Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Sakit Hati


__ADS_3

“Ran tunggu!”


Rania yang tengah berjalan di koridor berbalik saat seseorang meneriakan namanya, Nungky datang padanya sambil berlari kecil dia menyapa semua murid yang dilewatinya baik itu yang dia kenal ataupun tidak.


“Huh capek juga ya bangun pagi itu, udah bangun pagi eh malah disuruh jalan kaki sama Mamaku sedih banget ya Allah!” Ucap Nungky sambil menggandeng tangan Rania dan ikut berjalan bersamanya menuju kelas mereka.


“Kamu nya aja yang malas Ky, kayak aku dong bangun pagi tiap hari biar gak telat kayak kamu!” Ucap Rania ketus.


Semenjak memasuki semester terakhir dia memang mulai berangkat pagi, bahkan dia juga mengurangi jam malamnya untuk bermain game kini dia menghabiskan waktunya untuk belajar dan juga bersama Reno.


“Iya sih hehe, wah Ran kamu ganti gaya baru pakai kaca mata gitu?” Tanya Nungky.


Nungky melihat penampilan Rania yang kini terlihat berbeda, kini gadis itu memakai kacamata yang bertengger di hidung mancungnya, dengan rambutnya yang diurai Rania semakin cantik saja bahkan jika memakai kacamata sekalipun.


Rania membenarkan letak kaca matanya.”Bukan aku emang lagi banyak belajar sekarang sampai aku harus pakai kacamata Ky, kamu kapan belajar udah mau ujian loh ini?” Ucap  Rania mengingatkan sambil menatap Nungky yang hanya tersenyum mendengarnya.


“Nanti Ran kalau udah dapat hidayah!” Jawabnya sambil tersenyum.


Rania mendengus mendengarnya, entah hidayah apa yang akan membuat Nungky berubah dan belajar untuk ujian nasional mereka yang sebentar lagi akan dilaksanakan.


Rania menengok ke arah depan dimana Awan tengah mengobrol bersama Veyya yang terlihat sangat tidak nyaman saat Awan mengajaknya mengobrol, kemudian dia kembali menoleh ke arah Nungky yang tersenyum kecut melihat mereka, Rania tahu gadis di sampingnya itu pasti terluka melihat Awan yang mulai mendekati Veyya semenjak kejadian itu.


Rania memegang tangan Nungky sambil tersenyum padanya mencoba menghibur gadis yang kini sedang dilema itu, Nungky membalas senyuman Rania sambil menghembuskan nafasnya kasar.


“Bang Awan kayaknya emang bukan jodohku ya Ran, lihat Veyya gak ngapa-ngapain aja dia udah dikejar-kejar terus sama bang Awan!” Ucap Nungky sambil tersenyum miris.m


“Sudah yang sabar Ky, jangan sedih gitu apalagi galau bukan kamu banget Ky” Ucap Rania sambil tersenyum mencoba bercanda.


“Iya juga ya ngapain aku sedih, aku kan Nungky si manusia langka dan imut!” Ucap Nungky sambil memaksakan senyumnya dan kembali ceria.


“Sudah nanti saja ke kelasnya, kita sarapan dulu aja aku traktir deh” Ucap Rania mengajak Nungky berbalik arah.


“Hai-hai guys pada mau sarapan ya aku ikut dong!” Ucap Gisuwa yang baru saja datang dan ikut bersama mereka.


“Ayo kita sarapan sampai kenyang!” Ucap Rania sambil merangkul kedua temannya itu.


Mereka pun duduk di sebuah kursi di kantin, di atas meja sudah tersedia 3 mangkuk bubur yang masih mengeluarkan asapnya siap untuk mereka santap.

__ADS_1


Nungky dan Gisuwa mulai menambahkan sambal keatas bubur mereka dan mengaduknya, sedangkan Rania dia hanya menambahkan sambal tersebut di tengah-tengah bubur tanpa mengaduknya.


Rania memang tidak menyukai jika buburnya diaduk seperti kebanyakan orang, bukan apa-apa hanya saja dia merasa geli sendiri saat melihat bubur yang diaduk dia tidak menyukainya bahkan dia tidak akan mau menyantap bubur yang campur aduk seperti itu.


Dalam diam mereka mulai menyantap bubur langganan mereka jika tidak sempat sarapan di rumah, seolah teringat sesuatu Rania menoleh ke arah Nungky yang terlihat sedang minum teh manis miliknya.


“Oh iya Ky, kamu ingat kak Lisa kan yang fotonya ada di rumahku?”  Tanya Rania mengingatkan Nungky akan sosok Lisa.


Sejenak Nungky terdiam sambil mengingat-ngingat, kemudian dia menoleh sambil mengangguk ke arah Rania.


“Ingat yang pakai baju wisuda itukan?” Ucap Nungky.


Rania mengangguk mengiyakan.”Iya katanya dia mau minta bantuan sama kamu Ky!” Ucap Rania.


“Ada apa nih kenapa Kak Lisa mau minta bantuan sama Nungky, dia gak salah orang kan, emang Nungky bisa nolongin apa kerjaannya aja bikin masalah?” Tanya Gisuwa penasaran sambil tersenyum ke arah Nungky yang menatapnya sebal.


“Minta bantuan apa Ran, aku siap membantu kapanpun dan dimanapun!” Ucap Nungky sambil menepuk dadanya.


“Adalah pokoknya kalian lihat saja nanti, minggu ini kita ke Bandung sama Veyya juga kita kerumah Bibi May dan kak Lisa, kali ini aku yakin kelicikan kamu itu ada gunanya Ky!” Ucap Rania sambil tersenyum.


“Yeeeeeaaa liburan lagi kita!” Ucap Gisuwa bersemangat.


Rania mendengus melihat 2 makhluk menyebalkan yang langsung kegirangan saat mendengar dia akan mengajak mereka pergi ke Bandung.


“Cuma sehari!” Jawabnya singkat.


“Ya kupikit kita bakal liburan ternyata cuman mampir doang toh!” Ucap Gisuwa kecewa.


“Gak apa-apa Gis sehari juga cukup buat jajalin semua makanan enak di sana, sekalian nyari cowok Bandung Ah biar ada sunda-sundanya gitu!” Ucap Nungky sambil tersenyum senang.


“Kalian disini aku cariin kemana-mana juga!”


Veyya datang menghampiri mereka, dia duduk di samping Gisuwa dan meminum teh milik gadis itu sampai habis.


“Minumanku Veyy, teganya kamu!” Ucap Gisuwa sedih memandang gelas yang belum disentuhnya itu kini sudah habis tak bersisa, dia melihat Veyya yang tersenyum padanya.


“Maaf Gis haus aku, huh sial banget deh aku di ganggu si Awan terus!” Ucap Veyya kesal.

__ADS_1


“Kamu juga Ky kalau bukan karena kamu gak mungkin Awan jadi deketin aku terus!” Omel Veyya kepada Nungky yang tengah menggoda seorang lelaki tampan yang kebetulan lewat di depan meja mereka.


“Hai cowok godain aku dong!” Ucap Nungky sambil tersenyum ke arah lelaki berkacamata itu.


Namun si lelaki yang terlihat polos itu langsung bergidik ngeri saat Nungky menggodanya, dan dia langsung berbalik arah meninggalkan kantin dan juga Nungky.


“Kasihan banget kamu Ky, sama cowok culun aja ditolak kamu Ky!” Ucap Gisuwa prihatin.


“Iyatuh kebanyakan godain cowok kamu Ky, dapat nggak ngenes iya” Ucap Rania membuat Veyya dan Gisuwa terkikik geli sedangkan Nungky hanya mendengus sebal melihat ketiga temannya yang menertawakan nasib baiknya.


“Bener banget tuh, eh Ky tanggung jawab kamu.Aku gak mau Awan terus deketin aku Ky bikin risi tahu gak!” Ucap Veyya sambil bergidik membayangkan wajah Awan.


“Tenang Veyy aku pasti balikin bang Awan buat cinta sama aku lagi kok, aku juga sakit tahu lihat calon suamiku deketin sahabat sendiri tapi apalah aku cuma gadis yang teraniaya” Ucap Nungky sedih.


“Lagian salah kamu sendiri bikin jebakan tanpa perhitungan, jadi gini kan ribet sendiri!” Omel Rania saat aksi Nungky yang gagal dan mengakibatkan Awan malah terlihat jatuh hati pada Veyya.


“Iya aku kan cintanya sama Mas Iyan tampan, Awan mah gak masuk daftar cowok yang mau aku deketin, masuk daftar tunggu juga nggak dia mah!” Ucap Veyya.


“Emang siapa aja yang masuk daftar cowok kamu Veyy?” Tanya Gisuwa penasaran.


“Mas Iyan, Bang Iyan, Aa Iyan, sama Opa Iyan” Ucap Veyya sambil tersenyum.


“Oh iya Ran kamu tambah cantik aja pakai kacamata kayak gitu!” Puji Gisuwa yang disetujui oleh Veyya.


“Iya Dong aku gitu loh mau pakai apa aja pasti kelihatan cantik!” Ucap Rania sambil tersenyum bangga dan mengibaskan rambut indahnya membuat setiap lelaki yang melihatnya meneteskan air liur mereka.


“Dasar kuda belang gak bisa banget liat cewek cantik, kalau mereka tahu kamu sudah menikah pasti pada heboh dan patah hati tuh!” Ucap Veyya.


“Bodo amat aku sih, yang penting aku sudah dapetin Mas Reno cowok paling tampan dan baik sedunia!” Ucap Rania cuek.


“Enak kamu Ran, jodohmu datang sendiri tanpa dicari lah aku masih belum jelas jodohku siapa!” Ucap Veyya sedih.


“Sabar Veyy ada aku sama Nungky kok, eh gak deh aku kan sudah punya bang Radit!” Ucap Gisuwa sambil tersenyum ketika menyebutkan nama pria yang dijodohkan dengannya.


“Berarti kita doang yang masih belum dapat jodoh ya Ky?” Ucap Veyya sambil menoleh ke arah Nungky.


Namun saat dia berbalik gadis itu sudah tidak ada di tempatnya, ketiga gadis tersebut melihat sekeliling mereka mencari keberadaan Nungky, akhirnya diluar kantin mereka melihat Nungky tengah berjalan bersama Awan.

__ADS_1


“Dasar si ratu lebah, gak ada puasnya godain Awan” Ucap Rania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2