Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kejutan Kecil


__ADS_3

“Ok terima kasih persiapkan semuanya dengan baik!”


Reno baru saja memutus panggilannya dengan seseorang, kemudian dia berbalik menoleh ke arah Rania yang sedang tertidur lelap, dengan perlahan Reno menghampiri Rania dan ikut berbaring di sebelah istrinya itu.


Reno tersenyum melihat wajah tenang Rania yang tidur begitu pelan, tangannya terulur mengusap perut Rania yang mulai membuncit, dia mengelus perut mulus yang terbalut oleh kain tipis itu dengan lembut, dia mengecup perut Rania merasa bersyukur atas semua yang telah istrinya itu berikan untuknya.


Reno kemudian beranjak ke arah lemarinya, disana dia membuka salah satu laci miliknya yang terkunci, Reno membuka salah satu foto yang menunjukan potret wajah seorang gadis kecil yang tengah tersenyum ke arah kamera, gadis itu adalah Rania gadis yang kini menjadi istrinya.


Reno tersenyum mengingat kenangannya saat kecil, kenangan saat pertama kali dia bertemu dengan gadis menyebalkan bernama Rania, gadis yang sejak kedatangannya dalam hidup Reno mampu mengubah segalanya.


Flashback On


Seorang pria berseragam SMA tengah duduk sendirian dibawah pohon yang terletak di tengah taman yang ramai, dia meringis pelan merasakan sakit di bagian matanya yang biru bekas tonjokan dari seniornya.


Reno tersenyum kecut mengingat bagaimana seniornya itu marah saat dia menolak permintaan seniornya untuk ikut bermain basket bersama mereka, dia yang baru menginjak kelas satu SMA itu memang terkenal akan kepintaran dan juga keahliannya dalam bidang olahraga.


Namun saat seniornya mengajaknya bermain Reno menolak mereka, bukan tanpa alasan dia menolak mereka setelah melihat teman sekelasnya yang dipermalukan di tengah lapangan, alhasil dia malah mendapat tonjokan di dekat matanya, dan harus berdiam diri di taman untuk menghindari amukan ibunya Kikan.


“Bang kenapa matanya kok hitam kayak panda, ihh abang lucu”


Reno mendongak menatap gadis kecil dengan rambut diurai panjang tengah tersenyum padanya sambil memegang es krim, Reno tertegun melihat wajah polos gadis itu yang sangat menggemaskan, dia meringis saat gadis itu menyentuh matanya yang membiru sambil terkikik geli membuat Reno ikut tersenyum melihatnya.


Kemudian ada seekor kelinci yang membuat gadis itu berlari panik hingga akhirnya dia terjatuh dan langsung menangis dengan keras saat es krimnya sudah jatuh dengan mengenaskan, Reno melihat sekeliling yang hanya melihat gadis itu tanpa membantunya, dia pun menghampiri gadis yang tengah menangis itu, dia membantu gadis itu berdiri sambil tersenyum dengan lembut.


“Hai gadis kecil mana ibumu, kenapa kamu sendirian?” Tanya Reno lembut.


“Mama lagi pergi ke WC Bang kata Mama, Lan harus nunggu disini dulu!” Ucap Gadis itu dengan mata yang masih berkaca-kaca menahan tangis, namun kemudian dia kembali menangis membuat Reno menjadi panik.


“Hey jangan menangis ada abang disini!” Ucap Reno mencoba menenangkan namun gadis kecil itu masih menangis, membuat Reno mengacak rambutnya frustasi, kemudian dia melirik es krim milik gadis itu yang sudah terjatuh di atas rumput.


“Kamu mau es krim?”Tanya Reno sambil memandang wajah gadis kecil itu.


Gadis kecil yang ternyata adalah Rania itu mengangguk pelan menatap Reno dengan mata polosnya membuat Renk terkekeh pelan, kemudian dia mengajak Rania pergi dan membeli dua es krim yang dia berikan untuk Rania dan dirinya sendiri.


Cup


Rania mengecup pipi Reno dengan bibir yang belepotan dengan es krim, Reno menoleh menatap Rania yang tersenyum dengan ceria padanya, jantungnya berdebar dengan cepat saat mendapat perlakuan dari gadis kecil disampingnya itu.


“Bang nanti abang jadi pangeran Lan ya Bang biar kita bisa nikah terus tinggal di istana” Ucap Rania dengan lucu.


“Hei sayangnya Mamah kamu di sini ternyata, maaf ya nak Mamah lama” Alea datang menghampiri Rania dan Reno yang tengah duduk dibawah pohon, Alea menoleh kepada Reno sambil tersenyum lembut yang dibalas Reno dengan senyuman samar.


“Terima kasih ya dek udah jagain anak Tante, ayo sayang kita pulang!” Ucap Alea sambil menarik tangan Rania pergi.


Reno menatap kepergian gadis itu dengan mata sendu, dia merasa tidak rela saat Alea membawa Rania pergi , kemudian dia tersenyum saat Rania menoleh dan melambaikan tangannya pada Reno hingga gadis itu pun hilang bersama mobil yang dinaikinya.


Sejak saat itu Reno selalu datang ke taman itu setiap hari sepulang sekolah berharap dia bisa bertemu kembali dengan gadis kecil yang selalu terbayang di ingatan tanpa dia mengerti mengapa, namun sayang Reno tidak pernah bertemu lagi dengan gadis itu.


Dia tidak tahu jika pertemuan pertamanya dengan Rania dan Alea adalah hari dimana  kehidupan gadis itu berubah.

__ADS_1


Flashback off


Reno mengusap wajah Rania yang masih menggemaskan dan lucu, dia mendapatkan foto itu dari Kikan yang pernah menunjukan foto Rania saat kecil yang membuatnya terkejut sekaligus senang, karena ternyata gadis yang dulu dicarinya adalah Raia istrinya sendiri.


“Mas kamu ngapain kok belum tidur?”


Mendengar suara Rania yang terbangun, Reno kembali menyimpan foto tersebut dalam lacinya dan juga mengunci laci tersebut, kemudian dia langsung berbalik dan tersenyum sambil berjalan menghampiri istrinya itu.


“Sayang kamu kenapa bangun, apa aku berisik?” Tanya Reno sambil duduk disisi Rania.


Rania menggeleng pelan.”Tidak Mas aku haus” Cicitnya pelan membuat Reno terkekeh dan langsung mengambilkan air putih yang tersedia di atas nakas, Rania langsung meminum air itu hingga habis.


“Cobalah tidur lagi Ran ini baru jam 9 sayang” Ucap Reno sambil menaruh gelas kosong tersebut kembali ke tempatnya.


“Gak ngantuk Mas aku gak bisa tidur” Ucap Rania pelan.


“Benarkah, lalu apa kamu lapar dan menginginkan sesuatu Ran, katakan saja aku pasti akan mencarikannya untukmu” Ucap Reno sambil tersenyum lembut.


Rania menggeleng.”Gak ada Mas aku cuma lagi gak bisa tidur aja” Ucapnya sambil tersenyum.


Reno terlihat berpikir sejenak kemudian dia menatap Rania sambil tersenyum.”Kamu gak jalan-jalan sama aku malam ini?” Tanya Reno membuat mata Rania berbinar senang.


“Mau Mas mau banget!” Jawab Rania sambil mengangguk dengan semangat.


“Kalau begitu ganti baju kamu dengan baju hangat Ran, ah jangan lupa pakai jaket juga biar kamu gak masuk angin sayang ingat ada bayi yang harus kamu jaga” Ucap Reno mengingatkan.


Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam namun Reno tak juga menghentikan kendaraannya membuat Rania menatap Reno bingung yang sedari tadi berputar-putar tanpa arah tujuan.


“Kita mau kemana sih Mas, aku bosen muter-muter terus” Ucap Rania membuat Reno menoleh sekilas padanya sambil tersenyum.


“Tunggu sebentar lagi Ran, sedikit lagi kita sampai” Ucap Reno sambil terus menjalankan mobilnya membelah jalanan kota yang mulai sepi, sedangkan Rania hanya menurut saja meskipun dia mulai merasa bosan dengan perjalanan yang tanpa tujuan itu.


Mereka pun sampai di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi, saat Reno membunyikan klakson mobilnya pintu gerbang pun dibuka oleh dua satpam yang menjaga rumah mewah tersebut.


“Ayo sayang turun!” Ucap Reno sambil membuka pintu mobil Rania dan mengulurkan tangannya memegang tangan Rania menuntunnya keluar mobil.


“Kita dimana Mas?” Tanya Rania pada Reno yang menuntunnya berjalan ke arah rumah yang berdiri di depannya, rumah itu terlihat sangat mewah dan indah dengan dekorasi yang menakjubkan.


Reno hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Rania, saat sampai di depan pintu dia mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar, Rania memicingkan matanya memandang ruangan yang begitu gelap itu, mereka masih berdiri diambang pintu membuat Rania kembali menoleh pada Reno sambil melepaskan tangannya dalam genggaman  Reno.


Reno melihat jam di pergelangan tangannya, dia tersenyum saat waktu tinggal beberapa detik lagi menunjukan pukul 12 malam, Reno kembali memegang tangan Rania dan melangkahkan kakinya  mengajak Rania untuk memasuki rumah tersebut.


Tepat saat mereka berada di tengah-tengah ruangan, suasana gelap pun berubah jadi terang dengan cahaya biru yang berpendar, Rania mendongak menatap langit-langit ruangan tersebut yang menunjukan cahaya terang dengan ribuan bintang berkilau terang, dia berdecak kagum sambil tersenyum senang dia merasa seperti berada di sebuah ruangan terbuka sambil melihat bintang dengan jarak dekat.


Tidak lama kemudian datang beberapa orang yang tidak dia kenal datang sambil mendorong sebuah kue besar bertuliskan namanya, bersamaan dengan itu lampu-lampu di ruangan tersebut menyala dengan terang.


“Mas i-ini--”


“Selamat ulang tahun yang ke 19 sayang” Ucap Reno sambil mengecup kening istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


Rania menatap kue besar serta para pelayan yang menyanyikan lagu untuknya, dia kemudian menatap Reno yang tersenyum padanya, mata Rania berkaca-kaca hingga akhirnya air matanya pun lolos membasahi pipinya, dia tidak menyangka Reno akan menyiapkan kejutan yang begitu manis di hari ulang tahunnya padahal dia sendiri lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.


“Terima kasih Mas” Ucap Rania sambil memeluk Reno dengan erat.


“Sama-sama Ran, ayo tiup lilinnya sayang” Ucap Reno sambil tersenyum.


Rania pun mulai meniup lilin-lilin tersebut membuat semua orang yang berada disana bertepuk tangan dengan heboh, kemudian dia mengambil pisau kecil yang sudah tersedia dan memotong kue ulang tahunnya itu, Rania mengambil potongan kecil yang dibuatnya dan memberikan kue tersebut kepada Reno sambil menyuapinya membuat Reno tersenyum senang dan menerima suapan Rania.


Setelah para pelayan pergi Reno mengajak Rania menuju kolam Renang yang terletak di belakang rumah tersebut, Rania melihat kolam serta taman yang luas itu sudah dihias dengan sedemikian rupa, di tengah-tengah taman dia melihat sebut tenda kecil dimana terdapat meja makan yang sudah siap dengan makanan yang sudah tersaji disana.


“Ayo duduk Ran!” Ucap Reno sambil memundurkan sebuah kursi mempersilahkan Rania untuk duduk.


“Kamu siapin ini semua Mas?” Tanya Rania di sela-sela makan mereka.


Reno mengangguk mengiyakan.”Iya aku sengaja tidak mengajak yang lain maaf kalau kamu tidak suka, tapi aku hanya ingin menghabiskan waktu kita berdua saja Ran” Ucap Reno sambil memegang tangan Rania.


“Tidak apa Sayang aku mengerti” Ucap Rania sambil tersenyum.


“Kemarilah Ran aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.


Reno pun mengajak Rania ke sebuah kamar, Rania berdecak kagum saat melihat kamar yang begitu luas dan indah itu, dia berjalan ke arah balkon dimana balkon kamar itu mengarah ke arah taman yang terlihat indah jika dilihat dari atas.


“Ini rumah siapa Mas?” Tanya Rania, pertanyaan yang sedari tadi ingin dia tanyakan pada suaminya itu semenjak mereka datang.


“Rumah kita sayang tepatnya ini rumahmu Ran, tadinya aku ingin menghadiahkan ini saat hari kelulusanmu tapi banyak sekali kejadian yang membuatku tidak punya waktu untuk menunjukan padamu Ran, bagaimana apa kamu suka?” Tanya Reno sambil memeluk pinggang istrinya itu dengan lembut.


Rania mengangguk dengan semangat.”Suka Mas rumah ini bagus sekali, tapi apa menurutmu ini tidak terlalu besar jika hanya untuk ditinggali berdua Mas?” Tanya Rania sambil menatap Reno.


“Bukan berdua sayang, kan kita akan memiliki banyak anak dimana mereka bisa bebas bermain ditaman, dan juga aku berniat membuat rumah pohon di sana biar bisa menjadi markas kecil untuk jagoan dan putri kita” Jawab Reno menunjuk sebuah pohon yang cukup besar sambil tersenyum.


Kemudian Reno menatap Rania dengan serius.”Terima kasih Ran karena sudah menjadi istri dan juga ibu dari calon anak-anak kita, aku mencintaimu” Ucapnya sambil mengecup bibir Rania sekilas.


“Terima kasih juga telah menjadi suami terbaik di dunia Mas, aku bangga bisa menjadi istri dari lelaki sepertimu Mas Reno Ardiansyah” Ucap Rania menekankan nama suaminya sambil tersenyum.


Dan malam itu berakhir dengan kenangan manis antara keduanya, kini mereka tinggal menunggu kehadiran buah hati mereka agar keluarga kecil mereka bisa lengkap.


Ditempat lain Kikan tengah mondar-mandir dengan kesal, William dan Alvian hanya tertunduk merasa takut untuk menatap Kikan yang sedang diliputi amarah yang menggebu, bagaimana tidak tadi saat dia ingin membuat kejutan untuk menantu kesayangannya itu, dia malah terkejut saat mendapati kamar anaknya itu telah kosong.


“Dasar Reno kurang ngajar sekali lagi dia nyulik mantu Mama, awas saja kalau dia pulang” Sungutnya kesal.


“Ma Nungky, Veyya sama Gisuwa gak jadi kesini dong?” Tanya Alvian pelan.


Mendengar itu Kikan langsung menoleh menatap Alvian dengan tajam.”Tidak, rencana gagal bubar semua!” Teriaknya dengan kesal, William dan Alvian langsung kabur ke kamar Alvian, William takut jika dia tidur bersama istrinya malam ini, dia hanya akan menjadi sasaran amukan Kikan.


-----------------


Huaaaa jiwa kisminku bergetar😭😭😝😝


eh tapi beneran ada rumah Kek gitu aku liat di drakor tapi lupa jdulnya😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2