Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kelakuan Reno dan Al


__ADS_3

Di malam hari Reno baru saja selesai mandi, dia berjalan sambil menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk, dia  menghampiri Rania  yang tengah duduk atas sofa yang terlihat sangat sibuk  sambil membaca beberapa kertas laporan dari perusahaan ayahnya Bram.


Setelah ayahnya Bram meninggal Rania memang mulai disibukkan dengan urusan kantor ayahnya itu, karena selain Joshua dia juga menjadi salah satu petinggi di perusahaan membuatnya mau tidak mau harus mengikuti perkembangan perusahaan dan ikut andil dalam mengurus perusahaan ayahnya itu.


“Malam Sayang lagi sibuk banget ya sampai gak sadar aku disini?” Ucap Reno sambil duduk disamping istrinya itu, dia menaruh handuk itu asal melemparnya ke arah meja, membuat Rania berdecak kesal dan melempar handuk kecil itu pada suaminya lagi, Reno tertawa melihat kekesalan Rania dan mengambil handuk yang mendarat mulus di wajahnya itu.


“Ran lagi apa sih aku dicuekin mulu deh” Ucap Reno manja sambil bersandar dibahu Rania.


Rania menaruh kertas yang dipegangnya kemudian menoleh sambil tersenyum pada Reno.”Maaf sayang ini Kak Jo nyuruh aku pelajari soal proyek hotel yang mau kami bangun di Bali sayang” Ucapnya sambil menangkup wajah Reno kemudian dia mengecup bibir Reno singkat membuat Reno tersenyum senang.


“Aku kangen kamu Ran, akhir-akhir kamu sibuk banget sampai lupa sama aku, kalau gak kuliah kamu ngurusin Bima terus aku malah dilupain” Ucap Reno sedih sambil memeluk Rania membuat gadis itu terkekeh pelan.


“Ya sudah ayo Mas kamu mau aku ngapain hmm?,  Maaf ya aku gak maksud nyuekin kamu Mas” Ucap Rania meminta maaf sambil mendongak menatap wajah Reno.


Reno melepaskan pelukannya dan mengecup kening istrinya itu dengan lembut.”Maafin aku juga yang kurang ngertiin kamu ya Ran, aku kangen kamu sayang kangen kamu manja-manja sama aku” Ucapnya sambil tersenyum.


“Aku juga Mas, gak kerasa ya udah hampir dua tahun kita nikah Mas, sekarang udah ada Bima yang jadi pelengkap keluarga kita” Ucap Rania dengan pandangan menerawang, dia merasa waktu berjalan begitu cepat semenjak dia menikah dengan Reno, banyak air mata bahagia dan kesedihan mengiringi perjalanan mereka, dan itu membuatnya semakin mencintai sosok suaminya itu lebih dari yang dia pikirkan.


Reno mengangguk setuju.”Rasanya dua tahun gak cukup buat bikin aku gak tergila-gila sama kamu Ran, yang ada aku malah semakin cinta sama kamu” Ucapnya membuat istrinya itu tersipu malu dengan pipi merona merah.


“Kalau ada yang kamu gak ngerti soal perusahaan, kamu bisa tanya aku ya Ran” Ucapnya lagi.


Rania mengangguk mengiyakan sambil tersenyum.”Pasti Mas, tapi untuk sekarang aku masih ngerti kok belum ada kendala” Jawabnya.


Reno tersenyum mendengar jawaban Rania, dia tahu istrinya itu memang cukup pintar dan sangat mudah memahami soal perusahaan, kemudian dia menoleh ke arah ranjang kecil dimana Bima sedang terlelap tidur dengan nyenyaknya.

__ADS_1


“Kalau begitu malam ini kamu harus manjain aku sayang, mumpung Bima lagi tidur” Ucapnya sambil menggendong Raia membuat gadis itu memekik kemudian dia mengangguk dengan wajah tersipu malu.


Reno membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang, dia tersenyum melihat kecantikan yang terpancar di wajah Rania, dengan perlahan Reno ikut berbaring di samping Rania dan mulai mengurung istrinya itu dibawah tubuhnya.


Mereka saling mendekatkan wajah dan menempelkan bibir mereka membiarkan sensasi panas menjalar di tubuh keduanya, Reno beranjak sejenak untuk membuka kaus yang menempel di tubuhnya dan melempar kaus itu ke sembarang arah, kemudian dia kembali mengurung Rania dan mulai melancarkan aksinya.


Bibir mereka saling berpagutan, tangan Rania dikaitkan di leher suaminya itu, sedangkan tangan Reno sudah menjalar menelusuri tubuh istrinya yang masih terbalut baju tidur berbahan tipis itu.


“Oekkkk oekkkk”


Suara tangisan dari Bima yang terbangun dari tidurnya membuat Rania mendorong tubuh Reno dan langsung menghampiri anaknya itu, Reno mengacak rambutnya frustasi sambil menatap Rania yang kini kembali duduk di sampingnya sambil menggendong Bima yang tengah menyusui.


“Duh anak Mama haus ya sayang” Ucap Rania sambil membelai wajah Bima yang kini baru selesai menyusui dan tertawa senang saat Rania membelai wajahnya.


“Bukan haus sayang, Bima emang kayaknya gak suka aku dekat-dekat sama kamu Ran” Ucap Reno sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


Beberapa lama kemudian Bima pun kembali tertidur, Rania segera membaringkan Bima ke ranjangnya dengan lembut, kemudian dia berbaring di samping Reno yang sudah menunggunya sambil tersenyum lebar.


“Ayo kita lanjutin yang tadi ya sayang” Ucapnya sambil menindih Rania membuat Rania tersipu malu sambil mengangguk.


Saat Reno sedang asyik menggerayangi tubuh istrinya itu sambil menciumi wajah Rania, suara Bima kembali terdengar membuat Reno berdecak kesal, dan kemudian dia beranjak menghampiri Bima yang tertawa senang saat melihatnya.


Reno menggendong anaknya itu dan menatapnya gemas.”Berani ya kamu ngerjain Papa terus, nanti Papa cubit loh” Ucapnya membuat Bima terkikik mendengar suara Reno.


Reno berjalan sambil menggendong Bima menuju pintu kamarnya membuat Rania menatap suaminya itu bingung.”Bima mau dibawa kemana Mas?” Tanyanya bingung.

__ADS_1


Sejenak Reno menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada Rania yang sedang berbaring diatas ranjang.”Dititipin bentar sayang biar gak ganggu aku sama kamu dulu” Jawabnya kemudian dia berjalan keluar kamar meninggalkan Rania.


Reno berjalan menuju kamar Kikan, namun saat dia sampai disana ibunya itu tidak ada sedangkan ayahnya William sudah terlelap tidur, Reno mengerutkan keningnya bingung karena tidak melihat ibunya itu, digendongannya Bima tertawa sambil menggerak-gerakan tangan dan kakinya.


Tidak habis akal kemudian Reno membawa Bima ke kamar Alvian adiknya, saat membuka pintu terlihat Alvian sedang asyik bermain PS sendirian, Reno langsung memberikan Bima pada Alvian membuat adiknya itu menatap Bima dan Reno dengan wajah bingung.


“Apa-apain nih kak, kok Bima dibawa kesini sih?” Ucapnya tak mengerti.


“Nitip bentar Al, pokoknya jangan dibalikin sebelum aku sendiri yang ngambil Bima, awas aja kalau kamu datang ke kamarku!” Ancam Reno dan tanpa menunggu jawaban dia langsung berlari kembali ke kamarnya, setelah itu dia mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang mengganggunya lagi dan  Rania.


“Ayo sayang kita lanjut lagi!” Ucap Reno sambil meloncat ke atas ranjang membuat Rania terkekeh pelan dengan kelakukan Reno yang tidak sabaran, dan akhirnya mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda hingga tuntas.


Kikan yang baru saja kembali dari dapur mengambil minum dan cemilan, dia berjalan melewati kamar Alvian namun langkah kakinya terhenti saat mendengar suara bayi di kamar anak bungsunya itu, dengan perlahan dia pun membuka pintu yang sedikit terbuka itu hingga terbuka lebar.


“Astagfirullah Al kamu ngapain?” Teriak Kikan terkejut melihat anaknya.


Alvian yang sedang berjoget di depan Bima sambil mengenakan rambut palsu dan juga daster yang dia ambil di kamar Kikan itu langsung menghentikan aksinya, kemudian dia menoleh menatap ibunya yang terlihat sangat terkejut dengan kelakuan nya.


“Ini Ma, Bima tadi nangis makannya aku dandan kayak gini biar mirip kayak Ran, lihat tuh buktinya Bima suka” Ucapnya sambil menunjuk Bima yang terlihat senang sambil menggerak-gerakan tangan dan kakinya dengan lincah.


Kikan berdecak kesal sambil menjewer kuping anaknya itu dengan kesal, membuat Alvian meringis kesakitan.”Ampun Ma, sakit tahu salah Al apa coba” Ucap Alvian sambil menarik tangan Kikan yang menjewer kupingnya.


“Dasar anak gak guna kamu, salah kamu Al udah ngajarin yang gak bener sama Bima, anak bayi dikasih contoh dandan jadi cewek, astagfirullah Al kamu itu cowok nak bukan banci” Ucap Kikan sambil kembali menjewer kuping Alvian, sedangkan Bima tertawa senang melihat keduanya.


---------

__ADS_1


No Komen Ah


__ADS_2