
Rania duduk termenung di dalam kamarnya, dia masih memikirkan kata-kata Adinda saat di kafe tadi yang bilag jika Reno memiliki kekasih.
"Pacar kamu siapa sih Om, kenapa gak pernah cerita sama aku" Gumam Rania pelan.
Drttt
Drttt
Rania mengambil hpnya yang berbunyi dia melihat layar hpnya yang menandakan telepon masuk dari Reno, segera dia langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Assalamualaikum Mas!" Ucap Rania.
"Walaikum salam Rania, kemana saja kamu mengapa kamu tidak meneleponku?" Tanya Reno di seberang sana.
"Mas yang kemana saja, sudah 2 hari Mas gak bisa dihubungi, aku khawatir tahu gak" Ucap Rania pelan.
Di seberang sana Reno terkekeh mendengar Rania berkata seperti itu, dia memang sangat sibuk 2 hari kemarin sampai-sampai dia tidak punya waktu untuk menelepon atau sekedar memberi kabar pada gadis pujaannya itu.
"Maafkan aku sayang aku sangant sibuk kemarin, kamu tahu sendiri aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku disini dan segera pulang menemuimu Rania!" Ucap Reno.
"Benarkah itu Mas, jadi gimana apa pekerjaan Mas sudah selesai disana?" Tanya Rania lagi.
"Belum sayang bersabarlah sebentar lagi, aku pasti akan datang menemuimu!" Ucap Reno.
"Kenapa lama sekali sudah hampir seminggu, apa Mas tidak merindukanku? apalagi sekarang malam minggu Mas aku kesepian!" Ucap Rania pelan.
"Mau bagaimana lagi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku disini sebelum selesai, aku merindukanmu Rania kenapa kamu masih mempertanyakan hal yang sudah jelas sayang!" Ucap Reno.
"Entahlah aku hanya berpikir mungkin saja kamu tidak mengingatku Mas, maaf aku salah bicara" Ucap Rania pelan.
Dia menunduk dalam diam mencoba menutupi kesedihan campur bahagia karena bisa bicara dengan Reno, sebenarnya dia ingin menanyakan perihal wanita yang tadi di bicarakan Adinda padanya.
Namun dia terlalu segan untuk bertanya kepada Reno, dia takut mendengar apa yang akan dijawab oleh Reno, takut jika itu malah akan menyakiti hatinya.
"Salahkah aku jika aku merasa terluka jika mendengar ada wanita lain dihidupmu Mas"
Tes
Tanpa sadar air mata Rania menetes, dia langsung mengelapa air matanya menggunakan tangan, dia mencoba meredam suara isak tangisnya agar tak terdengar oleh Reno.
Kenapa? Rania yerus bertanya kenapa hatinya jadi rapuh seperti ini hanya karena mendengar wanita lain yang merupakan mantan Reno, apalagi wanita itu juga tidak jelas keberadaannya.
Tapi hati kecilnya mulai merasa takut, begaimana jika wanita itu datang kembali ke kehidupan Reno, sanggupkah dia jika Reno benar-benar berpaling darinya?.
"Rania kamu kenapa, kenapa diam saja bicaralah sayang, aku tidak bisa mendengar suaramu" Ucap Reno.
__ADS_1
Di tempatnya Reno terdiam saat Rania berhenti bicara, dia mulai merasa khawatir tentang apa yang terjadi pada gadis itu, dia takut Rania mengalami kesulitan saat tak bersamanya.
"Rania apa kamu mendengarku? tolong bicaralah Rania jangan diam terus!" Ucap Reno lagi.
"Aku gak apa-apa kok Mas, aku hanya merindukanmu cepatlah pulang aku tidak ingin sendirian tanpamu" Ucap Rania.
"Tentu saja Rania sayang aku pasti pulang, jika kamu kesepian kamu bisa mengajak Al untuk menemanimu pergi kemana pun kamu mau, setidaknya kamu bisa menghilangkan rasa jenuh yang melandamu!" Ucap Reno memberi saran.
"Tidak usah Mas, aku tidak ingin pergi kemana-mana aku hanya merindukanmu itu saja!" Ucap Rania.
Begaimana mungkin dia pergi bersama Alvian, pria itu selalu saja mengganggunya beruntung ada Kikan yang tanpa sadar membantu Rania menjauh dari Alvian.
Sejenak Rania berpikir untuk menceritakan masa lalunya pada Reno, tapi dia sendiri ragu apakah Reno akan bisa menerimanya, ataukah dia malah berpikir jika Rania masih menyukai Alvian.
Mungkin nanti saja Rania akan menceritakan kisahnya kepada Reno, sekarang belum waktunya terlebih lagi hubungan mereka baru saja dekat, dia tidak mau Reno salah paham jika dia bicara sekarang.
"Baiklah terserah kamu saja Rania, apa kamu sudah makan? kalau belum makanlah dulu aku harus pergi sekarang aku masih ada urusan" Ucap Reno sambil melirik Iyan yang sudah menunggu disampingnya.
"Iya aku makan sebentar lagi Mas, yasudah hati-hati ya jangan lupa makan juga Mas, mmmuaaachh" Ucap Rania sambil mencium Reno.
Setelah itu Rania langsung memutuskan panggilan mereka, dia tersenyum malu sambil memegang kedua pipinya yang bersemu merah.
"Mas tampanku kamu bikin aku meleleh terus!" Gumam Rania sambil tersenyum.
Reno tersenyum mendengar Rania menciumnya, meskipun hanya di balik telepon tapi dia merasa jika itu nyata, jantungnya selalu berdetak kencang jika mendengar gadis itu menggodanya.
"Hey ekspresimu cepat sekali berubah 2 hari kemarin kamu selalu saja marah-marah tidak jelas, dan lihat sekarang kamu senyam-senyum tidak jelas seperti ABG labil, kamu sehatkan?" Ucap Iyan bingung.
"Tentu saja apa aku terlihat sakit bagimu? barusan aku baru menghubungi Rania" Ucap Reno menjelaskan.
"Oh pantas saja, aku tahu kamu pasti sekarang sangat ingin bertemu dengannya, sembunyikan wajah penuh nafsumu itu Ren, tahanlah sebentar lagi!" Ucap Iyan menggoda Reno sambil terkikik geli.
"Kurang ajar kamu Yan, beraninya kamu menggodaku seperti itu, diamlah aku tidak senafsu itu Yan sampai-sampai kamu bisa melihatnya dengan jelas di wajahku!" Ucap Reno sambil memukul sahabatnya pelan dan tersenyum malu.
"Apa kamu yakin, memangnya kamu tidak merindukannya Ren?" Goda Iyan lagi.
"Tentu saja aku rindu, makanya ayo cepat kita selesaikan pekerjaan kita disini aku sudah tidak kuat!" Ucap Reno.
"Tidak kuat apa Ren? oh iya aku mengerti, wah ternyata kamu bisa seterbuka ini sekarang Ren, pasti karena pengaruh gadis itu" Ucap Iyan sambil tersenyum.
"Diamlah jangan berbicara yang aneh-aneh lagi, aku hanya tidak kuat untuk bertemu dengannya bukan hal lain, jangan bepikiran mesum dulu!" Sangkal Reno sambil mulai berjalan.
"Baiklah ayo kita selesaikan pekerjaan kita disini, agar kamu bisa segera pulang dan menuntaskan tugasmu yang lain!" Ucap Iyan sambil merangkul Reno dan terus berjalan.
Rania keluar dari kamar sambil bersenandung ria, dia senang karena dengan mendengar suara Reno barusan membuat perasaanya sedikit lebih baik.
__ADS_1
"Ada apa, kenapa kamu terlihat bahagia Rania?" Tanya Alvian saat mereka berpapasan.
"Bukan urusanmu Al, jangan ikut campur urusanku!" Ucap Rania ketus sambil melanjutkan perjalanannya yang terganggu oleh Alvian.
"Tunggu Rania aku belum selesai bicara!" Ucap Alvian sambil memegang salah satu tangan Rania.
"Lepasin Al jangan pegang-pegang emang kamu mau ngomong apasih Al?" Ucap Rania kesal karena Alvian sudah memegang tangannya.
"Kenapa kamu selalu menghindariku Rania? setiap kali kita bertemu kamu selalu menjauh dariku Rania" Ucap Alvian pelan.
"Aku bukannya ingin menghindarimu Al, hanya saja aku rasa kita memang lebih baik untuk tidak bicara satu sama lain sekarang ini" Ucap Rania sambil berjalan meninggalkan Alvian.
"Tapi kenapa Ran, apa kamu tidak ingin kita mengingat kenangan kita dulu?" Gumam Alvian sambil menatap punggung Rania yang sedang menuruni tangga.
"Itu muka ditekuk mulu Al, gak ada cakep-cakepnya kenapa sih lagi galau ya?" Tanya Kikan yang kebetulan lewat.
"Gak kok Ma, mukaku biasa aja gak ditekuk, perasaan Mama aja kali" Sangkal Alvian.
"Masa sih Al, terus kenapa ya Mama lihat kamu makin hari makin jelek aja Al, kelamaan jomblo sih jadi gini, orang ganteng juga kelihatan jelek kalau gak punya pacar" Ucap Kikan.
"Kok gitu sih Ma, mana ada kegantengan seseorang bisa berkurang cuma karena jomblo" Ucap Alvian dengan bingung.
"Adalah Al buktinya kamu nih, emang kamu gak pernah dengar istilah pacar orang lebih menawan dari pada jomblo beneran?, sudahlah lebih baik kamu cepat-cepat cari pacar Mama gak mau besok kamu udah berubah jadi tambah jelek!" Ucap Kikan sambil berlalu pergi.
Setelah Kikan pergi, Alvian langsung berlari ke kamarnya, disana dia bercermin menunjukan wajahnya yang tampan dan menawan.
"Emang aku sudah jelek ya? ah masa sih perasaan gak ada yang berubah!" Gumam Alvian sambil bercermin.
"Ah sial kenapa juga aku mau di bodohi sama Mama!" Ucap Alvian saat sadar dirinya di kerjai oleh Kikan.
--------------
Holla aku balik lagi nih๐๐๐
Jangan lupa like sebanyak-banyaknya, vote n tips bagi yang mau!!
Ayo dong semangatin aku, readersku berkurang terus yang like juga gak bertambh banyak๐ข๐ข๐ข.
sekalin promo ya baca juga!!
1:Ruang Hampa karya Alusha Veyya.
2:Veerlat me niet karya Kikan Selviani Putri.
3:Chat Me.Baby karya golden women.
__ADS_1
Salam Manis.
Author Masih Galau