
Pada waktu istirahat seperti biasa Rania berjalan menuju kantin bersama teman-temannya, namun ada yang berbeda saat dia melewati koridor demi koridor banyak siswa siswi yang meliriknya bahkan ada yang terang-terangan melihatnya langsung.
Kasak-kusuk mulai terdengar dari mulut para siswa siswi itu, kebanyakan dari mereka mengagumi kecantikan Rania yang selama ini tidak terlihat dengan gaya dan penampilannya yang sangat sederhana.
"Hai Rania cantik banget sih hari ini, mau makan bareng aku gak di kantin aku teraktir deh" Ucap salah seorang lelaki menggoda Rania.
"Sama aku aja Ran, aku teraktir di kafe deh bukan di kantin kayak dia" Ucap siswa yang lain.
"Gak deh makasih aku makan sama temanku saja" Tolak Rania sambil tersenyum dengan sopan.
"Ran hancur sudah pertahanan abang lihat senyuman kamu bikin abang pengen cepat-cepat halalin kamu tahu gak" Goda salah seorang siswa.
"Mau ya Ran aku ajak makan bareng sekalian ngobrol kita kali aja cocok" Ucap siswa tersebut kembali mengajak Rania.
Namun Rania tetap menggeleng dan memilih meninggalkan siswa tersebut, siswa tersebut menatap Rania sendu rayuan dan ajakannya gagal total.
"Bang sama aku aja mau gak makan barengnya gak usah di kafe bang di kantin aja aku mau" Ucap Nungky kepada lelaki tersebut.
"Maaf aku gak bisa perutku mendadak mules nih aku duluan ya" Ucap siswa tersebut sambil pergi meninggalkan Nungky.
"Yah mau dapat teraktiran kok susah banget ya, apa yang kurang dariku ya Allah?" Ucap Nungky memelas.
"Sabar Ky kamu belum beruntung saja besok-besok aku yakin pasti ada yang mau ngajak kamu makan bareng" Ucap Veyya memberi semangat.
"Siapa Veyy bang Awan ya?" Tanya Nungky penuh harap.
"Bukan tapi tukang siomay di depan sekolah aku dengar dia baru aja cerai sama istrinya" Ucap Veyya membuat yang lain tertawa.
"Tega kamu ya Veyy di jahatin mulu aku" Ucap Nungky sedih.
"Sudah Ky jangan sedih mending kita makan yuk yang banyak" Ajak Gisuwa sambil merangkul Nungky.
"Kamu mau teraktir aku Gis, aku gak nyangka ternyata kamu baik banget sama aku Gis, ayo lah aku juga lapar banget nih" Ucap Nungky terharu sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.
"Gak lah bayar masing-masing duit dari mana aku neraktir orang yang makanya banyak kayak kamu Ky" Ucap Gisuwa membuat Nungky mencebik kesal.
Di kantin juga tak kalah heboh saat mereka melihat penampilan Rania yang baru, ada yang memandangnya kagum ada juga beberapa siswi yang iri dengan kecantikan Rania.
"Pasti operasi plastik tuh gak mungkinkan dia bisa secantik itu dalam beberapa hari" Ucap salah 1 siswi sinis.
"Iya kayaknya gitu tapi emang ada ya operasi yang bisa langsung selelsai dalam beberapa hari?" Tanya temannya.
"Ada kali mana kutahu, orang kaya mah bebas yang penting punya duit gak ada yang mustahil bagi mereka" Ucap siswi tersebut.
Mendengar itu Rania langsung menatap gadis yang menjelek-jelekannya itu dengan kesal, dia mencoba berjalan menghampiri gadis tersebut.
__ADS_1
"Jangan diladeni Ran yang ada mereka makin puas, anggap aja mereka itu cuman batu kerikil yang suka nyempil di nasi" Ucap Veyya menahan Rania.
"Iya Ran gak usah di tanggepin cewek kayak gitu mah buang-buang waktu saja, mereka itu cuma syirik karena gak mampu jadi cewek cantik dan populer seperti kita" Ucap Gisuwa.
"Kalau mau berantem boleh juga kok Ran, kameraku udah siap nih" Ucap Nungky menyalakan kamera video di hp nya.
"Diam kamu Ky, udah ah ayo makan saja" Ucap Veyya mengajak mereka duduk.
Saat memakan bakso pesanannya Rania merasa risih dengan tatapan Haris yang sedari tadi tersenyum padanya, padahal lelaki itu sedang makan bersama Dewi pacar barunya.
"Si Haris ngapain ngelihatin kamu kayak orang mupeng tuh Ran?" Tanya Gisuwa memperhatikan Haris yang duduk tidak jauh dari mereka.
"Gak tahu bikin selera makanku hilang saja tahu gak" Ucap Rania sambil berhenti makan dan meminum air miliknya.
"Mau balikan sama kamu kali Ran, dia jatuh cinta lagi kali sama kamu apa lagi dengan penampilan kamu yang sekarang" Ucap Nungky bersemangat.
"Idih gak ngaca tuh cowok udah selingkuh mau balikan, dia gak sadar diri kali ya tampang pas-pasan aja banyak gaya" Ucap Veyya sebal.
"Aku juga ogah balikan sama cowok kere bin kikir kayak dia" Ucap Rania.
"Mata tuh janga jelalatan kemana-mana kalau lagi makan lihat tuh kamu makan sambel" Omel Dewi kepada Haris yang tengah asyik menyendok sambal ke mulutnya.
"Huaa pedas banget kamu kenapa gak ngasih tahu aku sih" Ucap Haris sambil menenggak minuman milikinya hingga tandas.
"Siapa suruh lihatin mantanmu terus makan tuh sambal, aku mau pergi malas makan sama cowok nyebelin kayak kamu" Ucap Dewi sambil beranjak meninggalkan Haris.
Sontak Rania dan teman-temanya tertawa, mereka merasa puas melihat kejadian yang menimpa Haris cowok menyebalkan dan playboy mantan Rania itu.
"Ngomong-ngomong soal cowok tadi siapa sih sebenarnya Ran yang nganterin kamu ke sekolah" Tanya Veyya penasaran.
"Iya Ran aku gak pernah lihat dia sebelumnya saudara jauh ya?" Tanya Gisuwa tak kalah penasaran.
Mereka tahu jika tadi saat bertanya Rania berbohong pada mereka, tidak mungkin juga Rania akan melakukan hal sebodoh itu, mungkin yang percaya hanya orang bodoh seperti Nungky.
"Aku gak bisa jawab sekarang nanti kalian juga tahu" Ucap Rania.
Dia menatap teman-temannya itu yang mendesah karena kecewa saat mendengar jawaban darinya, tapi ap mau dikata dia belum bisa jujur kepada teman-temannya itu.
Bukanya Rania ingin menyembunyikan perihal pernikahannya pada sahabatnya sendiri tapi dia menunggu waktu yang tepat untuk bicara jujur pada mereka, dia tidak ingin gegabah dan membuat sahabatnya itu kecewa.
"Maafin aku guys mungkin nanti saat waktunya tiba aku akan jelasin semuanya sama kalian tapi tidak sekarang" Ucap Rania dalam hati.
"Yasudah kita ngerti kok, kita bakal nunggu kamu sampai mau jujur sama kita" Ucap Veyya.
"Iya Ran aku yakin pasti ada alasannya kamu gak mau jawab sekarang iya kan Ky?" Ucap Gisuwa kepada Nungky yang dari tadi sibuk memakan bakso miliknya.
__ADS_1
"Hah, emang kalian barusan ngomong apaan?" Tanyanya polos membuat yang lain mendelik sebal.
"Sudahlah gak usah diurusin bocah kayak dia yang ada bikin jantungan kita" Ucap Veyya yang di angguki oleh Rania dan Gisuwa.
Saat pulang sekolah Rania sedang menyebrangi jalan raya sendirian, tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir saja menabraknya, beruntung si pengemudi berhasil mengerem kendaraanya tepat waktu.
Rania menatap mobil sport mewah yang hampir saja menabraknya itu dengan kesal, ada-ada saja orang itu sepertinya sudah bosan hidup enak sampai hampir menabranya.
"Siapa sih tuh orang kurang ngajar, main ngebut aja di jalan emangnya ini jalan punya dia, kalau aku mati gimana coba" Ucap Rania kesal.
Rania menghampiri pintu mobil yang kacanya tertutup itu dengan kesal, dia menggedor kacar mobil yang barusan hampir menabraknya.
"Woy buka, mau nyari sial ya ngebut-ngebutan di jalan gak lihat apa ada orang lewat" Omel Rania sambil terus menggedor kaca mobil itu.
"Buka woy kalau gak ku pecahin nih pakai batu" Ancam Rania sambil mengambil batu besar di pinggir jalan.
Kaca mobil itupun perlahan terbuka memperlihatkan si pemilik mobil yang ternyata adalah pria tampan rupawan, pria itu tersenyum lembut kepada Rania.
"Hai manisku apa kabar sayang?" Tanya si pemilik mobil.
Rania mematung di tempatnya, lelaki itu muncul lagi, lelaki yang pernah dicintainya itu kini datang lagi padanya, tanpa menjawa sapaan si lelaki Rania mencegat taksi yang lewat dan langsung pergi meninggalkan prian tersebut.
"Rania tunggu!" Ucap si pria sambil keluar dari mobilnya.
"Ah sial" Gumamnya sambil menatap taksi yang di tumpangi Rania mulai menjauh.
------------------------
Hollaa
Aku balik lagi nihπππ
Ada kabar buruk guys readersku menurun terus beberapa hari ini huuhπ’π’π’π’
Apa Mungkin kalian bosan padaku?π’π’π’
Buat readersku yang setia terima kasih aku sangat menyayangi kalianππππ
Ayo dong semangatin aku dengan like kalian buat aku semangat buat up.
Vote dan tips bagi yang mau ya aku gak maksaππ
Love you guys
Aurhor galau
__ADS_1
Rania Zalora