Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kisah Reno


__ADS_3

Malam harinya Reno terus memperhatikan tingkah laku Rania yang terlihat sedang marah,marah, Reno melihat Rania yang tengah mengambil minum di kulkas dan menutup pintunya dengan keras.


Gadis itu masih saja tidak menganggapnya dia seolah tak menganggap keberadaan Reno yang dari tadi mengekorinya dari belakang, Reno mengacak rambutnya frustasi dengan bingung.


"Ya Allah beri hamba petunjuk agar bisa membuat istri hamba kembali seperti biasanya" Batin Reno muram.


"Rania kamu lihat dasi aku yang warna abu-abu gak dari kemarin aku nyari gak ketemu loh kemana ya itu dasi?" Ucap Reno.


Rania melirik dasi abu-abu yang menempel di kerah kemeja Reno, dia menatap Reno kesal laki-laki itu terlihat seperti orang bodoh sekarang.


"Itu apa, kalau mau bohong yang pinteran dikit" Ucap Rania ketus sambil menunjuk dasi yang melilit di kerah kemeja Reno membuatnya tersenyum.


"Ran kamu lapar gak sayang, kita makan malam diluar yuk!" Ajak Reno mencoba tersenyum semanis mungkin.


"Gak, aku tidak mau pergi!" Ucap Rania ketus sambil melewati Reno yang tengah berdiri di depan pintu.


"Ayolah Ran, kita sudah lama tidak pergi keluar apa kamu tidak rindu makan di tempat langgananmu itu, bagaimana kalau kita kesana sekarang!" Tawar Reno lagi.


"Tidak" Ucap Rania, dia lebih memilih menonton tv sambil bersandar di kepala ranjang dari pada memperdulikan Reno yang duduk di sisi ranjang sambil menatapnya penuh harap.


"Katakan padaku Ran apa kamu marah padaku jika ya beri tahu apa kesalahanku padamu Ran?" Tanya Reno dengan wajah sendu.


"Pikir aja sendiri!" Ucap Rania ketus sambil memindah-mindahkan saluran tv dengan kesal.


"Kalau aku tahu aku tidak mungkin bertanya padamu Ran, kamu tahu aku sudah memikirkannya dari pagi tapi aku tidak juga menemukan jawaban" Ucap Reno frustasi.


"Apa kamu tidak merindukanmu Ran? hey tersenyumlah tanpa senyumanmu hariku jadi hampa Ran" Ucap Reno.


"Oh ya aku kok gak ngerasa gitu ya, sana pergi saja dan lihatin cewek cantik yang kamu selipkan di buku itu" Ucap Rania sambil menatap Reno tajam.


Seketika Reno terdiam mencerna apa yang Rania ucapkan, kemudian Reno lansung tertawa akhirnya dia tahu penyebab Rania marah padanya dan itu karena photo yang terselip itu.


"Jadi kamu tahu Ran, kenapa kamu marah coba sayang seharusnya kamu bertanya padaku dulu Rania sayang" Ucap Reno sambil terkikik geli.


"Apasih ngapain ketawa-tawa gitu nyebelin kamu Mas, ngapain aku tanya hal yang sudah jelas jawabanya" Ucap Rania sambil beranjak kearah pintu namun Reno langsung menghentikan langkah kakinya.


"Jangan marah sayang, dia bukan siapa-siapa bagiku Ran" Ucap Reno sambil memeluk Rania dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak Rania.


"Bukan siapa-siapa kamu bilang, bukan siapa-siapa kok senyam-senyum pas lihatin photonya" Ucap Rania sambil berbalik memandang Reno dengan kesal.


"Dia mantan kekasihku yang tak mungkin bisa aku lupakan Rania sayang" Ucap Reno sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tuhkan akhirnya kamu ngaku juga Mas, sudahlah aku mengerti kok kalau kamu tidak bisa melupakan dia, dia cantik dan modis tidak sepertiku" Ucap Rania sambil membuang muka tersimpan nada getir dalam suaranya.


"Kuatkan aku ya Allah jangan sampai aku menangis di depannya!" Batin Rania sambil menggigit bibirnya berusaha untuk tidak menangis.


"Bukan karena hal itu aku tidak bisa melupakannya, dan percayalah aku tidak bisa melupakannya bukan berarti aku masih ingin bersamanya" Ucap Reno pelan membuat Rania menoleh padanya dengan pandangan mata yang menyiratkan kebingungan.


"Namanya Alysha Ran, dulu aku dan dia berpacaran bahkan kami sempat bertunangan" Ucap Reno memulai kisahnya.


"Duduklah Ran, jangan berpikir negatif dulu!" Ucap Reno sambil menarik tangan Rania dan mengajaknya duduk di tepi ranjang disampingnya.


"Apa, lagipula aku tidak tertarik dengan kisah percintaanmu Mas" Ucap Rania malas dan duduk disamping Reno.


"Aku tahu sayang, tapi aku ingin menceritakannya jadi dengarlah!" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Dulu aku, Alysha, Iyan dan Adinda adalah sahabat, Alysha dan Adinda adalah anak dari sahabat Papa makanya kami kenal semenjak kecil" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Jadi Mas sama Alysha dulunya sahabatan gitu?" Tanya Rania mulai tertarik.


Reno mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, Rania sepertinya sudah tidak terlalu marah padanya.


"Iya aku awalnya bersahabat dengannya, sampai akhirnya aku berpacaran dengan Alysha dan 4 tahun kemudian kami bertunangan" Ucap Reno.


"Iya aku akui aku memang menonton film romantis dengan Alysha, dulu dia sangat menyukai film seperti itu hampir setiap minggu dia mengajakku pergi" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Puji aja puji terus gak usah di tahan-tahan!" Rutuk Rania dalam hati.


"Hey apa kamu cemburu sayang, jangan cemburu dulu aku kan belum selesai cerita" Ucap Reno sambil memeluk istrinya gemas.


"Yasudah cepat ceritakan aku ngantuk" Ucap Rania.


"Baru juga jam setengah 8 masa kamu sudah mengantuk sayang!" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Terserah aku dong mau tidur jam berapa juga, mau lanjut ceritanya gak nih?" Tanya Rania.


"Iya lanjut dong, kemudian setelah Alysha dan aku bertunangan seminggu setelahnya tiba-tiba Alysha pergi ninggalin aku" Ucap Reno.


"Kenapa dia meninggal Mas atau dia selingkuh sama cowok lain?" Tanya Rania penasaran.


"Tidak Rania sayang, dia tidak selingkuh dengan lelaki lain apalagi meninggal seperti yang kamu katakan itu, dia masih hidup sampai sekarang" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Apa Mas, terus kalau gitu kenapa kalian putus?" Tanya Rania bingung.

__ADS_1


"Panjang ceritanya Ran, bagaimana kalau aku ajak kamu ke suatu tempat?" Tawar Reno.


"Kemana Mas, aku lagi males kemana-mana" Tolak Rania.


"Ikutlah sebentar saja sayang,setelah itu aku yakin kamu tidak akan cemburu lagi padaku karena masih mengingat Alysha" Ucap Reno penuh misteri.


"Emangnya kamu ngajak aku kemana sih Mas, kasih tahu dong!" Tanya Rania mulai manja.


"Nanti kamu juga tahu, siap-siaplah ganti pakaianmu aku juga mau mandi dulu sebentar, setelah itu baru kita pergi Ran" Ucap Reno.


Cup


Reno mengecup bibir Rania pelan, dengan muka bersemu merah Rania menatap Reno yang tersenyum dengan sangat menawan padanya.


"Ya Allah si Mas tampanku bikin aku mupeng aja, mau dong dikecup yang lain" Ucap Rania dalam hati.


"Hey apa yang kamu pikirkan sayang, apa kamu ingin melakukan sesuatu yang lain denganku?" Goda Reno sambil tersenyum.


"Apasih Mas siapa juga yang mau ngelakuin yang enak-enak sama Mas, terus barusan ngapain Mas nyium bibirku main nyosor aja" Ucap Rania.


"Aku tahu otak mesummu itu sayang, lagian aku tidak bilang kita akan melakukan itu kamu sendiri yang bilang, aku merindukan bibirmu sayang sudah 2 hari aku tidak merasakannya" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Bibir doang nih Mas, gak kangen sama yang lainnya juga?" Tanya Rania polos.


"Tentu saja aku juga merindukannya, tapi sekarang kita harus pergi dulu agar kamu tidak salah paham dan cuek padaku lagi" Ucap Reno gemas sambil mengacak rambut Rania.


"Yasudah cepet mandinya Mas, biar gak kemalaman nanti setelah pulang kita olah raga malam, tapi tergantung nanti ya kalau kamu bisa bikin aku senang aku kasih jatah" Ucap Rania sambil tersenyum.


"Tenang saja kamu pasti akan senang, aku yakin setelah ini kamu akan memiliki teman baru yang baik" Ucap Reno sambil melangkah memasuki kamar mandi.


"Mas Reno mau ngajak aku kemana sih ya? bodo amatlah yang penting aku siap-siap dulu" Gumam Rania senang.


-----------


Holla aku balik lagiπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa likenya ya, vote n tips jika mau😚😚


Salam Sayang


Author Galau

__ADS_1


__ADS_2