
15 menit sebelum jam 12 malam, Reno terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ketukan di pintu kamarnya, matanya perlahan terbuka sambil melihat sisi ranjangnya yang kosong.
"Rania" Gumamnya pelan sambil beranjak bangun dan duduk diatas ranjangnya.
Reno melihat kesekeliling kamar mencari keberadaan istrinya itu namun Rania tidak ada, suara ketukan pintu semakin jelas terdengar di telinganya membuat Reno beranjak menuju pintu berharap jika itu adalah Rania istrinya.
"Hai Om ganteng baru bangun aja masih ganteng aja si Om" Sapa Gisuwa setelah Reno membuka pintu kamarnya.
"Kalian ada apa kemari dan ya dimana istriku Rania, apa kalian melihatnya?" Tanya Reno menatap ketiga gadis yang tersenyum kearahnya.
Reno memperhatikan mereka yang terlihat sudah rapih mengenakan gaun, dia tidak mengerti untuk apa ketiga gadis itu berdandan di tengah malam begini, namun Reno enggan menanyakan hal itu yang penting sekarang adalah dimana Rania.
"Ran ada kok Om dia aman sama kita, mending Om pakai baju yang rapih baru kita temuin Om sama Rania!" Ucap Veyya sambil tersenyum misterius.
"Tapi untuk apa saya ma---"
Sebelum Reno selesai bicara Nungky, Veyya dan Gisuwa sudah mendorong Reno kembali ke kamar dan langsung menutup pintu tersebut.
"Pakai baju yang cakep ya Om ganteng kalau gak Ran kita kasih ke cowok lain loh!" Ucap Nungky sambil terkekeh pelan bersama Veyya dan Gisuwa.
"Ada-ada saja bocah-bocah itu tapi yasudahlah aku turuti saja yang penting aku bisa bertemu istriku!" Ucap Reno sambil mengambil salah 1 jasnya di dalam koper dan mulai mengganti pakaiannya.
Di depan kamar Veyya, Nungky dan Gisuwa berdiri di depan pintu sambil melipat tangan mereka di depan dada layaknya seorang bodyguard, mata mereka awas memandang sekeliling memastikan keadaan sambil menunggu sang pria selesai berganti pakaian.
"Eh kenapa sih kita harus pakai baju samaan gini kayak anak kembar beda rupa kita!" Ucap Veyya mengeluhkan pakaiannya yang sama dengan Gisuwa dan Nungky.
"Iya tapi mau gimana lagi cuman baju ini yang ada masih untung ada toko baju yang buka tengah malam gini!" Ucap Gisuwa ikut melirik pakaiannya.
"Sudah gak apa-apa kita kan emang udah kayak saudara iyakan guys, gimana kalau mulai hari ini kita jadi saudara beneran?" Ucap Nungky sambil nyengir kearah Veyya dan Gisuwa.
__ADS_1
"Ogahh!" Ucap Veyya dan Gisuwa serempak.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan wajah Reno yang tampan dan juga jas abu-abu yang melekat di tubuhnya menambah pesona ketampanan Reno yang mampu membius para wanita manapun.
Veyya, Gisuwa dan Nungky menatap Reno penuh kekaguman dengan mulut terbuka tanpa sadar sesuatu menetes disudut bibir mereka yang langsung mereka lap dengan tangan tanpa mengalihkan pandangan mereka dari sosok pria tampan di depannya itu.
"Astagfirullah!" Ucap mereka serempak menyadari kesalahan mereka yang hampir saja tergoda dengan ketampanan Reno suami dari sahabat mereka itu.
Kini mereka mengerti mengapa Adinda masih saja mengejar Reno meski lelaki itu sudah menikah, mereka saja tak sanggup menahan kekaguman mereka kepada Reno yang tampan dan juga kaya raya wanita mana saja pasti mengejar Reno, dan mereka yakin wanita manapun tidak akan menolak jika Reno hanya menjadikan mereka pemuas nafsu saja.
"Om ayo kita pergi istrimu sudah menunggu Om ganteng!" Ucap Gisuwa.
Ketiga gadis tersebut pun menggiring Reno ke restoran hotel yang berada di lantai 2 saat masuk kesana terlihat karpet merah panjang bertabur mawar yang disisinya terdapat lilin dan juga bunga-bunga yang di pajang dengan sedemikian rupa.
Disetiap sisi teman-teman Reno, ada juga Alvian dan Adinda serta sutradara berdiri sambil memegang lilin dan tersenyum kearahnya, perlahan Reno melewati mereka semua menuju Rania yang sudah duduk manis di depan piano.
"Rania!" Ucap Reno pelan tanpa berkedip memandang istrinya penuh kekaguman.
Rania tersenyum memandang Reno sekilas dan kembali mengalihkan pandangannya kearah piano, dengan perlahan Rania mulai menekan tuts-tuts piano dengan lihai.
Dia memejamkan matanya sambil mengambil nafas dalam-dalam, dia mendekatkan mulutnya kearah michropon yang ada di depannya dan mulai menyanyikan lagu romantis yang terkenal yaitu A Thousand Year.
Saat menyanyikan itu Rania mencurahkan seluruh isi hatinya yang selama ini dia pendam untuk Reno, dengan lagu itu dia ingin Reno tahu jika dia sangat mencintainya bahkan jika itu sampai seribu tahun lagi.
Reno terdiam mendengarkan suara merdu Rania dengan mata berkaca-kaca, dia tidak menyangka istrinya itu akan memberinya kejutan yang tidak akan pernah bisa dia lupakan.
Air matanya pun ikut menetes saat Rania menoleh kearahnya dengan berurai air mata dan tersenyum lembut kearahnya sambil tetap melantunkan lagu tersebut.
__ADS_1
Dia tidak bisa berkata apa-apa dia ingin segera menarik istrinya itu kedalam pelukannya dan mengatakan terima kasih untuk semuanya, tapi dia masih berdiri mematung menatap istrinya dan menunggu Rania mengakhirinya lagunya.
Para tamu yang datang ikut berkaca-kaca mendengar lantunan lagu yang dinyanyikan Rania, Veyya, Gisuwa dan Nungky yang biasanya heboh pun terdiam menikmati lagu tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Sedangkan Alvian dia menatap kedua orang tersebut dengan pandangan tak terbaca, kemudian dia tersenyum samar dengan mata yang memerah menahan tangis dan langsung berlalu meninggalkan restoran tersebut.
"Kak Al kemana tuh, dia gak mendadak sakit kan lihat adegan romantis gini, padahal belum adegan cium-ciumannya loh!" Ucap Veyya menatap kepergian Alvian dengan bingung.
"Kasihan juga ya kak Al ngeliat mantan ngasih kejutan romantis ke kakaknya sendiri, hatinya pasti potek-potek jadi seribu keping tuh!" Ucap Gisuwa prihatin.
"Ky kamu kejar gih kan dia calon laki mu kalau Awan nolak nikahin kamu nanti Ky hibur kek!" Ucap Veyya mendorong Nungky yang hanya menatap kepergian Alvian.
"Jangan Veyy biarin dia sendiri dulu, kadang kita butuh waktu sendiri agar kita bisa menumpahkan segala isi hati kita yang terluka!" Ucap Nungky bijak.
"Mba gatel gak pergi juga, gak panas emang lihat si om ganteng di kasih kejutan sama Ran, apa jangan-jangan mba mau ngacauin acaranya lagi?" Tanya Nungky curiga setelah menghampiri gadis yang terlihat bosan itu.
Adinda melirik Nungky sebal sambil memutar bola matanya malas.
"Ngapain juga aku pergi, gini-gini aku ini pelakor terhormat ya, ada masanya aku diam dan tidak bertindak apapun, apalagi sekarang ulang tahun mas Reno mana tega aku ngancurin kebahagiaan dia, diama sajalah aku besok baru mulai deketin lagi!" Ucap Adinda sambil memandang Reno dan Rania.
Disampingnya Iyan tersenyum mendengarnya, dia senang Adinda masih bisa mengalah untuk kebahagiaan Reno, tinggal menunggu waktu saja untuk Adinda merelakan Reno bersama Rania dan itu adalah waktunya untuk menyatakan cinta pada Adinda yang sudah lama dia pendam.
------
Anjay aku nangis loh nulis part iniπ’π’
Masih penasaran gak selanjutnya gimana?
jangan lupa like n Vote yaππ
__ADS_1
Salam Sayang
Author Galau