
Di dalam kelas Rania, Veyya, Gisuwa dan Nungky tengah mengikuti ujian semester sekolah bersama murid yang lain.
Pak Balung mengawasi setiap murid yang bisa saja akan mencontek baik itu kepada teman, di selipan kertas yang dia sembunyika di balik kaos kakinya, atau ada juga yang menyimpan contekan di dalam seragam sekolahnya, biasanya itu dilakukan oleh para murid wanita.
Rania senyam senyum sendiri saat sedang mengerjakan soal-soal di kertas ujian, dia terlihat tidak fokus yang dia pikirkan adalah bagaimana saat dia dan Reno melakukan aksi semalam ditambah tadi pagi, membuat wajah gadis itu bersemu merah jika mengingatnya.
"Aduh si Mas tampanku bikin aku gak bisa konsen, pengennya nyolek dia terus kenapa ya makin hari makin ganteng aja si Mas Renoku" Ucap Rania dalam hati sambil tersenyum.
"Kerjain semuanya yang bener itu tampang bisa gak biasa aja, kalau lagi mikir mesum jangan disini!" Omel Pak Balung saat melewati bangku Rania dan menjitak gadis itu pelan.
"Iya Pak mikirnya pas udah pulang aja ya Pak" Ucap Rania sambil menggosok-gosok kepalanya yang sakit sehabis dijitak.
"Astagfirullah Rania, bapak tidak menyangka kamu sekarang jadi mesum begitu, sudah cukup Nungky yang tiap hari bikin bapak jantungan jangan nambahin beban bapak dengan kamu ikut-ikutan gesrek Ran!" Ucap Pak Balung sedih.
"Hah apa Pak, saya kenapa Pak suka gitu bapak kalau mau muji bilang aja kali Pak, gak usah pura-pura gitu jadi terharu saya" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Kamu lagi saya gak ngomong sama kamu, lebih baik kamu kerjakan soal-soal di kertas ujian jangan ngomong terus" Bentak Pak Balung.
"Udah dong Pak, saya sudah ngerjain semuanya Pak" Ucap Nungky sambil tersenyum Bangga.
"Mana coba sini saya lihat, saya penasaran kamu ngerjainya gimana!" Ucap Pak Balung sambil melihat kertas jawaban Nungky.
"Ini apa Nungky, kamu tahu gak sekarang kita lagi ujian apa?" Tanya Pak Balung.
"Tahu kok Pak ujian Biologi kan Pak, tenang Pak saya gak salah kok hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Terus kenapa kamu jawabnya tentang kisah percintaan kamu yang gak penting, ini pertanyaanya tentang fungsi hati dan jantung kenapa jawabanmu kayak gitu Nungky?" Ucap Pak Balung menatap Nungky heran sekaligus tak percaya.
"Terus salah saya dimana Pak, jantung itu fungsinya buat nentuin siapa cowok yang kita suka kalau deg-degan berarti kita suka sama orang itu" Ucap Nungky menjelaskan.
"Terus kalau hati apa Ky?" Tanya Pak Balung.
"Sudah jelas untuk jelasin cinta kita sebesar apa Pak, kalau hati kita terasa sakit saat doi jalan sama cewek lain berarti cinta kita itu udah dalam Pak, Bapak jomblo sih jadi gak tahu!" Ucap Nungky lagi menjelaskan.
__ADS_1
"Sudah cukup Ky, saya lebih baik jomblo dari pada harus punya pasangan kayak kamu Ky!" Ucap Pak Balung mendadak kepalanya terasa sakit.
"Bapak kenapa Pak, jangan bilang kalau bapak tiba-tiba jatuh cinta beneran sama bapak, maaf ya Pak saya sudah punya bang Awan, kalau bapak mau jadi selingkuhan saya sih kuylah Pak!" Ucap Nungky.
"Apa kamu bilang jadi selingkuhan kamu Ky?" Tanya Pak Balung tak mempercayai apa yang baru saja dia dengar.
"Iya Pak, udah gak apa-apa saya rela kok nyisain waktu saya buat Bapak, jadi gimana kita mau jalan kemana nanti sore?" Ucap Nungky sambil tersenyum menggoda.
"Siapa juga yang mau jalan sama kamu Ky" Ucap Pak Balung sambil memijit kepalanya yang tambah pusing.
"Jadi gimana, Bapak mau langsung kita nikah gitu? nanti ya Pak kalau saya udah nikah sama bang Awan baru giliran bapak, saya yakin anak kita pasti lucu-lucu kayak saya hehe" Ucap Nungky sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ya Alllah cobaan apa lagi yang kamu berikan pada hamba?"
Bruukk
Pak Balung mendadak pingsan setelah membayangkan kehidupannya jika benar-benar menikah dengan Nungky, para murid langsung berkerumun mengerubungi Pak Balung.
"Minggir kamu Ky ada-ada aja kerjaanmu bikin orang susah" Ucap Veyya menyuruh Nungky menyingkir agar dia bisa lewat.
"Aku gak apa-apain Pak Balung loh Ran, mungkin dia kelewat bahagia karena aku mau jadiin dia yang kedua" Ucap Nungky menatap Pak Balung yang tergeletak di bawah.
"Kalau ada yang bahagia dijadiin yang kedua sama kamu, mungkin orang itu sama gesreknya kayak kamu, atau kalau nggak dia lagi butuh istri buat ngurusin anak-anaknya karena istrinya yang lama sudah meninggalkan mereka" Ucap Veyya kesal.
"Hehe bisa aja kamu Veyy, padahal banyak yang suka sama aku, buktinya ibu-ibu di kompleks rumahku bilang aku calon mantu idaman" Ucap Nungky membanggakan dirinya sendiri.
"Terus mereka beneran jodohin kamu sama anaknya Ky?" Tanya Gisuwa penasaran.
"Gak lah Gis, anak mereka cewek semua ada juga yang cowok tiba-tiba ngilang pas mau di jodohin sama aku, kata ibunya sih dia lagi cari mahar ke zimbabwe" Ucap Nungky.
"Iya kali ya Ky, tungguin aja tuh cowok kali aja dia bawa emas sekarung buat mahar nikahan kamu Ky" Ucap Rania memberi saran.
"Gak bisa Ran, aku dengar kemarin dia udah punya anak sekarang" Ucap Nungky sedih.
__ADS_1
"Tuh kan apa kubilang hanya cowok aneh yang mau sama kamu Ky, udah ah kenapa bahas jodohmu Ky, ini Pak Balung urusin dulu tuh!" Ucap Veyya lagi.
"Woy cowok angkat dong masa diam doang sih gak guna banget jadi cowok" Ucap Nungky sambil menatap para murid lelaki dengan kesal.
"Bentar Ky, lagi ngumpulin tenaga nih!" Ucap salah 1 cowok.
"Aku nungguin temanku ngumpulin tenaga dulu, kalau ngangkat sendiri kan berat" Ucap cowok yang lain.
"Dasar emang cemen kalian semua, untung aku gak suka sama cowok kelasku!" Ucap Veyya kesal.
"Ada apa ini, kenapa ribut-ribut bukannya kalian sedang ujian?" Tanya Bu Rina yang kebetulan melewati kelas mereka.
"Ini Bu Pak Balung pingsan!" Ucap Gisuwa.
"Astagfirullah Pak Balungku kenapa kamu seperti ini?" Ucap Bu Rina penuh dramatis.
"Tuh lihat drama percintaan ala guru yang berakhir tragis" Bisik Veyya pada teman-temannya.
Sudah jadi rahasia umum jika Bu Rina menyukai Pak Balung wali kelas mereka, namun sayang sepertinya Pak Balung tidak menyukai Bu Rina, meski sudah ditolak Bu Rina tak henti-hentinya mengejar Pak Balung.
"Iya itu Nungky versi guru Veyy, aku sih berharap Bu Rina gak jadi gesrek kayak Nungky, karena cintanya ditolak terus selama bertahun-tahun sama Pak Balung" Bisik Rania.
"Tenang Ran, gak bakal ada yang bisa ngalahin Nungky kecuali keturunannya sendiri, aku jadi penasaran siapa yang bakal nikahin dia nanti" Ucap Veyya.
"Sama aku juga, pasti tuh cowok gak punya pilihan lagi sampai harus nikah sama Nungky, dia emang cantik sih tapi kecantikannya terkikis habis sama kelakuannya yang aneh bin ajaib" Ucap Gisuwa yang ikut berdiri di samping mereka.
"Yang jelas bukan orang yang kenal sama kelakuan dia, paling tuh anak dijodohin sama orang tuanya baru bisa nikah" Ucap Veyya asal.
"Kalian lagi ngomomgin apa sih, bukan ngomongin aku kan, tiba-tiba kupingku panas tahu gak, aku belum jadi artis saja udah banyak yang ngomongin hehe, emang ya nasib jadi cewek imut ada aja yang ngomongin hehe" Ucap Nungky yang tiba-tiba nimbrung.
Rania, Veyya dan Gisuwa langsung berpura-pura ingin muntah mendengar ucapan Nungky, gadis itu punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi lebih tinggi dari tiang listrik.
"Ini kenapa pada diam saja, angkat Pak Balung sekarang" Ucap Bu Rina dengan nada tinggi.
__ADS_1
Segera para murid lelaki langsung menggotong Pak Balung dan membawanya keluar menuju UKS, mereka tidak mau masuk daftar murid yang akan ditandai Bu Rina yang terkenal sadis dalam memberi hukuman.