Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kelakuan Suami Istri Ngidam


__ADS_3

Sepasang suami istri sedang duduk menonton tv sambil memakan cemilan keripik singkong dan kentang, ada juga rujak, nasi goreng dan pempek yang sudah tersaji di atas meja menemani mereka menonton tv.


“Ihh tu laki ngapain sih dekat-dekat sama cewek lain katanya cinta tapi kok jalan sama cewek lain, emang dasar si kuda belang sukanya main cewek sana sini” Ucap Seseorang dengan kesal sambil memakan keripiknya dengan punuh nafsu.


“Sudah sayang itu cuma sinetron bukan dunia nyata” Ucap seseorang menenangkan pasangannya untuk tenang.


“Gak bisa Ran mau sinetron juga cowok itu harus setia kayak aku ke kamu, ini siapa sih yang jadi cewek pelakor sama cowok sok ganteng itu, awas aja ku teror mereka!” Ucap Reno berapi-api sambil memainkan hp nya mencari tahu tentang pemaim sinetron *Samurai Centong*


Rania menghembuskan napasnya kasar melihat kelakuan suaminya yang makin hari makin menjadi, semenjak kehamilannya Reno banyak berubah dan aneh, sekarang Reno bersikap seperti ibu-ibu rusuh yang suka nonton sinetron, akhir-akhir ini Reno juga suka malas untuk masuk kerja membuat Iyan mengadu padanya karena Reno yang melimpahkam semua pekerjaan pada Iyan.


“Sayang aku udah nemu nih nama-nama pemainnya kamu ikutan komen dong Ran biar mereka baca” Pinta Reno tanpa mengalihkan perhatiannya dari hp, sibuk menulis komentar-komentar jahat pada pemain sinetron yang baru ditontonnya hari ini.


“Iya Mas nanti ya aku makan dulu lapar nih!” Ucap Rania sambil memakan pempek miliknya, setelah hais dia juga menghabiskan rujak super pedas dengan cepat.


Begitulah keseharian keduanya yang berubah sejak Rania hamil, Reno yang suka bertingkah aneh, Rania yang suka makan tanpa berhenti meski sudah makan 3 piring, dia seolah masih merasakan lapar membuatnya makan terus, bahkan berat badan Rania sudah naik 10 kilo dibulan ketiga usia kehamilannya.


Sudah sebulan berlalu sejak dia dan Reno bertemu kembali, kini dia sudah kembali ke rumah orang tua suaminya yaitu Kikan dan William, sekarang dia juga mulai berkomunikasi lagi dengan kakaknya Natalya yang masih berada di Singapura.


Sejak mengetahui kehamilannya semua orang jadi lebih memperhatikan gerak geriknya mulai dari makanan dan apa yang dilakukannya, apalagi Reno yang bertingkah seperti ibu-ibu menyebalkan super bawel bahkan lebih bawel dari Kikan mertuanya sendiri.


Akhirnya semuanya berakhir bahagia, kini dia sudah mengetahui kebenaran tentang statusnya yang merupakan anak kandung dari Bram.Bahagia? Tentu saja dia sangat bahagia mendengar semua itu yag artinya dia bukanlah anak haram yang selama ini dituduhkan padanya.


Tapi jika ditanya dia mau bertemu dengan ayahnya Bram, Rania sendiri memilih untuk menenangkan dirinya dan juga Bram, dia merasa belum waktunya untuk mereka bertemu lagi setelah kejadian terakhir yang mempertemukan mereka, mungkin jika ayahnya itu menghubunginya Rania akan sangat senang, tapi sayang hingga hari ini Bram belum pernah menghubungi atau hanya sekedar mengirim pesan padanya, Rania mengerti jika Bram mungkin masih butuh waktu.


“Halo sayang kamu lagi makan apa nak?” Tanya Kikan yang baru saja turun dari kamarnya.


“Nasi goreng Ma, aku lapar banget belum makan yang berat dari tadi” Ucap Rania dengan mulut penuh nasi goreng.


“Benarkah kamu masih lapar, mau makan yang lain aja gak nak?” Tanya Kikam sambil duduk di depan Rania menatap menantunya itu tengah makan dengan lahap.

__ADS_1


Rania menatap dan menggeleng.”Gak Ma nunggu yang ini abis dulu” Ucapnya.


“Aku mau bakso sama sate dong Ma enak kayaknya” Ucap Reno menyahut.


“Beli aja sendiri masih punya tangan dan kaki kan” Omel Kikan membuat Reno mengerucutkan bibirnya sebal.


“Dasar ibu jahat kayak pemain sintrom yang jahat banget sama anak tirinya” Ucap Reno dan memilih kembali serius menonton sinetron yang sudah mulai tayang setelah iklan yang begitu lama.


“Tuh lihat si ibu tega banget nyuruh anak tirinya tidur di gudang coba, wah harus dihajar nih siapa sih tuh ibu-ibu beralis aneh” Ucap Reno kembali berkomentat tentang sinetron yang ditontonnya.


“Wah iya tuh Ren, Mama juga gak suka sama dia tiap main sinetron pasti kadi ibu jahat yang kejam” Ucap Kikan menyetujui ucapan Reno.


“Bener kan Ma emang tuh ibu-ibu ngeselin harus dikasih azab dulu biar sadar” Ucap Reno yang makin menjadi karena mendapat teman nonton.


Rania hanya diam mendengar ocehan dari suami dan mertuanya itu yang mengomentari sinetron yang sedang naik daun itu, dia sendiri lebih suka menonton film barat seperti bang Edwad dan Bella.


Tiba-tiba saat sedang asik duduk menemani Reno dan Kikan nonton dia mencium bau harum dari arah dapur, Rania pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur dimana Alvian yamg sedang asyik memasak mie instan.


“Ma” Panggil Rania pelan.


“Iya sayangku kenapa?” Tanya Kikan menatap Rania yang menatapnya dengan wajah polos.


Tanpa menjawab pertanyaan Kikan, Rania menarik tangan mertuanya itu menuju dapur, disana terlihat Alvian yang baru saja selesai memasak mie instan dan menuangkannya ke mangkok membuat Rania menelan ludahnya tergiur dengan mie yang seolah melambai-lambai memanggilnya.


“Mau?” Tanya Kikan menatap Rania yang langsung mengangguk dengan mata berbinar.


“Ayo sayang!” Ajak Kikan mengajak Rania untuk menghampiri Alvian yang sedang duduk di meja makan.


“Hay anak Mama yang ganteng abis masak mie ya?” Tanya Kikan berbasa basi sambil duduk disamping Alvian yang diikuti Rania.

__ADS_1


“Iya dong lumayan malam-malam enaknya makan mie” Jawab Alvian sambil tersenyum dan mengaduk-ngaduk mienya.


“Oh enak ya nak,kalau gitu buat Rania saja ya Al kasihan dia belum makan, kamu bikin aja lagi ya nak” Ucap Kikan dan tanpa menunggu persetujuan dari Alvian dia langsung mengambil magkok berisi mie tersebut dan memberikannya pada Rania yang terssnyum senang sambil melahapnya.


“Aku mana Ma, masa aku bikin lagi sih” Ucap Alvian protes.


“Berisik makanya nikah biar ada yang bisa bikinin kamu mie, dasar jomblo gak tahu diri kakak ipar lagi lapar masih aja ngomel!” Omel Kikan menatapnya anaknya ity kesal.


“Sudah nak kamu makan yang banyak ya kalau kurang tinggal bilang Mama!” Ucapnya lagi sambil mengusap kepala Rania dengan lembut.


Melihat itu Alvian mendengus sebal, dia sudah terbiasa dengan kekejaman Kikan yang memperlakukannya dan Reno seperti anak tiri, sedangkan untuk Rania ibunya akan melakukan segala cara untuk mewujudkan keinginan Rania.


Dengan kesal Alvian beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri kakaknya yang sedang duduk di depan tv, dengan santai dia duduk di samping Reno dan memindahkan tayangan tv tersebut ke acara kartun kesukaannya, dia tertawa saat melihat adegan lucu dalam kartun tersebut, merasa ada yang aneh Alvian menoleh menatap Reno yang sedang menatapnya tajam.


Alvian tersenyum kepada Reno dan kembali memindahkan tayangan tersebut ke acara yang sedang ditonton kakaknya itu, namun saat dia memindahkannya acara tersebut sudah selesai membuat Reno langsung naik darah.


“Ahhhh tolong!” Teriak Alvian saat Reno memukulinya hanya karena dia tidak bisa melihat adegan terakhir dari sinetron yang sedang ditontonnya.


Kikan dan Rania saling berpandangan saat mereka mendengar teriakan minta tolong dari Alvian, kemudian mereka mengedikan bahunya tidak peduli dan Rania kembali memakan mie nya dengan tenang.


“Ma habis ini kita maskeran yuk, udah lama aku gak maskeran” Ucap Rania mengajak mertuanya.


“Ayo nak Mama juga mau maskeran nih biar kulit Mama makin kinclong sebelum Papa kamu pulang kerja” Jawab Kikan menyetujui ajakan Rania.


----------''''''''''


Tara udah aku balik lgi gk jd aku end jadi berhenti demo ya guys😆😆😆


jangan lupa dukung degn Vote, like n komenya biar aq smgt nulis.

__ADS_1


bubay guys


__ADS_2