Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Hanya Berbeda


__ADS_3

Perlahan mata Rania terbuka, dia mencoba melihat sekitar, ruangan itu terlihat asing baginya, dia mengerjapkan matanya berkali-kali hingga akhirnya dia benar-benar sadar sepenuhnya.


"Akhirnya kamu bangun juga!" Ucap Alysha sambil tersenyum.


Sejak Rania pingsan Alysha memang menemani gadis itu di tepi ranjang, dia menunggu hingga akhirnya Rania tersadar dari pingsannya.


"Kak Alysh, Mas Reno mana dia kenapa dia tidak ada?" Tanya Rania sambil melihat sekeliling mencari keberadaan suaminya itu.


"Dia ada diluar bersama Kimmy, mungkin saat ini mereka sedang asyik mengobrol, minumlah dulu!" Ucap Alysha tersenyum sambil memberikan segelas air putih.


Dengan perlahan Rania meminum air tersebut, dia mulai merasakan tenggorokannya tidak kering seperti tadi.


"Terima kasih Kak Alysh" Ucap Rania pelan sambil mengembalikan gelas kosong kepada Alysha.


"Sama-sama, kamu pasti terkejut ya sampai pingsan begitu?" Tanya Alysha sopan setelah menaruh gelas kosong tersebut diatas nakas.


"Maafkan Ran kak Alysh, Ran gak maksud apa-apa tadi Ran cuman kaget" Ucap Rania meminta maaf.


"Sudahlah tidak apa aku mengerti kok, bukan hanya kamu saja yang kaget saat mendengarnya tapi orang-orang disekitarku juga sama kagetnya termasuk kedua orang tuaku dan Reno" Ucap Alysha tersenyum simpul, tersirat kesedihan saat dia mengucapkannya, Rania tahu ini juga bukan hal mudah bagi Alysha.


"Jadi Kak Alysh sama Mas Reno putus gara-gara ini?" Tanya Rania.


Alysha mengangguk sebagai jawaban.


"Iya aku yang salah karena meninggalkannya dulu, harusnya aku jujur sejak awal" Ucap Alysha sambil tersenyum.


"Tapi aku berterima kasih padamu karena kamu Reno bisa kembali tersenyum" Ucap Alysha lagi sambil tersenyum tulus.


"tidak apa Kak, itu memang sudah kewajibanku sebagai istrinya aku harus bisa bikin dia bahagia" Ucap Rania sambil tersenyum.


"Kamu benar, aku harap kamu bisa bersabar menghadapi Reno, kamu sendiri tahu dia itu hanya kelihatan dingin tapi sebenarnya dia sangat menyebalkan untuk orang-orang terdekatnya" Ucap Alysha.


"Kamu benar Kak, dia memang menyebalkan kadang aku sendiri susah mengendalikannya" Ucap Rania sambil terenyum malu.


Reno memang sangat menyebalkan sejak malam pertama mereka berhasil, pria iru selalu saja mengikutinya seperti kucing yang minta dielus, kadang Reno akan diam tanpa bicara jika Rania cuek padanya.


Sebelum Rania memperhatikannya Reno tidak akan bicara ataupun melakukan hali lain, seperti anak kecil memang tapi itulah jati diri Reno yang sebenarnya yang tidak diketahui oleh orang banyak.


"Tapi kamu tahu, aku lihat Reni sangat bahagia saat bersamamu bahkan saat bersamaku dulu aku tidak pernah melihatnya sebahagia itu" Ucap Alysha pelan.

__ADS_1


"Benarkah itu Kak, aku pikir Mas Reno tidak bisa melupakan Kakak bahkan serelah kami menikah" Ucap Rania pelan.


"Apa sekarang setelah tahu semua tentangku kamu masih merasa begitu?" Tanya Alysha sambil tersenyum.


"Entahlah Kak, aku sendiri bingung apa yang sebenarnya terjadi disini sekarang" Ucap Rania membuat Alysha tertawa geli.


"Jangan khawatir Ran aku dan Reno tidak mungkin kembali bersama, bahkan meski aku sudah normal sepertimu!" Ucap Alysha.


"Kenapa begitu Kak, bukankah dulu kalian pernah saling menyukai?" Tanya Rania bingung.


"Entahlah Ran, dulu aku dan Reno memang sempat berpacaran sampai bertahun-tahun, tapi setelah kupikir lagi aku sendiri tidak tahu aku mencintai atau hanya menyayanginya dan itu berlaku juga pada Reno" Ucap Alysha pelan.


"Maksudnya Kak, jadi kalian tidak pernah saling menyukai?" Tanya Rania lagi.


Dia menatap Alysha yang tersenyum dengan sangat menawan, gadis itu memang sangat cantik dan Rania akui itu, namun Rania masih tidak mengerti maksud perkataan Alysha.


"Mungkin saja Ran, aku tidak bisa menjawabnya dengan yakin tapi yasudahlah itu hanya masa lalu, yang penting sekarang kamu sudah menjadu istri sah Reno dan aku bahagia mendengarnya" Ucap Alysha tulus membuat Rania tersenyum malu.


"Kenapa kakak tidak datang saat pernikahanku dengan Mas Reno, apa kakak tidak tahu atau kakak sedang tidak ada di Indonesia?" Tanya Rania.


"Aku tahu dan aku juga ada di Indonesia waktu itu, tapi kamu tahulah aku tidak siap bertemu yang lain disana termasuk orang tuaku, maaf ya aku tidak bisa datang" Ucap Alysha sendu.


"Kakak menghindari keluarga kakak sendiri, sudah berapa lama?" Tanya Rania sopan mencoba untuk tidak menyinggung atau menyakiti perasaan Alysha.


"Sudahlah kak jangan menangis aku yakin suatu saat nanti orang tua Kak Alysh pasti bisa mengerti, bersabarlah aku yakin semua akan baik-baik saja" Ucap Rania pelan sambil menyentuh pundak Alysha mencoba memberi dukungannya.


"Apa kamu tidak risih denganku?, kamu tahu sendiri banyak orang yang memandang rendah kepada orang sepertiku dan Kim, hanya Reno yang masih membelaku dan mengerti aku, dia selalu ada untukku" Ucap Alysha pelan.


"Jangan berpikir jelek dulu, aku hanya menganggapnya sebagai kakak Ran tidak lebih" Ucap Alysha memperbaiki kata-katanya.


"Aku mengerti kok Kak, dan ya aku cukup memahami perasaanmu dan Kak Kim, aku tidak punya hak untuk berkomentar banyak, itu soal perasaan dan pilihan kalian aku tidak bisa menentang itu karena kalian sendiri yang tahu" Ucap Rania sambil tersenyum.


Dia memang tidak bisa berkomentar apapun tentang Alysha dan Kimmy yang kisah cintanya berbelok seperti yang lain, apa yang bisa dia katakan jika itu menyangkut soal cinta.


Memang tidak sedikit orang yang akan menentang kelainan mereka dan dia yakin lebih banyak yang membenci bahkan menghujat daripada mendukung, Rania tahu lebih banyak cobaan untuk orang seperti Alysha dalam berjuang mempertahankan cintanya dibandingkan dia dan Reno.


"Apa kakak sangat mencintai Kak Kim, sudah berapa kalian kenal?" Tanya Rania.


"Aku sudah mengenalnya sejak dulu saat pertama kali aku mengikuti dunia modeling tepatnya 7 tahun saat usiaku masih 17 tahun" Ucap Alysha sambil tersenyum pelan.

__ADS_1


"Wow jadi kakak sudah lama mengenalnya, pantas saja aku lihat kalian terlihat sangat dekat" Ucap Rania sambil tersenyum.


"Masa sih Ran kamu bisa saja, tapi aku dan dia mulai tinggal bersama satu tahun belakangan, sebelumnya kami sibuk dengan dunia kami masing-masing!" Ucap Alysha.


"Hey gadis manis akhirnya kamu bangun juga, kupikir kamu akan menginap disini!" Ucap Kimmy sambil duduk di samping Alysha.


Reno menghampiri Rania yang terlihat gugup saat Kimmy datang, gadis itu melirik Kimmy takut yang sedang menatapnya sambil tersenyum manis.


Kimmy memang sangat cantik, wajahnya yang seperti campuran antara orang di negeri ginseng dan juga orang barat sana.


Tapi sejak tahu dia tidak normal dan terlebih lagi gadis itu seperti sangat suka menggoda orang tidak seperti Alysha yang kalem dan lembut, Rania jadi takut sendiri jika dekat-dekat dengan Kimmy.


"Kenapa Ran apa kamu takut padanya?" Tanya Reno.


Rania mengangguk mengiyakan sambil memeluk pinggang Reno.


"Kak Kim genit Mas aku takut!" Cicit Rania pelan membuat yang langsung tertawa.


"Kim kamu ini jangan menggoda istriku, dia ini milikku Kim jangan kamu rebut" Ucap Reno.


"Tenanglah Ran jangan takut dia sudah aku kasih obat penangkal, Kim jangan menggoda Rania terus kasihan dia masih polos" Ucap Alysha sambil tersenyum geli.


"Maaf Ran, aku hanya bercanda jangan diambil hati aku sudah punya Alysha hanya dia cintaku" Ucap Kimmy sambil tersenyum genit kepada Alysha.


Rania menatap mereka berdua, sepertinya dia harus mempersiapkan diri untuk terbiasa melihat hal yang asing baginya itu.


"Ya Allah dunia memang sudah terbalik" Ucap Rania dalam hati.


-------------


Holla aku balik lagiπŸ˜†πŸ˜†


Aku ingatkan lagi mohon untuk tidak menghujat karakter siapapun disini!!!


Maaf untuk eps yang kmrn aku gak bisa balas komen kalian, aku sendiri bingung mau ngomong apaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Dan terima kasih untuk apresiasi kalian saat membaca ceritaku😚😚😚.


Jangan lupa like, Vote n tips bagi yang mau saja😚😚.

__ADS_1


Salam Sayang


Author Masih Galau


__ADS_2