Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Ikut Syuting


__ADS_3

Rania dan Reno pun sampai di pantai Kuta tempat syuting akan kembali dilaksanakan, mereka menghampiri Iyan yang sedang mondar mandir sambil menelepon seseorang.


“Ada apa kenapa kamu terlihat panik?” Tanya Reno.


Iyan menoleh menatap Rania dan Reno dalam diam, dia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling.


“Kalian tidak berangkat bersama Adinda dan yang lain? aku menunggu mereka tapi kenapa jam segini belum datang juga, ah sial kenapa Adinda tidak juga mengangkat teleponnya!” Ucap Iyan sambil memasukan hp nya kedalam saku dengan kesal.


“Bukankah dia dan ketiga gadis itu sudah berangkat dari tadi? Aku dan Rania melihat mereka pergi tadi!” Ucap Reno.


“Iya betul aku dan Mas Reno melihat mereka tadi sama si model bule juga” Ucap Rania yang diangguki Reno.


“Lalu kemana mereka, apa sebenarnya yang sedang gadis-gadis itu lakukan, aku tidak mengerti kenapa Adinda juga ikut menghilang biasanya dia tidak begini?” Gumam Iyan pelan.


“Sudahlah kita tunggu saja sebentar lagi mereka juga datang, sepertinya mister Bimbo juga tidak mempermasalahkan hal itu!” Ucap Reno sambil melihat Bimbo tengah mengobrol sambil tertawa dengan salah 1 krunya yang paling setia yaitu Ujang Kesper.


Alvian yang sedang asyik memotret pemandangan untuk mengusir kesepian dalam hatinya yang kosong dan terluka, sesekali dia menyeka keringatnya entah kenapa setelah semalaman menangisi nasib percintaannya yang tragis dipojokan kamar dia merasa badanya sedikit kurang sehat.


“Ya Allah nasib amat jadi jomblo yang kesepian udah mantan nikah sama kakak sendiri, sekarang aku juga mau sakit mana gak ada yang merhatiin lagi!” Gumam Alvian sedih.


“Hey kenapa kamu Al dari kemarin motret pemandangan mulu sekali-kali motret gebetan kek!” Ucap Reno yang menghampirinya bersama Rania sambil tersenyum geli.


“Gebetan dari mana kak, ada juga kang Jamu tuh!” Ucap Alvian ketus sambil menunjuk tukang Jamu yang berjualan dipantai sambil mengenakan baju seksi.


Rania dan Reno melirik tukang Jamu yang terlihat sudah berumur 30 tahunan itu tengah melayani Bimbo dan Ujang Kesper dengan genitnya, dia terlihat seksi dengan mengenakan baju ala anak pantai sambil mengenakan topi yang terbuat dari jerami.


“Wah cantik juga tuh Al,  tukang jamu jaman sekarang emang udah pada berepolusi ya Mas” Ucap Rania sambil tersenyum geli.


“Iya sayang aku juga suka!” Ucap Reno yang langsung mendapat cubitan dari Rania.

__ADS_1


“Bercanda sayang aku sukanya sama kamu doang, apalagi kalau lagi beraksi aku tambah suka” Ucap Reno genit membuat Rania langsung tersipu malu.


Melihat itu Alvian berdecih pelan hatinya yang sudah patah kini tambah remuk melihat kemesraan mereka berdua di depannya, dia langsung mengalihkan pandangannya dari pada melihat hal yang menyakitkan dia lebih memilih memotret pemandangan tukang Jamu dan Ujang Kesper yang saling menggoda.


“Ngapain juga aku motoin orang yang lagi kasmaran bikin tambah galau aja!” Ucap Alvian kesal dan langsung duduk diatas pasir dengan sedih.


“Hey Al coba telepon kekasihmu Nungky tanyakan mereka dimana!” Perintah Reno.


“Apasih kak aku belum pacaran dengannya, kenapa sih aku mulu yang disuruh-suruh!” Ucap Alvian kesal tapi tetap menuruti perintah kakaknya itu.


“Tidak diangkat kak!” Ucap Alvian setelah mematikan sambungan teleponnya dan menoleh kearah kakaknya dan Rania.


“Lalu bagaimana ini sudah siang, sebaiknya kamu cari mereka Al mungkin mereka tersesat!” Ucap Rania.


“Aku cari kemana coba mana kutahu mereka dimana?” Ucap Alvian frustasi.


“Pakai telepati lah Al kamu kan jodohnya Nungky gunakan telepatimu untuk menemukan mereka!” Ucap Reno sambil tertawa yang diikuti Rania sedangkan Alvian sudah mendengus sebal karena digoda oleh kakak kandung dan kakak iparnya.


“Iya betul itu pak, kita gak mungkin menunggu mereka lagi!” Ucap Ujang Kesper ikut bersuara.


“Lalu bagaimana ini siapa yang akan menggantikan mereka, kita tidak mungkin mencari model baru dalam waktu secepat ini!” Ucap Iyan panik sambil terus mencoba menelepon Adinda.


“Tenang kita tetap bisa menyelesaikan syuting iklan hari ini, kita sudah menemukan pasangan yang lebih cocok untuk iklan ini!” Ucap Bimbo sambil menatap Rania dan Reno penuh arti.


Iyan dan yang lain juga ikut menatap mereka berdua dengan pandangan yang sulit diartikan, seolah mengerti maksud tatapan dari mereka dengan kompak Rania dan Reno langsung menggelengkan kepala mereka.


“Tidak aku tidak mau mana mungkin lelaki sepertiku menjadi model iklan sabun!” Ucap Reno menolak dengan tegas.


“Tapi aku mau mas” Ucap Rania sambil menatap suaminya dengan mata berbinar.

__ADS_1


“Mau, tapi barusan kamu juga ikut menggeleng bersamaku Ran lalu itu maksudnya apa sayang?” Tanya Reno bingung.


“Biasanya kan kalau di sinetron si pemeran akan menggeleng dan bilang *tidak, mana mungkin aku menolak permintaan kamu* emang kita nggak Mas?” Tanya Rania polos.


Reno menghembuskan nafasnya kasar sambil melirik istrinya yang menatapnya penuh harap, awalnya dia pikir Rania sudah memiliki kemajuan setelah lama tinggal bersamanya, tapi ternyata tidak gadisnya itu masih sama seperti teman-temannya yang aneh bin ajaib.


“Jadi gimana pak Reno sama istrinya ini masa gak mau, tapi kalau gak mau saya mau kok jadi model prianya!” Ucap si Ujang Kesper sambil tersenyum malu.


Reno menatap lelaki itu dengan tatapan tajam, mana mungkin dia membiarkan istrinya itu dekat-dekat dengan lelaki lain. “Baiklah aku mau!” Ucap Reno pasrah membuat yang lain bersorak senang dan melupakan keempat gadis dan si model pria yang masih tidak jelas keberadaannya.


Syuting pun dimulai Reno dan Rania di dandani dengan sedemikian rupa, Rania terlihat senang saat wajahnya dipoles dengan cantik oleh para penata rias tapi tidak dengan Reno yang terlihat tidak nyaman dengan si penata rias yang jenis kelaminnya laki-laki tapi bersikap seperti gadis abg.


“Sudah jangan terlalu tebal memakai bedaknya aku bukan banci!” Protes Reno sambil menepis tangan si pria gatal.


“Aduh Mas tampan bikin gemes deh ini udah prosedur sayang jangan protes dong, coba sekarang monyongin bibirnya Mas!” Ucap si pria gatal sambil menyiapkan lipstiknya.


“Tidak aku tidak mau kenapa harus pakai lipstik segala sih, sudah begini saja sudah cukup!” Ucap Reno tidak terima sambil menggeleng dengan tegas.


“Aduh ini biar Mas tampan gak kelihatan pucat loh, mba cantik gimana nih Masnya gak mau pakai lipstik?” Ucap Si pria gatel mengadu kepada Rania.


Rania menoleh menatap suaminya dengan tersenyum sangat manis membuat Reno ingin segera mencium bibir gadisnya itu.”Mas mau ya sayang buat aku loh” Ucap Rania dengan senyuman mautnya yang mematikan


Reno pun mengangguk dengan pasrah sambil memonyongkan bibirnya membuat si pria gatal leluasa mengoleskan lipstik ke bibir Reno yang tebal.


Alvian yang sedari tadi memperhatikan mereka tersenyum puas, akhirnya kakaknya itu juga merasakan apa yang pernah dia rasakan saat Kikan dan Rania memaksanya mengenakan baju perempuan dan didandani oleh kedua wanita tersebut.


“Lumayanlah walaupun gak separah yang aku alami setidaknya Kak Reno juga sedikit merasakan bagaimana penderitaanku!” Gumam Alvian sambil tersenyum senang.


“Nah gini kan tambah cakep bikin aku pengen nyosor saja!” Ucap Si pria gatel centil.

__ADS_1


“Itu punyaku jangan berani-berani nyentuh Mas Reno ku, kalau gak habis kamu!” Ancam Rania bercanda sambil tersenyum membuat yang lain juga ikut tertawa dibuatnya.


__ADS_2