Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kesialan Yang HQQ


__ADS_3

Setelah selesai di dandani Reno dan Rania pun mencoba melakukan adegan yang diarahkan oleh sang sutradara Bimbo.


Alvian dengan baik juga memotret mereka berdua yang terlihat sangat romantis itu, meski hatinya terasa sakit dia menguatkan hatinya itu dan tetap melakukannya pekerjaannya dengan sempurna.


Adegan demi adegan mereka lakukan dengan cukup baik, meski awalnya Reno terlihat kaku dan gugup namun karena Rania dan juga arahan sang sutradara dia pun bisa melakukannya dengan baik.


Akhirnya syuting selesai Reno dan Rania langsung duduk diatas kursi yang sudah disiapkan, Reno menghembuskan nafasnya lega karena sudah menyelesaikan syuting yang sangat menyiksanya itu.


“Terima kasih ya sayang!” Ucap Rania sambil menyentuh lengan suaminya itu dengan lembut.


“Sama-sama sayang!” Ucap Reno sambil menoleh ke arah istrinya Rania dan membalas senyuman gadis itu, Rania terlihat bahagia hari ini membuat rasa lelahnya lenyap seketika.


Tidak lama kemudian Adinda datang bersama ketiga teman Rania dengan masih memakai pakaian serba hitam, mereka berlari ke arah mereka yang tengah berkumpul.


“Mister Bimbo si model prianya udah hilang, bisa ganti modelnya gak sama Mas Reno gitu?” Ucap Adinda sambil tersenyum.


“Jangan mister Bimbim aku saja sama Mas tampan Iyan yang lain jadi figuran aja!” Ucap Veyya.


“Aku saja aku mau kok dipasangin sama beberapa cowok siapa aja yang penting ganteng hehe!” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.


“Minggir kalian semua!” Ucap Nungky menyingkirkan ketiga gadis tersebut sambil menggandeng Alvian disampingnya.


“Mister ayo kita mulai syutingnya, aku sama bang Al saja yang jadi model iklan kita sudah siap!” Ucap Nungky dengan penuh percaya diri.


“Maaf tapi syutingnya sudah selesai!” Ucap Bimbo dengan muka penuh sesal sambil menatap mereka sedih, padahal dalam hatinya dia bersorak bahagia karena tidak jadi memasukan ketiga gadis licik kedalam iklan yang dia buat.


“Apa!” Ucap keempat gadis itu serempak.


“Benarkah itu bang Al?” Tanya Nungky sambil menoleh kearah Alvian.


Alvian mengangguk mengiyakan. “ Iya kak Reno sama Ran yang jadi model iklannya!” Ucap Alvian sambil melirik Reno dan Rania yang sedari tadi menatap mereka.


Keempat gadis itu pun langsung menoleh menuntut penjelasan kearah Reno dan Rania, mereka berdua saling berpandangan dan dengan ragu menatap keempat gadis itu yang terlihat sangat kecewa.


“Iya kita yang gantiin kalian, maaf ya kalau tahu kalian bakal datang kita gak bakal jadi modelnya!” Ucap Reno meminta maaf.

__ADS_1


“Siapa suruh kalian ngilang dan gak bisa dihubungi, jadi aku deh yang gantiin sama Mas Reno iyakan sayang?” Ucap Rania sambil tersenyum malu yang diangguki Reno.


Seketika keempat gadis itu langsung terduduk di atas pasir dengan lemas, pandangan mereka terlihat kosong seolah sudah kehilangan kesempatan emas yang mereka idam-idamkan.


“Jadi kita capek-capek nyulik si bule dan bius dia tadi sia-sia dong?” Ucap Adinda lemas.


Sebelumnya keempat gadis itu sudah bekerja sama untuk menculik si model pria dan membawanya kabur, setelah itu mereka akan memilih pasangan model yang mereka mau dan tinggal meminta Bimbo untuk memilih pasangan yang paling cocok untuk jadi model iklannya.


“Iya betul hancur sudah impianku jadi model iklan sama Mas Iyan!” Ucap Veyya tak kalah lemas.


“Sudah tenang masih ada hari esok serahkan saja semuanya kepada Nungky!” Ucap Nungky sambil menepuk-nepuk dadanya dengan percaya diri.


“Ini semua salah kamu bocah licik, kalau kamu tidak makan bakso tadi kita tidak akan terlambat begini!” Ucap Adinda tiba-tiba sambil menatap Nungky dengan tajam.


“Iya benar tuh makan bakso sampai 2 mangkok itu perut apa gentong sih!” Ucap Veyya ikut memarahi Nungky.


“Untung aku gak gitu makannya Ky kalau makan itu kayak aku sedikit tapi kenyang!” Ucap Gisuwa membanggakan dirinya sendiri.


“Ya Allah kenapa aku yang selalu disalahkan padahal aku hanya makan 2 mangkok, itupun aku sudah menahan perutku yang masih lapar ini!” Ucap Nungky sedih.


“Kalian juga sama saja nyari tempat persembunyian gak dapet-dapet, terus kalian kenapa ikut-ikutan makan bakso bersamaku, mba gatel juga makannya lelet banget kayak semut lagi beranak!” Ucap Nungky sambil mendelik ke arah mereka.


“Sudah kita beri saja pelajaran buat si Nungky gadis licik!” Ucap Adinda mengompori kedua gadis disampingnya.


Mereka mengangguk setuju dan langsung meregangkan otot-otot mereka bersiap memberi pelajaran kepada gadis licik di-depan mereka sambil tersenyum sinis.


“Bang Al tolongin aku!” Ucap Nungky sambil naik ke atas tubuh Alvian sambil memeluknya dengan erat.


Namun ketiga gadis itu sudah kelewat dendam dan langsung memukuli Nungky bersama Alvian yang tidak bersalah.


“Kak Ren kak Iyan tolongggggg!” Teriak Alvian dengan pandangan merana menatap Reno dan Iyan yang baru saja datang.


“Ayo Yan kita tolongin mereka!” Ajak Reno yang diangguki Iyan.


Namun saat Reno dan Iyan bersiap menolong, Rania memegang tangan mereka sambil menggeleng.

__ADS_1


“Jangan biarin saja kalian mau jadi sasaran berikutnya?” Tanya Rania.


Reno dan Iyan saling berpandangan dan bergidik ngeri mengingat terakhir kali mereka yang babak belur, saat mereka ikut campur dalam perkelahian gadis, merekapun menggeleng sambil menatap Rania.


“Bagus ayo kita pergi saja, aku yakin Al bisa bertahan!” Ucap Rania  sambil membawa kedua pria itu pergi bersamanya.


Tidak lama kemudian si model bule datang sambil meloncat-loncat dengan tangan dan kaki yang terikat.


“Tolong saya diculik tadi oleh mereka berempat!” Ucap Si model bule mengadu kepada Bimbo sambil menunjuk keempat gadis yang sedang berkelahi itu.


“Diam!” Teriak keempat gadis itu dan langsung menyeret si model bule untuk ikut baku hantam meluapkan kekesalan mereka.


Alvian yang sudah babak belur langsung kabur saat perhatian keempat gadis tersebut beralih ke arah si model bule yang menerima serangan mereka dengan tidak berdaya.


“Kasihan juga si model bule tapi bodo ah aku menyelamatkan diri saja dulu!” Ucap Alvian sambil berlari pergi.


“Bos ayo kita pergi!” Ucap Si Ujang Kesper.


Bimbo mengangguk setuju, mereka langsung membereskan alat-alat syuting dan peralatan lainnya dan ikut kabur menyusul  Alvian dengan berlari kocar-kacir menyelamatkan diri dari amukan para gadis.


Akhirnya syuting pun selesai dan keempat gadis itu harus menelan pil pahit karena gagal syuting akibat perbuatan licik mereka sendiri.


“Mas seru ya hari ini!” Ucap Rania senang sambil membaringkan tubuhnya di samping Reno.


Saat ini mereka sudah berada di kamar mereka dengan selamat, sedangkan Iyan juga tengah berada di kamarnya sendiri.


“Iya kamu benar sejak menikah denganmu hari-hariku jadi penuh kejutan Ran” Ucap Reno sambil menoleh menatap Rania yang juga tengah menatapnya.


“Gak kerasa ya Mas, besok kita sudah harus pulang dan aku juga akan mulai masuk lagi sekolah lusa” Ucap Rania pelan.


“Iya sayang tapi sebelum kita pulang, bagaimana kalau kita buat kenangan yang indah Ran?” Ucap Reno.


“Apa itu Mas?” Tanya Rania.


“Apalagi sayang tentu saja bikin anak disini sekarang, biar pulang kita bawa-bawa oleh-oleh buat Mama kalau kita sudah bulan madu disini” Ucap Reno sambil menyerang Rania dan melakukan adegan mesum halal.

__ADS_1


Hari itu pun berakhir dengan indah atau mungkin itu hanya berlaku bagi Rania dan Reno, besoknya mereka pulang dengan menaiki pesawat pagi-pagi.


Di Dalam pesawat Adinda, Veyya, Gisuwa dan Nungky tidak melakukan keributan apapun, disana mereka hanya duduk diam dengan tenang sambil melamun, tenaga mereka seolah sudah terkikis habis saat berada di Lombok.


__ADS_2