Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Undangan


__ADS_3

"Rania sayang buka pintunya aku mau masuk!" Ucap Reno sambil mengetok-ngetok pintu kamar mereka.


Rania tidak menjawab gadis itu masih kesal dengan perkataan Reno yang seolah membandingkan dirinya dan Adinda, Rania berdecih pelan,bahkan dia tidak sudi untuk mengingat gadis menyebalkan itu apalagi jika dibangdingkan dengannya dia tidak terima.


"Ran sayang ayo bukalah pintunya jangan marah lagi ya sayang!" Rayu Reno dibalik pintu.


"Gak, pokoknya aku gak mau buka pintu, sudah pergi sana jangan ganggu aku!" Teriak Rania membuat Reno langsung terdiam dan langsung berjalan menuju kursi tamu dengan lesu.


"Rasain kamu Mas, siapa suruh bahas cewek gatel itu!" Sungut Rania kesal.


Reno menghembuskan nafasnya pelan, wanita memang sulit ditebak apalagi jika dia membahas wanita lain mereka akan langsung berubah menjadi wanita dingin yang jahat seperti yang Rania lakukan sekarang.


"Bodohnya aku harusnya aku tidak membahas Adinda padanya jadi ginikan" Gumam Reno menyalahkan dirinya sendiri.


Ting


Tong


Seseorang memencet bell apartemen mereka membuat Reno yang sedang melamun itu langsung beranjak dan membuka pintu apartemenya.


"Nat, Jo kalian disini?" Tanya Reno bingung.


Natalya dan Joshua tersenyum kepada Reno yang seolah terkejut menatap kedatangan mereka yang tiba-tiba, Reno melirik kearah perut Natalya yang sudah semakin membuncit memperlihatkan perutnya yang besar.


"hai Ren, boleh kami masuk?" Tanya Natalya.


"Ah maaf tentu saja ayo silahkan masuk!" Ucap Reno sambil membuka pintu apartemennya lebar-lebar.


Natalya dan Joshua tersenyum mereka memasuki apartemen Reno dan Rania yang dituntun Reno menuju ruang tamu.


"Silahkan duduk, kalian mau minum apa biar aku buatkan?" Tanya Reno canggung.


Dia memang tidak begitu dekat dengan Natalya apalagi Joshua mereka hanya pernah sekali bertemu itupun waktu acara ijab kabul dadakan yang dilakukan oleh mereka.


"Tidak usah Ren, kami tidak akan lama disini, kami hanya mampir sebentar habis itu kami juga akan pergi" Ucap Joshua menolak tawaran Reno dengan sopan.


Reno melirik Natalya dan Joshua yang terlihat sama canggungnya dengan dirinya, Natalya melirik sekitar sepertinya dia sedang mencari keberadaan adiknya Rania.


"Dimana Ran aku tidak melihatnya apa dia sedang pergi?" Tanya Natalya yang sesuai seperti tebakan Reno.


"Ada dia di kamar, tunggu sebentar aku panggilkan dulu!" Ucap Reno sambil beranjak bangun yang diangguki oleh Natalya dan Joshua.


"Ran!" Panggil Reno dibalik pintu.

__ADS_1


"Apa Mas?" Tanya Rania sambil asyik membalas pesan dari teman-temannya.


"Keluarlah Ran ada kakakmu Natalya dan juga Jo kakak iparmu!" Ucap Reno.


Mendengar itu Rania langsung menaruh hp nya diatas nakas dan langsung beranjak berjalan dan membuka pintu kamarnya.


"Benarkah Mas kak Nat ada disini?" Tanya Rania denga mata berbinar.


Dia merindukan kakaknya itu sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu, tepatnya setelah Natalya dan Joshua kembali kerumah ayahnya dan tinggal disana membuat Rania jadi segan untuk menemui kakaknya itu disana.


"Iya sayang, cepat temuilah mereka ada diruang tamu!" Ucap Reno sambil tersenyum.


Dengan semangat Rania langsung berlari menemui kakaknya di ruang tamu, Reno menatap Rania yang terlihat senang karena kakaknya datang berkunjung menemuinya.


"Kak Nat aku rindu padamu kak" Ucap Rania sambil memeluk Natalya dengan erat.


"Aku juga rindu padamu Ran, lepaskan pelukanmu sayang kamu membuatku sesak nafas" Ucap Natalya sambil mencoba melepaskan pelukan Rania yang sangat erat.


"Hehe maaf kak, aku terlalu senang karena kamu datang kesini" Ucap Rania meminta maaf sambil melepaskan pelukannya.


"Kak Jo apa kabar aku rindu padamu kak" Ucap Rania sambil memeluk kakak iparnya Joshua.


"Aku juga Ran, kamu makin cantik saja Ran, oh iya bagaimana kabarmu Ran apa kamu baik-baik saja?" Tanya Joshua saat pelukan mereka sudah terlepas.


"Kami baik-baik saja Ran, syukurlah jika kamu baik-baik saja, kemana saja kamu selama ini Ran, kenapa tidak pernah mengunjungiku?" Tanya Natalya.


"Silahkan minum dulu!" Ucap Reno memotong pembicaraan mereka sambil menaruh 2 cangkir teh manis di meja.


"Terima kasih Ren, kamu baik sekali" Ucap Natalya sambil tersenyum yang dibalas oleh Reno.


"Maaf kak, kemarin aku sedang sibuk ujian sekolah" Ucap Rania.


Rania tidak berbohong beberapa hari kemarin dia memang sibuk belajar, hanya saja dia tidak bilang jika dia juga tidak mengunjungi Natalya karena sekarang dia tinggal dirumah orang tua mereka.


"Oh iya bagaiman kabar ayah, apa dia baik-baik saja?" Tanya Rania menatap kakaknya sendu.


Natalya menatap adiknya itu yang kini terlihat lebih dewasa, namun dia melihat kesedihan yang terpancar saat Rania menanyakan kabar ayah mereka.


Gadis itu masih saja sama dia akan terlihat sedih jika menyangkut ayah mereka, Natalya bisa mengerti alasan sebenarnya Rania tidak pernah mengunjunginya lagi.


Dia menatap adiknya itu dengan sayang merasa kasihan dengan nasib adiknya itu yang selalu tidak dianggap oleh ayah mereka Bram, ingin rasanya dia merengkuh gadis kecil itu kedalam pelukannya mencoba memberi kehangatan disana.


"Dia baik Ran,dia sekarang sudah beraktifitas seperti biasanya bahkan dia juga sudah kembali sibuk mengurus pekerjaan kantor" Ucap Joshua menjawab pertanyaan Rania.

__ADS_1


"Betul itu Ran, kamu tidak perlu khawatir lagi ayah sudah sehat sekarang" Ucap Natalya sambil tersenyum.


"Bagaimana kegiatanmu Jo, apa kamu masih sibuk dengan kantormu atau sudah ikut membantu pekerjaan dikantor ayah Nat dan Ran?" Tanya Reno mencoba berbasa-basi.


"Lumayan aku masih harus mengawasi pekerjaan dikantorku sendiri sebelum aku memberikan tanggung jawab penuh kepada adikku, kamu tahu sendiri aku tidak mungkin menyerahkan segalanya tanpa persiapan yang matang, dan ya sedikit-sedikit aku sudah mulai membantu diperusahaan ayah mertuaku" Ucap joshua menjelaskan.


"Hebat Jo kamu pasti sibuk sekarang-sekarang ini, aku yakin ditanganmu perusahaan pasti akan jauh berkembang pesat" Ucap Reno.


Joshua memang orang yang bisa diandalkan dalam mengurus perusahaan, terbukti dia mampu menjalankan bisnis agensi modelingnya tanpa bantuan dari siapa pun.


Reno cukup mengenal Joshua meski mereka tidak pernah bekerja sama langsung, namun dia sering mendengar jika Joshua memilik otak yang pintar, jika dia mengambil alih perusahan ayah Rania dan Natalya, Reno yakin itu akan sangat menguntungkan.


"Kamu bisa saja Ren, aku masih harus banyak belajar Ren tidak seperti dirimu yang sudah pakar dalam hal ini!" Ucap Joshua merendah, dia cukup tahu jika Reno adalah seorang pembisnis handal yang kinerjanya tidak usah diragukan lagi.


"Kak Nat dan Kak Jo, ada tujuan apa datang kemari kak?" Tanya Rania mengalihkan pembicaran anatara Reno dan Joshua yang menurutnya tidak penting itu.


"Oh iya kami ingin memberitahu kalian kalau ayah nanti malam berulang tahun dan akan dirayakan dihotel H" Ucap Joshua.


"Iya kamu tidak lupa kan kalau hari ini ulang tahun ayah Ran?" Tanya Natalya.


Rania mengangguk mengiyakan mana mungkin dia lupa jika hari ini ulang tahun ayahnya, bahkan dia menandai tanggal ulang tahun ayahnya itu di hp nya.


"Datanglah, ayah pasti akan sangat senang jika kalian berdua datang!" Ucap Joshua sambil tersenyum.


"Iya betul kami sengaja datang untuk memberitahu kalian itu, datang ya!" Ucap Natalya dengan semangat sambil menatap mereka berdua.


Senang? Cih Rania ragu ayahnya akan senang melihat kedatangannya, Reno melirik Rania yang terlihat tidak bersemangat mendengar ajakan kakaknya itu.


"Tentu kami akan datang kalian tenang saja aku dan Rania akan datang keacara ulang tahun Ayah" Ucap Reno menjawab ajakan Natalya dan Joshua.


Mendengar itu Rania langsung menoleh keara Reno suaminya dengan bingung, Reno tersenyum lembut pada Rania seolah mengatakan dia akan disana menemani Rania.


"Tenang saja Ran, aku tidak akan membuatmu bersedih terlalu lama sayang!" Ucap Reno dalam hati.


---------


Holaa aku balik lagiπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa like nya dong guys, vote n tips bagi yang mau😚😚


Viewsku menurun terus kenapa ya, mmaaf ya jika ceritaku membuat kalian bosanπŸ™πŸ™πŸ™


Salam Sayang

__ADS_1


Author Galau lagi


__ADS_2