Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Rezeki Nomplok


__ADS_3

Di sebuah ruangan hotel mewah yang luas, sepasang pengantin baru tengah duduk di atas pelaminan, Gisuwa terlihat sangat cantik dengan mengenakan pakaian pengantin adat Jawa, begitu juga dengan Radit pria yang belum sehari sudah sah menjadi suaminya itu terlihat sangat tampan.


Veyya dan Nungky yang duduk tidak jauh sambil memperhatikan para tamu undangan yang terus berdatangan untuk memberi selamat pada sepasang pengantin baru itu, Nungky menguap dengan lebar sambil menepuk-nepuk mulutnya dengan tangan merasakan kantuk yang mulai menderanya.


"Heh kampret kalau mau nguap jaga adab dikit dong, malu tahu dilihatin keluarga Gisuwa sama Radit" Bisik Veyya kesal pada Nungky yang hanya nyengir mendengarnya.


Veyya dan Nungky melirik ke arah para tamu yang kebanyakan berasal dari keluarga bangsawan yang sangat mementingkan adab prilaku tengah menatap mereka risih seolah tidak menyukai perilaku Veyya dan Nungy yang terlihat tidak sopan.


Ayah dan Ibu Gisuwa hanya tersenyum kecil, mereka sudah terbiasa dengan tingkah teman-teman anaknya itu, begitu juga dengan Gisuwa yang hanya membuang muka pura-pura tidak mengenal kedua sahabatnya itu dan lebih memilih menyibukkan diri dengan menyalami para tamu undangan.


"Kamu capek gak Gis, mau aku pijit?" Tanya Radit melirik Gisuwa disampingnya.


Gisuwa menggeleng dengan wajah tersipu malu, dia memainkan jari jemarinya dengan gugup merasakan keringat dingin yang mulai menderanya saat mendapat perhatian dari Radit."Lumayan Mas, aku cuma pegel kelamaan berdiri" Cicitnya pelan."Kalau mau mijitin nanti ya Mas dikamar!" Ucapnya lagi membuat Radit terkekeh pelan.


Dengan perlahan tangan mereka mendekat dan saling bertautan meremas tangan masing-masing, Gisuwa dan Radit tersipu malu karena baru kali ini mereka berpegangan tangan, sebelumnya Gisuwa dan Radit memang tidak pernah melakukan kontak fisik kecuali hanya berpegangan tangan, selain karena peraturan keluarga mereka yang cukup ketat, keduanya juga tidak berani untuk melakukan hal lain diluar itu, bisa dibilang Radit dan Gisuwa adalah pasangan polos yang tidak berani melakukan dosa.


"Cie udah main pegang-pegang aja nih, tahan dikit Bang belum selesai acaranya" Ucap Nungky yang datang bersama Veyya menatap mereka sambil cengengesan.


Sontak Radit dan Gisuwa melepaskan tautan tangan mereka, Gisuwa menatap keduanya dengan tajam seolah merasa terganggu dengan kedatangan mereka."Syirik aja kalian, makannya cari pacar jangan jomblo terus" Ucapnya membuat Veyya dan Nungky mendengus sebal.


"Ran sama suaminya kok belum datang?" Tanya Radit mengalihkan perhatian.


Veyya dan Nungky mengangkat bahu mereka tidak tahu."Gak tahu tadi sih pas aku telepon lagi di jalan, kayaknya bentar lagi juga nyampe mereka" Ucap Veyya jujur.


Dan tidak lama setelah itu Rania dan keluarganya pun datang, ketiga sahabatnya dan Radit melongo menatap penampilan Rania yang baru, meski Veyya, Gisuwa dan Nungky sudah tahu Rania akan memakai pakaian yang tertutup namun hal itu tidak membuat mereka tidak terkejut dan berdecak kagum karena Rania menjadi terlihat lebih cantik dan anggun.


"Ran" Pekik Veyya, Gisuwa dan Nungky secara bersamaan sambil memeluk Rania dengan heboh saat temannya itu menghampiri mereka, ketiganya kembali diam setelah sadar jika kelakuan mereka menjadi perhatian banyak orang.


"Selamat ya Gis akhirnya kamu nikah juga, Kak Radit jagain Gisuwa ya, jangan sakiti dia, kalau tidak kita bertiga akan meneror kak Radit" Ucap Rania sambil tersenyum.


Radit membalas senyuman Rania."Pasti, aku tidak akan mungkin berani menyakiti istri tercintaku" Ucapnya sambil menarik pinggang Gisuwa merapat padanya membuat gadis itu kembali tersipu malu.


"Pepet aja Pepet terus Bang gak apa-apa kok, penganten baru mah bebas" Ucap Veyya dengan nada menyindir yang malah membuat semua orang tertawa dibuatnya.


"Selamat ya anak Mama yang cantik kamu udah jadi seorang istri juga, Mama bahagia banget nak anak-anak Mama udah nikah dua" Ucap Kikan sambil memeluk Gisuwa terharu campur senang.


"Makasih Mama cantik, ini juga berkat doa-doa Mama akhirnya aku sama Mas Radit bisa nikah" Ucap Gisuwa sambil membalas pelukan Kikan dengan senang.


Setelah acara cipika-cipiki dan memberi selamat mereka semua pun mengambil beberapa foto bersama pengantin baru yang tengah berbahagia itu, Reno memeluk pinggang Rania dengan satu tangan sedangkan tangan satunya lagi memangku Bima sambil tersenyum ke arah kamera.


Alvian berdiri diantara Veyya dan Nungky agar terlihat seperti pria beristri dua, mereka bertiga sibuk mengambil beberapa pose tanpa mempedulikan tatapan Gisuwa dan Radit yang malah tertutup oleh mereka saat mengambil foto, dan secara bersamaan semuanya mengambil foto dengan berjejer menampilkan senyum bahagia yang terukir di wajah mereka.

__ADS_1


Rania, Veyya dan Nungky menatap Gisuwa dan Radit yang sedang duduk di pelaminan dengan mata berkaca-kaca karena bahagia, ketiganya saling berpelukan akhirnya Gisuwa menyusul Rania dan sudah resmi menjadi seorang Radit, kini tinggal menunggu waktu Veyya dan Nungky akan menyusul keduanya, dalam hati keempat gadis itu berharap bahwa persahabatan mereka akan terus terjalin erat meski nanti mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing.


Persahabatan yang sudah dijalin sejak mereka kecil itu kini berubah menjadi sebuah ikatan yang bisa dikatakan erat seperti layaknya saudara, tanpa mereka sadari mereka berempat saling melengkapi satu sama lain, mereka selalu berusaha untuk saling menguatkan dan menutupi kekurangan masing-masing, kadang bukan hanya pasangan yang bisa saling melengkapi tapi sahabat juga.


"Gisuwa cantik banget ya, dia kelihatan bahagia banget" Ucap Rania kepada Veyya dan Nungky.


Keduanya mengangguk setuju."Gak nyangka banget ya si jorok itu nikah juga" Ucap Veyya sambil tersenyum geli mengingat kelakuan Gisuwa.


"Iya benar tuh, aku pikir yang duluan nikah itu aku soalnya aku kan cewek paling cantik dan imut diantara kita berempat" Ucap Nungky sambil cengengesan yang langsung mendapat jitakan dari Rania dan Veyya.


"Aduh apasih kalian ini masa putri cantik  kayak aku ini ditindas Mulu!" Protes Nungky menatap kedua sahabatnya kesal."Bang Al aku kan gak bohong ya Bang, menurut Abang aku cantik gak?"  Ucap Nungky menatap Alvian dengan wajah dibuat sok manis yang malah membuat Rania dan Veyya merasa mual melihatnya.


"Cantik Ky kayak bidadari dari kayangan" Puji Alvian yang membuat Nungky tersenyum puas.


"Tuh apa kubilang, aku ini putri cantik dan imut" Ucap Nungky dengan bangga.


"Mama!" Bima memanggil Rania sambil merentangkan tangannya.


Rania pun mengambil Bima dalam yang berada di pangkuan Reno."Apa Bima sayang, kamu kenapa anak Mama yang ganteng kangen Mama ya?" Ucapnya sambil menggelitik perut Bima gemas membuat Bima terkekeh geli.


Tidak lama kemudian datang Iyan dan Adinda yang berjalan berdampingan membuat Veyya menatap mereka kesal saat keduanya menyalami Gisuwa dan Radit."Ngapain sih Mas tampan Iyan datangnya sama Mbak Gatel itu, kenapa gak sama aku aja coba" Ucapnya geram.


"Hai mbak Gate, hai Mas Tampanl!" Sapa Rania, Veyya dan Nungky secara bersamaan saat Iyan dan Adinda menghampiri mereka dan duduk di sana.


"Gak usah basa-basi deh jangan sok dekat gitu" Ketus Adinda kemudian dia tersenyum sambil mencubit pipi Bima dengan gemas."Wah Ran, Bima makin ganteng aja ya" Pujinya sambil memegan tangan Bima yang malah merentangkan tangannya minta digendong membuatnya terkekeh, kemudian dia menoleh menatap Rania meminta persetujuan setelah Rania mengangguk Adinda pun menggendong Bima yang terlihat sangat senang digendong oleh gadis cantik seperti Adinda.


"Eh Mas kok aku ngerasa Bima kayak suka kegatelan gitu ya sama cewek, lihat cewek bening langsung minta gendong, kayak siapa ya Mas, perasaan aku sama kamu gak suka gitu deh" Bisik Rania bingung sambil menatap Bima yang sedang tertawa senang saat Adinda, Veyya dan Nungky menciumi wajahnya.


Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum."Gak tahu sayang, mungkin itu nurun dari orang lain Ran, kamu pas hamil ngidamnya suka lihat-lihat adegan mesum kali makannya anak kita kayak gitu" Ucapnya jujur.


Mendengar itu Rania langsung mendelik pada suaminya sambil mencubit pinggangnya dengan gemas."Mana ada aku kayak gitu Mas, bukannya pas aku hamil kamu yang suka ngidam aneh-aneh pakai acara suka nonton sinetron lagi" Omelnya membuat Reno menunduk malu mengingat kelakuannya yang memalukan itu."Tapi kayaknya bukan karena itu deh Mas, apa jangan-jangan dia keturunan sama orang tua atau leluhur kita ya Mas, mungkin aja ada yang kelakuannya kayak Bima suka genit dan jago ngibul siapa ya?" Ucapnya lagi dengan pikiran menerawang.


"Kamu benar Ran, pasti sifat dan kelakuan Bima itu nurun dari keluarga kita juga tapi siapa ya?" Ucao Reno sambil berpikir, disisi lain Kikan yang sedang asyik mengobrol bersama orang tua Gisuwa dan Radit jadi tersedak minuman seolah ada yang sedang membicarakan dirinya, matanya melihat sekeliling namun sedetik kemudian dia mengedikan bahunya tidak perduli dan kembali asyik mengobrol.


"Bosan ya, acara kawinannya gak ada hiburan yang ngisi acara penyanyi pop semua gak ada dangdut nya" Ucap Nungky.


"Kamu benar aku juga suka bosen kalau datang ke acara nikahan" Ucap Adinda menyetujui ucapan Nungky.


Rania, Veyya, Nungky dan Adinda saling berpandangan sambil tersenyum cengengesan, kemudian keempat gadis itu berjalan ke arah panggung, tidak lama kemudian musik berganti menjadi musik dangdut, keempat gadis tersebut berjoget bersama Bima yang ikut bergoyang seolah menikmati musik yang didendangkan itu, Reno, Iyan dan Alvian ikut bergabung dan berjoget bersama mereka.


Gisuwa berdecak kesal saat melihat kelakuan memalukan dari para sahabatnya itu, sedetik kemudian dia menarik tangan Radit dan ikut bergabung bersama mereka, semua orang berjoget dengan heboh menikmati alunan musik yang menyenangkan, ada juga beberapa tamu yang ikut bergoyang bersama mereka termasuk Kikan dan William, sedangkan para tamu lain hanya menonton mereka sambil bertepuk tangan dan tersenyum.

__ADS_1


Gubrak


Nungky dan Veyya secara bersamaan jatuh dari panggung dan menimpa Alvian yang berada di dekat mereka.


Cup


Alvian melebarkan bola matanya terkejut saat kedua gadis itu menciumnya, Veyya langsung beranjak bangun dengan panik dia menutup bibirnya yang baru saja berciuman dengan Alvian , sedangkan Nungky hanya cengengesan karena nasib gadis itu tidak sesial atau seberuntung Veyya dan hanya mencium pipi Alvian.


"Ciuman pertamaku" Gumam Veyya dengan panik, dia melirik Iyan yang menatapnya dengan raut wajah tak terbaca, habis sudah pria tampan itu mungkin tidak akan lagi mau bersamanya, dengan segera gadis itu berlari pergi meninggalkan mereka.


"Wah anak Mama akhirnya dapat rezeki nomplok" Pekik Kikan dengan heboh sambil bertepuk tangan.


"Selamat Al akhirnya ada juga kebahagiaan yang menimpa kamu" Ucap Reno memuji Alvian membuat Alvian tersipu malu dibuatnya, kemudian dia mengedarkan pandangannya mencari Nungky yang sedang berlari menyusul Veyya.


"Veyya cium adek juga dong, disosor enak gak Veyy?" Teriak gadis itu dengan heboh.


"Sabar Al kamu gak seberuntung itu, jangan berpikir kejadian itu bisa bikin Nungky jatuh cinta" Ucap Rania pelan."Gis Veyya Gis dia dapat ciuman pertama" Ucapnya lagi pada Gisuwa, kemudian mereka berjingkrak senang Seolah merayakan kejadian tersebut, sedetik kemudian mereka sudah berlari mengejar Nungky dan Veyya.


"Istriku" Pekik Reno dan Radit secara bersamaan sambil menyusul mereka.


"Hahaha lucu banget deh, Al kamu dapat ciuman dari dua cewek sekaligus" Ucap Adinda sambil tertawa, kemudian dia menggendong Bima yang menarik gaunnya minta digendong."Bima ganteng, mau disosor juga?" Tanya sambil tersenyum.


Cup


Adinda melebarkan matanya terkejut saat Bima dan Iyan mencium pipinya secara bersamaan.


"Astagfirullah cucuku saingan sama om-om" pekik Kikan terkejut."Pa, cucu kita Pa suka sama Tante-tante" Ucapnya lagi sambil menoleh menatap William.


Gubrak


Kikan langsung jatuh pingsan karena tidak kuat menerima kenyataan pahit itu, semuanya langsung heboh melihat Kikan, sedangkan Bima hanya tertawa senang seolah menertawakan neneknya itu, kemudian dia turun dari gendongan Adinda dan berjalan menghampiri dua gadis cantik yang baru saja datang.


"Hallo Bima ganteng apa kabar" Sapa Kimmy dan Alysha sambil menggendong Bima.


Cup 


Kedua gadis cantik itu mencium pipi Bima gemas membuat Bima tertawa senang, dan Kikan yang baru tersadar kembali pingsan melihat kelakuan cucunya.


__________


Hiyaaaaaaaa

__ADS_1


__ADS_2