
Rania memasuki loby perusahaan Reno yang besar dan megah, dia menghampiri seorang recepsionist yang sedang asyik memoleskan bedak ke wajahmya.
"Sore Mba saya mau ketemu Pak Reno Andriyansyah ruangannya yang mana ya Mba?" Tanya Rania sopan.
Si resepsionist menatap Rania dari atas sampai bawah dia sepertinya tidak menyadari jika itu adalah istri Reno, wajar saja waktu itu saat pesta pernikahan Rania tidak memakai seragam sekolah seperti sekarang.
"Mau ngapain dek, Pak Renonya lagi sibuk kalau mau minta sumbangan nanti saja" Ucap si wanita kembali asyik berdandan.
"Tapi saya sudah janji dengan Pak Reno Mba kalau nggak percaya tanyakan saja!" Ucap Rania.
"Dasar bocah nakal kamu pikir aku bodoh apa, mana mungkin Pak Reno punya janji dengan bocah cilik sepertimu, sudahlah ambil ini buat ongkos!" Ucap si wanita sambil menyerahkan uang 10 ribu selembar kepada Rania.
Rania melirik uang yang di berikan si wanita dengan kesal, dia melihat nama yang tertera di name tag yang ternyata bernama Asti.
"Kurang asem nih Mba-mba bikin aku naik darah saja awas saja kamu nanti" Gumam Rania dalam hati.
"Saya gak mau uang Mba saya maunya keruangan Pak Reno sekarang Mba, saya sudah janji sama dia!" Ucap Rania lagi sambil menyerahkan uang itu kembali.
Asti menatap Rania kesal, gadia itu sudah mengganggu acara dandannya, apa gadis itu tidak tahu kalau dia sedang mencari pacar setelah putus dari tukang sate kemarin.
Baru saja dia ingin kembali bicara namun suara seseorang membuat dia mengurungkan niatnya.
"Rania?"
"Mas Iyan" Ucap Rania senang setelah melihat orang yang memanggilnya tadi adalah Iyan.
"Kamu kok ada disini janjian sama Reno ya?" Tanya Iyan sambil tersenyum.
"Iya Mas, tapi aku belum tahu ruangannya habis nanya juga gak di kasih tahu aku" Ucap Rania sambil melirik Asti.
Asti syok di tempatnya setelah mendengar nama Rania disebut, tentu saja dia tahu Rania adalah nama istri dari atasannya Reno, badannya mendadak gemetar dan panas dingin.
Asti melirik Rania sambil menunduk takut berharap tuan putri istri atasannya itu tidak mengadukan perbuatannya pada Reno ataupun Iyan, dia masih memiliki banyak cicilan yang belum lunas.
"Yasudah biar aku antar kamu keruangannya ayo kita pergi" Ucap Iyan mengajak Rania menuju lift.
tok
tok
tok
Seseorang mengetuk pintu ruangan Reno yang tengah sibuk mengerjakan berkas-berkas kantor yang menumpuk.
"Masuk!" Perintahnya tanpa mendongak sedikitpun.
Masuklah Rania bersama Iyan, sesekali Rania tertawa mendengar ucapan Iyan, gadis itu seolah tidak menyadari tatajam Reno yang seolah ingin mengulitinya.
"Ren ini istrimu nyari kamu tadi aku ketemu dibawah makanya aku bawa kemari" Ucap Iyan sambil tersenyum.
"Hmmm" Gumam Reno pura-pura tidak peduli.
"Iyaloh Om Mas iyan baik banget mau nganterin aku kesini, tadi aku hampir saja mau pulang" Ucap Rania sambil tersenyum ke arah Iyan.
"Kamu lucu sekali Rania" Ucap Iyan sambil mengacak rambut Rania dengan gemas.
__ADS_1
"Baiklah aku pergi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan sampai jumpa!" Ucap Iyan lagi sambil melangkah keluar pintu.
"Dah Mas Iyan kapan-kapan main ke apartemen ya Mas!" Ucap Rania.
Iyan mengangguk sambil tersenyum dia pun menutup pintu ruangan Reno, menyisakan Rania dan Reno yang tinggal berdua disana.
"Mas Iyan orangnya lucu juga ya Om" Ucap Rania senang sambil duduk di atas kursi yang di sediakan untuk menyambut tamu di ruangan Reno.
"Mana kutahu aku tidak pernah asyik bercanda dengannya" Jawab Reno ketus pura-pura sibuk mengerjakan berkas kantor.
"Ish Om kok gitu lagi ngambek ya" Tanya Rania menghampiri Reno dan berdiri di sampingnya.
"Tidak untuk apa aku marah" Ucap Reno ketus.
"Terus kenapa cemberut gitu Om, ayo ngobrol dong sama aku" Ajak Rania.
"Tidak mau kamu ngobrol saja dengan Mas Iyanmu itu aku sibuk!" Ucap Reno sengaja menekankan kata Mas Iyan yang membuat Rania terkikik geli.
"Om cemburu ya aku panggil Mas Iyan dengan sebutan Mas?" Tanya Rania sambil tersenyum.
"Kamu pikir saja sendiri, aku sudah biasa di panggil Om olehmu, kamu hanya memanggilku Mas saat kita sedang di rumah orang tuaku, sudahlah lagi pula aku tidak perduli!" Ucap Reno kesal.
"Cie Om ngambek nih yee bikin gemes deh" Ucap Rania sambil mencolek dagu Reno.
"Diam aku sedang sibuk!" Ucap Reno berusaha menyembunyikan senyumannya.
"Jangan ngambek dong Om aku janji deh gak bakal manggil Om lagi, mulai sekarang aku panggil Mas tampanku gimana?" Tanya Rania menggoda Reno.
"Terserah kamu saja" Ucap Reno tak kuasa menahan kebahagiaanya.
"Dasar gadis nakal kenapa kamu terus menggodaku hmm?" Tanya Reno sambil menarik Rania duduk di pangkuannya.
"Lepasin Mas malu kalau dilihat orang, nanti ada yang masuk gimana" Ucap Rania sambil berusaha melepaskan diri.
"Diamlah sayang aku merindukanmu Rania" Ucap Reno sambil memeluk Rania dengan erat.
"Baru juga tadi pagi Mas kita ketemu udah kangen saja, jadi malu aku!" Ucap Rania sambil menyembunyikan wajahnya di dada Reno yang bidang.
"Memangya kenapa, apa aku tidak boleh merindukan istriku sendiri Rania?" Tanya Reno sambil memegang kedua pipi Rania yang bersemu merah.
"Boleh kok Om, boleh banget malah kalau kangen telepon aku saja aku pasti datang!" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Hey gadis mesum berani sekali kamu memanggilku dengan sebuta Om lagi, biar kuhukum kamu!" Ucap Reno sambil mendekatkan wajahnya.
Reno mengecup bibir Rania singkat, kecupan itu kini berubah menjadi lumatan yang menggebu seolah ingin menyalurkan hasrat terpendamnya.
Rania menutup matanya sambil memegang kerah kemeja Reno dengan erat, dia mencoba membalas lumatan Reno yang seolah menuntut penuh hasrat.
Pagutan mereka terhenti saat keduanya mulai kehabisan nafas, Rania langsung menyembunyikan wajahnya di dada Reno yang bidang.
"Ciuman pertamaku akhirnya tuntas juga!" Ucap Rania senang dalam hati.
"Berdirilah kamu itu berat sekali Rania!" Ucap Reno.
"Ish kok Mas gitu sih barusan saja main dudukin aku saja di pangkuan Mas, sekarang saja pas udah ciuman panasnya Mas ngomong gitu" Ucap Rania kesal sambil berdiri.
__ADS_1
"Dasar kamu ini bicaramu selalu ceplas ceplos tapi aku suka, berjanjilah kamu hanya akan seperti itu di depanku bukan di depan orang lain apalagi jika dia lelaki!" Ucap Reno serius.
"Iya aku janji Mas gak bakal ngomong gitu di depan orang lain" Ucap Rania membuat Reno tersenyum puas.
"Oh iya Mas ngapain nyuruh aku kesini ada apa sih?" Tanya Rania lagi.
"Tidak ada aku hanya ingin makan bersamamu setelah itu kita pulang kerumah bersama" Ucap Reno sambil memakai jasnya yang tersampir di kursi.
"Makan dimana Mas, sekalian belanja ya Mas" Ucap Rania semangat.
"Terserah kamu saja sayang aku akan memenuhi keinginanmu, ayo kita pergi!" Ajak Reno.
"Bentar Mas, aku rapihin rambutku dulu kusut nih gara-gara ciuman ganas tadi" Ucap Rania sambil merapihkan rambut panjangnya.
Reno tersenyum mendengar kata-kata Rania, dia membelai rambut gadisnya dengan lembut membuat Rania menatap Reno bingung.
"Kamu itu sudah cantik bagiku untuk apa kamu merapihkan rambut hasil perbuatanku jangan buat aku merusaknya lagi Rania" Goda Reno membuat Rania langsung tersipu malu.
"Jangan Om kita lanjutin saja nanti di rumah biar puas" Ucap Rania membuat Reno terkekeh geli mendengarnya.
"Baiklah ayo kita pergi aku sudah tidak sabar!" Ucap Reno sambil menarik tangan Rania.
Beberapa karyawan memperhatikan Reno dan Rania yang terlihat bahagia, mereka takjub melihat pasangan beda umur itu yang sama sekali tidak risih menunjukan kemesraan mereka sambil bergandengan tangan.
Adinda yang kebetulan habis pemotretan di kantor Reno, menatap mereka dengan kesal, ingin sekali dia menjambak Rambut Rania yang sudah merebut Reno darinya.
"Tunggu dan lihat saja aku akan mengambil Reno darimu bocah nakal" Gumam Adinda sambil tersenyum sinis.
------------------
Holla!!!!!!
Aku datang lagi untuk kamu readersku tercintah😍
Terima kasih kalian sudah memberiku semangat😚😚
Ini hadiah untuk kalian readersku tersayang aku up 2 kali loh😍😘😘
Jangan bosan dukung aku dengan like kalian ayo like yang banyak buat aku senang.
Vote dan tips bagi yang mau, aku tidak ingin memaksa kalian untuk vote ceritaku di like saja aku sudah sangat bahagia
😚😚.
Yang nanya Visual Reno dan Rania kasih saran dong kira-kira siapa yang cocok meranin mereka.
Kalian boleh gabung gc ku kalau kalian mau, disana kalian bisa langsung berinteraksi denganku😆
Kalau mau masuk jangan lupa kasih kata2 apa saja yang penting kata2 kalau gak kalian bisa bilang "Vinoy buka pintu" Maka akan langsung d acc oleh adminku.
kalau kalian gak bilang apa2 aku dan admin belum tentu acc kalian hehe😆
I love you guys
Author setengah galau😚
__ADS_1