Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Rania menuruni tangga bersama Kikan disampingnya, di bawah tangga terlihat Reno sudah menunggunya bersama Alvian dan juga Ayahnya William.


Reno diam mematung dengan mata penuh kekaguman saat dilihatnya Rania terlihat sangat cantik dan juga elegan, disampingnya Alvian juga tak kalah takjubnya memandang Rania mereka sampai lupa berkedip menatap gadis pujaan mereka itu.


"Mas kamu kenapa melongo gitu sih, bikin aku malu tahu gak" Ucap Rania sambil memukul lengan Reno pelan.


"Biarin dong sayang aku kan sedang mengagumi kecantikan istriku yaitu kamu Ran" Ucap Reno sambil balas tersenyum membuat Rania tersipu malu.


"Mas bisa saja semua ini gara-gara Mama Kikan Mas, jago banget dandaninnya makasih ya Ma" Ucap Rania berterima kasih kepada Kikan.


"Sama-sama sayang Mama gituloh apasih yang nggak bisa!" Ucap Kikan bangga.


"Iya kamu cantik banget Ran!" Puji Alvian sambil tersenyum kepada Rania.


"Makasih" Ucap Rania sambil tersenyum samar dan langsung bergelayut manja pada Reno suaminya itu.


"Mas ayo kita pergi sekarang sayang!" Ucap Rania sengaja menekankan kata sayang didepan Alvian.


"Iya sayang sebentar lagi juga kita pergi!" Ucap Reno sambil terkekeh pelan.


Reno terlihat sangat tampan mengenakan jas warna biru navy dan juga kemeja hitamnya sedangkan disampingnya Alvian mengenakan jas warna abu dipadukan dengan kemeja putih.


"Ayo kita berangkat sekarang, sudah telat nih acaranya sudah dimulai dari setengah jam yang lalu!" Ucap William.


"Ayo cepat kenapa pada diam sih, jadi laki kok lelet semua dari tadi ngapain aja sih" Omel Kikan sambil beranjak keluar rumah.


Reno, Alvian dan William menghembuskan nafas mereka kasar, padahal sudah jelas mereka telat karena menunggu Kikan bersiap-siap dan sekarang mereka yang malah kena marah oleh wanita itu.


"Untung istri kalau bukan sudah kubuang kelaut" Gumam William.


"Sabar Pa, bukan Papa aja yang menderita aku juga" Ucap Alvian.


Akhirnya mereka pun berangkat menuju hotel H tempat diadakanya pesta tersebut, Reno mengendarai mobilnya sendiri sedangkan Kikan dan yang lain menaiki mobil yang lain.


Setelah sampai di loby hotel tersebut sudah banyak para wartawan menyambut mereka, maklum ini adalah acara ulang tahun keluarga kaya terpandang bukan hal aneh jika ada saja wartawan yang meliput kegiatan mereka.


Reno dan Rania keluar mobil, sambil merangkul Reno, Rania berjalan memasuki hotel tanpa memperdulikan suara jepretan kamera yang memotret mereka.


Sedangkan dibelakangnya Kikan berjalan sambil menggandeng suaminya dan Alvian yang sudah memberungut tidak suka.


"Ma jangan gandeng aku dong, malu nih aku bukan anak kecil Ma" Protes Alvian.


"Diam kamu Al, kalau kamu ilang nanti Mama yang repot, jadi anak itu diam saja jangan banyak tingkah" Bisik Kikan.


"Aku gak mungkin ilang Ma kan aku sudah besar bisa jaga diri sendiri kok aku" Ucap Alvian lagi.


Namun Kikan tidak menanggapinya dia sibuk mengulas senyum manisnya kearah kamera dengan semangat, Alvian mendengus sebal karena dia tidak bisa bergerak bebas, sedangkan William sibuk menjawab beberapa pertanyaan dari para wartawan.

__ADS_1


"Bisa ganti ibu gak sih aku, punya ibu kok gini amat ya Allah narsisnya gak ketulungan" Gumam Alvian.


Diruangan yang luas itu banyak orang berlalu lalang, tamu undangan yang di dominasi oleh jajran pengusaha itu terlihat memenuhi ruangan hotel yang sudah di dekorasi dengan sedemikian rupa.


Banyak pasang mata melirik kearah Rania dan Reno pasangan yang belum lama menikah itu terlihat sangat serasi, apalagi keluarga mereka adalah keluarga terpandang, bukan hal aneh jika Rania dan Reno menjadi pusat perhatian diacara ulang tahun tersebut.


Rania beserta suami, kedua mertuanya dan juga Alvian menghampiri Bram yang sedang berdiri bersama Natalya dan Joshua yang terlihat memukau dengan penampilan mereka.


"Selamat ulang tahun Bram maaf kami datang terlambat, kamu tahu sendiri wanita itu suka lama kalau berdandan" Ucap William yang langsung mendapat cubitan dari Kikan.


"Selamat ulang tahun Bram, wah tidak kusangka sekarang umurmu sudah menginjak usia ke 55 tahun saja, rasanya baru kemarin kamu itu masih menjadi seniorku yang galak" Ucap Kikan sambil bercanda.


"Kamu bisa saja Kan, dan terima kasih kalian sudah menyempatkan hadir diacara ulang tahunku yang sederhana ini" Ucap Bram sambil tersenyum ramah.


Tanpa sengaja iris matanya melihat kearah Rania, Rania mencoba tersenyum pada ayahnya itu namun Bram langsung memalingkan wajahnya dan melihat kearah Reno yang berdiri disampingnya.


"Reno kamu datang juga nak, padahal kamu pasti sibuk mengurus pekerjaan kantormu" Ucap Bram sambil tersenyum.


"Tentu saja aku datang Pa, apalagi ini demi istriku Rania aku tidak mungkin melewatkannya" Ucap Reno sambil melirik kearah Rania yang hanya tersenyum memandang ayahnya.


"Iya aku tahu kamu memang suami yang baik Ren" Ucap Bram sambil tersenyum samar seolah tidak perduli dengan kehadiran Rania.


"Oh iya Bram kenalkan ini anak bungsuku Alvian, dia baru saja pulang dari luar negeri kamu tahu kan dia adalah seorang photografer yang kini akan membantu mengurus perusahaanku!" Ucap William dengan bangga.


"Tentu saja aku mengenalnya Will dia adalah photografer terkenal yang karyanya bahkan sudah terkenal keluar negeri" Ucap Bram sambil menyalami Alvian.


"Terima kasih Om, saya tidak sehebat itu kok" Ucap Alvian merendah.


"Alhamdulilah baik tante, sudah 8 bulan tante!" Ucap Natalya sambil tersenyum sopan kepada mantan calon mertuanya itu.


"Wah tidak kerasa ya sebentar lagi kamu akan lahiran nak, Nak Jo kamu ajarin Reno dong jurus supaya langsung tokcer, anak tante udah bikin lama tapi belum dapat hasil juga!" Ucap Kikan dengan suara pelan kepada Joshua.


"Ish Mama apaan sih bikin aku malu saja Ma" Ucap Reno kesal sambil menatap ibunya.


"Bersik kamu Ren, ini semua juga demi kamu, emangnya kamu mau gak dapat hasil terus udah sering bikin juga, kasihan Rania sudah kurus karena kamu gituin terus" Omel Kikan membuat yang lain langsung tersenyum kecuali Reno yang seolah ingin menenggelamkan dirinya kedasar bumi.


"Jadi gimana nak Jo, kamu mau kan ajarin Reno jurusnya?" Tanya Kikan lagi.


"Baik Tante saya akan coba bantu sebisanya!" Ucap Joshua sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia bingung harua menjawab apa kepada ibu mertua Rania itu.


"Makasih sayang, Nat kamu juga ajarin Rania ya nak, kamu kan sudah pengalaman kalau Tante gak bisa nak, soalnya Tante gak tahu gaya anak jaman sekarang kalau lagi bikin anak!" Ucap Kikan membuat yang lain kembali tersenyum.


"Siap Tante aku pasti ajarin Ran jurus paling ampuh" Ucap Natalya sambil megacungkan jempolnya.


Natalya dan Kikan memang sudah sangat dekat bahkan sebelum perjodohan mereka yang gagal, Natalya dan Kikan memang sering belanja baju bareng sejak ibu Natalya dan Rania meninggal.


Hanya saja Rania tidak tahu hal itu karena setiap Natalya mencoba mengajaknya pergi, gadis itu selalu beralasan jika dia sudah punya janji dengan teman-temannya.

__ADS_1


Hanya saja Natalya memang belum mengenal Reno dan Alvian karena dia dan Kikan bertemu tanpa diketahui yang lain termasuk anak-anak Kikan, Natalya hanya mengenal mereka jika mereka bertemu tanpa sengaja diacara seperti ini itupun hanya sesekali.


"Kak Nat jangan gitu dong malu aku kak, ajarinnya nanti ya kalau sudah pulang!" Ucap Rania membuat yang lain tertawa kecuali Bram yang hanya tersenyum kecut sambil membuang muka.


Saat pesta berlangsung Rania menatap ayahnya Bram yang sedang menyesap minumannya dalam diam sambil duduk sendirian diatas kursi, dengan memberanikan diri dia mencoba mendekati ayahnya itu.


"Pa selamat ulang tahun ya, aku senang Papa sudah kembali sehat" Ucap Rania sambil tersenyum lembut.


"Terima kasih, dan ya aku memang sudah sehat sekarang!" Ucap Bram tanpa menoleh kearah Rania.


"Aku kangen sama Papa, sudah lama ya kita tidak bertemu, apa Papa juga merindukanku?" Tanya Rania.


"Jangan mimpi untuk apa aku merindukan bocah sial sepertimu Ran, minggirlah jangan ganggu aku!" Ucap Bram sambil beranjak meninggalkan Rania.


Rania menatap ayahnya dengan pandangan nanar, rasanya sakit mendengar apa yang ayahnya katakan barusan, Rania menarik nafas dalam-dalam mencoba menghalau air mata yang seakan ingin keluar dari pelupuk mata.


"Apa ayahmu masih belum berubah Ran, sepertinya dia belum berubah juga apa dia tidak tahu kalau kamu sangat menyayanginya Ran, aku tidak mengerti kenapa ayahmu selalu begitu kasar padamu?" Ucap Alvian yang berdiri disamping Rania.


Rania melirik kearah Alvian yang tengah menatapnya sambil tersenyum lembut, Alvian memang mengetahui perilaku ayahnya itu sejak mereka dekat dulu, Alvian sudah beberapa kali melihat perlakuan ayahnya yang tidak adil kepadanya dan Natalya.


Jika dulu Alvian akan langsung mengajaknya pergi untuk berjalan-jalan atau hanya menatap lautan sampai rasa sedihnya hilang.


Rania tersenyum samar mengingat semua itu, jika dipikir-pikir Alvian dulu adalah orang yang selalu ada untuknya saat dia sedang sedih maupun bahagia.


"Biarkan aku menghapus kesedihanmu itu dengan kebahagiaan Ran, beri aku satu kesempatan lagi untuk melakukannya" Ucap Alvian sambil mematap mata Rania dengan dan memegang tangan gadis itu dengan lembut.


Rania melihat kearah sekitar takut jika ada yang melihat mereka, beruntung orang-orang sedang asyik mengobrol tanpa melirik kearah mereka, Rania menatap Alvian tajam sambil menyentakan lengan yang dipegang Alvian.


"Jangan konyol Al, sudah kubilamg aku tidak akan pernah kembali padamu!" Ucap Rania sambil meninggalkan Alvian dengan tergesa-gesa.


Brukk


Baru beberapa langkah Rania sudah menabrak seseorang didepannya karena dia berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat kedepan, Rania mendongak menatap Reno yang sedang tersenyum lembut padanya.


"Kenapa sih jalannya buru-buru gitu sampai nabrak aku" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Eh Mas gak kok, ayo Mas kita pergi saja dari sini" Ucap Rania menarik tangan Reno pergi tanpa menoleh kebelakang.


Alvian menatap punggung Rania dan Reno kakaknya yang sudah berjalan menjauh, dia tersenyum kecut hatinya terasa sakit melihat semua itu.


-------------


Holla


jangan lupa likenya ya, Vote n tips bagi yang mau😆


Maaf guys aku lagi sibuk jd cmn bisa up tanpa berinteraksi dgn kalian raedersku tercinta.

__ADS_1


Salam Rindu


Author Galau


__ADS_2