
"Jadi gimana Mas ceritain tentang Justin sama Aldo mereka beneran belok sama kayak Alysha dan Kimmy?" Tanya Rania.
Mereka baru saja pulang dari apatemen Alysha, dan saat ini mereka tengah duduk sambil bersandar di atas ranjang, Reno menarik Rania dan memeluk gadis pujaannya itu.
"Kamu mau aku cerita dari mana, Justin dan Aldo adalah temanku sekaligus rekan kerjaku, dan ya mereka itu normal sayang" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Terus kenapa mereka berpura-pura belok di depan Kimmy dan Alysha?" Tanya Rania bingung.
"Untuk memperjuangkan cinta tentunya, Justin menyukai Alysha sedangkan Aldo menyukai Kimmy, untuk mendekati mereka berdua Justin dan Aldo berpura-pura seperti itu" Ucap Reno menjelaskan.
"Wow manis sekali, sejak kapan mereka seperti itu?" Tanya Rania lagi dengan antusias, gadis itu sepertinya penasaran tentag kisah cinta mereka berempat.
"Sejak tiga tahu lalu, kamu tahu mereka setiap malam datang ke apartemen Alysha dan Kimmy hanya untuk menjaga kedua gadis mereka, dan lebih parahnya lagi mereka bahkan menyusul Alysha dan Kimmy keluar negeri" Ucap Reno sambil tersenyum.
Reni sendiri merasa takjub dengan kegigihan Justin dan Aldo mereka rela berpura-pura dan tetap setia mengikuti Alysha dan Kimmy kemana pun mereka pergi.
"Kasihan sekali mereka sabar juga ya Mas" Ucap Rania merasa takjub.
"Iya sayang namanya juga demi cinta, lautan dan gunung pun akan mereka seberangi" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Apa Kak Alysh dan kak Kimmy tahu kalau mereka berpura-pura belok?" Tanya Rania.
"Entahlah Ran, yang jelas mereka tidak pernah protes saat Justin dan Aldo datang hanya untuk sekedar mengganggu mereka" Ucap Reno pelan.
"Aku harap kak Alysh dan kak Kimmy segera sadar dan bisa mencintai laki-laki, kasihan kak Justin dan kak Aldo mereka sudah berjuang terlalu lama" Ucap Rania berharap.
"Semoga ya Ran, aku yakin suatu saat nanti mereka akan kembali normal, dan aku yakin Justin dan Aldo akan jadi orang pertama yang tahu" Ucap Reno.
"Kak Alysh sama kak Kim kenapa gitu sih Mas, apa ada alasan kenapa mereka jadi belok seperti itu?" Tanya Rania penasaran.
"Tidak tahu, tapi mungkin Alysh trauma karena dulu kakak perempuannya mengalami kekerasan dalam rumah tannga oleh suaminya sampai meninggal dan Alysh menyaksikan sendiri kakaknya meregang nyawa saat dia baru berumur 17 tahun" Ucap Reno pelan dengan wajah sendu saat mengingat peristiwa mengenaskan itu.
"Apa Mas, jahat sekali orang itu kenapa dia bisa tega menyiksa istrinya sendiri, dasar lelaki biadab" Ucap Rania kesal dia tidak habis pikir ada orang sekejam itu di dunia ini.
"Sabarlah sayang dia juga sudah di penjara, kamu tahu Kimmy juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda denagn Alysh" Ucap Reno sambil mengusap punggung Rania dengan lembut.
"Maksudnya Mas, jadi kakaknya kak Kim juga mengalami kekerasan dalam rumah tangga?" Tanya Rania.
"Bukan sayang anak perempuan satu-satunya di keluarga mereka, dan dia hanya memiliki seorang kakak laki-laki yang tinggal jauh darinya" Ucap Reno sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalau bukan itu terus apa Mas, apa kak Kim pernah disiksa sama cowok?" Tanya Rania berasumsi sendiri.
"Bukan, Kim dulu pernah diculik saat dia berumur 16 tahun bersama teman-teman seusianya, kamu tahu saat diculik dia melihat teman-temannya di lecehkan dan disiksa, beruntung dia belum sempat mengalaminya!" Ucap Reno pelan.
"Tapi karena kejadian itu Kim jadi trauma dengan laki-laki aku bisa mengerti apa yang dia rasakan!" Ucap Reno.
"Kasihan sekali mereka Mas, ternyata mereka jadi seperti itu karena masa lalu mereka yang menyeramkan" Ucap Rania dengan mata berkaca-kaca.
Dia merasa iba, sedih dan juga marah, marah kepada orang yang tidak moral dan hati yang dengan kejinya merusak masa depan gadis belia seperti Alysha dan Kimmy.
Miris memang tapi orang seperti itu memang ada dan mereka berkeliaran dengan bebas di dunia ini dengan angkuhnya, mereka seperti rumput liar yang meski dicabut akan tumbuh lagi yang baru.
Tanpa kita sadar diluar sana banyak gadis yang mungkin mengalami hal yang sama seperti Kimmy dan Alysha, bahkan mungkin saja mereka sendiri yang jadi korban.
"Iya Ran, untuk itu aku yakin Justin dan Aldo bisa mengobati trauma mereka aku sendiri tidak mampu melakukannya saat bersama Alysha dulu" Ucap Reno pelan.
"Oh iya Mas tahu tentang kebenaran kak Alysh dari mana, apa dia yang mengatakannya langsung saat meninggalkanmu Mas?" Tanya Rania penasaran.
"Tidak Alysh tida bilang apa-apa saat meninggalkanku, dia hanya meninggalkan sepucuk surat berisi perpisahan yang dia titipkan kepada satpam rumahku, saat aku kerumahnya dia sudah tidak ada" Ucap Reno.
"Lalu dari mana Mas tahu, apa kamu mencarinya?" Tanya Rania lagi.
"Jadi Mama Kikan yang tahu duluan, aku yakin Mama pasti sangat terkejut mengetahuinya" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Bukan hanya terkejut dia sampai masuk rumah sakit karena pingsan sangat lama, dan kamu tahu saat dia sadar dia malah bilang padaku *Ren cepat cari mantu yang normal jangan sampai kebobolan lagi*" Ucap Reno menirukan suaea ibunya.
Rania tersenyum mendengarnya, akhirnya kesalah pahamanya dan Renk sudah teratasi, hati kecilnya mengatakan jika dia juga ingin berterus terang tentang masa lalunya dan Alvino.
Ditatapnya wajah Reno yang terlihat bahagia, rasanya dia tidak sanggup jika harus merubah kebahagiaan itu menjadi kesedihan, Rania tahu Reno mungkin akan terluka jika mendengarnya.
Tapi jika dia tidak jujur sekarang, dia juga takut Reno akan mengetahuinya dari orang lain yang malah akan menambah masalahnya, terlebih lagi Alvino masih saja suka mengirim pesan pada Rania.
"Maafkan aku Mas aku belum bisa jujur sekarang!" Ucap Rania dalam hati.
"Kenapa kamu melamun Ran, apa kamu tidak rindu padaku?" Ucap Reno sambil memegang wajah Rania agar menatapnya.
"Rindu apa Mas?, aku kan sudah bersamamu sekarang" Ucap Rania bingung.
"Tentu saja tentang sentuhanku sayang, sudah beberapa hari ini kita tidak melakukannya apa kamu tidak ingin melakukanng sekarang?" Goda Reno sambil tersenyum.
__ADS_1
Rania mengangguk mengiyakan sambil memeluk dada bidang Reno, dengan penuh semangat Reno langsung membaringkan Rania dibawahnya.
Akhirnya mereka melakukan itu lagi di malam yang gerimis membuat pergulatam mereka lebih intim, Reno dan Rania tidak memperdulikan suara dering telepon dari hp mereka yang terus berbunyi.
"Itu siapa ya Mas telepon kita malam-malam gini?"
"Tidak tahu sudah abaikan saja, mungkin dia hanya pengganggu yang ingin merusak malam kita"
Di tempat lain Kikan menaruh Hp nya dengan kesal, ditatapnya suami dan anaknya Alvino yang sedang duduk di dekatnya, saat ini mereka tengaj berada di ruang tv sambil menonton berita.
"Ada apa Ma, Mama barusan telepon siapa kok kesal begitu?" Tanya William sambil memindahkan pion catur miliknya.
Dia dan Alvino sedang bermain catur di ruang tv sedangkan Kikan hanya duduk menemani permainan mereka yang tidak kunjung usai.
"Telepon Rania sama Reno Pa, kemana ya mereka di telepon kok gak diangkat?" Ucap Kikan bingung.
"Mungkin mereka sudah tidur Ma, lagian untuk apa sih Mama telepon mereka jam segini?" Ucap Alvino bingung.
"Masa jam segini sudah tidur sih, Mama kan kangen sama mantu Mama Rania, nyebelin pasti si Reno yang lafamg Rania buat ngangkat telepon Mama, awas saja nanti anak itu!" Ucap Kikan dengam geram.
Alvino terdiam di tempatnya, Rania memang sangat sulit dihubungi sejak dia kembali ke apartemen, gadis itu bahkan tidak pernah membalas satupun pesan darinya.
"Ran kamu sedang apa sekarang?" Gumam Alvian dalam hati.
-------------
Holla guys aku kasih eps kejutan buat kalian readersku tercintah😆😆
Note: Aku harap kalian bijak dalam berkomentar, aku sudah bilang jangan menghina karakter siapapun jika tidak suka kalian bisa skip kok😉😉.
Ketahuilah ini hanya karangan semata, yang aku takutkan akan ada orang yang terluka saat membaca komentar kalian.
Aku tahu kalian readers yang sangat pintar dan cermat dan bisa memahamiku sebagai Author disini😉😉
Maaf jika ada tulisanku yang kurang berkenan,mohon maklum aku disini hanya menyalurkan imajinasiku tanpa berniat menyudutkan pihak manapun.
I Love U Guys
Author Galau
__ADS_1