
“Mas maaf ya aku bikin ulah lagi dan Mas juga yang harus ngurusin semuanya” Ucap Rania meminta maaf sambil menundukan wajahnya merasa bersalah.
Saat ini mereia tengah berada dalam mobil menuju perjalanan pulang, setelag menyelesaikan segala urusan di sekolah Reno langsung mengantar semua teman Rania hingga akhirnya kini mereka tinggal berdua di dalam mobil, Reno menoleh menatap istrinya sambil tersenyum.
“Sudah tidak apa-apa Ran, lain kali jangan begitu ya sayang!” Ucap Reno sambil tersenyum.
Rania mengangguk dengan patuh dia memainkan jari jemarinya pelan sambil mengusap cincin yang diberikan Reno, air matanya tiba-tiba menetes sambil tersenyum samar dia menoleh ke arah Reno yang sedang fokus menyetir.
Selama ini jika dia melakukan masalah di sekolah Kakaknya Natalya yang mengurus semuanya, jika kakaknya itu sedang sibuk maka Bibi di rumahnya yang akan maju dan datang ke sekolah Rania.
Selain mereka berdua tidak ada orang lain yang bisa dia andalkan, ayahnya sendiri bahkan tidak pernah mau tahu tentang urusannya, tapi kini ada Reno bersamanya orang yang selalu menjaga dan menyayangi Rania sepenuh hati.
“Pa aku rindu sama Papa!” Batin Rania pelan.
“Hey kamu kenapa menangis Ran, ada apa?” Tanya Reno saat menoleh dia mendapati Rania tengah menangis.
“Gak kok Mas, Oh ya tadi kamu kok bisa tahu kalau aku kena masalah di sekolah?” Tanya Rania bingung.
“Kak Nat yang memberitahu dan juga mulai sekarang aku yang akan mengurus semua hal tentang kamu Ran, itu sudah menjadi kewajibanku sekarang!” Ucap Reno sambil tersenyum.
Rania mengangguk mengerti, kemudian dia kembali menoleh ke arah Reno. “Mas ajarin aku belajar!” Ucapnya tiba-tiba.
Tinnnn
Reno mengerem mobilnya secara mendadak dia menoleh ke arah Rania yang tengah menatapnya dengan serius, dia tidak terlihat sedang bercanda saat mengatakannya membuat Reno bingung dengan tingkah Rania yang memintanya mengajari gadis itu.
“Kamu yakin Ran, nanti sama kayak dulu lagi ngomong doang tapi belajarnya nggak!” Ucap Reno meragukan kata-kata Rania.
Sebelumnya Rania memang pernah meminta Reno mengajarinya saat liburan sekolah kemarin, namun sama sekali tidak pernah terlaksana karena Rania lebih suka bermain game atau memuaskan Reno di ranjang.
“Gak Mas kali ini beneran aku janji bakal belajar yang serius!” Ucap Rania serius.
__ADS_1
Dia sudah bertekad untuk belajar kali ini, setelah tadi dia tanpa sengaja lebih tepatnya melihat-lihat media sosial Adinda, dia jadi panas sendiri saat mengetahui jika Adinda ternyata lulusan universitas bergengsi dengan nilai yang memuaskan.
“Aku gak bakal kalah sama si mba gatek itu!” Ucap Rania dalam hati dengan penuh tekad.
Melihat keseriusan dari istrinya itu, Reno mengangguk setuju dia sangat bahagia mendengarnya, kini akhirnya Rania punya keseriusan dalam belajar dan untuk itu dengan senang hati dia akan mengajari istrinya hingga dia lulus nanti.
“Terima kasih Mas Renoku sayang, aku cinta kamu Mas!” Ucap Rania sambil memeluk Reno dengan senang.
“Iya sama-sama Raniaku sayang!” Uca Reno setelah Rania melepaskan pelukannya.
Setelah itu Reno kembali melajukan mobilnya menuju apartemen, di dalam perjalanan mereka mengobrol sambil bersenda gurau seolah sangat menikmati waktu mereka berdua.
“Mas aku mandi dulu ya, gerah banget nih!” Ucap Rania sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
Reno yang tengah duduk di sofa langsung mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, dia kembali memainkan hp nya membalas pesan-pesan dari Iyan.
Selesai mandi dia melihat suaminya itu tengah tertidur di sofa, Rania mendekati Reno dan langsung menunduk sambil memandangi wajah Reno yang terlihat tenang jika sedang tidur.
Cup
Rania mencium kening Reno dengan lembut, kening Rania berkerut merasakan ada sesuatu yang salah pada Reno, dia menempelkan punggung tangannya ke kening Reno dia terkejut merasakan suhu badan suaminya itu yang terlihat sangat panas.
“Dingin!” Gumam Reno pelan sambil memeluk badanya sendiri.
Bulir-bulir keringat mulai bermunculan di tubuh Reno, Rania mengerjapkan matanya panik, dia langsung membangunkan Reno membuat suaminya itu duduk di sofa.
“Mas kamu sakit kita ke rumah sakit ya sayang!” Ucap Rania panik sambil menyentuh suhu badan Reno yang tambah panas.
Reno membuka matanya sambil tersenyum lemah, dia menggeleng dan langsung menarik Rania ke dalam pelukannya.
“Tidak perlu sayang aku hanya demam saja, cukup temani aku saja Ran!” Ucap Reno menolak ajakan Rania.
__ADS_1
“Tapi badan kamu panas banget Mas, kalau kamu kenapa-napa gimana coba!” Ucap Rania.
“Jangan khawatir aku baik-baik saja Ran!” Ucap Reno.
“Sudah kamu pindah dulu saja Mas ke kasur, jangan berbaring disini!” Ucap Rania sambil menuntun suaminya itu menuju ranjang mereka dan langsung membaringkan Reno di atas ranjang dan menutupinya tubuhnya dengan selimut tebal.
“Tunggu sebentar Mas aku ambilin kompres dulu!”
Tanpa menunggu jawaban Rania langsung beranjak keluar kamar menuju dapur, disana dia langsung menyiapkan air hangat ke dalam wadah kecil dan juga handuk kecil, setelah siap dia kembali ke kamar.
Terlihat Reno sedang menutup matanya sambil memeluk guling, keringat mengucur di badan suaminya itu membuat Rania jadi khawatir, melihat Reno yang terbaring lemah membuat hati Rania serasa diremas-remas.
Dengan perlahan dia mulai mengompres suaminya itu, dengan teratur Rania menunggu suaminya itu sambil terus mengompresnya, hingga jam 10 malam Reno membuka matanya perlahan.
“Kamu sudah bangun Mas, minum obat dulu ya!” Ucap Rania sambil mengambil obat demam yang sudah dia sediakan dari tadi.
Dengan pelan Rania menyuapi obat tersebut ke mulut Reno dan langsung memberi suaminya itu minum, Reno tersenyum lemah ke arah Rania dan menarik istrinya itu ke dalam pelukannya.
“Badan kamu masih panas Mas, ayo kita ke rumah sakit sekalian kasih tahu Mama sama Papa juga!” Ucap Rania sambil mendongak menatap suaminya itu.
“Jangan Ran jangan kasih tau Mama dan Papa, mereka sudah sibuk mengurus Alvian di rumah sakit jangan membuat mereka tambah khawatir sayang, sudah sini temani aku tidur saja besok juga sembuh!” Ucap Reno memeluk Rania dengan erat sambil menyelimuti mereka berdua.
“Mas cepat sembuh ya sayang aku gak suka kamu sakit, kalau perlu aku saja yang sakit jangan kamu Mas!” Ucap Rania dengan mata berkaca-kaca.
“Hush jangan begitu sayang kalau kamu yang sakit aku tidak akan sanggup melihatnya, kamu tahu Ran aku tidak ingin itu terjadi” Ucap Reno sambil memandang Rania dan mengusap air mata gadis kesayangannya itu.
“Tapi aku juga tidak mau kamu sakit Mas, aku tidak suka” Ucap Rania mengulang kata-katanya lagi.
“Iya aku tahu aku janji tidak akan sakit lagi Ran, sudah tidurlah sayang temani aku malam ini!” Ucap Reno.
Rania mengangguk mengiyakan dia memeluk Reno dengan erat dan membaringkan kepalanya di dada bidang Reno, akhirnya setelah beberapa lama Rania ikut tertidur bersama Reno yang sudah lebih dulu tidur.
__ADS_1
Cinta bukan hanya tentang saling berbagi kebahagiaan, ada kalanya saat kamu harus menjaga pasanganmu baik itu saat dia sedang sakit atau pun menjaga dia yang sedang dalam keadaan terpuruk, cinta itu satu paket dengan ujian untuk menguji seberapa kuat kamu bertahan.