
“Mas aku pergi dulu ya sayang” Ucap Rania sambil mengecup bibir suaminya singkat saat Reno sedang duduk di ruang tv bersama Kikan dan Bima, dia memang sudah terbiasa mencium suaminya jika Reno sedang berada dirumah saat dia ingin pergi kuliah atau kemana pun.
Reno menatap Rania yang terlihat sangat cantik dengan mengenakan baju putih dipadukan dengan celana jeans dan sepatu putihnya, membuat gadis itu terlihat seperti gadis cantik yang belum menikah.
“Ma aku pergi dulu ya Ma maaf Mama jadi repot jagain Bima terus” Ucap Rania meminta maaf sambil mencium kening mertuanya itu dengan lembut.
“Gak apa-apa kok Ran, Mama malah senang bisa jagain Bima, oh ya kamu tambah cantik aja sayang itu baju yang Mama beliin kan, cocok banget sama kamu sayang!” Puji Kikan membuat Rania jadi tersipu malu.
Rania menggendong Bima dan menciumi anaknya itu dengan lembut membuat Bima tertawa senang sambil memainkan rambut ibunya yang panjang.”Bima sayang hari ini kamu sama Nenek Cantik sama Papa dulu ya nak, Mama mau kuliah dulu biar pinter” Ucapnya sambil tersenyum dan mencium Bima kembali dengan gemas.
“Kamu mau kuliah apa mau kencan Ran kok penampilannya gitu banget kayak cewek ABG lagi kasmaran” Sindir Reno menatap Rania tidak suka.
Rania menoleh menatap suaminya itu dengan kening berkerut, di pangkuannya Bima memainkan kalung yang terpasang di leher Rania sambil tertawa senang seolah mendapat mainan baru.”Apa sih Mas kuliah lah sayang, lagian penampilanku biasa-biasa aja Mas gak berlebihan kok” Ucapnya menatap penampilannya sendiri yang dirasa tidak berlebihan.
“Iya Ren jangan suka nuduh deh mau Mama jahit mulutmu itu, terima nasib aja Ren istrimu kan emang ABg yang cantik banget, ingat dulu Alvian aja suka sama dia” Ucap Kikan mencoba membela menantu kesayangannya itu yang malah membuat Reno tambah cemburu, sedangkan Rania hanya menatap mertuanya itu miris.
“Mama mau belain apa nyudutin aku sih, pake bawa-bawa Al segala” Ucap gadis itu dalam hati, dia kemudian menoleh menatap Reno yang makin cemberut.
“Sudah ya Mas aku pergi dulu takut telat nih!” Ucapnya saat melihat jam di pergelangan tangannya, kemudian dia memberikan Bima kepada Kikan yang langsung mengambilnya.”Nitip Bima ya Ma, aku pergi dulu, Assalamualaikum” Ucapnya lagi sambil beranjak dan berlalu pergi dengan tergesa-gesa.
Sejenak Reno melamun sibuk dengan pikirannya sendiri, kemudian dia langsung beranjak dan berlari menyusul Rania.“Ran tunggu aku yang antar” Teriak Reno namun sayang istrinya itu sudah menghilang menaiki mobil yang dikendarai supir pribadinya.
“Ah sial” Gumamnya pelan kemudian Reno berlari ke kamarnya dan dengan secepat kilat dia mengganti bajunya dan langsung keluar kamarnya dan menuruni tangga dengan cepat.
“Mah kemana kamu Ren, kok ganti baju?” Tanya Kikan penasaran saat anaknya itu lewat di depannya.
“Mau nyusul Ran, ntar dia digodain cowok lagi Ma kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan gimana coba?, udah ah aku pergi dulu Assalamualaikum” Ucap Reno tanpa menoleh dan terus berjalan dengan tergesa bersiap untuk menyusul istrinya Rania.
“Waalaikum salam” Jawab Kikan menatap anaknya itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.”Dasar bocah sama istri sendiri masih aja gak percaya, padahal kan udah jelas kalau Ran itu gak mungkin selingkuh apalagi tergoda sama yang lain, emang ya dasar anak gak tahu diuntung” Omel Kikan kemudian dia menoleh menatap Bima yang terlihat bingung dengan neneknya yang sedang mengomel sendiri.”Bima sayang jangan kayak Papa mu ya nak, hidupnya itu malu-maluin kamu ikutin nenek cantik sama Mama kamu aja ya nak dijamin bahagia” Ucapnya sambil memainkan tangan Bima membuat bayi itu tertawa senang seolah mengerti dengan ucapannya.
Di kampus Rania sedang duduk di bangku taman bersama Veyya, Gisuwa dan Nungky, gadis itu menghembuskan napasnya pelan merasa kesal karena dosennya tidak jadi datang alhasil kelas jadi kosong, jika tahu begitu mungkin dia akan memilih berangkat siang saja.
“Kamu kenapa Ran kayaknya suntuk banget?” Tanya Gisuwa penasaran sambil menikmati minumannya.
__ADS_1
Rania menoleh menatap sahabatnya itu dengan wajah malas.”Gak Gis, lagi suntuk aja kalau tahu dosennya gak datang kan bisa santai dulu tadi di rumah” Ucapnya sambil mencomot kuaci yang sedang dipegang Veyya.
“Aku juga nyesel tahu mana tadi gak sempet mandi coba” Ucap Nungky sambil cengengesan membuat Veyya dan Rania melempar gadis itu dengan kulit kuaci.
“Dasar jorok pantesan aku nyium bau asem yang bikin sepet ternyata kamu Ky” Omel Rania kesal.
“Iya lagian kamu kan gak ada kelas hari ini Ky, ngapain juga kamu ke kampus pagi-pagi” Ucap Veyya tak mengerti.
“Iya Ky kalau aku jadi kamu mending bobo cantik di rumah aja tau gak” Ucap Gisuwa.
Nungky menatap ketiga temannya sambil tersenyum.”Kalau aky gak kuliah ntar aku disuruh beres-beres rumah lagi sama Mama, kalian tahu sendirikan Mama ku suka banget liat anaknya menderita” Ucapnya menjelaskan.
Rania dan kedua temannya mengangguk mengerti, Desi ibu Nungky memang sering membuat anaknya itu tersiksa, tapi jika dipikir lagi Nungky dan Desi itu sangat mirip yaitu sama-sama licik dan suka membuat orang lain menderita.
“Oh iya kemana Regi sama antek-anteknya itu Ky, biasanya mereka gak jauh sama kamu?” Tanua Gisuwa penasaran.
Nungky menggeleng tidak tahu, pasalnya dia belum bertemu mereka sejak pagi.”Gak tahu paling mereka lagi di kelas kayaknya atau belum datang ya” Ucapnya bingung sendiri.
“Wah kalau lagi gak ada kegiatan gini enaknya kita santai-santai sambil nonton tv gitu” Ucap Veyya sambil tersenyum menatap ketiga temannya itu.
“Ran kita main ke rumah kamu aja yuk dari pada dusni gak ada kerjaan” Ucap Nungky memberi usul, Veyya dan Gisuwa mengangguk setuju dengan usulan Nungky.
“Iya Ran udah lama juga kan kita gak main ke rumah kamu, kita kangen sama Bima sama Mama Kikan juga” Ucap Veyya.
“Bener banget tuh, boleh ya Ran” Ucap.Gisuwa sambil memegang tangan Rania.
Rania menoleh menatap ketiga sahabatnya itu yang menatapnya penuh harap, kemudian dia tersenyum sambil mengangguk kecil.”Iya boleh” Jawabnya membuat ketiganya bersorak senang.”Tapi ingat jangan bikin ulah ya, jangan ngajarin Bima yang aneh-aneh juga” Ucapnya lagi mengingatkan ketiga temannya yang langsung mengangguk patuh.
“Oke Bos” Jawab ketiganya dengan serempak membuat Rania terkekeh pelan mendengarnya.
“Bentar aku telepon supir dulu buat jemput kita” Ucapnya sambil mengambil Hp nya dan mencoba menghubungi seseorang.
Disaat bersamaan datang seorang pria yang cukup tampan sambil membawa bunga besar dan sekotak coklat yang mahal terlihat dari merek coklat tersebut, Rania menghentikan panggilan teleponnya dan menatap pria di depannya itu yang kini tengah membungkuk padanya membuat gadis itu mengerjapkan matanya bingung.
__ADS_1
“Apa-apaan nih kamu siapa?” Tanyanya bingung, dia menoleh menatap ketiga sahabatnya yang menggeleng tidak tahu atau mereka hanya berpura-pura tidak mengenali pria di depan mereka itu.
“Hay Ran kenalkan aku Jimmy anak semester tujuh, maaf kalau kedatanganku bikin kamu kaget” Ucap pria yang bernama Jimmy itu sambil tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Terus kamu ngapain kesini pake bawa bunga sama coklat segala?” Tanya Rania bingung.
“Aku suka kamu Ran, tolong jadilah kekasihku” Ucap Jimmy tiba-tiba sambil menyodorkan bunga dan coklat tersebut pada Rania.
Bukannya menerima Rania langsung menggeleng dengan kuat menolak pria tersebut.”Maaf aku gak bisa, mending kita temenan aja ya” Tolaknya halus sambil tersenyum samar.
“Kenapa Ran, aku mohon terima aku ya Ran” Ucap Jimmy tidak menyerah kemudian dia menoleh ke belakang dimana kedua temannya datang dengan mendorong troli berisi makanan.”Lihat Ran aku bawakan semua makanan kesukaan kamu loh, jadi tolong terima aku” Ucap Jimmy sambil tersenyum.
Nungky, Veyya dan Gisuwa menatap makanan-makanan tersebut dengan mata berbinar, mereka mengusap perut mereka yang langsung keroncongan minta diisi, dengan santai mereka bertiga mengambil beberapa sate dan langsung melahapnya, mereka tidak memperdulikan tatapan Rania, Jimmy dan kedua teman Jimmy yang menatap mereka kesal.
“Itu punya Ran jangan dimakan!” Ucap Jimmy kesal melarang ketiganya untuk berhenti makan.
“Udah Bang jangan gitu, kita ini kan sahabatnya Ran masa abang itungan sih” Ucap Nungky sambil cengengesan dan kembali mengambil beberapa gorengan yang tersedia disana, dia sendiri bingung kenapa ada bakwan di troli tersebut padahal itu bukan makanan kesukaan Rania.
“Nah iya tuh Kak, kalau mau deketin cewek harus baik juga sama sahabatnya biar lancar gitu” Ucap Gisuwa sambil mengambil siomay dan langsung melahapnya.
“Dengar tuh Kak, memangnya kakak mau kita gak restuin kakak nembak teman kita” Ucap Veyya ikuta-ikutan sambil melahap siomay yang disuapi Gisuwa, mereka bertiga terlihat bahagia dengan banyak makanan yang tersedia di depan mereka, Rania tersenyum kecut menatap ketiga sahabatnya yang malah mengambil kesempatan dalam kesempitannya.
“Untung teman kalau bukan sudah ku tendang mereka” Ucap Rania dalam hati.
“Jadi gimana Ran, kamu mau kan?” Tanya Jimmy lagi menatap Rania penuh harap.
“Maaf Jim aku ti-”
“Heh kuda belang siapa kamu berani-beraninya menggoda istriku!”
Semua orang yang berada disana meneh menatap Reno yang muncuk entah dari mana dan menatap mereka semua dengan tajam.
“Mas Reno” Ucap Rania pelan seolah tak mempercayai kehadiran suaminya itu.
__ADS_1
--------
Like n komen yng banyak biar aku semangat meski sedang galau merana Huaaaaaa😢😢😢😧😧😳😳😳😳😭😭😭😭