
Setelah mandi panjang bersama Reno yang malah meminta jatah sampai 2 kali, akhirnya Rania selesai juga bersiap-siap kini dia sudah rapih mengenakan seragam sekolahnya.
"Ayo Ran kita sarapan dulu, aku udah bikin nasi goreng katanya kamu kangen masakanku!" Ucap Reno melongok di depan pintu kamar.
"Iya Mas bentar sini dulu deh Mas!" Ucap Rania yang sedang duduk di depan cermin.
"Apa sayang kamu mau lagi?" Tanya Reno dengan muka berbinar.
"Apa sih Mas aku mau berangkat nih, udah jam setengah 6 juga masih aja ngomongin itu kan tadi udah!" Ucap Rania dengan wajah memerah sambil tersenyum.
"Hehe siapa tahu aja kamu mau lagi, gimana kalau hari ini kita liburin diri aja?" Tawar Reno memberi saran.
"Gak bisa Masku sayang aku ada ujian, kemarin aja kamu nyuruh aku fokus belajar sekarang kok jadi gini" Ucap Rania.
"Maaf sayang habis keenakan sih bikin aku ketagihan" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Udah ah Mas jangan bahas itu dulu!" Ucap Rania.
"Yasudah tadi kamu mau ngomong apa sayang?" Tanya Reno.
"Iniloh Mas alergi aku kayanya jadi lagi liat tuh banyak banget tapi sekarang adanya di bagian dada doang Mas" Ucap Rania sambil menunjukan sedikit bagian dadanya yang terekspos.
"Eh mungkin itu karena kamu salah makan lagi kali Ran, iya itu pasti karena itu" Ucap Reno gelagapan.
"Mas yakin, aku dari kemarin udah curiga loh kalau sebenarnya ini bukan alergi seperti yang Mas bilang" Ucap Rania sambil menatap suaminya Reno.
"Kok kamu ngomong gitu sih Ran, kamu gak percaya sama aku?" Tanya Reno pura-pura tersinggung.
"Bukan gak percaya, tapi kata Mama Kikan kalau kita habis ngelakuin itu pasti ada tandanya!" Ucap Rania.
"Tanda apa maksud kamu?" Tanya Reno bingung.
"Ya tanda merah-merah gitu di badan, terus lagi kata Mama Kikan biasanya kalau malam cowok itu kadang suka melakukan aksinya saat cewek lagi tidur" Ucap Rania.
"Aksi apa maksud kamu Ran?" Tanya Reno lagi dengan gelagapan.
__ADS_1
Rania menatap Reno penuh selidik seperti polisi yang sudah menemukan tersangka maling ayam yang sudah meresahkan warga.
Reno mencoba membuang muka, sepertinya Kikan ibunya benar-benar sudah mencekoki Rania dengan ajaran-ajaran mesum membuat gadis itu lebih waspada.
"Sial aku harus benar-benar menjauhkan Mama dari Rania" Gumam Reno penuh tekad.
"Kata Mama Kikan, cowok itu suka ngasih tanda kalau semalam mereka sudah beraksi dan Mas tahu tanda apa itu?" Tanya Rania.
"Tanda apa memangnya aku tidak tahu Ran, kamu pun tahu aku masih polos gak ngerti begituan!" Sangkal Reno.
"Tanda seperti waktu itu yang Mas bilang itu alergi, tanda yang sama seperti sekarang yang ada di sekujur badanku Mas, ngaku Mas ini sebenarnya hasil perbuatan kamu kan?" Ucap Rania layaknya seorang polisi.
"Tidar Ran tidak, bukan aku pelakunya sumpah aku tidak pernah macam-macam padamu Ran, hanya semalam dan tadi pagi aku macam-macam sama kamu yang lain mah ngggak" Ucap Reno masih menyangkal hasil perbuatannya.
"Baiklah Mas kalau Mas gak mau ngaku terserah, tapi nanti malam sampai seminggu ke depan aku mau nginep aja di rumah Mama Kikan, dan Mas gak boleh ikut!" Ucap Rania dengan tatapan tajam.
Satu lagi perlajaran Kikan yang Rania ingat adalah gunakan ancaman untuk membuat pelaku mengaku, jika tidak buat dia jadi tunduk padamu maka semua akan beres dan saat Rania bertanya kenapa Kikan malah menjawab.
"Sudah Mama bilang Ran, cowok itu kalau udah di kasih jatah 1 kali mereka gak akan bisa jauh-jauh dari kita, dan itu harus kita manfaatin buat ngendaliin mereka!" Ucap Kikan pada waktu itu.
Rania tersenyum mengingat petuah-petuah Kikan yang kini dia praktekan, Reno menatap Rania sendu pria itu seolah ingin mengatakan sesuatu tapi masih ragu.
Dengan gontai Reno mengikuti Rania berjalan ke meja makan, saat sarapan sesekali Reno melirik Rania, gadis itu terlihat fokus menyantap makanannya seolah tidak memperdulikan Reno yang duduk di depannya.
"Mas nanti sore sepulang sekolah aku langsung ke rumah Mama Kikan lagi aja ya!" Ucap Rania tanpa mendongak sedikit pun.
"Kenapa untuk apa kamu kesana Ran, kamu pulang saja kesini tidak perlu kesana lagi!" Larang Reno.
"Gak mau Mas, kan aku sudah bilang sebelum semuanya jelas aku gak mau tinggal disini sama kamu, ah dan juga 1 lagi mas jangan minta jatah dulu ya sampai semuanya selesai!" Ucap Rania sambil memandang Reno.
"Kok gitu Ran baru juga semalam tempurnya masa udah libur lagi sih, jangan dong Ran aku gak kuat!" Ucap Reno dengan muka memelas.
Rania tersenyum ternyata semua yang di ajarkan Kikan benar semua, Reno sekarang seperti anak minta jajan pada ibunya.
"Mama Kikan emang Top deh aku harus lebih banyak berguru sama dia" Ucap Rania dalam hati.
__ADS_1
"Makannya jelasin dulu soal yang tadi itu, kalau gak mau yasudah aku gak rugi kok Mas, nanti aku bisa tanya sama Mama" Ucap Rania cuek.
"Baiklah Ran aku mengaku, itu memang hasil perbuatanku!" Ucap Reno akhirnya.
"Tuh kan bener Mas, ayo jelasin kamu ngapain apa kalau malam pas aku lagi tidur?" Tanya Rania dengan menggebu-gebu.
"Gak aneh-aneh kok Ran sayang, aku awalnya cuma ngecup pipi doang eh malah kebablasan dan akhirnya aku ngecup yang lain, tapi bener loh cuman ngecup doang gak ada yang lain!" Ucap Reno meyakinkan.
"Yakin Mas kok aku gak percaya ya?" Tanya Rania penuh selidik sambik menatap suaminya Reno penuh curiga.
"Iya deh iya aku juga pegang sana sini, udah ini beneran Ran aku gak ngelakuin yang lain lagi sumpah" Ucap Reno bersungguh-sungguh.
"Bandel juga ternyata kamu ya Mas, padahal mah ngomong aja kali aku pasti kasih kok" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Hah jadi kamu gak marah Ran?" Ucap Reno sambil menatap Rania.
"Gak lah ngapain juga aku marah, Mas kan emang suamiku sudah sewajarnya Mas ngelakuin itu, kecuali Mas ngelakuinnya ke cewek lain baru deh aku marah!" Ucap Rania.
"Gak mungkin lah aku mau ngelakuin sama yang lain, habisnya aku sudah ketagihan sama kamu Rania sayang, legit banget tahu gak, jadi pengen lagi" Ucap Reno dengan senyumnya yang menggoda.
"Tuh kan Mas mah ihh suka gitu, udah yuk ah Mas kita berangkat, nanti aku kesiangan loh!" Ucap Rania sambil beranjak dan menyampirkan tas punggungnya.
"Ayo sayang lama-lama disini aku takut khilaf lagi nanti aku malah ngurung kamu di kamar" Ucap Reno ikut beranjak dan berjalan disamping Rania.
"Sebenarnya aku juga mau Mas, tapi sayang udah siang aku harus sekolah dulu, nanti malam ya Mas kita tempur lagi!" Ucap Rania dalam hati sambil tersenyum.
Dalam perjalanan menuju parkiran Rania merangkul tangan Reno, mereka terlihat asyik mengobrol sambil sesekali bercanda.
Agak aneh memang yang 1 memakai setelan jas yang rapih sedangkan yang 1 lagi masih mengenakan seragam SMA, terlihat kontras namun mereka tidak perduli orang-orang melihat mereka sebagai pasangan atau hal lainnya.
------
Holla aku balik lagi 😆😆
Jangan lupa like sebanyak2nya, Vote n tips bagi yang mau😍
__ADS_1
Salam Sayang
Author Galau