
Setelah menghadapi cobaan dan ujian yang berat akhirnya Reno tobat dan tidak lagi menyukai sinetron, namun itu bukan berarti sifatnya berubah ke semula, Reno yang biasanya berpikir dewasa dan selalu berpikir positif kini dia sangat cemburuan jika Rania dekat dengan lelaki lain.
Seperti saat ini pria itu tengah bersungut-sungut di dalam rumahnya saat melihat Rania tengah mengobrol dengan tukang sayur yang kebetulan lewat di depan rumah orang tuanya, pria itu mengintip istrinya sedang tertawa bersama si tukang sayur.
“Ngapain sih tukang sayur mangkal di depan rumah segala, pake godain istri orang lagi gak tahu apa kalau aku ini suaminya” Sungut Reno kesal.
“Ya Allah itu Ran kenapa juga anteng banget disitu, belanja atau lagi deketin si abang-abang sayur jelek itu sih?” Ucapnya lagi saat Rania tak kunjung selesai berbelanja.
Reno terus berdiri dibalik jendela mengintip istrinya sendiri yang sedang belanja, dia takut jika Rania akan tergoda oleh rayuan gombal si tukang sayur jadi dia harus memantau mereka agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kata buku yang dia baca kalau seorang istri itu kelihatan lebih cantik jika sedang hamil apalagi hamil anak pertama, maka dari itu Reno memantau setiap pergerakan Rania setelah dia membaca buku tersebut.
“Kak lagi ngapain sih?”
Reno menoleh melihat Alvian yang sedang menatapnya bingung, adiknya itu seperti sedang bersiap untuk olahraga pagi terbukti dari pakaian yang sedang dikenakannya.”Mau tau aja kamu Al, udah sana pergi” Usir Reno sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
“Bodo amat ah aku mau olahraga aja sekalian nyari yang seger!” Ucap Alvian sambil berlalu meninggalkan Reno.
Reno langsung berlari dan duduk di ruang tengah saat melihat Rania berjalan ke dalam rumah sehabis belanja, dia menoleh menatap Reno yang terlihat sedang fokus membaca koran.
“Kamu lagi ngapain Mas?” Tanya Rania dengan kening mengkerut bingung.
Reno menoleh sekilas pada Rania dan kembali fokus membaca koran.”Lagi baca koranlah kamu gak lihat aku lagi pegang koran” Ketus Reno.
“Baca koran kok kebalik Mas hebat ya kamu, lagian itu muka ditekuk mulu kayak setrikaan lecek bikin aku mual aja” Ucap Rania cuek sambil berjalan ke arah dapur.
Reno langsung menyusul Rania yang sedang menyeduh susu ibu hamil untuknya, dia menoleh ke arah Reno yang menatapnya sendu membuatnya berdecak kesal, kini apalagi kelakuan Reno yang akan membuatnya kesal.
“Kamu udah gak sayang sama aku lagi Ran?” Tanya Reno memandang istrinya itu dengan sedih.
Rania menoleh ke arah Reno dengan kening berkerut bingung.”Maksud kamu apa Mas ngomong kayak gitu, sayang lah Mas kamu kan suamiku tercinta” Ucap Rania sambil tersenyum genit membuat Reno tersipu malu.
__ADS_1
“Bi tolong masakin kangkung sama ikan yang saya beli ya kalau sudah matang kasih tau, saya mau ke kamar dulu” Ucap Rania pada salah satu ART dirumah sambil tersenyum ramah.
Si ART mengangguk dan langsung mengambil kresek berisi belanjaan itu dan mulai bersiap memasak, setelah itu Rania berjalan sambil membawa susu yang baru dibuatnya ke dalam kamar, dibelakangnya Reno terus mengikuti Rania seperti anak kecil.
“Aduh Mas ngapain sih ngikutin aku mulu?” Ucap Rania kesal sambil berbalik memandang suaminya.
Reno menunduk takut saat melihat tatapan Rania.”Sudahlah Mas aku ngerti kok sayang, sini duduk kita nonton tv aja ya!” Ucap Rania sambil menarik tangan Reno dan duduk diranjang dan menyalakan tv, dia mencoba mengalah dan tidak memarahi Reno untuk semua keanehan yang dia lakukan, dia bisa memaklumi kalau suaminya itu mungkin masih dalam fase ngidam.
“Sayang aku pijitin ya!” Ucap Reno menawarkan diri menjadi tukang pijat dadakan.
Rania mengangguk sambil tersenyum dan meminum susu yang dia bawa, setelah itu dia menaruhnya di atas nakas dan mengambil hp nya yang berbunyi, membiarkan Reno memijat kakinya yang memang terasa pegal.
Reno memperhatikan Rania yang sedang cekikikan sambil memainkan Hp nya, gadis itu terlihat sangat senang membuat Reno penasaran sebenarnya apa yang sedang dilihat istrinya itu, dengan perlahan dia menggeser badannya agar lebih dekat mencoba mengintip Hp Rania sambil terus memijit Rania.
“Mas kamu mijit apaan kok guling yang di pijit?” Tanya Rania menatap suaminya bingung.
Reno melihat tangannya yang ternyata memang sedang memijat guling, pantesan dia merasa kaki Rania sangat empuk tak bertulang.”Maaf sayang abis keasyikan mijit Ran” Ucap Reno berbohong sambil tersenyum dan kembali memijit Rania.
“I-itu Ran kamu lagi ngapain sih kok senyum-senyum gitu, gak lagi chatingan sama cowok kan?” Tanya Reno memilih jujur.
Rania menghembuskan napasnya kasar, dia mengelus dadanya mencoba bersabar dan tersenyum pada Reno.”Gak lah sayang aku setia sama kamu Mas masa kamu gak percaya sih, nih aku lagi chatingan sama teman2ku Mas katanya mereka mau kesini!” Ucap Rania menjelaskan sambil memperlihatkan isi percakapan antara dia, Veyya, Gisuwa dan Nungky.
Reno tersenyum senang ternyata di hape Ranka tidak ada satupun pesan dari pria lain.”Maaf ya sayang aku jadi cemburuan, habisnya aku kesel lihat kamu ketawa-ketawa sama tukang sayur tadi, rasanya pengen aku hajar tuh kang sayur ganjen” Ucap Reno jujur.
Mendengar itu Rania langsung tertawa terbahak-bahak sampai matanya berair karena tertawa, Reno tersenyum melihat Rania yang sedang tertawa karena ucapannya dia ikut tersenyum, dia senang melihat tawa Rania yang begitu lepas setelah cukup lama dia tidak melihat tawa itu.
“Aduh Mas dengar sayang aku gak ada apa-apa sama tukang sayur itu, jadi jangan cemburu ya sayang, kamu kan tahu aku cintanya sama kamu aja Mas!” Ucap Rania menjelaskan sambil memegang tangan Reno setelah dia bisa menguasai tawanya.
“Aku juga Raniaku sayang” Ucap Reno sambil mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
Mereka pun berciuman membiarkan semua hasrat yang terpendam dalam diri mereka menyatu lewat ciuman itu, Reno menatap Rania dengan pandangan bergairah setelah mereka melepaskan pagutan mereka, dia melepaskan ikatan rambut yang mengikat rambut istrinya membiarkan rambutnya terurai indah.
“Sayang mau ya udah lama juga semenjak kamu hamil kita gak bikin anak” Rayu Reno.
“Kan anaknya juga udah ada di perut Mas” Ucap Rania sambil tersenyum geli saat Reno mencium lekukan lehernya.
“Kalau kita bikin lagi pasti anaknya suka sayang kedatangan tamu!” Ucap Reno sambil membaringkan Rania.
mereka pun melakukan penyatuan di pagi hari yang sepi tanpa ada orang yang mengganggu mereka, Reno memeluk Rania saat mereka selesai melakukan penyatuan mereka, dia mengecup kening istrinya dengan lembut.
Rania menggeser tubuhnya dan beranjak dengan melilitkan tubuhnya yang polos menggunakan selimut.
“Aku mandi dulu ya Mas, lengket nih badanku” Ucap Rania tanpa menunggu jawaban dia langsung berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Rania pergi Reno langsung beranjak hanya dengan mengenakan celana pendeknya, kemudian dia mengambil Hp Rania dan membuka media sosial milik istrinya itu.
“Wah ternyata banyak sekali yang menyukai dan mengikuti akun istriku” Gumam Reno saat melihat media sosial Rania yang ternyata memiliki banyak pengikut dan juga setiap dia memposting sesuatu ribuan komen selalu ada membuat Reno langsung terbakar cemburu saat melihat banyak komentar yang menggoda istrinya.
“Dasar kuda belang beraninya mereka godain istriku” Sungut Reno kesal.
Reno melirik pintu kamar mandi yang masih tertutup, merasa ada kesempatan Reno langsung tersenyum misterius dan mulai mengetikan sesuatu membalas setiap komentar yang ditulis semua pria yang menggoda istrinya itu.
“Rasain kalian awas saja kalau berani menggoda istriku lagi!” Ucap Reno senang setelah memaki semua pria melalui akun istrinya itu, saat dia menoleh berdiri Rania yang mengenakan handuk dengan rambut basah tengah melotot padanya.
“Sa-sayang kamu udah selesai mandinya?” Ucap Reno sambil tersenyum.
“Keluaaaarrrr!!!
Reno langsung berlari keluar kamar tanpa mengenakan kaus membuat tubuh indahnya terekspos, dia tersenyum pada Alvian, Kikan dan William yang baru pulang sambil menatapnya setelah mendengar teriakan Rania, mereka langsung pergi meninggalkan Reno dan kabur ke kamar mereka masing-masing, mereka tidak mau kena amukan Rania atas kelakuan Reno.
__ADS_1
-----------