarang suamiku dan aku minta jangan dekati Mas Reno, kalau Mba punya harga diri sebaiknya Mba menyingkir dari sekarang!" Ucap Rania sinis.


Beberapa pengunjung melirik kearah Rania dan Adinda yang tengah bersitegang itu, Veyya, Nungky dan Gisuwa menatap Adinda kesal.


"Sialan tuh Mba-mba rese beraninya dia ngebentak Rania, minta ditabok kayaknya tuh orang!" Ucap Gisuwa kesal.


"Iya tuh aku juga kesal gimana kalau kita jambak aja rambutnya terus kita lempar dia kejalan biar tahu rasa dia!" Ucap Nungky dengan emosi yang menggebu.


"Tenang guys santai aja dulu, kita serahin semuanya ke Rania dulu, aku yakin dia bisa ngatasin sendiri!" Ucap Veyya menenangkan.


"Baiklah jika itu keputusan Mba aku tidak perduli, sebaiknya aku pergi saja lagi pula pembicaraan kita sudah selesai!" Ucap Rania sambil beranjak.


"Siap-siap saja aku akan merebut Mas Reno darimu Rania!" Ucap Adinda membuat Rania kembali menoleh.


"Silahkan aku tunggu, mulai hari ini kita lihat saja siapa yang menang nanti!" Ucap Rania sinis dan berlalu pergi menghampiri teman-temannya.


"Dasar Adinda nyebelin, bikin hariku rusak aja ketemu cewek gatel kayak dia" Sungut Rania kesal sambil berjalan menghampiri teman-temannya.


"Sialan ternyata gadis itu berani menantangku juga, baiklah Rania mulai hari ini perang dimulai!" Gumam Adinda.


"Guys aku pulang duluan ya, aku lagi ada urusan mendadak" Ucap Rania sambil mengambil tasnya dan berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya.


"Ran tunggu, Ky bayarin ya pesenanku nih uangnya!" Ucap Veyya sambil menaruh selembar uang 20 ribuan ke atas meja dan berlari mengejar Rania.


"Aku juga Ky, nih bayarin ya kembaliannya buat kamu aja!" Ucap Gisuwa sambil menaruh selembar uang 10 ribuan dan ikut mengejar Rania dan Veyya.

__ADS_1


Nungky menatap uang yang diberikan veyya dan Gisuwa secara bergantian, dia pun melirik kearah Veyya dan Gisuwa yang sudah jauh jika berteriak pun mereka tidak akan mendengarnya.


"Ini gimana ceritanya aku bayar, uang mereka 30 ribu doang lah aku mana gak punya uang lagi!" Ucap Nungky bingung melihat pesanannya yang banyak ditambah lagi dengan pesanan teman-temannya.


Tidak lama kemudian Nungky berjalan menghampiri Adinda yang masih duduk di tempatnya, gadis itu tengah asyik bermain hp sesekali dia tersenyum dan mengetikan sesuatu.


"Hay Mba cantik, Mba baik-baik saja kan?" Tanya Nungky sambil tersenyum.


"Baik kok kamu temannya Rania kan ngapain kesini?" Tanya Adinda bingung sambil menatap Nungky.


"Iya Mba aku temannya Rania namaku Nungky, yasudah Mba aku pulang duluan ya" Ucap Nungky.


"Mas baik katanya oke ya" Ucap Nungky lagi kepada salah 1 pelayan kafe.


Si pelayan mengangguk sambil tersenyum, setelah itu Nungky langaung keluar Kafe dengan riang.


"Dasar gadis aneh sama anehnya sama Rania" Gumam Adinda pelan.


"Mas minta kertas tagihannya dong!" Ucap Adinda kepada si pelayan tadi.


"Ini Mba silahkan!" Ucap Si pelayan kafe sambil menyerahkan 2 lembar kertas tagihan kepada Adinda.


"Ini apa Mas kok mahal banget sampe sejuta gitu sayakan cuma minum kopi doang, ini lagi kenapa tagihannya ada dua?" Tanya Adinda bingung.


"Iya Mba yang 1 lagi punya adik Mba yang barusan itu katanya Mba yang bakal bayar tagihannya!" Ucap Si pelayan menjelaskan.


"Adik Mas? saya gak punya adik yang barusan bukan adik saya Mas, kenal juga nggak pokoknya saya gak mau bayar" Ucap Adinda menolak.


"Oh gitu Mba, kalau bohong yang jago dikit barusan udah jelas Mba ngobrol sama dia pakai gak ngaku segala!" Ucap Si pelayan sinis.


"Apa sih Mas jangan asal nuduh deh, pokoknya saya gak mau bayar titik!" Ucap Adinda dia menatap Mas-mas yang ternyata omongannya seperti wanita cerewet.


"Oh yasudah kalau gak mau bayar saya bilangin bos saya sekalian wajah Mba saya photo terus saya sebarin biar viral" Ucap Si pelayan penuh ancaman.


"Ish baiklah baik saya bayar nih" Ucap Adinda menyerah sambil menyerahkan kartu kreditnya pada si pelayan.


"Nah gitu dong Mba dari tadi kek, kan saya gak perlu ngancam segala!" Ucap si pelayan sambik berlalu pergi.


"Dasar kurang ngajar, teman si Rania itu ternyata memanfaatkanku dasar licik awas saja nanti akan ku balas dia!" Gumam Adinda kesal.


------------


Hollla aku balik lagi nih😆😆


Jangan lupa like ya, Vote n tips bagi yang mau😆😆


btw visual Rania yang cocok siapa ya?


Buat yang nanya judul novelku yang 1 lagi judulny " My Love My Stalker" hihi semoga kalian suka novelku yag itu gak ada yg baca guys😢😢😢.


Salam Hangat.

__ADS_1


Author Galau


__ADS_2